Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
TSJC EP. Special Mita&Doni "Ujian Sebelum Hari H"


__ADS_3

Setelah berkumpul di ruang tengah bersama keluarga besarnya, Mita berjalan gontai masuk ke dalam kamarnya dengan raut wajah frustrasi.


Detik berikutnya Mita langsung membanting tubuhnya ke atas kasur hingga dia telentang dengan kaki bergelantungan di pinggir tempat tidur. Pandangannya menatap kosong langit-langit kamarnya.


Menghela nafas berat setelah dia sadar, lalu tangan kanannya meraba-raba kasurnya mencari benda pipih yang tergeletak diatas tempat tidurnya.


Kembali menghela nafas berat sesaat setelah Mita memeriksa benda pipih itu dan tidak ada sama sekali notifikasi pesan ataupun panggilan dari Doni.


"Sibuk banget yah!?


Mita bergumam kecewa saat dia melihat chat terakhir mereka seminggu yang lalu sementara chatnya yang sejak empat hari yang lalu sama sekali belum dilihat oleh Doni.


Bahkan pertemuan terakhir mereka adalah sehari setelah acara lamaran, Mereka pergi ke Jakarta untuk menjenguk Citra, bukan hanya berdua saja melainkan dengan Anton dan Vivi juga Kevin dan Indah.


Setelah itu Mita tidak diperbolehkan lagi untuk meninggalkan rumah sampai acara pernikahannya selesai, karena neneknya yang meminta agar dia dipingit. Dia bosan dirumah terus. Kenapa dia dipingit sementara Vivi tidak melakukan hal seperti itu. pikirnya.


Mita kemudian menghempaskan benda pipih itu ke sembarang arah kasurnya, lalu kembali menatap kosong langit-langit kamarnya.


Detik berikutnya Mita tersentak, seketika dia langsung terduduk tatkala dia mendengar suara notifikasi dari ponselnya. detik berikutnya netra dan tangannya mencari-cari keberadaan benda pipih yang baru saja dia buang entah dimana.


Itu mungkin saja chat dari Doni. pikirnya masih berusaha mencari-cari benda itu, detik berikutnya dia menemukan benda pipih itu di bawah bantal, secepat kilat dia meraihnya dan langsung menyalakan layarnya.


Sejenak dia termangu, matanya menatap nanar layar ponselnya tatkala dia membaca pesan yang baru masuk itu.


Raut wajah Mita seketika berubah dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak, dia lalu kembali menghempaskan benda pipih itu ke kasurnya. Mita beranjak dari duduknya, sebelum melesat keluar dari kamarnya Mita meraih cardingan abunya yang tergantung di belakang pintu untuk menutupi lengannya yang terekspos karena memang saat ini Mita hanya mengenakan daster rumahan tanpa lengan dan hanya selutut.


^Δ^


Keluarga besar Mita masih asyik bersenda gurau di ruang tengah itu. Namun, tiba-tiba saja semua serentak terdiam tatkala netra mereka tertuju pada sosok Mita yang terlihat menuruni tangga dengan tergesa-gesa dan raut wajah yang tidak bisa ditebak.


Sinta yang melihat Mita bertingkah seperti itu seketika merasa cemas, diapun bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah tangga.


"Ada apa sayang!? tanya Sinta sesaat setelah dia berdiri di depan anak tangga paling bawah.


"Nggak papa kok mah!! Cetus Mita melewati mamahnya begitu saja.


Melihat tingkah putrinya seperti itu membuat Sinta semakin khawatir sambil terus menatap putrinya, begitupun dengan keluarganya yang lain.


Sementara sosok gadis yang baru saja masuk, kini tengah berjalan menuju ruang tengah, namun dia langsung tersentak saat tiba-tiba Mita melewatinya dengan terburu-buru sambil merebut kunci motor dari tangan kanannya.


"Pinjem!? Ucapnya setelah merebut kunci motor itu, sang pemilik hanya termangu sesaat menatap punggung Mita yang perlahan menghilang dari balik pintu rumah.


"Kamu mau kemana Mit!? teriak Sinta yang masih berdiri di tempatnya.


Sinta lalu berlari keluar rumah untuk menghentikan Mita. Namun terlambat, Mita sudah melewati gerbang rumahnya dengan mengendarai motor itu.


"Kak Mita mau kemana tante!?


Gadis yang tadi bertanya sesaat setelah dia sudah berdiri disamping tantenya.


"Tante juga nggak tau?" Jawab Sinta.


Semoga saja tidak terjadi apa-apa. batin Sinta masih menatap lurus kedepan dengan raut wajah yang sangat cemas.


^Δ^

__ADS_1


Setelah kurang lebih lima menit berkendara. Mita berhenti di sebuah taman yang tidak jauh dari rumahnya, belum turun dari motor, dia langsung mengedarkan pandangannya ke taman itu mencari sosok yang baru saja mengirim pesan kepadanya untuk menemuinya disini.


"Mita!!!


Mita menoleh ke sumber suara. Seketika atensinya tertuju pada sosok pria tinggi berparas bule berambut pirang.


Pria tampan itu tersenyum manis kearah Mita, lalu merentangkan tangannya. Mita yang melihat rentangan tangan itu tersenyum kecil detik berikutnya kakinya dengan cepat langsung mendekati pria itu lalu memeluknya. Pria bule itupun membalas pelukan Mita. Pria itu mempererat pelukannya. sebuah pelukan yang sarat akan kerinduan.


"Kenapa ngajakin aku ketemuan disini!! kenapa kamu nggak langsung ke rumah aja!! cetus Mita ditengah pelukan itu.


"Aku nggak tau dimana rumah kamu!? cetus pria bule itu berbohong.


Mita mencebikkan bibir lalu menarik dirinya dari pelukan pria berparas bule itu yang ternyata adalah David.


"Terus kamu tau tempat ini dari mana?" Tanya Mita sambil mendongak menatap wajah David.


"Dari google." jawabnya asal.


"Serius, ihhh!! kesal Mita.


David tersenyum kecil lalu berucap "Dari Vino." Mita hanya ber oh ria.


"Terus sejak kapan kamu disini!? kenapa nggak kabarin aku kalau kamu main ke Indo!? hmm. tanya Mita lagi masih menatap David.


David bergeming, dia tidak menjawab pertanyaan Mita. David ingin menjawab, jika dirinya sudah berada disini sejak hari dimana Mita juga kembali dari Amerika. Tapi urung dia ucapkan, alhasil netra abu milik pria itu hanya menatap lekat wajah Mita.


Wajah kecil yang terlihat imut namun sangat cantik. Wajah ini yang sangat dia rindukan, namun sayang wajah cantik ini akan menjadi milik orang lain. Batin David terasa sesak.


"Kok kamu di_


"Selamat atas pernikahan kamu!!


Dahi Mita mengkerut mendengar ucapan David. Dia merasa ada yang aneh dengan kalimat itu.


"Semoga kamu bahagia bersamanya, selamanya!! tutur David lagi.


Kalimat itu!! seolah-olah menjadi kalimat terakhir. pikir Mita.


"Maksud kamu apa Vid!? Cetus Mita sambil menarik tangannya dari tangan David.


"Pernikahan besok, bukan hari ini!! jadi harusnya ucapan selamat itu terucapnya juga besok." sambung Mita lagi.


"Nggak Mit!! sergah David.


"Aku nggak bisa hadir besok!! Karena waktu aku hanya hari ini, makanya aku mengucapkannya diawal." sambungnya lagi.


"Harusnya kamu luangkan waktu kamu itu, di hari bahagia aku!!" Cetus Mita lagi.


David menyeringai, dengan pandangan yang teralihkan lalu kembali berucap.


"Ok!! David menjeda ucapannya, namun ucapannya itu berhasil membuat Mita tersenyum senang.


"Tapi dengan satu syarat!? sambungnya lagi membuat senyum dibibir Mita mengerut.


"Apa!?

__ADS_1


"Aku akan hadir di pernikahan kamu, jika aku yang menjadi mempelai prianya." cetus David dengan ekspresi datar namun sangat serius.


Mita termangu, dia mencoba memahami maksud dari ucapan David barusan, dia ingin tertawa tapi raut wajah David terlihat sangat serius disertai dengan tatapannya yang tajam.


"Kamu bercan__


"Aku serius!! David menekan ucapannya itu untuk memutus kalimat Mita.


"Vid!! Kamu!?"


"Iya Mit!! Ucap David lalu kembali menatap wajah Mita.


"Aku mencintai kamu! sangat mencintai kamu!!Kamu tau!? aku hampir gila dengan perasaan ini!! Aku sudah tau, jika aku akan berakhir seperti ini, tapi__


Ucapannya terputus tatkala David merasakan sakit di rongga dadanya membuat kalimatnya tersendat di kerongkongan.


Mita menunduk, air matanya mengalir deras. Dia bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh David.


"Mit!! Aku pernah berfikir, jika aku berusaha lebih keras lagi, aku pasti bisa mendapatkan kamu!! Karena ada pepatah yang mengatakan jika yang berjuang yang akan menang." Sambung David lagi.


"Darimana kamu mendengar pepatah itu!? tanya Mita mengangkat pandangannya ke arah David.


"Vino!! cetusnya lalu tertawa garing.


"Kenapa aku bodoh sekali!! mempercayai orang bodoh seperti Vino itu." cetusnya lagi lalu kembali tertawa garing.


"Kamu berjuang dengan sia-sia Vid!! Cetus Mita membuat David terdiam dan menoleh ke arah Mita.


"Kenapa kamu berjuang, tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu." ucap Mita lagi.


David menatap nanar netra hitam Mita lalu berucap.


"Apa ada yang berubah!! Jika waktu itu aku memberitahumu tentang perjuanganku!? tanya David dengan netra abunya yang sudah berkaca-kaca.


Mendengar pertanyaan David, membuat Mita seketika menangis terisak dan langsung memeluk David. Mita sangat merasa kasihan dengan David, setelah sekian lama akhirnya dia mengungkapkan perasaan yang selama ini dia sembunyikan. pikir Mita masih menangis tersedu dalam pelukan David.


Yah, sejak dulu Mita tau perasaan David kepadanya. Dia bukanlah gadis polos yang tidak peka mengenai perasaan, karena dia pun seperti itu. Hanya saja dia berpura-pura bodoh, dia pura-pura tidak peka dan berusaha bersikap biasa saja.


Mita tidak ingin menyakiti perasaan David. Dia tidak ingin David berakhir seperti dirinya jika dia memberinya harapan.


"Apa kamu akan melupakan pria itu, jika aku mengungkapkan perasaanku saat itu!? hmm. tanya David lagi dengan frustrasi lalu mempererat pelukannya ditubuh Mita.


Ditengah suasana menyedihkan itu yang dibarengi dengan adegan peluk memeluk, ternyata tidak jauh dari tempat mereka berdiri, terparkir mobil mazda skyactive putih.


Terlihat pula dari kaca depan mobil yang terbuka itu sosok pria tampan yang tengah duduk di kursi kemudi menatap tajam ke arah mereka.


Rahangnya mengeras, tangannya sudah terkepal kuat, ingin sekali dia turun dari mobilnya dan langsung menghampiri mereka lalu melayangkan pukulannya pada pria yang tengah memeluk calon istrinya. Namun urung dia lakukan, pria beralis tebal itu langsung menancapkan gas mobilnya pergi dari tempat itu dengan batin bergemuruh sakit.


Sementara tatapan David mengikuti mobil itu hingga menghilang. Detik berikutnya dia menyeringai.


-tbc-


Author's Note π_π


...Sesuai saran dari readers, ceritanya dilanjut 👍...

__ADS_1


...Happy reading guysss ❤...


__ADS_2