Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
460


__ADS_3

Hari ini disebuah rumah sepasang kekasih bersiap meninggalkan kota.


Hampir 2 minggu jalan2 kesana kemari kini tiba waktunya bagi mereka untuk pulang ketempat asal.


Yuni menangis sedih harus berpisah dengan cucu pertamanya,wanita itu belum merasa puas dengan kebersamaan mereka yang sangat singkat.


" Bisa gak Sutar tinggal disini,kalian aja yang pulang ?" Tanya Yuni memelas.


" Ya gak bisa dong Bu,ntar aku siapa yang nemenin " Jawab Histi gemas.


" Ibu masih kangen sama Sutar " Kata Yuni mendekap bayi lelaki itu.


" Nanti kami kesini lagi Bu " kata Serkan menenangkan.


" Kapan ? Ibu mau lihat dia tumbuh kayak anak2 lain " Kata Yuni mengkrucut.


" Hehe kalo gitu ibu aja yang kekampung " Kata Serkan cengengesan.


" Mana bisa gitu,Ayah siapa yang urus ?" Celetuk Romi tak terima.


" Mulai posesif " Sindir Alexi.


" Sibuk !" Kata Romi mendengus.


Salsa menyenggol lengan Alexi yang sangat suka menjahili Romi akhir2 ini.


Serkan terkekeh geli,pria itu juga merasa sedih harus berpisah lagi dengan keluarganya,tapi apa boleh buat mereka harus segera pulang karna pekerjaan Serkan sudah siap menunggu dikampung.


" Nanti kamu main kesini lagi ya " Ucap Byanca memegang tangan Sania.


" Iya,kamu juga main ke kampung ya nanti aku ajak jalan2 ke sawah,gunung,sungai banyak ikan dan masih banyak lagi " Balas Sania tersenyum.


" Wahh mau mau,aku mau tangkap ikan " Kata Byanca heboh.


" Iya ikan Hiu " Celetuk Alexi.


" Hah emang ada ikan hiu disana ?" tanya Byanca kaget.


" Hm kayaknya gak ada deh,tapi buaya banyak " Jawab Sania tersenyum.


" Apa !" Pekik Yuni dan Byanca terbelalak.


" Hahaha gak ada Hiu buaya pun jadi " Kata Alexi tertawa geli.


Salsa ikut tertawa,perempuan itu merasa terhibur dengan tingkah menggemaskan Sania.


" Sering makan orang dong ?" Tanya Byanca ngeri.


" Gak,kalo kita gak ganggu mereka juga gak ganggu,iya gak Om ?" Kata Sania menyenggol Serkan.


" Iya " Jawab Serkan mengusap kepala gadis itu.


Sania tersenyum cerah menunjukkan giginya yang kini sedikit putih dari biasanya.


" Ya udah deh nanti kalo Ayah libur kami kesana " kata Byanca bergelayutan ditangan Romi


" Ehmm " Dehem Romi pura2 tak tau.


Yuni terkekeh geli,ia sangat tau suaminya tak punya waktu untuk main2 sekarang.


" Dah Yank,yuk pulang " Ajak Histi mengangkat tas ranselnya.

__ADS_1


" Nih Sutar taruh depan Bu " kata Histi sudah siap dengan gendongan sang putra.


Yuni dengan berat hati menyerahkan bayi mungil itu kedekapan ibunya.


" Oekkk oekkkk " Sutar merengek nangis merasa tak rela.


" Tuh lihat Sutar gak mau pulang " Kata Yuni mengkrucut.


" Kita pulang ya Nak,waktu kita jadi orang kota udah habis " bujuk Histi.


Bocah itu masih merengek tak mau,ia belum puas bermain dan bertemu banyak saudaranya.


" Kalian gak kerumah Mama Histi dulu ?" Tanya Yuni.


" Gak Bu,Mama sama Papa lagi dirumah sakit jenguk Nenek " Jawab Histi.


" Kak Nisa sakit ?" Tanya Yuni kaget.


" Ya akhir2 ini Nenek sering murung,gak tau kenapa " jawab Histi sedih.


" Yaaahhhh " Ucap Yuni lesu.


" Faktor umur,tapi Nisa baik2 aja kok " sahut Romi menenangkan.


" Nanti kita kesana ya Mas " Rayu Yuni.


" Iya " Jawab Romi tersenyum.


Serkan membawa banyak barang,seperti biasa mereka selalu menyewa mobil untuk membawa barang saat pulang.


Byanca dan Sania berpelukan,selama tinggal dirumah Romi,Sania sangat senang karna ia punya teman baru yang baik kepadanya.


" Makasih ya Kak " Ucap Sania saat menyalami Salsa.


Sania mengangguk dan menyalami Alexi.


" Jangan cengeng lagi,balik kesini harus jadi gadis yang kuat " Kata Alexi mengusap kepala Sania.


" Siap komandan !!" Jawab Sania semangat ala militer.


Alexi tertawa dengan anggukan kuat.


Mereka ber4 pun menaiki mobil dengan lambaian tangan.


Seketika rumah yang selama 2 minggu ramai kini kembali sunyi.


Yuni menatap mobil yang membawa anak cucunya dengan tatapan nanar.


Sungguh wanita itu merasa sedih dan kehilangan,baru saja ia merasa kebahagiaan seorang nenek kini rasa itu harus hilang begitu saja karna Serkan tak tau kapan waktu harus kembali.


" Udah gak usah sedih,masih ada aku sama Salsa yang bakal kasih Ibu cucu " Kata Alexi merangkul bahu ibunya.


" Tapi kapan,tangan ibu gatal nih pengen gendong " Balas Yuni malas.


" Hehe lagi otw,bulan depan deh cair " Kata Alexi memainkan matanya.


" Nyangkul terosssss " cibir Romi seraya masuk kerumah.


Wajah Salsa seketika memerah malu,ia tak bisa mendiamkan mulut Alexi dan Ayah mertuanya yang selalu batle dalam segala hal.


" Janji ya bulan depan ada kabar bagus ?" Kata Yuni tajam.

__ADS_1


" Tuh kasih tau Salsa biar semangat nyetak " Jawab Alexi menunjuk istrinya.


" Gimana Sa,setuju gak ?" tanya Yuni.


" Ibu ihhh malu " jawab Salsa bersemu.


" Ibu serius nih,atau gak ibu pindah kekampung " Ancam Yuni.


" Jangan dong Bu " kata Salsa kelabakan.


" Makanya cepetan " Kata Yuni kesal.


" Oke Bu,nanti aku yang kasih ibu cucu " Sahut seseorang.


Semua orang menoleh dan terdiam melihat wajah serius Byanca menatap mereka.


" Whattt ?" pekik Alexi terbelakak.


" Kalo Kakak dan Kak Salsa lama beri Ibu cucu biar aku aja yang kasih,gimana ?" Tawar Byanca memainkan alisnya.


" Nooooooooooo " Pekik Yuni menggeleng cepat.


" Loh kenapa gak mau " Kata Byanca bingung.


" Aku gak ikut campur " Kata Salsa melesat masuk kerumah.


" Jangan sayang,ya ampun kamu masih kecil huaaaaaaa " Kata Yuni menangis pura2.


" Iya Dek,jangan dicoba ya itu gak baik " kata Alexi panik sendiri.


" Lah kan Kakak lama " kata Byanca polos.


" Ayaaaaaaaaaahhhhhhh " Pekik Yuni berlari masuk memanggil suaminya.


" Aku gak ikut2 lah " kata Alexi ikut berlari.


" Lah mereka kenapa ? mau dikasih cucu kok pada lari ? tadi bilangnya mau cucu ?" gumam Byanca menggaruk kepala bingung.


" Tapi gimana cara bikinnya ya ? apa aku harus menikah juga ?" Gumam Byanca semakin bingung.


" Hm dah ah kayaknya aku harus tanya mbah gugel nih " Lanjut gadis itu mendapatkan ide cemerlang.


Dengan santai,Byanca pun masuk kerumah.


Diperjalanan,Serkan merangkul sang istri dengan senyum hangat.


Ia merasa bahagia Histi dan Sania masih sehat tak kurang apapun.


" Gimana San,enak gak tinggal dikota ?" tanya Serkan kepada gadis itu.


" Hm enak Om,banyak temen " Jawab Sania polos.


" Nanti Sutar pasti gak kesepian kalo kesini,aku jadi iri sama dia " Kata Sania melihat bayi tersebut tidur dengan nyenyak.


" Semoga ya " Kata Histi tersenyum.


Sania ikut tersenyum,Serkan meminta bocah itu duduk ditengah mereka agar ia bisa memantau Sania dan Sutar bersamaan.


Histi pun harus mengalah,kini jiwa seorang ibu bisa ia rasakan.


Dengan kesederhanaan,Histi belajar yang namanya tanggung jawab dan perannya sebagai istri,anak dan seorang ibu.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2