
Riko dan Citra sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, didalam mobil Citra sudah sangat antusias dan tidak berhenti tersenyum karena dia terus membayangkan bagaimana bayi dalam kandungannya tersebut, sambil dia terus mengelus perutnya, Riko yang sedang fokus menyetir, sesekali melirik istrinya yang tidak berhenti tersenyum, Rikopun tersenyum gemas melihat istrinya yang terlihat sangat bahagia, Riko kemudian meraih tangan istrinya dan menggenggamnya. Citra yang sedikit terkejut saat Riko meraih tangannya berbalik dan tersenyum kepada Riko dan membalas genggaman tangan Riko dengan erat.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah sakit, Riko melajukan mobilnya menuju parkiran rumah sakit, setelah memarkir mobilnya, Rikopun turun lebih dulu, lalu berjalan untuk membuka pintu mobil untuk istrinya, setelah itu merekapun masuk kedalam rumah sakit sambil Riko menggandeng tangan Citra.
Riko sudah membuat janji dengan dokter kandungan dari semalam, Jadi mereka hanya langsung bertemu saja tanpa harus antri.
Riko dan Citra sudah tiba didepan ruangan dokter tersebut, tidak lama dokter itupun menghampiri mereka dan menyapa mereka. Riko dengan ramah membalas sapaan dokter tersebut sambil tersenyum, lalu dokter itupun masuk kedalam ruangannya sekaligus juga mempersilahkan mereka untuk masuk. Saat Riko hendak masuk, Citra dengan wajah yang terlihat tidak senang menahan tangan Riko, Rikopun menatap Citra yang terlihat cemberut.
Riko mengetahui suasana hati istrinya tidak senang, karena yang akan memeriksa kandungannya adalah Rani.
"Kamu ngga usah cemburu gitu dong sayang, aku ngga akan macam-macam." ucap Riko meyakinkan Citra sambil tersenyum.
"Aku percaya sama kak Riko, aku cuma ngga suka sama sikap kak Rani kepada Kak Riko, yang terlihat terus mencari perhatian sama kak Riko." ketus Citra.
"Sayang, jangan dzu'udzan gitu dong, ngga baik untuk bayi kita." bujuk Riko dan Citra terlihat luluh.
"Ya udah sekarang kita masuk." ajak Riko sambil menarik tangan Citra masuk kedalam ruangan tersebut.
Mereka pun mulai duduk dikursi didepan meja Rani.
"Aku mau ucapin selamat buat kalian berdua atas kehamilan Citra, sebelum aku memeriksa kandungan Citra, aku juga ingin membagikan berita bahagia aku kepada kalian." ucap Rani sambil menyodorkan undangan kearah mereka.
__ADS_1
Riko kemudian mengambil undangan tersebut lalu mereka berdua pun membacanya.
Senyum terukir dibibir Citra saat dia melihat tulisan yang tercetak diundangan tersebut adalah nama Rani.
"Kak Rani. ini serius?" tanya Riko memastikan dan Rani hanya mengangguk sambil tersenyum.
Citra segera berdiri lalu meraih tangan Rani.
"Selamat yah kak, aku seneng akhirnya kak Rani menemukan jodoh kak Rani, dan semoga acaranya lancar dan semoga pernikahan kak Rani sakinah mawaddah warohmah." ucap Citra antusias sambil menyalami tangan Rani.
"Aamiin." ucap Rani tersenyum kearah Citra.
"Akhirnya kak Rani nikah juga, sekarang aku udah ngga khawatir." batin Citra senang lalu melirik Riko sambil tersenyum candid khasnya.
"Kita mulai dari USG kak, aku pengen banget melihat anak aku kak, soalnya semalam aku merasakan dia mulai bergerak." jelas Citra antusias.
Rani pun berjalan kearah tempat USG lalu mempersilahkan Citra untuk berbaring. Mereka melakukan Ultrasonografi 2D. Setelah Citra berbaring, dokter Rani kemudian meletakkan alat transduser diatas perut Citra sambil menggerak-gerakkanya, tidak lama tampaklah gambar bayi Citra dan Riko di layar monitor, seketika Riko dan Citra tersenyum menatap monitor tersebut.
Riko menggenggam tangan Citra sangat erat karena bahagia, mereka juga saling melempar senyum bahagia.
Rani kemudian menjelaskan kondisi dan pertumbuhan janin mereka. Rani menagatakan bahwa pertumbuhan janin mereka berjalan normal, panjang dan berat badannya juga normal detak jantungnya juga normal. Riko dan Citra pun merasa lega karena pejelasan Rani.
__ADS_1
Setelah Rani melakukan USG, Ranipun meletakkan alat transduser tersebut lalu berjalan kearah mejanya, sementara Riko membantu Citra untuk turun dari tempat tidur tersebut lalu mengikuti Rani.
Rani kemudian menanyakan kepada Citra mengenai gejala apa yang Citra alami selama dia hamil, dan Citra mengatakan bahwa emosinya selalu berubah-ubah dan juga dia merasa selalu mengantuk dan juga dia tidak bisa mencium bau tertentu seperti bau makanan dan parfum, itu membuatnya mual.
Ranipun menjelaskan kepada Citra bahwa gejala tersebut adalah sesuatu yang wajar dialami oleh ibu hamil. Rani mengatakan bahwa Citra termasuk wanita hami yang beruntung, karena dia tidak mengalami morning sickness dan hal tersebut sangat jarang terjadi apalagi ini adalah kehamilan pertama bagi Citra.
Rani juga memberi saran kepada Citra agar Citra tetap menjaga kesehatan janinnya dengan banyak mengkomsumsi buah dan juga vitamin, dan juga melakukan olahraga senam untuk ibu hamil dan mereka pun mengangguk mengerti.
"Kak, kapan aku bisa tau jenis kelamin anak aku?" tanya Riko sangat penasaran..
"Belum Rik, jenis kelamin baru diketahui saat usia kandungan sudah menginjak 5 bulan atau 18 atau 20 minggu." jelas Rani lagi dan Rikopun mengangguk mengerti.
"Kalau berhubungan intim gimana?" tanya Riko to the point membuat Citra refleks menyikut Riko dengan ekspresi malu, Rani hanya tersenyum melihat mereka berdua.
"Gimana apanya Rik? boleh apa ngga gitu?" tanya Rani dan Riko mengangguk.
"Berhubungan intim saat hamil diperbolehkan. Bahkan, berhubungan intim saat hamil terbilang aman. Terlebih, kepuasan seksual menjadi hal yang bisa menjaga hubungan Anda dengan pasangan semasa kehamilan. Tidak sedikit pula wanita yang merasa dirinya lebih seksi dan lebih bergairah saat hamil. Berhubungan intim saat hamil tidak akan mengganggu atau membahayakan tumbuh kembang janin dalam kandungan. Orgasme saat seks memang dapat menyebabkan kontraksi rahim, tapi hanya sementara dan tidak berbahaya. Janin tidak akan terluka ketika ibu hamil berhubungan seksual dengan pasangannya. Seks juga tidak menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Tenang saja, berhubungan intim saat hamil terbilang aman karena bayi terlindungi oleh cairan ketuban, otot-otot rahim yang kuat, serta lendir tebal yang menutupi leher rahim." jelas Rani membuat Riko terlihat senang sambil melirik Citra, dan Citra hanya tertunduk malu.
Setelah mereka puas menanyakan segala hal yang berkaitan tentang kandungan Citra, Mereka pun berpamitan kepada Rani.
"Kamu harus sering-sering mengecek kandungan kamu Cit." saran Rani sebelum mereka pergi, dan Citra hanya mengangguk paham.
__ADS_1
Riko kemudian menjelaskan kepada Rani, bahwa mereka tidak bisa menghadiri pernikahan Rani, karena acara Rani dengan Riko bersamaan dan juga resepsi pernikahan Rani yang diadakan diluar Jakarta membuat Riko sangat menyesal tidak bisa hadir. Dan Rani hanya mengangguk paham dengan kondisi mereka, begitupun dengan Rani yang sangat menyesal karena tidak dapat hadir diacara pernikahan Riko dan Citra.
***