Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
581


__ADS_3

Didalam sebuah ruangan sepasang suami istri terbaring tak berdaya dengan beberapa selang dibadan mereka.


Winda dan Restu berada dalam satu ruangan,awalnya Dokter tidak mengizinkan tapi atas permintaan Malvin dan Sindi yg mengaduh lelah jika menunggu ditempat berbeda membuat Dokter iba dan menyatukan keduanya dalam tempat yg sama.


Seperti saat ini,Suster mengecek kondisi Restu yg masih lemah.


Lelaki itu belum membuka mata sejak dirinya kecelakaan,begitu pun Winda yg seolah menunjukkan kesetiaannya kepada sang suami.


Wanita habis melahirkan itu pun cukup kritis,Dokter mengatakan bahwa fisik Winda sudah tak tahan lagi menahan beban yg menghantam dirinya habis2an.


Mendengar hal itu,Sindi dan Malvin begitu terpukul,mereka sangat menyesali hal buruk terjadi kepada anaknya.


Bahkan Malvin sering menyalahi dirinya sendiri atas insiden yg tak pernah mereka pinta.


" Apa saya boleh masuk ?" tanya seorang pria berdiri diambang pintu.


" Boleh Pak,tapi pake baju steril ya " Jawab Suster ramah.


Samuel mengangguk dan berjalan mengikuti suster tersebut.


Sindi hanya diam ditempat,wanita itu terlihat tak semangat sama sekali menjalani harinya.


Samuel hanya bisa menghela nafas panjang,tak ada yg bisa mereka lakukan selain menunggu.


Selesai berganti baju,Samuel bergegas masuk karna waktunya sangatlah sedikit.


Langkah pertama,Samuel melihat Winda tergeletak dengan wajah pucat.


Dentuman hati Samuel terenyuh melihat wanita yg sempat mengisi hari2 nya tersebut.


Samuel duduk disana dan menatap wajah Winda dengan nanar.


" Kamu harus kuat Win,kamu wanita yg perkasa,kamu gak akan kalah cuma karna hal begini bukan ?" Gumam Samuel menyentuh tangan Winda.


" Anak mu sudah lahir,tidakkah kau ingin melihatnya ? aku pikir kau begitu menantikan putra mu itu " Ucap Samuel gemetar.


" Dia sangat membutuhkan kamu,dia butuh ibunya yg akan memberi kehangatan,aku sangat marah saat melihatnya menangis dan kau malah tertidur disini,harusnya kau memberinya asi bukan enak2an berduaan dengan suami mu " lanjut Samuel nanar.


Helaan nafas kembali terdengar,suara detak jantung Winda berdenting beradu dengan Restu.


" Kau harus pulang ya,meski aku tau tidak bisa bersama kamu lagi,tapi aku tidak mau kamu seperti ini " Ucap Samuel lesu.


Lelaki itu melepas tangan Winda perlahan dan menarik nafas panjang.


Lelaki itu mundur perlahan dan mendekati Restu.


" Kau bilang kau mencintai anak dan istri mu,tapi apa ini ? kau ingin jadi pria pecundang ?" Tanya Samuel melihat Restu.


" Kau ingin aku merebut istri mu lagi ? aku sangat bisa melakukannya Res,tapi melihat perjuangan mu memberikan rumah terhangat untuk mereka,aku mengurungkan niat jahat ku ? kau tau,sebenarnya aku masih menyukai istri dalam diam,tapi karna mu juga aku tak mau melakukan hal lebih " Jelas Samuel jujur.


" Bangunlah,kau harus menjadi pria kuat untuk melindungi mereka,lihat wanita bodoh disebelah mu itu,setelah melahirkan anak kalian dia memilih mengikuti mu,aku tidak tau cinta seperti apa yg kau berikan kepadanya hingga Winda merasa sangat depresi saat tau kau kecelakaan "


" Papa dan Mama dengan setia menunggu kalian didepan,begitupun Nur dan putra kalian yg sangat butuh sosok orang tuanya,apa kalian tidak kasihan Hah !" Bentak Samuel tertahan.


Sungguh lelaki itu ingin sekali mengamuk,Samuel ikut merasakan apa yg saat ini keluarga Winda rasakan,apalagi jika mengingat anak Winda yg masih kecil.

__ADS_1


" Akhh sudahlah,aku muak bicara sendiri tanpa sahutan,kalian berdiam diri lah disini dan bangun setelah itu " Ucap Samuel menepuk bahu Restu perlahan.


Lelaki tampan itu pun keluar dari ruangan dengan wajah yg sulit dimengerti.


" Gimana Sam ?" tanya Sindi menyambut.


" Masih normal Ma,aku pikir tak lama lagi mereka bangun " Jawab Samuel tenang.


" Kau tau dari mana ?" tanya Sindi heran.


" Aku memarahi mereka " Jawab Samuel santai.


" Apa !" Pekik Sindi terbelalak.


" Mereka akan mendengarkan aku dan menghajar ku nanti,jadi tenang saja mereka akan selamat " Ucap Samuel terkekeh.


Lelaki itu berjalan menjauh setelah membuat mantan mertuanya melongo.


" Apa yg Sam lakukan ? kenapa dia memarahi Winda dan Restu,bukankah keduanya tidak akan mendengar ?" Gumam Sindi bingung.


" Hah anak itu,sepertinya dia mencoba menghiburku hehe " Gumam Sindi terkekeh sendiri.


Samuel makin menjauh,lelaki itu terpaksa harus pulang karna masih banyak yg harus ia lakukan.


Ditempat lain,sepasang suami istri baru saja sampai.


Yuni menggendong bayi Winda keluar dengan hati2.


Hari ini,Yuni membawa bayi malang itu kerumahnya dan mungkin akan menetap disana hingga waktu yg tak di tentukan.


Yuni mengangguk dan berjalan cepat memasuki rumah.


Saat pintu terbuka,nampaklah seorang gadis kecil menunggu disana dengan wajah mengembang.


" Waaahhh adik baruu dah sampee " Pekik Suci girang.


" Kasih jalan sayang " Pinta Romi lembut.


" Silahkan Nyonya " Jawab Suci menunduk ala kerajaan.


Yuni mengulum senyum geli dan masuk kedalam.


" Kek,aku punya adik berarti ya " Kata Suci menarik baju Romi.


" Iya,adiknya cowo,Uci suka gak ?" Tanya Romi.


" Hm suka Kek,aku mau aduin ke Sutal ah " Kata Suci semangat.


" Iya,tapi jangan bikin dia nangis ya " Kata Romi ngeri.


Suci mengangguk dengan senyum smirknya.


" Huh bakal riweh nih kalo bocah itu ngadu yg bukan2 " Gumam Romi sudah bisa menebak.


Lelaki itu sangat hafal dengan aura sang cucu,Suci sangat mirip denganya secara sifat terpendam,meskipun Alexi lebih dominan kalem tak banyak gaya.

__ADS_1


Yuni meletakkan bayi itu di kamarnya,terlihat beberapa stel baju sudah tersedia disana dan pelakunya adalah Salsa sang menantu.


Tadi sebelum pulang,Yuni memang memerintahkan Salsa dan Alexi untuk mencari baju bayi,tapi karna Alexi harus kembali kekantor dan tak bisa berlama2 jadilah hanya dapat berapa stel saja.


" Ini kaos kakinya mana ?" Gumam Yuni membongkar baju tersebut.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,masuklah Romi seraya membuka kerah kemejanya.


" Kenapa Yank ?" Tanya Romi mendekat


" Kaos kakinya gak ada Yah " Jawab Yuni.


" Gak dibeliin sama Salsa ?" Tanya Romi mengernyit.


" Kayaknya enggak deh,mungkin tadi buru2 makanya gak kebeli " Jawab Yuni.


" Terus gimana ? kaos kaki Suci masih ada gak yg kecil ?" Tanya Romi teringat.


" Digudang Yah,gak mau ah pake yg itu,debu " Jawab Yuni mengkrucut.


" Ya udah aku beli baru,nanti sisanya pake yg punya Suci aja " Balas Romi.


" Iya " jawab Yuni mengerti.


Lelaki itu pun keluar dari kamar setelah mendapatkan kertas ajaib dari istrinya.


Saat ingin keluar dari rumah,terdengar tawa Suci menggelegar.


Lelaki itu pun berhenti melangkah mencoba mengintip apa yg membuat cucunya tertawa keras.


" Uh kacian deh loh,aku sekalang udah menang ya dan kamu kalah hahahahaa " Kata Suci terlihat bicara di telfon Salsa.


" Huaaaaaa Mamaaaaaa Sutal mau adikkkkkkkkkk huaaaaaa " Teriak Sutar dari seberang.


" Hahahahahahaha " Suci kembali tertawa puas berhasil mengerjai saudara.


" Suciii stooooooppppp " Teriak Histi kesal mendengar tangisan dan olokan secara bersamaan.


" Ckckc,bikin ulah kali nih bocah,kayaknya Histi sama Serkan harus bekerja lebih giat buat nyetakin adik Sutar " Gumam Romi menggeleng kepala.


" Ueeek ueeekkk,Uci punya adik,Sutal gak punya hahahahahaha " Kata Suci semakin menjadi.


" Mamaaaaaa adik Sutalll manaaaaaaaa ?" Teriak Sutar menggelegar.


Romi langsung berlari keluar ngeri2 jika bocah lelaki itu melihatnya nanti.


" Kakeeeeeeekkk ikuttttttt " Teriak Suci melihat Romi bergegas keluar rumah.


Hape mahal Salsa pun teronggok begitu saja menampilkan Sutar yg masih menangis merengek adik kepada ibunya.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2