
Riko menatap Citra heran, karna Citra tiba-tiba meninggalkannya tanpa memberinya respon, setelah dia mengatakan bahwa orang yang dia suka adalah dirinya.
Riko mengejar Citra dan langsung menarik tangan Citra sedikit kasar, Citra tertarik ke arah Riko dan hilang keseimbangan, akhirnya.
Buukkk...
Mereka berdua terjatuh, Citra jatuh tepat di atas dada Riko.
Next...
Mereka sekarang sudah duduk di bibir pantai, mereka saling diam-diaman menunggu satu sama lain untuk berbicara.
"Kak Riko beneran suka sama aku?" tanya Citra membuka percakapan lebih awal.
Riko langsung menghadapkan Citra ke arahnya dan menatapnya serius sambil memegang tangan Citra.
"Namaku Riko Permana. Aku orang yang memiliki perangai buruk... mudah berubah suasana hati, egois, tidak mendengarkan siapapun... semua orang tau sifatku. Bahkan mereka tau kehidupan pribadi aku yang tidak pernah ada hubungan dengan perempuan manapun. Aku selalu berfikir bahwa mencintai seseorang itu sangat melelahkan, karna menurutku perempuan itu sangat menyusahkan. Prinsip seperti itu membuat aku lupa bagaimana rasanya mencintai seseorang. Aku bahkan tidak tahu apa itu cinta sampai aku bertemu kamu. Aku juga tidak tahu. apa yang membuat diriku seperti ini. Ketika aku bersamamu aku suka mengganggumu, suka melihatmu marah, suka melihatmu tertawa dan tersenyum.
Setiap kamu meminta aku untuk melakukan sesuatu aku tanpa sadar selalu menurutimu, aku selalu ingin melakukan hal-hal yang membuatmu selalu tersenyum. Karena aku tidak suka melihatmu menangis. Tapi tetap saja, aku sudah membuatmu banyak menangis, bukan?.
Aku juga tidak tahu kenapa, aku merasa tidak nyaman ketika aku melihatmu dengan orang lain. Semua itu diluar kendaliku Sebelum akhirnya aku menyadari perasaanku sendiri, ternyata aku jatuh cinta sama kamu, dan kamu adalah satu-satunya perempuan yang berhasil merubahku." ucap Riko serius.
Setiap perkataan yang keluar dibibir Riko membuat Citra terharu dan berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
Tidak sampai disitu, Riko kemudian mengambil sesuatu di dalam saku celanya, yaitu sebuak kotak kecil.
Riko membuka kotak itu dan mengarahkannya ke Citra.
"Cit, aku bukanlah pria yang sempurna, tapi aku akan berusaha menjadi laki-laki yang selalu melindungimu dan tidak akan menyakitimu. Ucap Riko serius, lalu mengeluarkan cincin itu dan mengarahkan ke jari Citra.
"Cit maukah kamu menikah denganku dan menerima cincin ini. ucap Riko lagi.
Air mata Citra sudah mengalir mendengar perkataan Riko, dia kemudian menghapus air matanya lalu mengangguk yakin, tanda dia menerima Riko.
Riko tersenyum, lalu memasang cincin itu di jari manis Citra, lalu memeluk Citra dengan erat.
__ADS_1
Citra menangis tersedu-sedu di pelukan Riko, Citra berfikir sejenak.
"Tapi kak, kitakan sudah menikah, kenapa kak Riko ngajak aku nikah lagi?" tanya Citra bingung.
Riko melepaskan pelukannya dan menatap Citra.
"Waktu itu kita nikah di rumah sakit, dan yang menyaksikan pernikahan kita cuma penghulu dan orang tua kita, aku mau pernikahan kita yang sekarang ini di saksikan oleh dunia, biar mereka tau kalau kamu itu istriku. dan 1 lagi pernikahan kita yang kemarin hanya atas kehendak orang tua kita, tapi sekarang..
Ucapan Riko terputus saat Citra tiba-tiba menangis histeris.
"Kamu kenapa cit?" tanya Riko khawatir.
"Kak Riko memang selalu tarik ulur perasaan aku, padahal aku udah komitmen, dan sekarang komitemen aku...." ucap Citra sambil menangis.
"Emangnya komitmen kamu apa?" tanya Riko lagi penasaran.
"Komitmen, untuk tidak mencintai kak Riko.
Ucap Citra yang membuat Riko kesal dan langsung menjitak kepalanya.
"Dasar bodoh, komitmen apa itu?" ucap Riko kesal.
"Apa kamu selama ini ngga peka sama perasaan aku, aku udah ngasih kamu perhatian, kasih sayang, dan kamu masih belum peka, dan sekarang bikin komitemen yang tidak masuk akal." ucap Riko mengomeli Citra.
"Bagaimana mungkin aku bisa peka, suasana hati kak Riko selalu berubah, suka marah ngga jelas, perhatian ngga jelas selalu cuekin aku, selalu bikin aku susah..
Citra terus mengomeli Riko karna tidak mau kalah tiba-tiba..
Cupp..
Riko mengecup bibir Citra dan Citra pun terdiam dari omelannya. Citra langsung tertunduk malu dan kembali menggigit bibir bawahnya, Riko memperhatikan itu.
"Aiiiissss." gerutu Riko kesal melihat Citra menggigit bibirnya.
Riko langsung menarik Citra dan langsung ******* bibir Citra, Citra hanya menerimannya.
__ADS_1
Mereka saling ******* bibir di bawah langit malam dengan hiasan kerlap kerlip bintang dan diiringi dengan suara deburan ombak di pinggir pantai yang menjadi latar dari aktifitas mereka.
Next...
Mereka berjalan menuju apartemen mereka, dengan Citra berjalan di depan dengan cepat sambil tertunduk malu, Riko hanya mengikuti Citra dari belakang sambil terus tersenyum melihat tingkah Citra.
Tiba di apartemen Citra segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi, dan mengganti pakaian, sementara Riko sedang menelfon Joen untuk berterima kasih atas bantuannya untuk memberi Citra kejutan.
Beberapa menit kemudian Citra pun keluar dari kamar mandi, Kemudian gantian dengan Riko.
Citra menatap punggung Riko masuk ke dalam kamar mandi dan kembali tersenyum mengingat semua perlakuan Riko kepadanya.
Citra menutup wajahnya karna malu sambil berbaring di tempat tidur, wajahnya memerah karena terus menerus mengingat hal itu.
Beberapa menit kemudian Riko pun keluar dari kamar mandi, setelah berganti pakaian diapun berjalan menuju tempat tidur, dia melirik Citra yang ternyata sudah tertidur, Rikopun merasa kecewa.
"Bagaimana dia bisa tidur di saat seperti ini." gumam Riko kecewa sambil duduk di samping Citra ingin merebahkan badannya.
"Matiin lampu kak." ucap Citra tiba-tiba, Riko melirik Citra beberapa detik yang masih menutup matanya kemudian bangkit untuk mematikan lampu lalu kembali merebahkan badannya.
Citra membuka matanya perlahan lalu melirik Riko yang berbaring di sampingnya.
"Kak Riko serius kan Cinta sama Citra?" tanya Citra menatap Riko serius.
Riko yang tadinya menutup matanya kemudian mendekatkan wajahnya ke Citra.
"Apa kamu masih belum percaya sama aku?" tanya Riko lagi.
Riko menatap mata Citra tajam seolah-olah meyakinkan sesuatu, Citra juga menatap Riko tajam seolah-olah mengerti maksud Riko, Citra pun mengangguk mengiyakan maksud Riko. Riko pun tersenyum melihat respon Citra.
Dia pun memulai aksinya. Maka terjadilah honeymoon yang tertunda.
******
Yahhh bagi Readers yang jomblo sabar yah jangan baper 🙅
__ADS_1
Ok, hari ini hanya up 1 episode dulu, mohon bersabar loop yuu readers 😘