Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
436


__ADS_3

Pagi harinya sepasang suami istri terbangun bersamaan.


rasa canggung kembali mereka rasakan setelah menghabiskan malam bersama.


Winda menutup wajahnya dibalik selimut sedangkan Sam bangun mengusap mata dan merenggangkan badan.


" Ayo mandi " Ajak Samuel tenang.


" Masih terlalu pagi " Balas Winda malu.


" Tubuhmu pasti lengkep,ayo cepat " Ajak Samuel turun.


" Gendong " Pinta Winda manja.


" Pinggang ku sakit " Kata Samuel berdiri tegak.


" Aku juga,kaki ku pasti gemeteran saat berdiri " Rengek Winda.


" Baiklah,sini aku gendong " Kata Sam kasihan.


Winda bangun merentangkan tangannya.


Dengan santai Sam menggendong wanita itu menuju luar.


" Apa aku berat ?" Tanya Winda mendongak.


" Ya tulang mu yang berat " Jawab Samuel.


" Kau mengolok ku ?" tanya Winda mencubit lengan pria itu.


" Sakit Winda,bekas cakaran mu semalam sudah memenuhi badan ku " Kata Samuel gemas.


" Masa sihh ?? aaaaaa Byuuuurrrrr " Gadis itu masuk kolam dingin ulah suaminya.


" Saammmmmmmm " Teriak Winda kesal.


" Mandi disana " balas Samuel terkekeh.


" Airnya dingin Sammm " Pekik Winda geram.


Samuel merunduk melakukan sesuatu.


Winda turun dengan kaki tangan gemeteran.


" Air nya seperti es " kata Winda menggigil.


" Pakai ini,jangan menggoda ku dipagi buta " Kata Samuel melempar handuk ke kepala Winda.


Winda melihat tubuhnya dan terkejut ia tak memakai bra hingga menunjukkan dada bohaynya.


" Jangan mengintip !" Ancam Winda melotot.


Samuel memutar mata malas.


" Bahkan aku sudah dapat lebih dari itu gadis bodoh " Batin Samuel terkekeh.


Winda sibuk menyimpit handuk,mereka menunggu beberapa saat hingga Samuel turun ke kolam.


" Kemari,air nya sudah hangat " Kata Samuel melambaikan tangan.


" Kau yakin ?" Tanya Winda.


" Cepatlah Winda " Jawab Samuel datar.


Winda mengangguk,gadis itu pun turun kekolam.


" Wah airnya berubah hangat " Kata Winda senang.


" Duduk " Titah Samuel.


Winda menurut,keduanya duduk disana hingga hanya kepala saja yang terlihat.


" Kau suka ?" tanya Samuel.


" Hm ini menyenangkan " Jawab Winda memejamkan mata.

__ADS_1


Samuel mendekat dan mengusap kepala gadis itu.


Winda membuka matanya lalu tersenyum manis.


" Terima kasih " ucap Winda tulus.


" Untuk ?" tanya Samuel.


" Kemarin dan hari ini " Jawab Winda malu.


" Hanya kemarin saja ?" tanya Samuel.


" Ya karna sebelumnya kau menyakiti aku " Jawab Winda mengkrucut.


Samuel terkekeh geli mencium pipi gadis itu.


" Aku tidak bisa mengucapkan banyak kata,jika kelakuan ku menyakiti mu itu mungkin sering terjadi " Kata Samuel lembut.


" Kau punya kepribadian ganda ?" tanya Winda.


" Hm bisa dibilang begitu " Jawab Samuel.


" Kenapa ?" Tanya Winda terkejut.


" Aku tidak tau,tapi aku akan berusaha memperbaiki " Jawab Samuel.


Winda mendekat dan mengalungkan tangannya dileher lelaki itu.


" Aku tidak masalah,aku hanya ingin kau jujur pada ku Sam meski itu menyakitkan " Kata Winda tersenyum.


" Aku jujur pada mu Winda,jika tak jujur aku tidak mungkin menunjukkan Naya " Balas Samuel.


" Tak bisakah hanya ada aku ?" Tanya Winda hati2.


Samuel tersenyum,Winda mendekat dan mengecup bibir lelaki itu.


" Aku akan melakukan ini setiap hari jika kau bisa melupakan Naya " kata Winda tersenyum malu.


" Aku ingin lebih " Balas Samuel.


" Lebih gimana ?" tanya Winda polos.


Samuel menarik tengkuk gadis itu lalu melahap bibir mungil tersebut.


Winda membulatkan matanya dengan kelakuan Samuel barusan.


Lelaki itu terus mencumbu Winda membuat gadis itu kelabakan sendiri.


" Akhhh Sam sakit " pekik Winda saat Sam menggigit nya.


Pria tersebut melepas kecupan dan tertawa renyah.


" Saaammmm " Rengek Winda menyiram lelaki itu.


" Akhhhh ini gila " Kata Samuel merentangkan tangan.


Winda memegang bibirnya dengan wajah mengkrucut.


" ayo cepat mandi,kita harus sarapan " Ajak Samuel kembali serius.


Winda mengangguk,keduanya pun mandi bersama tanpa adanya perkelahian.


Seharian Winda dimanjai lelaki itu,Sam menunjukkan bagaimana seorang pria mengkasihi kekasihnya.


Kemana saja Winda ingin pergi lelaki itu pasti akan menuruti.


Ditempat lain,sepasang suami istri terlihat sibuk berbenah.


Hari ini Serkan dan keluarga kecilnya akan pergi ke kota.


Sebelum mereka berangkat pasangan itu sudah mendapatkan restu dari mbah dukun disana untuk melakukan perjalanan jauh.


Wanita tersebut mengizinkan Sutar pergi dengan syarat bocah itu tak boleh ditinggal meski hanya 1 menit.


Sebenarnya Histi sedikit takut berhubung anaknya masih bayi tapi apa daya,mereka harus ke kota untuk menghadiri pernikahan Alexi yang mungkin jadi yang terakhir.

__ADS_1


Serkan sebagai seorang kakak tak mau ketinggalan moment.


" Sudah semua Yank ?" tanya Serkan kepada sang istri.


" Udah Yank,air panasnya gimana ?" Tanya Histi khawatir.


" Aku dah bawa termos,untung kemarin Mama siapin buat kita " jawab Serkan.


" Oh iya kita kan punya 2 biji ya ?" tanya Histi


" Hm " Balas Serkan.


Serkan mendekati anaknya terlihat bocah itu sudah siap dengan jaket biru topi hitam beserta kaos kaki dan tangan.


" Wah2 anak Papa mau pulang kampung ya ?" tanya Serkan menggoda.


" Bukan pulang kampung Yank,tapi pulang kota " Jawab Histi terkekeh.


" Hehe iyaa tapi sayang Sutar lahirnya dikampung,tapi gak papa ya sayang,mau lahir dimana aja yang penting selamat " Kata Serkan tersenyum.


" Ntar kalo udah masuk kota nama aku berubah jadi Michel ya Pa " Kata Histi menyuarakan anaknya.


" Hah " pekik Serkan melotot.


" Hahahahaha " Histi tertawa ngakak melihat wajah syok sang suami.


" Gak bisa berubah lagi,kan akte nya udah dibuat " Kata Serkan terkekeh.


" Yaaaaaahhh " Kata Histi mengkrucut.


Serkan menjitak kepala wanita itu dan berjalan keluar.


Histi kembali tertawa geli.


" Gak papa ya Nak nama kamu tetap Sutar jangan jadi Sutarno aja,Mama gak terima " kata Histi terkekeh.


Bayi kecil itu tersenyum kecil setuju dengan ucapan ibu sengkleknya.


Mereka pun turun,Serkan mengunci semua pintu agar tetap aman.


Kali ini bawaan mereka lebih banyak dari biasanya dan itu semua di dominasi oleh peralatan sang bayi.


Saat keduanya akan melangkah,suara pekikan terdengar nyaring.


" Ommmm Tanteee tungguuuuuuuu " teriak seorang bocah berlari mendekat.


Serkan Histi menoleh dan kaget melihat Sania berlari kencang kearah mereka.


" Hosh hosh hosh " Nafas gadis cilik itu ngos2an setelah sampai.


" Om tung huh " Kata Sania hampir kehabisan nafas.


" Kenapa lari2 sih,Om baru aja mau kerumah kamu " Kata Serkan menepuk pelan punggung gadis itu.


" Aku takut ditinggal Om " Jawab Sania setelah sedikit tenang.


" Kami ingat kok kamu mau ikut " Kata Histi terkekeh.


Sania tersenyum cerah melihat pasangan baik hati tersebut.


" Aku dah siap Om,ayo berangkat " Kata Sania mengambin tas punggungnya.


" Kamu yakin ?" tanya Histi ragu.


" Yakin Te,aku mau ke kota lihat mobil motor sama gedung gede Om,oh iya aku mau main ke Mall juga,nih Ibu kasih uang buat jajan disana " Jawab Sania polos menunjukkan uang 250 ribu ditangannya.


Serkan dan Histi saling melihat,pasangan itu kadang merasa iba dengan Sania yang benar2 hidup di pendalaman.


" Nanti Tante temani ya " Kata Histi mengusap pipi bocah itu.


" Iya Te,ini uangnya Tante yang pegang ya buat ongkos " Kata Sania menyerahkan uang lusuh tersebut.


" Iya,nanti minta sama Tante ya " Kata Histi mengambil uang itu.


Sania mengangguk tersenyum,mereka pun mulai berjalan mendekati pangkalan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2