
Hari ini Histi akan kerumah mertuanya yaitu Camelia,Serkan akan menyusul setelah pulang bekerja.
Bukan tanpa alasan perempuan itu ingin kesana,rencananya pasangan baru itu akan meminta izin kepada Camelia untuk berangkat nanti berhubung mereka akan pergi sangat lama.
Karna baru pertama kali dan hubungannya dengan Camelia tak sama seperti Yuni jadilah Histi membuatkan kue untuk menarik perhatian wanita itu,bagaimana pun Histi harus dekat juga dengan Camelia yang selaku ibu kandung sang suami.
" Mudah2an Mama suka " Gumam Histi meyakinkan diri.
Perempuan itu pun membungkus kue nya dengan sangat apik,meski pemula tapi Histi yakin tak mengecewakan karna kue yang ia buat merupakan resep dari chef terbaik.
Dengan riang gembira wanita itu pun berangkat,Histi mengenakan mobil sendiri hadiah Papanya.
Hampir 1 jam berkendara kini wanita itu sampai disebuah rumah cukup besar.
Histi memarkirkan mobilnya depan rumah dan masuk kedalam.
" Semoga Mama terima aku dengan baik " Doa Histi sebelum keluar mobil.
Wanita itu melangkah masuk lalu mengetuk pintu rumah.
Tak lama pintu rumah pun terbuka,Histi terdiam saat melihat seorang gadis cantik berdiri dihadapannya.
" Histi " Gumam gadis itu ikut kaget.
" Sifa " Gumam Histi dalam hati.
" Ayo masuk " ajak Sifa membuka lebar pintu rumah.
Histi mengangguk canggung dan melepas sandal tepleknya.
" Kenapa Sifa ada disini ?" Gumam Histi bingung.
Mereka masuk lebih dalam hingga manik Histi melihat seorang wanita dengan daster panjang sedang sibuk didapur.
" Siapa Fa ?" tanya Camelia tanpa menoleh.
" Histi Te " jawab Sifa sopan.
" Hah " pekik Camelia langsung berbalik.
" Histi " Ucap Camelia kaget.
" Assalamualaikum Ma " Ucap Histi sopan.
" Waalaikumsalam,kamu sendirian kesini ?" Tanya Camelia mematikan kompor.
" Iya Ma,Kak Serkan lagi kerja " Jawab Histi menunduk.
" Oh duduk2 " Pinta Camelia.
Histi mengangguk dan menarik kursi.
" Ada apa kamu kesini ?" tanya Camelia duduk didepan Histi.
" Hm aku mau kasih ini ke Mama,sekalian main " Jawab Histi canggung.
" Kamu bikin kue ?" tanya Camelia menerima kotak menantunya.
" Hehe iya Ma,masih belajar " Jawab Histi malu.
" Hm gak papa,coba Mama lihat dulu ya " Kata Camelia semangat.
Histi mengangguk,wanita itu mendapat seduhan teh hangat dari Sifa.
" Sendirian aja His ?" tanya Sifa tersenyum.
" Iya Kak,suami aku kerja " Jawab Histi sengaja menggunakan nama Suami.
" Oh iya " Jawab Sifa paham.
Histi diam,otak perempuan itu masih berpikir keras bertanya2 kenapa Sifa ada dirumah mertuanya.
" wahh ini kayak kue ulang tahun " kata Camelia terkekeh membongkar kotak besar itu.
__ADS_1
" Kamu ulang tahun ?" tanya Sifa.
" Gak kok,tadi cuma aku hias aja biar cantik " Jawab Histi tak enak.
" Gak papa,ini pasti enak,Sifa tlong ambilkan piring " Pinta Camelia.
Sifa mengangguk dan mengambilkan piring di rak.
Histi hanya diam melihat Camelia mengandalkan Sifa.
" Kok aku berasa jadi tamu ya ?" Batin Histi.
Camelia memotong kue dan membagikannya ke Sifa dan Histi.
" Hm enak " Kata Camelia tersenyum.
" Iya Te,enak lembut juga " Sahut Sifa.
" Makasih " Jawab Histi tersenyum malu.
" Hm apa Serkan bakal kesini ?" tanya Camelia membuka obrolan.
" Ya dia bilang gitu,nginap juga Ma " jawab Histi.
" Oh bagus lah,Serkan emang jarang dirumah,dia lebih menghabiskan waktu dirumah Ayahnya " balas Camelia terkekeh.
" Hm ya " Kata Histi kembali canggung.
" Kalian ngobrol dulu ya,Mama belum kelar masak " Kata Camelia bangkit.
Histi mengangguk.
Sifa diam menikmati kue hasil buatan Histi.
" Kamu gak kerja ?" tanya Histi membuka suara.
" Kerja,tapi online " Jawab Sifa.
" Oh,kerja apa ?" tanya Histi kepo.
Histi ber Oh ria,ntah mengapa dirinya merasa minder dengan perempuan cantik dan berbakat itu.
Sifa membuka cadarnya karna disana hanya mereka bertiga saja.
" Kamu jadi ikut Serkan ?" tanya Sifa.
" Hm aku harus ikut suami ku " jawab Histi kembali menggunakan kata suami.
" Ya istri soleha itu harus patuh sama suaminya " balas Sifa.
Histi tersenyum mengangguk.
Keduanya kembali mengobrol,ternyata Sifa tidak seburuk yang Histi kira,meski gadis berjilbab itu ikut dengan Camelia tapi semuanya punya alasan tersendiri bukan maksud hati ingin menggaet hati Serkan walaupun sebelumnya Sifa mengaku menyukai pria dingin itu.
Malam harinya Serkan datang,Sifa sudah pulang kerumahnya untuk menghindari hal2 yang tak diinginkan.
" Sayang " sapa Histi menyambut depan pintu.
" Kamu sehat ?" tanya Serkan menyambut tangan Histi untuk bersalaman.
" Hm,kamu gimana ?" tanya Histi balik.
" Seperti yang kamu lihat " Jawab Serkan tersenyum.
" Ayo masuk " Ajak Serkan semangat.
Histi mengangguk,wanita itu merangkul pinggang suaminya dan membawa sepatu Serkan masuk kedalam rumah.
" Mama mana ?" tanya Serkan pelan.
" Masih dikamar,mau mandi apa langsung makan ?" tanya Histi.
" Mau kamu " Jawab Serkan.
__ADS_1
" Eeeh " Pekik Histi kaget.
Serkan terkekeh dan berjalan duluan.
" Ihh nih laki,baru pulang kerja langsung bikin aku deg degan " Kata Histi gemas.
Perempuan itu pun menyusul suaminya yang memasuki sebuah kamar.
" Kenapa barang kamu diluar ?" tanya Serkan berbalik badan.
" Aku gak tau ini kamar kamu " Jawab Histi.
" Emang Mama gak bilang ?" tanya Serkan.
" aku gak nanya sih hehe " jawab Histi cengengesan.
Serkan menatap datar istrinya dan membuka baju kemeja yang ia pakai.
" Ehh nanti dong sayang,masih dini " kata Histi menutup dadanya.
" Dini kenapa ?" tanya Serkan bingung.
" Itu kamu udah buka2 aja " Jawab Histi menunjuk kemeja Serkan yang sudah terbuka setengah.
" Ya aku mau mandi lah,masa iya pake baju " Kata Serkan heran.
" Oh mau mandi,bilang dong " Kata Histi melepas tangannya.
" Emang kamu pikir apa ?"
" Aku pikir kamu mau ajak aku gelud hehe " Jawab Histi cengengesan.
" Astaga,otak kamu ini isinya adegan 21+ semua !" Hujat Serkan.
" Ya habisnya kamu menggoda " Kata Histi membela diri.
Serkan menggaruk kepalanya dan kembali melanjutkan acara buka baju.
Berdebat dengan Histi tak akan selesai pikir Serkan.
Histi tersenyum geli dan berjalan menuju tas yang ia bawa.
Wanita itu dengan telaten menyiapkan keperluan suaminya mulai dari sabun hingga pakaian.
Btw semua keperluan mereka Histi bawa dari rumah dan ada beberapa barang yang Histi beli baru.
Setelah Serkan kembali tampan,pasangan baru itu keluar kamar.
Keduanya menuju dapur untuk makan malam.
" Astaga " pekik Camelia kaget saat berbalik badan.
" Kenapa Ma ?" tanya Serkan ikut kaget.
" Itu kenapa kamu pake baju begituan ?" tanya Camelia menunjuk seragam Serkan.
" Oh ini,Histi yang siapin " Jawab Serkan santai.
" Hehe iya Ma biar couple " sahut Histi cengengesan.
" Tapi gak gambar minions juga " Kata Camelia ingin tertawa.
" Tau tuh si Histi siapin nya yang ini " Balas Serkan cuek.
" Baru beli Ma,sayang gak dipake hehe " Sahut Histi lagi.
Camelia mengangguk paham,wanita itu pun menyiapkan lauk pauk dibantu menantu nya.
Camelia tak menyangka anak bujangnya yang terkenal dingin dan garang,rela memakai baju tidur anak2 demi menyenangkan hati Histi.
Ketiganya pun makan dengan tenang,sesekali Camelia menatap Serkan dan Histi bergantian,tapi yang ditatap terlihat tenang dan tak banyak tingkah.
" Ya ampun anak gue gini amat ya " Batin Camelia menghela nafas.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.