Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
647


__ADS_3

Acara pemakaman berjalan lancar dan haru,tak ada sedikit pun nampak wajah Leni disana.


Kerabat dekat keluarga merasa sangat kecewa dengan tindakan wanita itu,bahkan ada yg mengecap Leni sebagai anak durhaka,ada juga yg menyumpahi wanita malang itu dengan kata2 yg tak pantas didengar.


Samuel yg mengikuti acara dari awal hanya diam meski sesekali lelaki itu mengepalkan tangan geram.


Ia memang belum mencintai istrinya tapi mendengar Leni dicaci maki dengan nada kotor membuat otak Sam mendidih,jika bukan acara duka Sam mungkin sudah mencabik2 satu persatu mulut bibi dan paman Leni.


Santa sudah pergi,wanita itu memilih tak melanjutkan pelayatannya karna ia tak sanggup melihat Mama Leni harus menyatu dengan tanah.


" Hei " Sapa seseorang dari belakang.


Samuel yg berdiri paling ujung menoleh kesamping dan mendapati seorang gadis kecil dengan kerudung hitam dan kaca mata besar.


" Ini aku paman " Ucap gadis itu mengintip sedikit dari kaca matanya.


" Kamu " Ucap Samuel mengenali gadis tersebut.


" Hehe shuuttt,angkat tangannya " Ucap gadis itu pelan.


Samuel mengernyit,gadis tersebut menunjuk orang2 membuat Samuel ikut melihat.


" Kata Papa kalo doa tangannya harus diangkat " Ucap gadis itu memberitahu.


Samuel mengangguk polos dan ikut mengangkat tangan.


Gadis berani itu menaikkan kaca matanya lagi dan menunduk sedikit mengikuti doa.


Samuel melirik dan tersenyum kecil.


Pria itu tak tau gadis tersebut datang dari mana,tapi Samuel merasa terhibur.


Doa terucap dengan tulus dari Pak ustadz yg mengiringi jenazah.


Setelah beberapa menit kemudian,doa pun selesai.


Gadis berkrudung hitam itu bangkit dan langsung ditahan Samuel.


" Mau kemana ?" Tanya Samuel mendongak.


" Udah selesai kan ?" tanya gadis itu polos..


" Iya,kamu datang sama siapa ?" tanya Samuel lagi.


Gadis itu melihat kebelakang dan tersenyum kecil.


Samuel membalik badannya dan diam sejenak.


" Alexi " Ucap Samuel lirih.


Alexi berdiri dengan memegang payung bersama bersama istrinya.


" Suci " Panggil seseorang.


Suci menoleh dan mendapati seorang bocah laki2 mendekat kearahnya dengan payung kecil..


" kamu disini juga ?" Tanya Suci kaget.


" Iya,kata Mama orang yg meninggal itu teman kolega Papa " Jawab Sutar polos.


" Wahh sama dong,Papa juga bilang gitu " Ucap Suci heboh.


Manik Samuel bergantian melihat kedua bocah itu saling bercengkrama dan sangat dekat.


" Oh iya,kamu kenal kan sama Om ini ?" Tanya Suci kepada Sutar.


Sutar mendongak dan melihat Samuel dari ujung kaki hingga kepala.


" Om kenal aku gak ?" tanya Sutar polos.


" Hah ?" Kata Samuel kaget


" Aku gak kenal Om,mungkin Om yg kenal aku " Ucap Sutar dengan gaya narsisnya.

__ADS_1


" Idih sok terkenal !" Hujat Suci memutar mata.


Samuel menggaruk kepala,ia tak kenal bocah lelaki itu,tapi dengan Suci ia tau karna Alexi sering membawanya saat masih kecil.


" Yaah Om gak asik " Cibir Sutar malas.


" Hehe kenalin,Om Samuel " Kata Samuel menyodorkan tangan.


" Sutar anaknya Papa Serkan dan Mama Histi " Kata Sutar bangga.


" Oh kamu anaknya Serkan ?" Tanya Samuel kaget.


" Iya,kenal kan sama Papa aku ?" tanya Sutar sombong


" Iya kenal " Jawab Samuel terkekeh.


Para pelayat mulai berbubaran,Alexi mendekati anaknya yg asik mengobrol dengan orang dewasa.


" Ayo pulang " Ajak Alexi tenang.


" Halo Lex " Sapa Samuel hangat


" Halo " Sapa Alexi tenang dan berjabatan tangan.


" Kamu datang " Kata Alexi tersenyum tipis.


" Iya,dia mertua ku " Jawab Samuel.


" Sutaarrrrr " Panggil seseorang dari belakang.


Sutar menoleh dan mendapati ibunya sudah berkacak pinggang..


" Waduhh kayaknya aku harus kembali " Kata Sutar panik.


" Nanti aja " Tahan Suci


" Gak bisa,tuh Mama udah masang ekornya buat libasin aku " Kata Sutar merinding.


" Ya udah sana pulang,aku gak mau ikut2an " Kata Suci ngeri.


Sutar mengangguk dan berlari mendekati Histi dan Serkan.


" Kami balik dulu " Ucap Serkan sopan.


" Iya hati2 Kak " Sahut Salsa tersenyum.


Histi melambaikan tangan dan mereka pun kembali duluan.


" Ayo keluar dari sini dulu " Ajak Salsa tak enak melihat Papa Leni masih bersimpuh dimakam.


Semuanya mengangguk dan keluar dari area perkuburan.


Setelah sampai didepan mobil,Alexi meminta anak dan istrinya masuk kedalam mobil duluan.


Salsa yg mengerti langsung patuh dan menyeret Suci.


" Om nanti kita jalan ya " Ucap Suci mengedipkan sebelah matanya.


" Ehhh " Pekik Salsa melotot dan mencubit bocah itu.


Samuel juga terkejut dan langsung tertawa pelan.


Alexi yg tau kegilaan anaknya hanya bisa menghela nafas panjang.


" Jangan diambil hati,dia memang seperti itu " Kata Alexi merasa malu.


" Gak papa Lex,anak mu lucu " Kata Samuel tersenyum.


" Oh iya,bagaimana hubungan mu dengan Winda ?" Tanya Alexi tanpa basa basi.


" Aku tidak pernah lagi mendatanginya " Jawab Samuel tenanh.


" Benarkah ?" tanya Alexi menyelisik.

__ADS_1


" Ya,anaknya bersama orang tua ku,aku tidak tau apa maksud mereka menahan Nur,ntah itu untuk rasa penyesalan atau sebaliknya " Jwab Samuel jujur.


" Sejauh ini ?" Tanya Alexi.


" Baik2 saja,Nur juga tidak mengeluhkan apapun saat bersama mereka dan Mama memperlakukan Nur dengan baik " Jawab Samuel.


" Jujur saja aku bingung dengan pikiran orang tua mu Sam,dia memisahkan kamu dan Winda lalu mengambil anak Winda " Kata Alexi menggeleng pelan.


" Aku juga bingung,tapi bagaimana pun mereka orang tua ku " Balas Samuel.


" Ya,itu tidak bisa diganggu gugat."


" Lalu istrimu yg sekarang ?" Tanya Alexi kepo.


" Aku mungkin akan berpisah dengannya " Jawab Samuel.


" Apa !" Pekik Alexi melotot.


" Kau lihat dia tidak datang dihati terakhir ibunya,aku tidak tau apa yg terjadi " Ucap Samuel.


" Kau belum mengenalinya " Kata Alexi.


" Ya,hubungan kami memang kurang baik " Balas Samuel.


Tintinnn.......


Asik mengobrol,suara klakson mobil terdengar nyaring.


Kedua lelaki itu menoleh dan mendapati Salsa dan Suci sedang bercekcok..


" Bukan aku Yankk,Sucii " Pekik Salsa membela diri.


" Ohh tadi Mama yg suruh " Kata Suci tak terìma.


" Mana ada,kamu yg mencet kok " Balas Salsa kesal.


" Mama yg suruh Pa,tapi aku yg dikorbanin " Pekik Suci dramatis.


" Hadehhh " Gumam Alexi menatap keduanya datar.


Samuel yg melihat aksi berkelahi ibu dan anak itu kembali tersenyum geli.


Ntah siapa yg bersalah,Samuel tak perduli keduanya berhasil membuat lelaki dingin itu menampakkan wajah manis.


" Aku pulang dulu " Kata Alexi pamit.


" He iya Lexm mereka dah cakaran tuh " Sambut Samuel terkekeh.


" Emang gitu,tiap hari malah " Balas Alexi gemas.


" Hahaa rumah mu pasti sangat ramai " Tebak Samuel.


" Bukan main,kadang rasanya aku pengen pindah ke Mars biar tenang " Balas Alexi terkekeh.


Tinttttinnnn...


Suara klakson kembali terdengar nyaring.


" Mamaaa Paaaa "


" Suci Yaaaaankkk "


Pekik ibu dan anak itu tak mengakui.


Alexi menggelutuk gigi kesal,ia malu dengan Samuel tapi apa boleh buat anak dan istriny sangat kompak.


" Hati2 dijalan Lex " Kata Samuel melambaikan tangan.


Alexi mengangguk,lelaki itu pun sedikit berlari menuju mobilnya untuk memberi sedikit ocehan kepada pelaku tak bertanggung jawab.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2