Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
330


__ADS_3

" Hueeekk hueeekkk hueeeekkk " Suara muntahan terdengar nyaring dari kamar mandi.


Serkan yang sedang berbaring langsung bangun berlari kedapur.


" Histi " Pekik Serkan kaget melihat istrinya berjongkok dikamar mandi.


" Sayang huhuhu " Histi menangis melihat sang suami datang.


" Ya Tuhan,kamu kenapa ?" tanya Serkan ikut berjongkok.


" Perut aku sakit kepala aku mual " Jawab Histi menitikkan air mata.


" Hah " Pekik Serkan seketika ngeleg.


" Uheeeek hueeeekkk " Perempuan itu kembali muntah.


Serkan kelabakan dan langsung mengusap punggung perempuan itu.


Histi terus mengeluarkan makanannya.


" Ahhh capeee " kata Histi terduduk dilantai.


" Sayang basah,ayo bangun " Kata Serkan menahan tubuh perempuan itu.


Histi terlihat sangat lemas dan pucat.


Serkan tanpa jijik membersihkan sisa muntahan dimulut istrinya dan menyiramkan air kelantai.


Perempuan itu dipapah masuk kedalam kamar.


Histi langsung terbaring di kasur dengan nafas ngos2an.


" Ganti baju dulu ya,nanti bau asem " kata Serkan memilih baju dilemari.


Histi mengangguk lemah.


Lelaki itu mengambil baju tidur dan membuka baju yang Histi pakai.


" Ayo hati2 " kata Serkan lembut.


Histi menurut,seperti biasa jika malam perempuan itu tak pernah lagi memakai bra dan Serkan sudah terbiasa akan pemandangan itu.


" Kotak p3k mana ?" tanya Serkan.


" Gak tau " Jawab Histi memejamkan mata.


" Kan kamu yang terakhir pake " Kata Serkan gemas.


" Ihhj gak tau " jawab Histi marah.


" Iya iya aku cari " kata Serkan mengalah.


Histi menggaruk kepala dan menarik selimut.


Dari sore tadi Histi sudah merasa tak enak badan,perempuan itu sebelumnya terlalu lama berendam disungai mencuci pakaian bersama ibu2 kampung tanpa sepengetahuan Serkan.


" Pusing gak ?" tanya Serkan lembut.


" Hm " Jawab Histi tanpa membuka mata.


Serkan dengan lembut mengusapkan minyak kayi putih dikepala dan perut Histi.


Prottt...


Perempuan itu terkentut2 membuat Serkan kaget.


" ehh kurang ajar kamu ya ngentutin aku !" Kata Serkan menampar paha Histi.


" Kebablasan Yank " Jawab Histi cengengesan.


" Haisttt " Kesal Serkan mengipas wajahnya.


Histi ingin tertawa dan malah mengeluarkan suara kentut lagi.


Serkan pun seketika menjauh sebelum perempuan itu mengeluarkan gas beracun untuk ketiga kalinya.


Histi menarik selimut malu dan menatap Serkan yang mulai berbenah.


" Yank " Panggil Histi pelan.


" Hm " Jawab Serkan cuek.


" Besok kamu kerja gak ?" tanya Histi.

__ADS_1


" Kenapa ?" tanya Serkan.


" Aku pengen periksa " Jawab Histi.


" Periksa apa ?"


" Kandungan " Jawab Histi takut2.


Serkan berbalik badan melihat Histi dalam.


" Cuma periksa doang,siapa tau aku hamil ya kan " Kata Histi tersenyum.


" Emang kamu ngerasa hamil ?" tanya Serkan tenang.


" Gak tau sih,cuma ya sering cape " jawab Histi.


" Itu mah tiap hari dari sebelum nikah !" Cibir Serkan.


Histi tertawa geli dengan jawaban sang suami.


Serkan ikut berbaring,memang terlalu dini untuk keduanya tidur.


Histi mengangkat tangan Serkan untuk dijadikan bantalan.


Pria itu pun menggeserkan tubuh Histi mendekat kearahnya.


Keduanya terlihat seperti Kakak adik berhubung badan Serkan lebih besar dari Histi.


" Rumah kita gak bocor kan kalo hujan ?" tanya Serkan pelan.


" Gak " jawab Histi.


" Syukurlah " Balas Lelaki itu menghela nafas.


" Enak kali ya kalo kita punya anak 1 buat nemenin aku kalo kamu kerja " Kata Histi terkekeh.


" Emang udah siap jadi ibu ?" tanya Serkan menoleh.


" Kalo udah dikasih ya siap gak siap,harus siap " Jawab Histi.


" Aku sebenarnya juga mau,kasihan juga sama kamu sendirian dirumah gak ada yang nemenin " Kata Serkan mengusap pipi Histi.


" Makanya aku ajak kamu besok,kalo aku datang sendiri gak enak nanti dikiranya apa lagi " Kata Histi membujuk.


Histi ikut tersenyum dan memeluk Serkan hangat.


Sungguh Histi merasa sangat bahagia,walaupun hidup sederhana tapi komunikasi menjadi komposisi paling penting dalam berumah tangga.


Histi selalu menceritakan apa yang ia alami setiap harinya kepada Serkan,perempuan itu ingin suaminya juga sama terbuka agar keduanya tak menyimpan rahasia.


Serkan yang awalnya dingin kini sangat hangat dan mulai bisa bercanda gurau dengan Histi,tapi beda lagi jika diluar rumah.


Serkan tak mau terlalu memberi muka kepada warga,selain untuk kepentingan mereka,kenyaman sang istri paling utama.


Saat asik2nya berbaring,tiba2 Histi menaiki tubuh sang suami.


" Hei mau ngapain ?" tanya Serkan mengulum senyum.


" Gak kenapa2 " jawab Histi manja.


" Ayo tiduran aja,kamu lagi sakit " Kata Serkan menurunkan tubuh Histi.


" Kamu gak mau ?" tanya Histi nanar.


" Mau,tapi nanti kamu kan lagi gak enak badan " Jawab Serkan terkekeh geli.


" Beneran ? kesempatan langka loh ?" tanya Histi.


" Iyaa hahaj " Jawab Serkan tertawa dan menyentil kening gadis itu.


Histi mengkrucut berbalik badan,Serkan yang tau tanda Histi akan merajuk langsung menggelitiki perempuan itu.


" Aaaa geliii " Pekik Histi kelabakan.


" sini kamu gadis nakal " Kata Serkan semakin menggila.


" Aaaaaaaaaaa tidaaakkk " Teriak Histi menjal2.


Keduanya pun bergulat dibawah selimut saling balas membalas.


Ditempat Alexi,pria itu masih menunggu jawaban atas pertanyaannya tadi.


Salsa masih diam menatap Alexi dalam.

__ADS_1


" Kenapa kamu nanya gitu ?" tanya Salsa pelan.


" Gak papa mau tau aja " Jawab Alexi tenang.


Salsa kembali diam menyelidik wajah Alexi.


" Kalo aku hamil gimana ?" tanya Salsa gemetar.


" Emang kamu beneran hamil ?" tanya Alexi.


" Hm gak tau sih,tapi aku belum datang bulan " Jawab Salsa.


Deg.


Alexi menelan ludah kasar,pria itu sedikit menjauh membuat Salsa kaget.


" Kenapa Lex,kamu takut aku hamil ?" Tanya Salsa nanar.


" Hm " Jawab Alexi jujur.


Deg...


Salsa merasa sebongkah batu menghantam dadanya barusan,terasa perih terdengar.


" Jadi kalo aku beneran kamu gak mau tanggung jawab ?" Tanya Salsa mulai berkaca kaca.


" Sa " Panggil Alexi pelan.


" Bukankah kamu udah bilang bakal tanggung jawab " Kata Salsa meremas bajunya.


" Dengarkan aku dulu "


Salsa langsung berlari dengan tumpahan air mata menuju kamar.


" Salsa !" Panggil Alexi.


Brak.


Salsa menutup pintu kamar dengan keras,Alexi langsung bangun dan mengejar perempuan itu.


Diranjang Salsa menangis tersedu sedu,ucapan Alexi membuat hatinya begitu sakit.


Lagi2 dia menjadi korban keegoisan lelaki itu.


" Sa " Panggil Alexi mendekati ranjang.


" Tinggalin aku sendiri Lex " Pinta Salsa dengan air mata berderai.


" Hei,maksud aku bukan begitu " Kata Alexi tau apa yang dipikirkan oleh Salsa.


" Apa ? aku harus menanggapinya bagaimana ?" Tanya Salsa menghadap lelaki itu.


Alexi menghela nafas dan duduk diranjang.


" Kamu kebiasaan tak pernah mendengarkan aku bicara dengan tuntas " Kata Alexi mengusap air mata Salsa.


Gadis itu menepak tangan Alexi tanda tak ingin disentuh.


" Aku bertanya gitu takut aku gak tau kalo kamu seandainya mengandung " Jelas Alexi lembut.


" Aku gak mau kamu memendamnya sendiri Sa,jika kamu benar sudah hamil,kita menikah sekarang " Lanjut Alexi.


" Apa !" Ucap Salsa terbelalak.


" Kita nikah siri lagi,nanti pulang dari sini baru kita rayakan " Kata Alexi serius.


" Lex " Panggil Salsa gemetar.


" Aku gak mau nanti kamu hamil dan anak aku dibilang anak haram,makanya aku bertanya sekarang untuk mewanti2 " Kata Alexi nanar.


" Alexi " Panggil Salsa kembali menangis.


Pria itu berkaca kaca,ntah mengapa pikiran Alexi sudah jauh melayang memikirkan nasib Salsa.


Salsa langsung menghambur memeluk Alexi dengan erat.


" Jangan tinggalin aku lagi Lex hiks hiks " Ucap Salsa terus menangis.


Alexi membalas pelukan Salsa dengan hangat seraya mengusap punggung gadis itu.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2