Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
612


__ADS_3

Winda dibawa pulang oleh Samuel,wanita itu tidak bisa berbuat banyak lantaran anaknya sudah dimasukkan kedalam mobil pria tersebut.


Diperjalanan,Samuel melaju cukup kencang membuat Winda takut bedahal dengan putranya yg terlihat girang.


" Pelankan mobil mu " Ucap Winda menelan ludah kasar.


Samuel tak menjawab,lelaki itu bukannya pelan malah menambah laju kendaraan.


" Sam pelankan mobil mu !" Bentak Winda kesal.


Swiiingggg....


Mobil Samuel seolah mau terbang ulah lelaki itu.


Jantung Winda sangat berdegub kencang,ia begitu takut.


" Sam aku mohon,disini ada anak ku " kata Winda memelas.


" Hahaha " Samuel tertawa miring mendengar ucapan Winda.


" Kenapa kau tertawa ?" tanya Winda bingung.


" Kau takut mati ternyata " jawab Samuel terkekeh.


" Ya karna anak ku akan sendirian jika aku tidak ada " Balas Winda tenang.


" Ya dia akan menjadi anak yatim yg terlantar " Balas Samuel tersenyum miring.


Winda terdiam mencoba mencerna kata2 yg diucapkan mantannya.


" Kenapa kau bekerja disana ?" Tanya Samuel mulai rileks.


" Aku harus mencari nafkah " jawab Winda.


" Bukankah uang peninggalan suami mu banyak ?" tanya Samuel lagi.


" Dia belum meninggal Sam " Jawab Winda kesal.


" Aku menganggapnya sudah didunia lain " Balas Samuel santai.


Winda kembali terdiam.


" Apa Restu pernah memberitahu mu sesuatu ?" tanya Samuel.


" Apa ?" Tanya Winda balik.


" Kalian mengobrol kan saat teleponan ?"


" Ya kami menceritakan banyak hal " Jawab Winda semangat.


" Termasuk siapa yg mengurusnya ?" Tanya Samuel lagi.


" Hm,dia bilang orang suruhan Mama mu yg merawatnya sehari2 " Jawab Winda santai.


" Dan kau tau jenis kelaminnya ? maksud ku status ?" tanya Samuel tenang.


Winda kembali diam,wanita itu mencoba mengingat perkataan Restu ketika menelfon dirinha.


" Aku pikir seorang Dokter " Balas Winda tersenyum.


" Kau yakin ?" tanya Samuel lagi.


" Apa maksud mu Sam ? kenapa kau membuat aku berpikiran jauh ?" tanya Winda kesal.


" Hahaha aku hanya bertanya,kenapa kau marah2 hm " Kata Samuel mengucel rambut Winda.


" Ihhh Samm " Ucap Winda menyingkirkan tangan Samuel.


" Kau menggemaskan " Kata Samuel tersenyum kecil.


" Tau ah " kata Winda bersedekap dada.


Samuel menggeleng pelan dan menambah laju mobilnya.


Tak terasa mereka pun tiba dirumah sederhana wanita itu,mobil Serkan dan Alexi pun ikut berhenti.

__ADS_1


Raut wajah mereka pun kembali datar seperti sebelumnya.


" Aku ingin bicara " Kata Serkan tenang.


" Iya Kak,masuklah " Jawab Winda sopan.


Serkan mengangguk dan masuk kedalam rumah.


Mereka duduk disofa dengan wajah saling berhadapan.


" Langsung saja,Kakak mau tanya apa kau punya hubungan dengan Samuel ?" tanya Serkan to the point.


" Hah " Pekik Winda kaget.


" Jawab yg jujur Winda " Kata Alexi kesal.


" Aku tidak punya hubungan apapun dengan Samuel Kak " Jawab Winda tegas.


" Benarkah ?" tanya Serkan tenang.


" Iya " jawab Winda mengangguk.


" Bagaimana dengan mu Sam ?" tanya Serkan menghadap koleganya.


" Seperti yg kalian lihat " Jawab Samuel santai.


" Maksud mu ?" tanya Alexi mengernyit.


" Apa aku terlihat masih mengejar Winda ?" tanya Samuel datar.


" Ya lebih dari itu " Jawab Alexi.


Samuel mengangguk kecil.


" Jadi jawabannya apa ?" tanya Alexi bingung.


" Kalian bisa menilai sendiri " Jawab Samuel semakin membuat otak Alexi berbelit.


Serkan menghela nafas dan maju sedikit dari duduknya.


" Ya " jawab Samuel santai.


" Maka dari itu,jika kalian berdua masih punya rasa yg belum selesai,maka selesaikanlah sekarang karna akan ada banyak pihak yg tersakiti " Ujar Serkan.


" Penyelesainnya hanya ada satu " Ucap Samuel tenang.


" Apa ?" tanya Alexi penasaran.


" Winda harus menjadi milikku lagi,makanya semuanya akan selesai "


" Kau gila !" Bentak Alexi mengebrak meja.


" Ya aku rasa begitu " Balas Samuel terkekeh.


" Sam,kau tau itu tidak benar " Kata Serkan sedikit syok.


" Aku tau Kak,makanya aku mencoba untuk waras sekarang,yg aku inginkan hanya Winda,tak apa jika harus ikut dengan anak2nya " Balas Samuel.


Alexi melototkan matanya tajam,sungguh lelaki itu tidak percaya dengan apa yg ia dengar saat ini.


" Sam,kau memang sudah gila " Kata Winda geram.


" Jika aku mau,bisa saja aku menghilangkan Restu dari dunia ini,tapi aku tidak melakukan itu karna aku ingin dia melepaskan Winda dengan sendirinya " Kata Samuel kesal.


" Kau bukan Tuhan !" Geram Alexi mengepalkan tangan.


Samuel mengangguk tersenyum.


" Ini tidak benar Sam,kasihan istri mu dia juga membutuhkan kamu sebagai suaminya " Kata Serkan membujuk.


" Aku tidak butuh istri seperti dia,kalian tidak tau kehidupan seperti apa yg aku jalani selama ini " Kata Samuel tegas.


" Memangnya seperti apa ?" tanya Serkan bingung.


" Dia seoran....

__ADS_1


" Hentikannnn !" teriak seseorang dari luar.


Semuanya menoleh dan terbelalak melihat seorang wanita berdiri diambang pintu dengan wajah memerah.


" Leni " Ucap Winda terkejut.


Wanita bernama Leni itu masuk dan berdiri menjulang didepan mereka semua.


Samuel menatap datar wajah istrinya yg terlihat begitu murka.


" Jadi karna ini kau menolak ku ?" tanya Leni dengan dada naik turun.


" Duduk lah " Pinta Serkan sopan.


" Aku tidak sudi duduk disini,bahkan menginjak nya pun aku merasa jiji !" Kata Leni tajam.


Winda terkejut mendengar ucapan menyakitkan wanita anggun tersebut.


" Apa maksud mu,jika tidak sudi keluar dari rumah ini " Kata Alexi tersinggung.


" Lex jangan " Kata Winda terkejut dengan tindakan Alexi.


" Jangan jadi wanita munafik kau wanita kotor !" Bentak Leni menunjuk Winda.


" Jaga bicara mu !" kata Serkan mulai tegas.


" Cih,wanita yg kalian lindungi itu hanyalah hewan menjijikan yg berlindung dicangkang murahannya !" Kata Leni emosi.


" Keluar dari sini !" Kata Samuel membuka suara.


" Kenapa kau tidak terima wanita kotor mu aku sebut ?" tanya Leni terkekeh.


" Keluarrrr !" Bentak Samuel menggelegar.


" Mamaaaa " Teriak Afdhal ketakutan.


Alexi langsung berlari membawa anak itu mendekat kepadanya.


" O om " Kata Afdhal berkaca kaca.


" Gak papa sayang " Kata Alexi mendekap anak itu hangat.


Samuel memejamkan matanya sejenak mencoba tenang walaupun didadanya sudah meledak2.


" Duduklah Mba,kita bisa bicarakan ini baik2 " Kata Winda ramah.


" Tidak usah sok suci lo depan gue,dan buang muka 2 lo itu " Cibir Leni geli.


Winda menunduk,kata2 yg keluar dari mulut Leni begitu sakit untuk didengar,tapi ia tak mau tersulut lantaran ada anaknya disana.


" Baiklah,lalu apa kedatanganmu kemari ?" tanya Serkan mulai jengah.


" Ya,aku ada urusan dengan 2 orang itu " Jawab Leni menunjuk Samuel dan Winda.


" Baiklah selesaikan " Balas Serkan.


Leni menarik nafas,semuanya hening tak bersuara hingga Leni membuat lagi mulutnya.


" Sam " Panggil Leni lembut.


" Ayo kita pulang,ini bukan tempat kita " Kata Leni tersenyum kecil.


" Aku tidak bisa " Balas Samuel tenanv.


" Kenapa ? aku istri mu Sam,aku akan belajar menjadi wanita yg kamu inginkan " Kata Leni memelas.


" Benarkah ? dengan cara menyelingkuhi ku dengan pacar wanita mu ?" Tanya Samuel terkekeh.


" Apa !" Pekik Alexi dan Serkan terbelalak.


Leni terdiam,wanita itu juga cukup terkejut dengan mulut bar2 suaminya.


" Kau...." Ucap Alexi menelan ludah kasar.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,like,coment ya


__ADS_2