
Seorang wanita datang tergopoh2 bersama Kakek Neneknya.
Winda masuk kerumah sakit dengan isakan tak henti.
Risa dan Rudi terus berusaha menenangkan Winda yg seolah kehilangan harapan.
Pasangan itu takut Winda jatuh pingsan apalagi dengan kondisi hamil besar menunggu hari saja untk melahirkan.
" Sayang tenanglah " Ucap Risa mengusap punggung cucunya.
" Mas Restu,anak ku hiks hiks hiks " Ucap Winda kesusahan bernafas.
" Pa gimana ini ?" Tanya Risa kepada Rudi.
" Kalian harus tenang,aku bakal lihat kondisi mereka " Jawab Rudi berusaha tetap tenang.
Risa mengangguk kecil dan meminta Winda duduk dibangku tunggu.
Rudi langsung berjalan cepat mencari ruangan,hingga maniknya melihat seorang pria berjas hitam duduk sendirian seraya memegang kepalanya.
" Sam " pekik Rudi berlari.
Samuel menoleh dan duduk tenang melihat lelaki tua itu.
" Mana Restu dan Nur ?" tanya Rudi tanpa basa basi.
" Masih didalam " Jawab Samuel berdiri.
" Apa yg terjadi kepada mereka ?" Tanya Rudi tak sabaran.
" Sepertinya mereka kecelakaan dan Nur..." Jawab Samuel menggantung.
" Nur kenapa ?" Tanya Rudi melotot.
" Dia terlempar dari mobil " Jawab Samuel menunduk.
" Apa !" Pekik Rudi terbelalak.
Lelaki tua itu terduduk dikursi tunggu dengan wajah syoknya.
" Aku tidak tau bagaimana kejadiaan sebenarnya,aku menemukan Nur terpisah cukup jauh dari Restu " Ucap Samuel jujur.
Rudi menggigit bibirnya dengan keras seraya memejamkan mata.
Sungguh hatinya seolah tertimpa batu yg sangat besar hingga menyesakkan dada.
" Apa mereka selamat ?" tanya Rudi menitikkan air mata.
" Dokter sedang berusaha " Jawab Samuel tenang.
" Ya Tuhan,kenapa lagi ini ?tidakkah cukup ujian yg engkau berikan kepada Cucu ku ? kenapa hidupnya tak pernah bahagia ? apa engkau masih membenci aku dan istri ku karna memperlakukan ibu nya dengan buruk hiks hiks " ucap Rudi menangis sedih.
" Kasihani mereka Tuhan,Winda dan keluarga nya tidak bersalah,hukumlah kami jika engkau mau,jangan mereka " Lanjut Rudi terisak.
Samuel menghela nafas panjang,ia juga merasa kasihan dengan nasib hidup Winda yg tak jauh berbeda dengannya.
Memang dari kecil hingga dewasa Winda selalu diberi cobaan yg sebagian orang mungkin tak akan mampu.
Tapi Tuhan seolah memberi pundak yg begitu tegar untuk gadis malang ini menikmati hidup yg penuh lika liku..
" Terima kasih sudah menolong mereka " Ucap Rudi beberapa saat kemudian.
" Sama2 " Jawab Samuel tersenyum kecil.
Lelaki itu bangun,tapi saat ingin melangkah Samuel tersentak melihat seorang perempuan berjalan perlahan dengan wajah sembab kearah nya.
Lelaki itu mematung seketika apalgi melihat penampilan Winda yg tak terlalu baik.
__ADS_1
" Samm hiks hiks " Ucap Winda lirih.
Samuel masih diam ditempatnya.
" Sam Hiks " Ucap Winda lagi berhadapan dengan lelaki tersebut.
" Mereka akan selamat " Balas Samuel menahan rasa gejolak didadanya.
" Saam huaaaaaaa huaaaaa " Winda langsung menangis memeluk Samuel.
Deg...
Samuel melotot kaget dengan gerakan tiba2 wanita tersebut.
Risa kembali menangis menutup wajahnya tak sanggup,sungguh hati Wanita itu tercabik2 dengan nasib cucu nya.
" Kenapa ini terjadi sama aku Sam huhuhu " Ucap Winda lirih.
" Kamu harus kuat,mereka akan tetap hidup bersama kamu " Balas Samuel mengusap punggung mantan istrinya.
" Apa tidak cukup penderitaan aku selama ini ? aku ingin seperti orang lain Sam,hiks hiks " Kata Winda terus menangis.
Samuel merentangkan pelukan mereka dan memegang bahu Winda dengan wajah menahan tangisnya.
" Kau akan bahagia Winda dan mereka akan selamat berkumpul sama kamu lagi,kamu harus kuat " Kata Samuel lembut menghapus air mata Winda.
" Bagaimana aku bisa kuat tanpa mereka Sam hiks hiks " Kata Winda terus menangis.
Samuel menarik Winda lagi dalam pelukannya memberikan ketenangan untuk wanita hamil tersebut.
Tak lama Dokter keluar dengan keringat bercucuran.
" Bagaimana cucu kami Dok ?" tanya Rudi bangun dari duduknya.
" Bapaknya harus dioperasi " Jawab Dokter.
" Kenapa operasi ?" tanya Risa mendekat.
" Dia mengalami benturan yg cukup keras,dan jika tidak dilakukan sekarang kami takut jantungnya berhenti berdetak " Jawab Dokter.
" Akkkhhhhhhhhh " Pekik Winda kesakitan.
" Kamu kenapa Win ?" tanya Samuel kaget.
" akhh perutku sakit " Jawab Winda luluh kelantai.
" Ya Tuhan,bagaimana ini ?" tanya Samuel kelabakan.
Dokter mendekati Winda dan melihat perut besar wanita tersebut.
" Sepertinya dia akan melahirkan " Ucap Dokter tegas.
" Apa !" pekik Samuel,Rudi dan Risa bersamaan.
" Gak,aku gak mau " Kata Winda menggeleng.
" Aku gak mau melahirkan tanpa Mas Restu,aku gak mau !" Pekik Winda menolak.
" Winda hiks hiks " Risa kembali menangis.
" Winda,kau harus mengeluarkan bayi mu " Kata Samuel membujuk.
" Aku gak mau Sam,Mas Restu udah janji bakal temenin aku lahiran,aku gak mau melahirkan tanpa mereka hiks hiks " Kata Winda terus menangis seraya menahan sakit.
Rudi berlari memanggil Dokter yg lain,sedangkan dokter yg tadi masih menunggu jawaban.
" Bagaimana Bu ? kami tidak punya pilihan lain selain operasi " Ucap Dokter melihat Risa.
__ADS_1
" Apa dia akan selamat jika kalian melakukan itu ?" tanya Risa khawatir.
" Itu ada ditangan Tuhan,kami hanya menjalankan tugas " Jawab Dokter tenang.
Risa terlihat bimbang,wanita itu sangat bingung dengan kondisi mendesak saat ini.
" Aakhhhhhhhhhh sakitt " Rengek Winda mencengkram bahu Samuel.
Samuel sudah berkeringat dingin,baru kali ini lelaki itu berada diposisi sangat sulit antara hidup dan mati seseorang.
" Tapi bagaimana dengan cicit ku ?" Tanya Risa teringat Nur.
" Dia sudah kami jahit dibeberapa bagian dan mengalami patah tulang karna benturan keras " Jawab Dokter.
" Ya Tuhaaaannnnnnn " Pekik Risa histeris.
Samuel menghela nafas panjang,sungguh lelaki itu merasa hancur mendengar kabar duka tersebut.
" Anak kuuuu hiks hiks " Winda ikut histeris mendengar kabar Nur.
Beberapa perawat datang dengan brangkar,Rudi sudah sangat panik dan mendekati lagi Dokter yg menangani Restu dan Nur.
" Lakukan yg terbaik Dok,bangunkan mereka lagi " Ucap Rudi memohon.
" Baiklah,ayo ikut saya tanda tangan kesepakatan dulu " Jawab Dokter menghela nafas lega.
Rudi mengangguk dan berjalan cepat mengikuti dokter tadi.
Kini tinggal mengurus Winda yg masih menolak untuk melahirkan.
" Winda " Panggil Risa mendekati cucunya.
" Aku gak bisa Nek hiks hiks " Ucap Winda menangis pilu.
" Kamu harus kuat Nak,berjuanglah demi suami dan anak mu " Ujar Risa lembut.
Winda tetap menggeleng dengan isakan tak henti.
Hatinya sudah hancur lebur,diikuti rasa sakit sekujur tubuh yg tak bisa dibayangkan lagi.
" Kau akan baik2 saja,mereka akan selamat " Ucap Samuel tegas.
" Baik2 saja ? kau pikir kehilangan orang yg memberikan kamu kehidupan akan baik2 saja ?" Tanya Winda tajam.
Samuel diam menunduk,ia tau perkataannya akan membuat Winda tersinggung.
" Sam " Panggil Risa melihat lelaki itu.
" Iya Nek " jawab Samuel menoleh.
" Bantu Winda,dia harus mengeluakan bayinya atau...." Kata Risa tak sanggup.
" Aku ?" Tanya Samuel tau kemana arah pembicaraan.
" Nenek gak akan sanggup berada disana,Mama dan Papa nya tidak ada disini,mereka belum tau kabar ini " Jawab Risa menangis pilu.
Samuel mengacak acak rambutnya kesal,sungguh ia berada disituasi sulit.
" Sam,Nenek mohon hanya kamu yg bisa menolong kami saat ini " Kata Risa memelas.
" akkkkkkkkkkkkhhhh " Teriak Winda mulai kontraksi.
Samuel memejamkan matanya sejenak mencoba berpikir waras.
Detik berikutnya lelaki itu langsung menggendong Winda ke brangkar dan meminta perawat bergerak cepat meski Winda masih berusaha berontak.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.