Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
418


__ADS_3

Dirumah Malvin,Sindi tak bisa diam wanita itu mondar mandir didepan pintu menunggu kedatangan putrinya yang dari siang belum pulang.


" Pa gimana ini,kenapa belum pulang juga ?" tanya Sindi melihat Malvin keluar.


" Mungkin masih dirumah Samuel Ma " Jawab Malvin overthingking.


" Ya tapi ngapain ? ini udah malam loh " Kata Sindi khawatir.


" Kita tunggu aja bentar lagi juga bakal pulang " Balas Malvin tenang.


" Ck kamu nih,gak tau apa kita lagi ada masalah besar sama keluarga Samuel,kalo Winda di apa2in gimana,gak mikir anak banget !" Kata Sindi kesal.


" Yankkk " Tegur Malvin ingin memegang tangan Wanita itu tapi langsung ditepis oleh Sindi.


" Udah terserah kamu,kalo sampe Winda kenapa2 jangan harap kamu bisa lihat aku lagi !" Ancam Sindi tajam dan berjalan masuk.


Malvin menghela nafas berbalik badan menatap istrinya yang sudah di kuasai oleh amarah.


Terlihat didepan pintu seorang bocah lelaki terdiam melihat pertikaian orang tuanya.


" Sini Don " Ajak Malvin menegur sang putra.


Doni mendekat dan berhadapan dengan Papanya.


" Mama gak marah kok sayang,cuma ngambek aja " Kata Malvin tau isi hati anaknya.


" Kenapa sekarang keluarga kita sering ketakutan Pa ? apa Bang Samuel bikin kita menderita ?" tanya Doni polos.


" Hah em bukan gitu sayang,Bang Samuel gak salah " Jawab Malvin lembut.


" Jadi siapa yang salah Pa ?" Tanya Doni bingung.


Malvin diam tersenyum mengusap kepala anaknya.


Tak lama masuk sebuah mobil ke pekarangan rumah,Malvin yang sedang bermain bersama Doni diteras langsung berdiri melihat mobil sedan mahal berhenti didepan rumahnya.


" Itu siapa Pa ?" tanya Doni merasa silau.


Malvin diam memperhatikan hingga pintu depan terbuka dan nampaklah seorang wanita keluar disusul pria disampingnya.


" Astaga itu orang tua Sam " Batin Malvin menebak.


Pintu belakang terbuka dan nampaklah wajah Winda dan Samuel.


" Papa " Ucap Winda melihat Malvin memasang wajah kaget.


" Selamat malam " Ucap Rafael sopan.


" Ma malam " Jawab Malvin terbata.


" Maaf mengangguk kenyamanannya,kami kesini mengantar Winda pulang " Ucap Rafael


" Hah iya Pak terima kasih sudah mengantarkan putri saya " Balas Malvin tersenyum canggung.


Winda mendekati Papa dan adiknya.


" Hay Doni,masih ingat Bibi ?" tanya Lutfia menegur Doni.


Bocah itu memeluk kaki Malvin merasa malu.


" Hehe nanti kita main robot lagi ya " Kata Lutfia ramah.


" Iya Bi aku mau " Balas Doni girang.


Malvin ikut tersenyum kecil mengusap kepala anaknya.


Winda diam memperhatikan Malvin yang masih canggung.


" Oh iya Pak,saya sama istri kesini mau menanyakan tentang kebenaran " Ucap Lutfia teringat.


" Kebenaran apa ?" tanya Malvin syok.

__ADS_1


" Ayo bicara didalam saja " Ajak Rafael.


Malvin melihat Samuel lelaki itu diam menatap Malvin tenang.


" Ada apa Winda ?" Tanya Malvin bingung.


" Mama mana Pa ?" Tanya Winda berbisik.


" Ada didalam " Jawab Malvin.


Gadis itu mengangguk lalu berlari masuk kekamar.


Orang tua Samuel duduk diruang tamu memperhatikan rumah baru keluarga itu.


" Bukannya kamu bilang dulu alamatnya gak dsini ?" Tanya Rafael kepada sang istri.


" Iya Pa,mereka pindah lebih jauh " Jawab Lutfia.


" Kamu sering kesini ?" Tanya Rafael melihat anaknya.


" Tiap hari Pa " Jawab Samuel kecoplosan.


" Apa !" Pekik Rafael melotot.


" Anu maksudnya...


Pletak...


Kepala Samuel mendapat sledikan dari Papa tercintanya.


" Aduhh salah lagi " Kata Samuel kesal.


" Apa benar dia sering kesini ?" tanya Rafael kepada Malvin.


" Hah em ya " Jawab Malvin bingung.


" Tuh kan Pa,gimana gak bobol coba kalo diulangin tiap hari " Bisik Lutfia kesal melihat sang putra.


" Iya Ma " Balas Rafael ingin menghajar putranya.


" Ada apa ini Pak Bu ?" Tanya Malvin dengan tangan bergetar.


" Begini Pak,kedatangan kami kesini buat minta maaf " Jawab Lutfia.


" Minta maaf ? untuk apa ?" tanya Malvin heran.


" Maaf karna kelancangan anak kami membuat putri bapak hamil " Jawab Rafael polos.


" Apa !" Pekik Malvin dan istrinya bersamaan.


" Kamu gila apa hah !" Bentak Sindi dalam kamar mendengar curhatan anaknya.


" Aku gak punya pilihan Ma " Kata Sindi menunduk.


" Ya tapi gak ngaku hamil Winda,kamu mau bunuh diri apa gimana ?" tanya Sindi tak percaya.


" Dari pada Papa dan Mama yang kena dan Doni menjadi korban mending aku aja yang tanggung semuanya !" Kata Winda menatap sang ibu.


" Windaaa ini bukan salah kamu Nak " Kata Sindi memegang bahu gadis itu.


" Semua karna aku Ma,please bantu aku sekarang " Kata Winda mulai menangis.


" Ya tapi gimana ? emang kamu beneran hamil anak Samuel ?" Tanya Sindi serius.


" Ya enggak lah Ma,mana sempet dia kalo tidur kek orang mati " Kata Winda gemas.


" Ya siapa tau aja kalian diam2 emm...." Kata Sindi malu untuk melanjutkan kata2nya.


" Ck gak lah,aku sama dia gak pernah ngapai2n " Balas Winda yakin.


" Ya udah terus ini gimana ?" tanya Sindi pasrah.

__ADS_1


" Mama lakuin aja sebisa Mama,pokoknya Mama Sam harus percaya kalo aku hamil !" Kata Winda tegas.


" Mereka orang kaya Nak,mereka gak bodoh " Kata Sindi bingung.


" Akhh pusing kepala aku Ma " Kata Winda mengacak rambutnya.


" Ma " Panggil seseorang masuk kamar.


Kedua perempuan itu menoleh,terlihat Malvin berdiri didepan pintu kamar dengan wajah terkejut.


" Winda apa itu benar !" Kata Malvin langsung emosi.


" Apa Pa ?" Tanya Winda kaget.


" Kau hamil anak Samuel !" Teriak Malvin garang


Deg...


Winda terbelalak kaget,lelaki itu mendekati gadis tersebut dan menarik Winda turun.


Bughh...


Seketika Winda terjatuh dari ranjang membuat Sindi melotot.


" Mas " Bentak Sindi mendorong Malvin.


" Anak ini sungguh diluar dugaan Yank,dia hamil dengan Sam !" Bentak Malvin masih dengan raut marahnya.


Di ruang tamu,Lutfia berdiri kaget mendengar Malvin membentak dengan nada kasar.


Wanita itu langsung berlari dan terdiam melihat Winda menangis dilantai.


" Dasar anak kurang ajar !" Kata Malvin ingin menampar gadis itu.


" Jangaannn " Teriak Lutfia berlari mendekat dan memeluk Winda.


" Pa pa hiks hiks " Ucap Winda menangis terisak.


Baru kali ini Winda melihat Malvin seperti kesetanan marah dengannya.


" Jangan sakiti Winda !" Kata Lutfia mendongak.


" Dia anak ku,jadi aku berhak untuk menghukumnya jika bersalah !" Kata Malvin geram.


" Tapi tidak sekarang,dia mengandung cucu ku " Kata Lutfia tajam.


Malvin terdiam begitu pun Sindi yang memebelalakkan matanya mendengar Lutfia menyebut cucu.


Winda dan Rafael masuk kedalam melihat pertikaian yang sedang live streaming didepan mereka.


" Ayo bangun Nak " Ucap Lutfia membantu Winda untuk berdiri.


Gadis itu menurut masih dengan sisa isakan.


" Kau akhhhh bajingan Bughhh !" Kata Malvin menghajar tembok.


" Maassss "


" Papaaaa "


Teriak Sindi dan kedua anaknya melotot melihat tangan Malvin langsung berdarah.


" Kenapa ini bisa terjadi,kenapa ini semakin rumit " Kata Malvin bersimpuh didepan mereka semua.


" Papa "


" Om "


Ucap Winda dan Samuel lirih melihat Malvin menitikan air mata kesedihannya.


Sindi menarik nafas berusaha tenang,kini wanita itu mulai paham akan rencana sang anak meski masalah baru sudah menunggu didepan nanti.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya😭😭


__ADS_2