Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
310


__ADS_3

Sore menjelang malam,Alexi dan Winda masih berada dikawasan pantai menikmati senja yang kemerahan.


" Disini enak ya Lex,tenang " Ucap Winda tersenyum.


" Iya " jawab Alexi.


" Kalo ntar kamu pergi ? aku sama siapa Lex ?" tanya Winda menoleh.


" Ha mkasud kamu ?" tanya Alexi.


" Aku udah denger kamu bakal pergi juga nemuin mantan istri kamu " Jawab Winda tersenyum getir.


" Kamu tau dari mana ?" tanya Alexi.


" Kenapa kamu gak ngomong sebelumnya sama aku ?" tanya Winda tanpa menjawab pertanyaan Alexi.


" Aku gak mau bikin kamu sedih " jawab Alexi mengusap kepala Winda.


" Dengan kamu tiba2 pergi nanti aku bakal lebih sedih,cuma kamu temen aku Lex " Kata Winda mulai menangis.


" Apa kamu memang gak punya temen dirumah ?" tanya Alexi.


" Paling tetangga dan teman sekolah dulu tapi hanya temen jarang doang,aku gak punya sahabat untuk berbagi suka duka " Jawab Winda.


Alexi diam menatap manik gadis itu dalam,sebenarnya Alexi juga berat harus meninggalkan Winda yang selama ini bersama nya,tapi Alexi juga tak tega kepada Salsa yang sedang sakit.


" Aku gak lama kok Win " Kata Alexi menenangkan.


" Tapi tetap aja kamu bakal pergi " Rengek Winda.


" Kan sebentar doang " Balas Alexi gemas.


Winda mengkrucut dan turun dari batu.


" Mau kemana ?" Tanya Alexi.


" Main air " Jawab Winda.


" Udah mau malam nih,pulang yuk " Ajak Alexi.


" Bentar Lex,air nya jernih tuh lihat banyak ikan2 kecil " Kata Winda heboh.


" Mana ?" tanya Alexi kepo.


" Makanya sini dulu " Ajak Winda gemas.


Alexi membuka sepatunya dan turun,Winda mengangkat tinggi celananya lalu masuk kedalam air.


" Waah pada ngumpul " Kata Alexi takjub.


" Kamu jangan berisik nanti ikannya kabur " kata Winda pelan.


" Mereka gak kedengeran Win " Balas Alexi terkekeh.


Winda mulai menunduk mencoba menangkap ikan.


Dari kejauhan seorang pria menatap jauh pasangan yang tadi siang sempat ia lihat.


" Selfi yuk " Ajak sang kekasih mengarahkan kamera ponsel.


" Kamu aja " Balas Samuel tenang.


" Maunya sama kamu " Rengek Naya manja.


Samuel bukannya bergaya malah bangkit dari duduknya.


" Ayo pulang " Ajak lelaki itu datar.


" Foto dulu sayang " Rengek Naya.


" Ya udah sekali aja ya " Kata Samuel mengalah.


Naya mengangguk,keduanya pun berselfi ria.

__ADS_1


Pasangan itu pun berjalan kearah parkiran dan pergi dari sana.


Malam harinya,Winda memberikan hadiah kepada Serkan sebagai salam perpisahan,gadis itu memeluk lama pria yang sudah ia anggap Kakak sendiri.


" Jangan nakal ya,harus nurut sama Mama Papa " Ucap Serkan mengusap kepala Winda.


" Hm " Jawab Winda mendongak.


" Dipake ya Kak jam nya,walaupun gak mahal tapi itu hadiah termahal aku buat orang hehe " kata Winda cengengesan.


" Haha iya " Jawab Serkan tertawa geli.


Histi dan Alexi hanya menonton saja kedekatan mereka berdua.


Histi tak cemburu kepada Winda yang begitu dekat dengan suaminya karna Histi tau bagaimana posisi gadis itu dalam hidup suaminya.


Mereka mengobrol hangat,Serkan melepas jam yang ia pakai dan memakai hadiah dari Winda,Winda terlihat sangat bahagia berkumpul bersama anak2 Romi tsb.


Kebesokan paginya Serkan dan Histi sudah memasukkan semua barang2 mereka kedalam mobil.


" Apa lagi yang tertinggal ?" Tanya Serkan kepada Histi.


" Hm ada sih " Jawab Histi.


" Apa ?" tanya Serkan menyelipkan dompet kedalam saku celana.


" Rumah " Jawab Histi cengengesan.


Serkan menatap datar istrinya yang mencoba melawak.


" Becanda sayang hehe serius amat sih " kata Histi mencubit perut Serkan.


" Ayo cepet " Ajak Serkan berjalan duluan.


Histi mengangguk patuh dan mengikuti langkah suaminya.


Keduanya pun langsung berangkat meninggalkan rumah yang beberapa hari ini membuat keduanya begitu dekat.


" Jangan nangis dong " kata Serkan mengusap kepala Histi.


" Kan kemarin udah " Jawab Serkan.


" Mau lagi " jawab Histi.


" Kalo kesana kita harus putar balik sedangkan kita dikejar waktu " Ujar Serkan melihat jam.


" Ya udah " Jawab Histi pasrah.


" Kerumah Kakek kamu aja ya,searah " Kata Serkan tak tega melihat wajah lesu Histi.


" Beneran ?" tanya Histi semangat lagi.


" Hm " Jawab Serkan mengangguk.


Histi ber Yes ria dan meminta Serkan untuk ngebut.


Keduanya pun langsung menuju rumah kepala Genk keluarga besar Histi.


Seperti biasa,para onty dan keponakan Histi berkumpul disana.


Ana dan Aktam tak pindah dari rumah orang tuanya karna larangan Nisa.


Nenek Histi tak mau rumah besar itu kosong mengingat Nisa dan Reno sudah tua apalagi disana juga ada Antoni yang setiap hari harus dipantau.


Sesampainya disana,terlihat sebuah mobil sudah terparkir didepan pintu rumah untuk mengangkut para anak sultan untuk sekolah.


" Wah2 cepetan sayang " kata Histi heboh.


Serkan menambah laju mobil dan berhenti dibelakang mobil mahal Reno.


Histi langsung turun dan berlari masuk kedalam rumah.


" Kakak " Pekik Azura dari arah tangga.

__ADS_1


" Nenek mana ?" tanya Histi cepat.


" Lagi ngeteh sama Kakek " Jawab Azura.


" Oke " Jawab Histi langsung menuju tempat tongkrongan nenek kakeknya.


" Hay Kak Serkan " Sapa Angel melewati lelaki itu.


" Hay " Jawab Serkan tersenyum.


" Mau pindah ya Kak ?" tanya Angel.


" Hm " Jawab Serkan mengangguk.


Angel ber Oh ria dan mendekati Azura yang masih diatas tangga.


Serkan berlalu menyusul istrinya.


" Lihat tuh lakinya kak Histi,kek kulkas " Ucap Angel mulai gibah.


" Iya,cuek banget " Sahut Azura.


" Bukan main,kamu gak lihat tadi dia jawab cuma hm iya,gitu doang " Kata Angel tak percaya.


" Tapi kenapa Kak Histi bisa cinta gila ya sama tuh cowok ?" Tanya Azura bingung.


" Tau tuh,main dukun kali " Jawab Angel asal.


Pletakkj


Kepala gadis itu langsung mendapat jitakan dari seseorang.


" Dukun2 apaan ?" tanya Aktam berdiri dibelakang kedua gadis itu.


" Papa " Ucap Azura terbelalak.


" Pagi2 tuh baca doa,zikir, bukan gosipin orang " Cibir Aktam.


" Hehe,gak kok Om,kita cuma menyampaikan pendapat aja " Kata Angel ngeles.


" Hehe Iya Pa " Sahut Azura membantu saudaranya.


" Dah sana sekolah,belajar yang pinter " Usir Aktam.


" Papa juga dah sana kerja cari duit yang banyak " Balas Azura.


" Ehh " Pekik Aktam dan Angel barengan.


Azura langsung berlari melihat Aktam hampir mengeluarkan biji matanya.


" Hehe permisi Om " Kata Angel membungkuk lalu ikut berlari mengejar Azura.


" Woi kamprettt sini kaliaannnn " Teriak Aktam melengking.


Di dapur,Histi memeluk Nisa dengan erat,gadis itu merasa sangat sedih harus pergi sekarang.


" Kamu baik2 ya disana,jaga diri " kata Nisa mengusap punggung cucu pertamanya.


" Iya Nek,Nenek juga jaga diri ya " Pinta Histi berkaca kaca.


" Tenang aja,urusan nenek mu biar Kakek yang urus " Sahut Reno menepuk dadanya..


" Kakek juga,gak usah banyak gaya rambut udah putih,gigi udah rontok,cucu banyak yang musti diurus " Kata Histi gemas.


" Ehh " Kata Reno kaget.


Serkan dan Nisa menahan senyum melihat Reno dicibir oleh Cucunya sendiri.


" Gak usah ketawa !" Kata Reno kesal melihat istrinya ingin ngakak.


Histi tertawa geli dan menghambur memeluk Reno,memberikan banyak kecupan diwajah tua sang Kakek.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys minta Vote,Like,Coment nya dong biar author semangat up..


__ADS_2