
Camelia duduk disofa rumah pasangan itu dengan tenang meski hatinya sedikit deg degan apalagi Yuni menatapnya aneh.
" Ehm " Dehem Romi mengalihkan kecanggungan yang terjadi.
Yuni menoleh kearah suaminya menatap lelaki itu sebentar lalu mendekati Camelia yang duduk sendirian.
" Apa kabar Mba ?" tanya Yuni bersikap biasa.
" Baik " Jawab Camelia datar.
" Hm Serkan lagi kerja " Kata Yuni memberitau.
" Ya,dia akan kembali sebentar lagi " Balas Camelia.
Yuni mengangguk,Romi duduk dikursi tunggal menatap wanita itu bergantian.
Jika dilihat dari segi fisik,Camelia memang juara penampilan wanita itu bak anak muda yang baru beranjak dewasa ,bahkan Camelia selalu memakai pakaian fashionable,maklum perempuan itu mantan model yang sudah pasti tau tata cara berbusana,apalagi dengan make up yang selalu menghiasi wajah cantiknya jadi tak heran jika Serkan sangat tampan karna kedua orang tuanya sama2 punya gen yang berkelas.
Sedangkan Yuni,seorang wanita biasa khas anak rumahan yang jarang keluar jika tidak ada acara penting.
Bahkan saat ini pun perempuan itu hanya mengenakan celana pendek selutut dengan kaos longgar romi,rambut ikat asal tanpa bedak tanpa minyak wangi hanya polesan lipstik sedikit untuk menjaga wajahnya agar tak pucat.
" Apa yang aku pikirkan " gumam Romi menggeleng kepalanya cepat.
Lelaki itu merasa sangat buruk membandingkan istrinya dengan mantan kekasih.
Padahal Romi tau mengapa sang istri tak sempat berdandan cantik seperti Camelia karna wanita sederhana itu selalu berkelut didapur,dengan piring kotor dan debu serumah.
Yuni dan Camelia mengernyit melihat Romi bertingkah aneh.
" kamu kenapa Mas ?" tanya Yuni pelan.
" Hah em gak papa,cuma pusing dikit " Jawab Romi beralasan.
" Kambuh lagi ?" tanya Yuni khawatir.
" Gak kok " Kata Romi mencomot satu buah potong lalu memakannya.
Yuni menatap lelaki itu menyelisik,ntah apa yang membuat suaminya gusar pikir perempuan itu.
" Ya Tuhan,kenapa semakin tua Romi semakin tampan " Batin Camelia melirik Romi.
Hati Camelia sedikit bergetar melihat Romi yang tak pernah berubah,meski hanya memakai hawai dan kaos hitam lelaki itu terlihat macho apalagi wajah Romi sangat terawat.
" Em,aku kesini bawa makanan buat Byanca " Kata Camelia membuka suara.
" Hah " Pekik Romi dan Yuni kaget.
" Byanca " Ucap pasangan itu barengan.
" Iya,maaf jika mengejutkan kalian,aku hanya ingin memberinya hasil masakan ku,karna waktu dia dirumah aku tak sempat lagi masak untuknya " Jelas Camelia.
" Rumah ?" tanya Yuni mengernyit.
Camelia terdiam,tanpa sengaja ia menyebut bahwa Byanca pernah bersamanya.
__ADS_1
" Iya,waktu itu Serkan membawanya kerumah dan menginap disana " Kata Camelia mengalihkan.
Romi menyelisik wanita itu sangat dalam,jika sudah berurusan dengan putri kecilnya,Pria itu sangat sensitif.
Yuni melihat Romi,terlihat lelaki itu mengangguk kecil tanda tidak apa2.
" Apa yang kau bawa ?" Tanya Romi tenang.
" tak banyak,hanya rendang daging,puding dan juga ayam tepung " Jawab Camelia seraya membuka rantang yang ia bawa.
Yuni mengintip sedikit melihat menu wanita itu.
" Ini aman,aku juga membawakannya untuk Serkan " kata Camelia membaca pikiran pasangan didepannya.
" Benarkah ?" tanya Yuni polos membuat Romi terkejut.
" Maaf " Kata Yuni tau itu tidak sopan.
" Tak masalah " Jawab Camelia tersenyum.
Romi mengambil satu ayam goreng dan memakannya,bukan karna pria itu kepo dengan rasanya tapi ingin membuktikan bahwa itu aman atau tidak jika dikonsumsi oleh anak2nya nanti.
" Enak " Kata Romi tersenyum.
Camelia ikut tersenyum dengan pujian lelaki itu.
Yuni menatap suaminya dalam,Romi tanpa sadar menghabiskan 1 paha ayam tersebut dengan cepat dan mengambil 1 lagi.
" ehem " Dehem Yuni penuh peringatan.
" Hehe " Romi cengengesan dan menaruh sayap ayam tersebut ke tempatnya dan mengusap dengan tisu.
Yuni mendengus kesal membuat Camelia terkekeh.
" Bisa cemburu juga nih bocah " Batin Camelia ingin tertawa melihat Yuni merajuk.
" Kenapa gak dimakan ?" tanya Camelia ingin menjahili pasangan itu.
" buat Byan aja Mel,dia suka makan ayam " Jawab Romi sedikit lesu.
Camelia mengangguk,Romi pun pamit undur diri sambil menggigit jarinya didepan sang istri.
" ck bener2 si pak tua,makan ayam aja rakus banget mentang2 dibawain mantan " Batin Yuni kesal.
" Ayo Yun,dimakan " Kata Camelia menegur Yuni yang komat kamit sendiri.
" Ha iya Mba " Kata Yuni tersenyum canggung.
Tak lama suara anaknya pun terdengar,Byanca terlihat heboh kedatangan Camelia dirumahnya.
" Bibi udah lama datang ?" Tanya Byanca duduk bersama wanita itu.
" Hehe gak juga,gimana sekolahnya aman ?" tanya Camelia hangat.
" Hem,aku dapat 80 Bi " Kata Byanca malu.
__ADS_1
" Tumben ? biasanya 90 100 " Kata Camelia menyelisik.
Deg..
Yuni dan Serkan terkejut dengan ucapan Camelia yang akan mengundang tanya.
" Iya,tadi Byan lupa jawabannya jadi asal isi " Jawab Byanca sedih.
Yuni melihat Serkan,lelaki itu sedikit gelisah dengan tatapan aneh ibunya.
" Oh iya,Bibi bawa makanan ya " Kata Byanca mengalihkan.
" iya,kamu laper gak ?" Tanya Camelia
" Iya Bi,Kakak bilang Bibi mau datang jadi aku cepetan pulangnya " jawab Byanca.
Camelia mengangguk tersenyum,gadis itu pun disuruh Yuni untuk ganti baju terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian,mereka pun makan siang bersama,Byanca sangat bersemangat begitu pun Serkan.
Lelaki itu masih tak percaya bahwa orang tua kandungnya berkumpul dimeja makan yang sama tanpa adu jontos.
" Ayo dimakan Mel jangan ragu2 " Kata Romi tersenyum.
" Iya Rom " Jawab Camelia sedikit malu.
Yuni menatap keduanya dalam diam,ntah mengapa ada rasa tak suka dalam hati perempuan itu melihat suaminya bersikap lembut kepada perempuan lain.
Yuni berusaha bersikap sebiasa mungkin,tapi raut wajahnya tak bisa berbohong bahkan Serkan pun merasa ada aura dingin yang mengalir disana..
Serkan merasa tak enak hati kepada Yuni,tapi dia juga merasa bahagia dengan datangnya sang Mama.
" Apakah keadaan seperti ini akan menghancurkan kepercayaan Ibu lagi,aku harus bagaimana agar Ibu tetap bersama Ayah,aku gak tega kalau Ayah harus berpaling meski pun perempuan itu Mama ku sendiri " batin Serkan menatap Yuni dengan nanar..
Serkan tidak ingin egois meski dilubuk hatinya pria itu ingin orang tuanya utuh,lelaki itu memikirkan nasib kedua adiknya apalagi Byanca yang sangat menyayangi Yuni.
Tak bisa Serkan bayangkan bagaimana hancurnya hati sang ibu jika Ayah meninggalkan Yuni.
" Sayang kenapa diam ?" Tegur Romi kepada Yuni yang diam menatap dirinya.
" Hah em ya " kata Yuni tersentak.
" Ayo makan lagi " Kata Romi menambah nasi di piring sang istri.
" Iya Bu,ini lauknya " Kata Serkan memberi rendang yang dibawa Camelia.
Yuni menatap kedua lelaki itu dengan senyum getir,Yuni ingin menangis dengan perhatian anak serta suaminya.
" Gak enak ya Yun ?" Tanya Camelia canggung.
" Hah,enak kok Mba,enak banget malah sampe bikin nasi anak gadis aku tinggi gini" Jawab Yuni tersenyum seraya mengusap kepala Byanca yang makan dengan lahap.
Gadis kecil itu tersenyum malu dengan mulut penuh nasi.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.