Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
167


__ADS_3

Keseharian Alexi mulai padat,ia bersama Winda mulai membuka usaha yang akan dirintis bersama.


Alexi mempercayakan keuangan kepada Winda dan Yuni.


Sindi sangat setuju anaknya bergabung dengan Alexi karna Winda memang sedang butuh kerjaan.


" Lex,kamu gak makan dulu ?" Tanya Winda melihat Alexi masih menghitung kartu.


" Iya makan aja duluan " Jawab Alexi.


" Hm,aku dah lapar,tangan aku aja sampe gemetaran ini " Kata Winda terkekeh.


Alexi tertawa mengangguk,Sindi pun berjalan keluar mencari makanan.


Yuni tak masak hari ini karna wanita itu menemani Romi mencari tempat grosir yang murah untuk usaha ecek2 sang anak.


Winda berjalan kedepan mendekati warung nasi padang.


" Bu,2 bungkus ya " Ucap Winda kepada ibu berkonde.


" Lauk apa Neng ?" tanya si ibu.


" Ayam " Jawab Winda serentak bersamaan dengan seorang pria memakai masker.


Winda menoleh kaget begitu pun si pria.


" Punya saya lauknya ayam aja Bu,yang sayap ya " Ucap pria itu mengalihkan pandangan.


" Iya " Jawab si Ibu paham.


Winda mundur memberi tempat untuk si pria.


Lelaki itu menatap Winda sejenak lalu mengangkat bahu acuh.


Winda masih menunggu hingga pria tersebut selesai.


" Ini Bu " Ucap si pria memberi uang 100 ribu.


" Sekalian sama cewek itu " Lanjut lelaki itu pelan.


" Yang cewek tadi ?" tanya si ibu mengernyit.


Lelaki itu mengangguk dan berlalu.


Si ibu kembali fokus membungkus punya Winda.


" berapaan Bu ?" tanya Winda mengeluarkan isi kantongnya.


" 30 ribu Neng " jawab si ibu sambil memberi uang kepada gadis itu.


" loh ini apa ?" Tanya Winda kaget.


" Udah dibayar,ini kembalian cowok tadi,dia nya udah pergi " Jawab si ibu.


" Hah udah dibayar ?" tanya Winda kaget.


" Iya " Jawab si ibu memberi bungkusan dan uang lalu kembali melayani tamu lain.


Winda menerima dengan wajah bingung,gadis itu pun keluar dari warung.


" Cowok yang mana ya ? apa dia kenal aku ?" tanya Winda kebingungan


Gadis itu melihat kiri kanan tapi tak ada siapapun.


" Duh balikin kemana nih duit ?" tanya Winda menggaruk kepala.

__ADS_1


Drt drt...


Hape gadis itu bergetar,Winda mengambil hapenya dikantong dan melotot melihat nama Alexi disana.


" Astagfirullah aku ninggalin Alexi sendirian " Gumam Winda teringat.


Gadis itu pun langsung berlari menjauh membawa makanannya.


Saat mendekati ruko Winda melihat seorang bapak2 tua dan anaknya sedang duduk didepan teras ruko menatap orang2 yang berkerumun disana.


" Ya Tuhan Alexi " pekik Winda ketakutan.


Winda berlari kencang dan langsung masuk Ruko.


" Alexi " Panggil Winda menerobos masuk.


Terlihat Alexi sedang duduk mencoba mencari sesuatu.


" Lex ada apa ?" tanya Winda panik.


" Eh kamu dah balik,tuh ada orang beli kartu Win aku gak tau " Kata Alexi memegang tangan Winda.


" Ya ampunn Lexxx,,kamu bikin aku jantungan " Kata Winda menghela nafas lelah.


" Aku kenapa ?" tanya Alexi kebingungan.


" Gak papa,ini makanan kita kamu tunggu bentar ya " kata Winda memberi bungkusan dan uang kepada pria itu lalu melangkah keluar.


" Maaf menunggu Mba,mau beli kartu ya ?" tanya Winda.


" Iya Mba,ada kartu buat ponsel gak ?" tanya Mba2 berpakain rapi.


" Ada,yang mana ?" tanya Winda menunjukkan etalase yang berisi banyak kartu dan voucher.


Alexi sangat beruntung ada Winda yang mau membantu nya,yang menjadi tangan kanannya sekaligus mata untuk Alexi.


Hampir setengah jam Winda melayani konsumen yang tiba2 membludak hari ini.


" Uhh capek " kata Winda menyeka keringat setelah duduk didepan Alexi.


" Capek ya ?" Tanya Alexi menawarkan tisu untuk gadis itu.


" Hm " Jawab Winda tersenyum dan mengelap keringatnya.


" Maaf ya gak bisa bantu layanin konsumen " Ucap Alexi merasa bersalah.


" Gak papa kok Lex,namanya juga kerja pasti lelah " kata Winda ramah.


Alexi tersenyum malu.


" Oh iya Lex,kayaknya hari ini kita lagi hoki deh " Kata Winda mendekati pria itu.


" Hoki kenapa ?" tanya Alexi.


" Tau gak,tadi aku beli nasi padang terus ada cowok yang bayarin punya kita terus kembaliannya diberi ke aku juga " Cerita Winda girang.


" Hah siapa ?" tanya Alexi kaget.


" Gak tau deh Lex,tadi emang ada cowok tapi pake masker jadi aku gak lihat mukanya,kayaknya sih dia " Jawab Winda mengingat.


" Terus hari ini juga toko rame loh,yang beli juga pada nominal besar,aku seneng deh kalo gini,capek aku kebayar rasanya " Lanjut Winda terkekeh.


" Alhamdulillah dikasih rejeki sama Tuhan " Ucap Alexi tersenyum.


" Iya,seneng banget aku Lex " Kata Winda bergelayutan manja dilengan Alexi.

__ADS_1


Alexi tertawa mengusap lembut rambut gadis itu.


Winda terlihat sangat ceria,memang gadis itu jarang bersedih,Winda pandai dalam menyimpan perasaan.


" Ya udah makan dulu yuk biar kuat kerjanya " Ajak Alexi semangat.


" Hm,bentar aku mau kedepan dulu " Kata Winda teringat sesuatu.


Alexi mengangguk dan meraba makanannya sedangkan Winda berjalan kedepan.


Terlihat bapak2 dan anaknya tadi masih disana.


Cuaca sangat panas membuat kerongkongan terasa kering.


" Pak,ini ada sedikit rejeki dari si Fulan " Ucap Winda tiba2 menaruh uang kembalian tadi ditangan lelaki yang sedang menggosok punggung anaknya.


Bapak itu kaget melihat Winda.


" Diterima ya Pak,mohon doanya biar si Fulan dimudahkan urusan dan rejekinya " Ucap Winda tersenyum malu.


" Oh iya Neng,makasih banyak " Kata si bapak menerima uang itu.


" Alhamdulillah Neng hari ini bisa makan,anak saya udah lapar banget " kata si bapak sedih melihat anak perempuannya tertidur dengan perut lapar.


" Iya Pak " Jawab Winda tersenyum.


Gadis itu pun kembali masuk mendekati Alexi yang sudah mulai makan.


" Dari pada uangnya aku pake,mending kasih orang yang membutuhkan saja " Gumam Winda tersenyum.


" Ayok Win " Ajak Alexi merasa ada sahabatnya disana.


" Yoii " Jawab Winda semangat.


Keduanya pun makan dengan lahap sesekali mengobrol tentang perjalanan mereka hari ini.


Ditempat lain,seorang wanita bekerja dengan giat.


Salsa tidak menghubungi lagi orang tua Alexi,gadis itu sudah merasa malu dan tau diri.


Salsa tidak ingin keluarga Alexi merasa risih dengannya,bahkan uang yang dikirimkan Romi untuk biaya sekolah Salsa,gadis itu tabung.


Salsa membayar kebutuhan sekolahnya dengan uang hasil bekerja yang kini ia lakukan siang malam.


Salsa merasa tak pantas lagi menerima semua perlakuan baik Romi kepadanya,gadis itu berencana akan benar2 melupakan Alexi dan semua masa lalu.


" 2 cup Coffe " Ucap seorang pria bule melihat Salsa.


" Yes Sir,wait a minute " Jawab Salsa tersenyum.


Lelaki dewasa itu mengangguk dan berjalan mencari tempat duduk.


Salsa bergerak dengan lincah membuatkan coffe untuk lelaki itu.


Meski baru pulang kuliah dan sangat lelah tapi gadis itu masih semangat mencari pundi2 uang.


Ting...


Hape Salsa berbunyi,gadis itu mengintip sedikit dan tersenyum melihat nama dilayar.


" Ahhh dia mood banget sih " Gumam Salsa tersenyum geli.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2