Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Delapan Satu "TSJC"


__ADS_3

Setelah Mita, Vivi dan Indah memasak. Merekapun menyiapkannya di meja dan memperkenalkannya masakannya kepada Citra.


"Cit, ini adalah masakan paling istimewa yang kita buatin untuk kamu." ucap Mita.


"Nama makanan ini apa?" tanya Citra bertindak seperti juri.


"Omfried Rice." ucap Mita. sementara Vivi dan Indah berusaha menahan tawanya saat mendengar nama dari masakannya.


"Kenapa namanya Omfried Rice?" tanya Citra lagi sok profesional.


"Omfried rice itu adalah singkatan, "Om" itu kepanjangannnya omelet yang artinya telur dadar, sementara fried rice itu artinya nasi goreng." jelas Mita dengan nada yang di buat-buat seolah-olah seperti chef berpengalaman.


"Ya udah, aku coba dulu." ucap Citra lalu menyendok nasi goreng beserta omletnya.


Mereka menatap Citra yang hendak memasukkan suapannya ke dalam mulutnya. Tapi terhenti saat Riko berteriak.


"Sayaangg,, sayaangggg,, kamu dimana?" teriak Riko yang masuk ke dalam rumah.


Citra dan kawan-kawan pun terkejut dengan teriakan Riko dan mereka saling bertukar pandangan.


"Aku di dapur kak." teriak Citra menjawab suaminya.


Riko pun menghampiri istrinya dan langsung mencium bibir istrinya karna sangat senang. Riko tidak menyadari situasi bahwa ternyata di dapur itu ada teman-teman istrinya. Seketika Mita, Vivi dan Indah melotot melihat tindakan mereka.


Indah memalingkan wajahnya, Vivi pura-pura melihat yang lain sambil sesekali melirik, sementara Mita menutup wajahnya dengan tangannya, tapi dia membuat celah di antara jari-jarinya sehingga dia masih bisa melihat mereka berciuman.


Riko mencium bibir Citra sangat lama, Citra tidak memperdulikan teman-temannya, baginya dunianya sekarang hanya miliknya dengan Riko. Riko membelai pipi Citra dengan lembut lalu mengecup kening Citra lagi dengan lembut, lalu kembali hendak mencium bibir Citra.


"Kenapa mereka melakukan hal itu, disaat kita masih berada disini, apa kita ini patung." batin Indah kesal lalu meninggalkan dapur.


"Ya ampun aku seperti sedang menonton film dewasa." gumam Vivi karna merasa risih sendiri dengan aksi mereka.


Seketika Riko menghentikan aksinya, Citr pun merasa malu, karna dia memperlihatkan kemesraannya di depan teman-temannya.


"Aku ngga boleh terus-menerus berada disini, aku masih di bawah umur, adegan ini ngga pantas untuk aku lihat, bisa berdampak buruk buat jiwa aku." gerutu Mita seolah-olah dirinya polos, padahal dia melihatnya sampai akhir. lalu diapun meninggalkan dapur, Vivi pun mengikuti Mita.


"Kalian mau kemana?" tanya Citra.

__ADS_1


"Kita mau pulang, kita ngga enak gangguin kalian." ucap Vivi.


Citra dan Riko saling menatap selama beberapa detik, kemudian tertawa mengingat aksi mereka.


"Aku ngga tau kalau ada orang selain kamu disini sayang." ucap Riko.


"Mereka dari tadi disini kak, mereka nemenin aku." jelas Citra.


"kalian lagi ngapain di dapur?" tanya Riko lagi.


"Mereka lagi masak buat aku, dan ini masakannya." ucap Citra sambil menunjuk hasil karya Mita, Vivi dan Indah.


"Ini masakannya?" Tanya Riko dan Citra hanya mengangguk.


Riko tidak percaya saat melihat masakan mereka yang sangat berantakan dan tidak pantas disebut sebagai makanan.


"Ya udah kak, aku antet mereka dulu yah." ucap Citra dan Riko hanya mengangguk sambil terus menatap makanan yang di buat oleh teman-teman Citra.


"Itu namanya Omfried rice kak." ucap Citra lalu meninggalkan Riko menuju halaman rumahnya, karna teman-temannya berada disana, sambil nunggu taxi online yang sudah mereka pesan.


Riko segera berlari menuju westafel untuk berkumur-kumur agara rasa aneh itu segera hilang dari lidahnya.


"Makanan apa itu? apa dia mau meracuni istriku." gumam Riko kesal.


Rikopun berbalik hendak melangkahkan kakinya meninggalkan dapur, tapi pandangannya tiba-tiba tertuju pada kondisi dapur yang sangat berantakan.


"Sebenarnya mereka tadi masak atau berperang sih, kenapa berantakan seperti ini." gumam Riko frustasi.


******


Setelah beberapa menit menunggu, taxi yang mereka pesan online pun tiba.


"Ya udah Cit, kita pulang dulu." ucap Indah lembut.


"Kamu itu harus bisa liat situasi dan kondisi, jangan ceroboh kayak tadi." ketus Vivi masih kesal dengan aksi Riko dan Citra.


"Iya, kita juga manusia biasa Cit, gimana nantinya kalau kita juga kepengen, kan bisa gawat, kamu mau tanggung jawab, kamu tau kan aku sama Vivi itu jomblo." imbuh Mita.

__ADS_1


"Iya, iya, udah buruan kamu masuk, kasian sopirnya nunggu lama." gerutu Citra sambil mendorong Mita agar segera masuk ke dalam mobil.


"Dahhh... ucap mereka bersamaan sambil melambaikan tangan ke Citra. Citra pun melambaikan tangannya juga sambil tersenyum lalu mereka pun pergi.


Citra segera masuk kedalam rumahnya dan langsung menghampiri Riko di dapur.


"Kak Riko ngapain?" tanya Citra heran melihat suaminya yang sedang berdiri di depan westafel. Citrapun duduk di kursi meja makan sambil menopang dagunya.


Rikopun berbalik ke arah sumber suara.


Citra tersenyum melihat suaminya yang sedang mencuci piring, dan ada busa sabun yang menempel di hidungnya.


Rikopun merasa sangat bahagia melihat ekspresi istrinya yang sedang menopang dagu sambil tersenyum manis ke arahnya.


"Kak Riko lagi ngapain?" tanya Citra lagi.


"Aku lagi cuci piring sayang." ucap Riko singkat.


"Ya udah kalau kak Riko cuci piring, biar aku yang bersihin dapur." Ucap Citra lagi.


"Ngga boleh, biar aku aja yang bersihin semuanya. kamu itu lagi hamil sayang, kamu ngga boleh banyak gerak dulu, kamu duduk manis aja disitu. " ucap Riko sambil terus mencuci piring.


Citra pun tersenyum puas mendengar perkataan suaminya.


"Kak Riko memang suami yang keren." ucap Citra memuji suami sambil mengacungkan kedua jempolnya kearah Riko.


Rikopun berbalik melihat Citra yang sedang mengacungkan jempolnya.


"Aku memang suami yang keren." ucap Riko bangga lalu memperlihatkan wajah songongnya.


Citrapun tersenyum senang melihat ekspresi songong Riko.


"Ya udah lanjutin lagi kerjanya kak, biar aku yang memberi yel-yel semangat buat kak Riko." ucap Citra lalu Riko pun kembali mencuci piring.


"Mana yel-yelnya." pinta Riko.


"Semangat, semangat, semangat." teriak Citra menyemangati suaminya sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2