Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
524


__ADS_3

Malam semakin larut,seorang pria baru sampai rumah saat jam sudah menujukkan pukul 10.


Lelaki dengan kemeja hitam itu terlihat begitu lelah membawa badannya masuk.


" Baru pulang ?" Tanya seorang lelaki mendekat


Pria itu berbalik badan dan menunduk sopan.


" Eh ada Papa " Kata Restu kaget.


" Iya tadi siang datang " Jawab Malvin tenang.


Restu mendekat dan menyalami sang mertua.


" Kenapa kamu pulang sangat larut ?" tanya Malvin mendekati sofa.


" Iya Pa,kerjaan aku banyak banget " Jawab Restu lesu.


" Hm Papa udah tau belum ?" tanya Restu hati2.


" Apa ?" tanya Malvin balik.


" aku kerja diperusahaannya Samuel " Jawab Restu deg degan.


Malvin terdiàm melihat wajah ngeri menantunya.


" Kenapa bisa ?" tanya Malvin bersikap tenang.


" Aku ditawari saat itu,tapi ternyata lelaki itu Kakeknya Samuel " jawab Restu.


" Terus sekarang ?" Tanya Malvin lagi.


" Ya gak kenapa napa sih,lancar aja gitu walaupun..." Jawab Restu menggantung.


" Kenapa " tanya Malvin menunggu.


" Aku dan Sa...


" Mas " Panggil seseorang dari arah lain.


Kedua lelaki itu menoleh dan mendapati Winda berdiri diambang pintu kamar mandi.


" Iya " Jawab Restu sedikit terkejut.


" Kapan pulang ?" tanya Winda mendekat.


" Barusan " Jawab Restu tersenyum.


" Mama udah tidur ?" tanya Malvin membuka suara.


" Udah,tidur sama Nur dikamar Nenek " Jawab Winda terkekeh.


" Terus Kakek kamu ?" tanya Malvin mengernyit.


" Kakek tidur dibawah hehe " jawab Winda geli.


" Astagaaaa " Kata Malvin dan Restu bersamaan.


" Nenek kekeh mau tidur sama Mama dan Nur,jadi ya Kakek harus ngalah deh " kata Winda tertawa.


" Kalau Mama tidur dikamar Nenek terus Papa sama siapa ?" tanya Malvin bingung.


Winda mengangkat bahu tidak tau dengan wajah menggodanya.


" Tidur barengan mau ?" tanya Restu geli.


" Ihhh ogahhh,mending tidur sendiri dikamar Papa " Jawab Malvin merinding.


" Hahahaha " Winda dan Restu saling menertawakan Malvin yang bernasib apes malam ini.


" Ya udah Pa,kita kekamar dulu ya Mas Restu pasti cape " Kata Winda pamit.

__ADS_1


" Iya gih sana " Jawab Malvin paham.


" Nanti kita bicara lagi Pa " Kata Restu sopan.


Malvin mengangguk setuju,pasangan itu pun berjalan menjauh.


Seketika ruangan menjadi hening,suara tawa dan tangis cucunya tak terdengar lagi.


Malvin duduk menyenderkan diri disofa rumah ibunya yang sudah lama tak ia tempuh.


" Akhirnya anak dan istri ku hidup bahagia sekarang meski sebelumnya mereka harus menanggung banyak beban yang menyesakkan dada " Gumam Malvin pelan.


Sejenak Malvin mengingat pertemuan Sindi dan Risa saat dulu pertama kali bertemu,masih benar2 hangat diingatan Malvin bagaimana ibunya menolak Sindi karna mantan istrinya lebih unggul.


Tapi Malvin tak melihat kekurangan didiri Sindi karna menurut Malvin,gadis yang ia nikahi merupakan gadis baik2 saja dan selama ini Sindi tak pernah membuat dirinya tak dihargai.


Bahkan Sindi rela berkorban untuk Malvin hingga menurun ke anak2nya.


" Ya Tuhan,aku mohon diusia ku yang sudah menua ini aku sangat berharap mereka bahagia tanpa air mata lagi,sudah cukup semua penderitaan yang mereka alami,buatlah cucu ku juga merasakan kebahagiaan meski ibunya sulit mendapatkan itu saat masih kecil " Gumam Malvin melihat langit2 kamar.


Lama termenung membuat lelaki dengan sedikit uban itu mengantuk.


" Mending aku tidur aja biar besok bisa jalan2 sama cucu " Gumam Malvin bangun dari duduknya.


Lelaki itu pun berjalan menuju tempat lain.


Didalam kamar,Winda menyiapkan perlengkapan suaminya dengan telaten.


Wanita itu tak mau melewatkan sedikit waktu kebersamaan dengan Restu karna kini mereka jarang bertemu disiang dan sore hari.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka,keluarlah Restu dengan handuk spinggang dan rambut basah.


" Ini Mas " Ucap Winda memberi handuk kering sekali lagi untuk lelaki itu.


" Nur beneran gak tidur sama kita ?" tanya Restu seraya mengusap rambutnya.


Restu mengangguk paham dan mendekati bajunya.


Dengan wajah tenang Restu berpakaian dengan cepat.


" Ahhhhh capenya " Ucap Restu menghempas tubuhnya ke ranjang.


Winda ikut berbaring menyender dikepala ranjang.


" Cape banget ya ?" tanya Winda.


" Iya,kerjaan banyak banget " Jawab Restu.


" Emang tadi ngapain aja ?" tanya Winda kepo.


" hmm banyak,mantan kamu kayaknya mau bales dendam deh sama aku makanya dia kasih banyak kerjaan " Kata Restu melihat Winda.


Deg...


Winda tersentak mendengar kata mantan dari mulut suaminya.


" Maksud kamu ?" tanya Winda dengan aura lain.


" Hm dia kasih banyak kerjaan,ini belum selesai harus ngerjain yang baru,mana asistenny juga galak lagi,aku 2 kali ditegur " Jawab Restu mengingat.


" Emang kamu gak bisa nolak kerjaan yang itu ?" tanya Winda masih bersikap tenang.


" Gak bisa Yank,sebenarnya itu menguntungkan sih buat aku,gajinya juga lumayan banget buat bantu kuliah adek " Jawab Restu


" Oh iya tadi aku kirim uang sama Emak " Kata Restu hati2.


" Berapa ?" tanya Winda sèdikit terkejut.


" 1 juta,kasihan Yank blendernya rusak sama mixer juga,Emak gak bisa bikin kue lagian itu udah tua banget barangnya " Jawab Restu jujur.

__ADS_1


" Hm ya udah " kata Winda paham.


" Kamu marah ya ?" Tanya Restu ngeri.


" Gak kok,kalo kamu punya uang lebih ya gak papa,asalkan aku dan Nur terpenuhi " Jawab Winda.


" Iya sayang,aku akan mengutamakan kalian duluan " balas Restu tersenyum.


" Iya " Kata Winda bersemu.


Restu mengusap tangan Winda lembut seraya menatap wajahnya.


" Maaf ya aku masih banyak kurangnya " Kata Restu tersenyum kecil.


" Gak kok,kamu jauh banyak lebihnya daripada kurang " Balas Winda.


" Sebenarnya aku merasa minder dan insecure melihat Samuel " Ujar Restu lesu.


" Kenapa ?" tanya Winda terkejut.


" Ya bayangin aja,dia diumur segitu udah jadi Ceo,lah aku cuma gini2 aja " Jawab Restu.


" Mas,kenapa kamu ngomong gitu,setiap manusia pasti punya kurang dan lebihnya,kan kamu sering ngasih tau aku " Kata Winda lembut.


" Iya tapi kali ini beda sayang,aku merasa....


" Merasa apa "?? Potong Winda cepat.


" Gak pantes buat kamu " Jawab Restu mengaruk kepala.


Deg.....


Manik Winda seketika melotot mendengar ucapan suaminya.


" Mas kamu apa2an sih !" kata Winda tersulut emosi.


" Ya gak papa kan aku curhat " kata Restu merasa tak bersalah.


" Jangan bandingin diri kamu sama dia,kalian itu gak sama !" Kata Winda kesal.


" Ya emang gak sama,nasibnya berbeda " kata Restu terkekeh.


" Ck terserah kamu aja deh,pusing !" kata Winda bangkit.


" Ehh mau kemana ?" tanya Restu menahan tangan Winda.


" Jangan pernah bandingin diri kamu sama dia ya,aku gak suka.


kamu emang jauh dari dia Mas secara materi tapi..." Ucap Winda tersentak.


" Apa sayang ?" tanya Restu mengrnyit.


" Ah sudahlah " Jawab Winda mengibas tangannya.


" Yank,tunggu ayo jawab " kata Restu menarik lagi tangan Winda.


Gadis itu seketika terduduk diranjang berhadapan dengan Restu.


" Kenapa nangis ?" Tanya Restu mengangkat dagu Winda yang mulai menurun.


Winda menggeleng pelan dengan air mata yang terus turun.


" Sayang,maaf " Kata Restu memeluk wanita tersebut.


" Kamu bikin aku percaya lagi sama masa depan Mas hiks " Bisik Winda dengan tangis pecah.


Hening.....


Restu menghela nafas panjang dan semakin mengeratkan pelukannya.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2