
Suara ketukan pintu terdengar nyaring,seorang pria yang belum puas menanam sepetak sawahnya mendengus kesal.
Sang istri sudah tak berontak lagi,meladeni sang suami membuat seluruh badannya terasa remuk.
" Ck siapa sih " Ucap Alexi kesal.
" Liat dulu sana " Kata Salsa menutup dada dengan selimut.
" Belum selesai Yank tanggung " kata Alexi mengkrucut.
" Ya udah cepetan " kata Salsa malas.
" Hehe oke " Balas Alexi semangat.
Pria itu kembali merajak lahannya dengan semangat,wajah Salsa kembali blangsiatan,ia begitu menikmati permainan Alexi yang menggairahkan.
Diluar kamar,seorang pria terlihat kesal.
Romi ingin mengambil hapenya yang dibawa Alexi tadi,tapi sudah berapa kali ia mengetuk pintu belum juga dibuka oleh sang anak.
" Apa yang dilakukan bocah itu siang2 begini !" kata Romi geram.
" Kenapa Mas ?" Tanya Yuni mendekati suaminya.
" Alexi Yank,tidur apa mati dia didalam sana " Jawab Romi kesal.
" Belum keluar juga ?" tanya Yuni.
" Belum,panggil gih aku mau pake hapenya " jawab Romi kesal.
" Ya udah,gih sana makan dulu " Balas Yuni tenang.
Romi mengangguk,lelaki itu pun berjalan kedapur.
Yuni mengetuk pintu,heningg tak ada jawaban.
" Lex " Panggil Yuni.
" Ahhh " Pekik seorang wanita dari dalam.
" hah " pekik Yuni terbelalak.
" Alexiii hmmmppp "
Suara terdengar samar,Yuni menempelkan telinganya di pintu dan langsung menutup mulut.
" Bu " panggil seseorang dari belakang.
Yuni berbalik badan dan kembali kaget melihat menantunya mendekat.
" Waduh gawat,bisa rame nih kalo Histi tau " Gumam Yuni kelabakan.
" Ibu ngapain ?" tanya Histi bingung.
" Hm gak,tadi ada cicak jadi mau Ibu tangkap " jawab Yuni asal.
" hah ?" Kata Histi kaget.
" Em udah siap ya,ayo kedapur " Kata Yuni mengalihkan.
" Gak panggil Alexi dulu ?" Tanya Histi.
" Jangan,em maksud ibu biarin aja mereka lagi tidur " Jawab Yuni panik sendiri.
" Tidur apa tidur ?" Goda Histi.
" Haistt tidur,dah cepetan nanti suami mu kelaparan " Kata Yuni menyeret perempuan sengklek itu menjauh.
Histi tertawa geli,melihat gerak gerik mertuanya membuat Histi sudah bisa menebak bahwa Alexi tidak tidur melainkan unboxing paketan yang selama ini ia tunggu.
Sesampainya didapur,Histi tersenyum kearah Serkan yang sudah siap.
Disamping lelaki itu dikelilingi 2 bocah perempuan yang hampir seumuran.
" Yank ambil nasi buat Sania " Titah Serkan.
" Oke " Jawab Histi patuh.
" Aku juga mau " Rengek Byanca.
" Kamu biar Ibu yang ambil " Kata Yuni tenang.
__ADS_1
Doni diam melihat kedua gadis kecil itu dilayani.
" Kamu mau makan apa ?" tanya Romi kepada Doni.
" Aku mau ayam Yah " jawab Doni pelan.
" Iya,Ayah ambilin ya sama nasi mau ?" tanya Romi tersenyum.
Doni mengangguk semangat,Yuni tersenyum kepada sang suami yang begitu perhatian.
" Ayo siapa yang mau susu coklat ?" Tanya Yuni memainkan alis.
" Akuuuuu " Pekik Doni dan Byanca mengacungkan tangan.
" Sania gak mau ?" tanya Yuni.
" Gak usah Bi makasih " Jawab Sania menunduk.
" Mau Bu,dia suka susu " Celetuk Histi tersenyum.
Sania menunduk,gadis itu memang tak banyak bicara dengan Yuni maupun Romi,ia merasa canggung dan tak enak hati merepotkan pasangan tersebut.
" Masih malu ya ?" Tanya Romi terkekeh.
" Iya Yah,Sania kalem disini tapi kalo dirumah Bar2 " kata Histi terkekeh.
" Ihh Tante jangan buka aib napa " kata Sania mengkrucut.
Semua orang langsung tertawa,Sania benar2 membawa angin segar bagi keluarga Serkan.
Tak lama masuklah sepasang suami istri,Salsa terlihat berjalan meringis lain hal dengan Alexi yang santai dan berwibawa.
" Kenapa Sa ?" tanya Histi mulai melancarkan aksi.
" Gak papa Kak " Jawab Salsa tersenyum.
" Habis digigit macan ya ?" Tanya Histi menyindir.
" Ehh " Pekik Yuni kaget.
" Hehe " Salsa hanya tersenyum malu.
" Ck emang aku bertaring apa !" Gerutu Alexi mulai sensi dengan iparnya.
" Emang mereka ngapain Yank ?" tanya Serkan bingung.
" Gak tau tuh,coba tanya Alexi " Jawab Histi jahil.
Serkan melihat adiknya,sontak Alexi langsung kelabakan.
" Anu Kak em anu tadi main petak umpet " Jawab Alexi asal.
" Yahhh kok gak ajak2 sih Kak " Kata Byanca kesal.
" Iya,kenapa Kak Alexi gak ajak aku main ?" Tanya Doni memasang wajah sedih.
" Anu maksudnya bukan itu em hah gak tau " kata Alexi kesal sendiri.
" Histiiiiiii " Tegur Yuni berdesis.
" Hehe piss Bu " kata Histi cengengesan.
" Pantesan gak dijawab,lagi sibuk indihoy ternyata " gerutu Romi kesal.
Blushhhh......
Wajah Salsa semakin memerah mendengar gerutuan Ayah mertuanya.
Yuni menggeleng pelan,kadang ia merasa kasihan kepada Alexi yang menjadi bulan2an Histi dan Romi.
" Bu ada obat nyeri gak ?" Tanya Salsa pelan.
" Ada nanti Ibu kasih " Jawab Yuni tersenyum kecil.
" Makan dulu " Ucap Yuni tenang.
Salsa mengangguk,pasangan itu pun makan dengan lahap.
Salsa sesekali meringis merasa sakit dibibirnya yang digigit Alexi tadi.
Malam harinya,disebuah rumah sepasang suami istri terbaring dikasur baru mereka.
__ADS_1
Meski hanya selembar kasur tipis tapi keduanya merasa bahagia.
" Sam " Panggil Winda pelan.
" Hm " Jawab Samuel dengan mata terpejam.
" Kau sudah tidur ?" Tanya Winda.
" Belum " Jawab Samuel.
" Apa yang kau pikirkan ?" Tanya Winda mendongak.
" Berpikir bagaimana caranya kita keluar dari semua masalah " Jawab Samuel.
Winda tersenyum kecil dan kembali menatap langit kamar.
" Besok mau gak temenin aku ketemu Mama dan Papa ?" Tanya Winda.
" Besok aku cari kerjaan " Jawab Samuel.
" Gak kerja lagi sama Papa kamu ?" Tanya Winda mengernyit.
" Ngak,semakin aku bergantung sama mereka semakin aku jauh sama kamu " Jawab Samuel.
" Sam aku tidak mau kau membenci orang tua mu " Kata Winda bangun.
" Tetap seperti ini Winda,aku butuh pelukan " Kata Samuel menahan pinggang perempuan itu.
Winda menurut dan kembali berbaring dilengan suaminya.
" Kita akan mulai semuanya dari Nol,nanti kalo aku udah punya kerjaan Doni tinggal bersama kita " Kata Samuel tenang.
" Kamu mau cari kerja dimana ?" tanya Winda menatap wajah lelaki itu.
" Aku bakal cari bengkel atau kuli sekalian " Jawab Samuel serius.
" Tapikan kamu lagi sakit "
" Jangan jadikan sakit sebagai pelemah segalanya "
" Aku takut kau kenapa2 " kata Winda memeluk lelaki itu hangat.
Samuel tersenyum membalas pelukan sang istri.
" Aku akan baik2 saja jika kamu berada disamping ku " Jawab Samuel lembut.
Wajah Winda memerah,sedikit saja kata rayuan yang lelaki itu ucapkan maka dirinya mudah tergoda.
" Ya udah terserah kamu aja " kata Winda malu.
" Oh iya aku mau tanya boleh ?" tanya Samuel.
" Iya kenapa ?" tanya Winda.
" Apa benar kemarin kamu mau melakukan bayi tabung ?" Tanya Samuel.
" Itu gak bener,Ayah sama ibu cuma mau cek kesehatan aku aja " Jawab Winda.
" Tapi kenapa Alexi ngomong gitu kemarin ?"
" Dia kesel sama kamu doang " Jawab Winda terkekeh.
" Kau tau aku hampir gila memikirkannya,aku tidak rela kau disentuh orang lain " Kata Samuel jujur.
" Kau menginginkan aku ?" tanya Winda malu.
" Ya,setiap saat kau selalu bisa menggoda iman ku yang cetek ini " Bisik Samuel sensual.
" Saammmm " rengek Winda mencubit perut lelaki itu.
Samuel langsung menindih tubuh perempuan itu dengan bertumpu pada siku.
" Sam kau mau apa ?" tanya Winda menggigit bibir bawahnya.
" Kau masih bertanya ?" Tanya Samuel sexy.
Winda melihat kearah lain,tatapan Samuel membuatnya gerah,lelaki itu begitu pintar memainkan peran.
Perlahan wajah Samuel turun,Winda yang sudah tau apa keinginan pria tersebut mengalungkan tangan dileher.
" Ini akan sedikit panjang sayang " Bisik Samuel lirih.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.