
Bara terdiam meratapi kuburan sang mantan yang sampai saat ini masih ia sayang.
Bara akui masih punya rasa kepada Hena karna wanita itu sosok yang luar biasa pikir Bara,meski dulu semua orang menolak wanita itu tapi tidak dengan Bara,lelaki itu sangat menghormati Hena ssbagaimana ia menghormati Zaiva.
Bahkan dulu pernah terbesit keinginan Bara untuk menikahi Hena juga dan itu semua pernah terucap dari bibirnya kepada Hena,tapi wanita itu menolak karna tak ingin menyakiti hati Zaiva yang sudah menerima kehadiran mereka dengan tulus.
" Maafkan aku Hena,bahkan hingga akhir hayat mu,aku tidak bisa membuat kita bersatu,bawa pergi cinta ku untuk mu Hena,semoga kau tenang disana " Batin Bara mulai menangis mengusap foto Hena yang terpampang disana.
Senyum yang tulus dan hangat membuat siapa saja merasa sedih kehilangan wanita itu.
Bara mengusap air matanya dan menoleh ke Helend yang masih terisak dipelukan sang istri.
Bara hanya pergi bersama istrinya karna tak memungkinkan membawa ikut sang anak yang sama2 sekolah dan kuliah.
Mereka berdua pun terbang dengan pesawat pribadi karna akan sangat lama jika menggunakan penerbangan umum.
" Helend " Panggil Bara mengusap rambut gadis dewasa itu.
Helend melepas pelukannya di Zaiva dan menatap Bara dengan mata bengkak.
Salsa,Jacob dan Jackson memberi ruang untuk mereka semua.
" Are you okay ?" tanya Bara tersenyum getir.
" No Dad,im not okay " Jawab Helend menggeleng lemah.
" No problem baby,Daddy with you " Balas Bara memeluk gadis itu.
" Im alone Dad " Ucap Helend sangat sedih.
" No,you not alone,ada Mama ada Daddy,semua orang menyayangi kamu " Balas Bara lembut.
" Iya sayang,kamu gak sendirian,kamu punya keluarga " Kata Zaiva tersenyum menahan tangis.
" Terima kasih Ma,Dad,kalian terbaik " Ucap Helend memeluk keduanya.
" Mama akan menggantikan Mommy kamu " Ucap Bara menatap Zaiva.
Wanita itu sedikit terkejut dengan celetukan suaminya,Helend menatap Zaiva nanar.
" Iya,Mama akan menggantikan sosok Mommy kamu " Jawab Zaiva tersenyum hangat.
Bara tersenyum mengusap kepala istrinya yang juga tak kalah hebat.
Ketiganya saling berpelukan,Bara mengecup lama kening Helend sebagai cinta kasihnya kepada sang anak.
Meski Helend bukan anak kandungnya tapi Bara sudah menganggap Helend sebagai anak sendiri,bukan karna kasihan lagi tapi ia merasa ikatan mereka kuat layaknya keluarga.
Bara pun berhasil membawa Helend pergi dari sana karna tak baik juga terlalu meratapi orang meninggal.
Diperjalanan,Bara terus melihat Zaiva yang begitu khawatir dengan keadaan Helend.
Wanita itu berusaha menganjak Helend mengobrol agar otak gadis itu tak selalu memikirkan duka yang terjadi.
Dimobil lain,Salsa dan Jackson duduk berdampingan.
__ADS_1
Jacob pulang sendirian karna dirinya membawa mobil pribadi.
" Are you okay ?" tanya Jackson menoleh ke Salsa yang banyak diam.
" Little " Jawab Salsa pelan.
" Dont be Sad,kami akan selalu disamping kalian " Ucap Jackson mengusap kepala Salsa.
" Aku merasa sangat sedih,dirumah pasti sepi karna tak ada yang menyambut kami " Ucap Salsa menghela nafas.
" Ya,tapi lama kelamaan semuanya akan terasa biasa " Jawab Jackson.
" Kau pernah kehilangan ?" tanya Salsa.
" Hm,belum tapi hampir saat Papi masuk rumah sakit " Jawab Jackson mengingat.
" Rumah sakit ? Papi mu sakit ?" tanya Salsa mengernyit.
" Ya,Papi terpeleset saat mengejar adik ku " Jawab Jackson terkekeh.
" Kenapa kau tertwa ?" tanya Salsa heran
" Tidak,aku hanya merasa lucu saja mengingat hal itu " Jawab Jackson.
" Apa nya yang lucu ?" tanya Salsa.
" Entah lah,itu kejadian lama,dulu Mami kira Papi sedang mengeprank kami,jadi Mami tak perduli melihat Papi terbaring di kamar mandi " Jawab Jackson.
" Apa " Kata Salsa syok.
" Papi ku sedikit jahil kepada Mami,Papi bilang itu mood bosternya saat Mami marah2 " Jawab Jackson.
" Bukankah pria akan kesal kalau lihat pasangannya marah2 ?" tanya Salsa.
" Harus nya seperti itu,tapi Papi menyukainya karna Mami jarang marah,tapi sekali marah seisi rumah menjadi terbang haha " Jawab Jackson kembali tertawa.
Salsa ikut tertawa,gadis itu merasa penasaran keluarga seperti apa yang sedang Jackson alami.
Salsa banyak bertanya dan dijawab semangat oleh Jackson membuat perbincangan mereka semakin hangat.
Salsa pun bisa melupakan sejenak rasa dukanya dan itu membuat Jackson merasa bahagia karna ia tak tahan melihat wanita bersedih.
Sesampainya dirumah,terlihat Bara mengendong Helend yang sudah tertidur.
Gadis malang itu terlihat kelelahan karna dari semalam Helend tak tidur sama sekali bahkan gadis itu juga tidak makan dan minum.
Jacob masih setia menemani kekasihnya,lelaki tampan itu mengeluarkan koper Bara dan Zaiva dari mobil.
Helend dibaringkan dikamar,Bara dengan hati2 menaruh tubuh gadis itu diranjang.
" Mana Ac rumah ini ?" tanya Bara mengernyit.
" Mereka melepasnya Pak " Jawab Jacob.
" Kenapa ?" Tanya Bara kaget.
__ADS_1
" Aku dengar,Bibi ingin berhemat untuk bisa menabung " Jawab Jacob menunduk.
" Apa !" Pekik Bara tak percaya.
" Apa uang yang aku kirim setiap bulan itu kurang ?" Gumam Bara pelan.
" Kau tidak mengirim uang dalam 3 bulan ini " Bisik Zaiva pelan.
Bara melotot teringat.
" Astaga iya,aku sedang butuh uang untuk bayar biaya perusahaan kemarin " Balas Bara pelan.
Jacob diam mendengarkan.
" Maafin Daddy sayang,kamu pasti kepanasan " Kata Bara mengusap pipi Helend.
Jacob berjalan keluar dan mendekati Salsa,Jackson yang duduk diruang tamu.
" Sa,kipas angin dimana ?" tanya Jacob.
" Oh dikamar Kak,bentar aku ambilin " Jawab Salsa langsung bangun.
Jacob dan Jackson saling melihat,keduanya melempar senyum kecil untuk saling menguatkan.
Jackson banyak belajar dari sepupunya yang begitu bertanggung jawab,padahal Jacob bisa saja dapat perempuan yang lebih dari Helend dan pasti punya keluarga yang jelas,tapi sayang tak ada yang bisa menebak kemana cinta akan berlabuh.
Hati dan pikiran Jacob sudah mendikte bahwa Helend lah gadis yang ia butuhkan meski Helend banyak kekurangan.
Setelah Bara selesai mengurus Helend semua orang duduk diruang tamu.
Bara mulai membuka kasus,lelaki itu ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.
" Kamu sudah hubungi polisi ?" tanya Bara kepada Jacob.
" Sudah Pak,aku dan Salsa juga akan menjadi saksi " Jawab Jacob tegas.
" Kau melihat kejadiannya ?" tanya Bara kepada Salsa.
" Iya Om,lelaki itu meminta Kak Helend ikut dengannya tapi Bibi tidak mau " Jawab Salsa.
" Baiklah,aku akan mencari bukti lain dan siapa pria itu sebenarnya " Jawab Bara tegas.
" Bang " Tegur Zaiva.
" Ini tidak sulit sayang,jika aku diam maka Helend akan terancam " Ujar Bara tenang.
" Ini bukan negara kita Bang,kamu bisa terluka " Kata Zaiva takut.
" Aku akan membawa Helend pulang kerumah kita " Jawab Bara tegas.
Deg...
Semua orang melotot kaget dengan ucapan tegas lelaki itu.
" Kalo Kak Helend balik ke Indo terus aku gimana ?" Batin Salsa deg degan.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya biar semangat up,lagi menglesu neh