
Selesai dari restoran,Samuel tancap gas pulang menemui istrinya,lelaki itu tidak sendiri ia ditemani sebungkus plastik berisi makanan sehat yang ia pesan saat makan bersama orang tuanya.
Lelaki itu tak bisa makan enak tanpa Winda,ia selalu kepikiran dengan menu santapan sang istri,meski sedikit malu tapi Samuel bersikap masa bodoh saat mendapat cibiran dari Mamanya.
Selama diperjalanan,lelaki itu terlihat santai,ia mendapat pekerjaan lebih baik saat ini,Samuel juga mendapatkan lagi kartu kreditnya yang sudah lama tak terpakai.
Tak tanggung,Zaki memberi uang saku yang cukup fantastic untuk sang cucu meski ia masih marah kepada istri Samuel.
Zaki tak bisa membiarkan cucu lelakinya hidup menderita sedangkan mereka hidup penuh kemewahan.
Zaki juga meminta Samuel tinggal dekat dengan keluarga,tapi Samuel menolak dengan alasan ingin bebas bersama sang istri.
Bukan tanpa sebab,Samuel tak mau Winda mendengar kata2 pedas dari keluarganya apalagi masalah orang tua Winda belum selesai.
" Aku beli es aja kali ya,dia pasti haus " Gumam Samuel saat melihat sebuah grobak pinggir jalan berjualan minuman masa kini.
Lelaki itu menepikan motornya dan memesan minuman.
" Winda suka apa ya ?" Gumam Samuel bingung.
Ada banyak varian rasa tertulis disana,tapi lelaki itu bingung ia harus memesan yang mana karna Samuel baru kali ini membelikan sesuatu dipinggir jalan.
" Mau rasa apa Kak ?" tanya si gadis penjual.
" Biasa cewek suka apa ?" Tanya Samuel tenang.
" Hah hm selera sih Kak,ada banyak nih " Jawab si penjual menunjuk tulisan.
" Winda suka pink,orange,apa hijau ya ?" Gumam Samuel bingung.
Si gadis menunggu jawaban Samuel yang masih menebak nebak sendiri.
" Bentar ya telfon dulu " kata Samuel mundur.
Si gadis mengangguk tersenyum.
Samuel mengambil hapenya dan mencari nama Wife disana.
Tak lama panggilan tersambung,pria itu menunggu diangkat dengan wajah tenang.
" Halo " Sapa seseorang diseberang.
" Halo,sayang kamu suka warna apa ?" tanya Samuel cepat.
" Hah warna ?" tanya Winda kaget.
" Iya,suka warna,merah,ijo,orange apa ungu ?" Tanya Samuel.
" Maksud kamu apa Sam ?" tanya Winda bingung.
" Pilih aja salah satu dari mereka " Jawab Samuel gemas.
" Em aku suka merah muda,kamu lagi dimana ?"
" Oke,bentar lagi aku pulang " Jawab Samuel dengan cepat mematikan hapenya.
Pria itu menaruh lagi hape di suka dan menegur penjual.
" Red Velvet Mba 1 " Ucap Samuel tenang.
" Oke " Jawab Penjual paham.
Samuel duduk dikursi tunggu,lelaki itu melihat kiri kanan grobak.
Menikah dengan Winda benar2 penuh kejutan,lelaki yang dulunya gengsi belanja pinggir jalan kini harus mengantri demi mendapatkan secangkir minuman.
Samuel belum bisa membawa Winda ketempat bagus karna perekonomian mereka saat ini sedang kacau balau.
" Tidak seburuk yang aku pikir " Gumam Samuel menganguk angguk.
Beberapa menit kemudian,pesanan selesai Samuel mengeluarkan uang 20 ribu membayar minumannya dan lelaki itu kaget masih mendapat kembalian.
__ADS_1
" ini gak ada pengawetnya kan ?" tanya Samuel ragu.
" Gak Kak,ini udah Bpom " Jawab penjual tersenyum.
" Kenapa harganya murah ?" tanya Samuel mengernyit.
" Memang segitu harganya " jawab Penjual terkekeh.
Samuel ber Oh ria dan menerima kembalian,saat berbalik badan ia berpapasan dengan seorang pria yang mengenakan seragam kuning keemasan.
Keduanya saling melihat dengan wajah terkejut.
" Sam "
" Jo "
Ucap keduanya bersamaan.
" Lo kenapa ada disini ?" tanya Jonathan bingung.
" Beli minuman " Jawab Samuel tenang.
" Lo belanja ?" tanya Jo melotot.
" Menurut lo ?" tanya Samuel memasang wajah datar.
" Lagak lo Sam,dulu gue ajak beginian lo nolak abis " Kata Jonathan terkekh.
" Berisik gue mau pulang " Balas Sam cuek.
" Eh sekarang lo tinggal dimana ? Winda apa kabar ?" Tanya Jo cepat.
" Baik " jawab Samuel menggantung es istriny di motor.
" Gue kangen Winda,boleh gak nanti gue main ketempat lo ?" tanya Jonathan tersenyum.
" Buat apa ? gak usah merusak rumah tangga gue " Jawab Samuel menohok.
" Gue cabut,bye " Jawab Samuel langsung melaju.
Jonathan terdiam dengan wajah bingung.
" Maksud Sam apa ?"
Drt drt...
Hape lelaki itu bergetar,Jonathan membuka saku jaketnya dan terdiam melihat nama dilayar.
" Apa dia sudah tau ?" Gumam Jo mendapati nama Naya disana.
" Huuufttt jika Sam sudah tau,aku akan sulit bertemu Winda " Lanjut Jonathan menghela nafas.
Pria itu mematikan panggilan dan memesan minumannya karna sudah haus.
Terbesit rasa bersalah dalam diri lelaki itu,Jo tau tindakannya sangat merugikan sang sahabat tapi pesona Naya tak bisa ia tolak,Jo masuk terlalu dalam membuat ia sulit melepaskan kekasih sahabatnya sendiri.
Dirumah,Winda masih diam melongo melihat nama sang suami dilayar hape.
Winda bingung kenapa Samuel menelfon hanya untuk menanyakan warna kesukaannya saja,padahal sebelumnya mereka tak main tebak2an.
" Sam kenapa ya ? apa dia frustasi sama masalah ini ?" gumam Winda menebak.
" Gak,suami ku gak mungkin gila Sam pria yang kuat mental " Kata Winda menggeleng cepat.
Karna masih lelah,wanita itu memilih berbaring lagi.
Sejak operasi,Winda sering cepat kelelahan ia juga harus minum air yang banyak agar tak dehidrasi yang akan membuatnya sakit kepala dan berujung demam.
Hampir ketiduran,tiba2 pintu rumah diketuk dari luar.
Winda kembali menghela nafas,matanya sangat mengantuk tapi ada saja yang menganggu tidur siangnya.
__ADS_1
Dengan malas Winda bangun dan mengintip dijendela.
" Astaga " Ucap Winda kaget.
Terlihat diluar rumah berdiri sepasang suami istri celingak celinguk melihat rumahnya.
" Kenapa Kakek dan Nenek ada disini ?" Gumam Winda bingung.
Tok tok....
Pintu kembali diketuk,Winda langsung mundur kaget dan menabrak meja.
" Aduhhhh " ringis Winda memegang pinggangnya yang terkena ujung rancung.
Tok tok...
" Windaaaa " Panggil sang kakek.
" I iya " Jawab Winda meringis merasa sangat ngilu.
Wanita itu berjalan terseret membuka pintu rumah.
" Winda !" Pekik sang Nenek terbelakak.
" Kamu kenapa ?" tanya Risa panik melihat cucunya kesakitan.
" Kena meja " Jawab Winda merasa ngilu.
" Ayo duduk " Ajak Papa Malvin memapah sang cucu.
Secara bersamaan,seorang pria memarkirkan motornya didepan rumah.
Lelaki itu masuk membawa beberapa makanan dan terdiam diambang pintu melihat sang istri meringis.
" Winda " Pekik Samuel terbelakak.
" Sam " panggil Winda lirih.
Samuel berjalan cepat dan mendorong Kakek Nenek Winda dengan kuat.
" Auuu " Pekik Risa terjatuh kelantai.
" Sam " Kata Winda kaget.
" Mau apa kalian kesini hah,masih belum puas menyakiti istri ku !" bentak Samuel emosi.
" Sam !" Tegur Winda menarik tangan suaminya.
" Pergi dari sini !" Usir Samuel geram.
" Samuel,ini tidak seperti yang kamu pikirkan " Kata Papa Malvin mencoba menenangkan lelaki itu.
" Tidak apa ! kau tidak lihat Istri ku kesakitan !" Bentak Samuel memapah Winda yang masih merasa sakit di tempat ia dioperasi.
" Tenanglah Nak " kata Risa membujuk.
" Pergi!!! jangan menambah masalah kami !" Bentak Samuel tak mau tau.
" Pa " Tegur Risa berkaca kaca.
" Sam,kami ini keluarga Winda kau harus sopan !" Kata Papa Malvin mulai tersulut.
" Aku suaminya,aku lebih berhak atas Winda daripada kalian !" ucap Samuel pedas.
Tes...
Air mata Risa dan Winda jatuh bersamaan,Winda bukan merasa sakit melainkan terharu dengan ucapan tegas Samuel yang mengakui dirinya,bedahal dengan Risa yang seperti di tancap anak panah dengan kata2 kasar sang cucu menantu.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1