
Next Rumah Riko
Citra terlihat sibuk membuat sarapan di dapur rumah Riko, karna dia dan Riko sudah kembali semalem dari rumah mertuanya.
Sekarang sudah pukul 7.30, setelah Citra membuat sarapan dia segera berlari menuju kamarnya untuk mandi, karena hari ini dia ada kuliah pagi pukul 8.30.
Sementara Riko hari ini tidak ke kantor, hari ini dia ingin ke kampusnya untuk bertemu dengan dosen pembimbingnya untuk konsultasi mengenai persiapan wisudanya.
Riko yang sudah siap-siap dengan pakaian santainya ala anak kuliahan berjalan menuju dapur untuk sarapan.
Setelah di dapur, Riko tidak melihat Citra dia hanya melihat sarapan di atas meja.
Tanpa basa basi Riko langsung duduk lalu menyantap sarapan itu tanpa menunggu Citra.
Citra yang sudah selesai bersiap segara menuju dapur untuk sarapan. Sampai di meja makan Citra menatap Riko yang sedang makan dengan ekspresi datarnya dan Riko hanya melirik Citra dengan wajah datarnya.
Citra kemudian duduk di depan Riko lalu memakan sarapannya.Di meja makan itu tidak ada yang sama sekali saling tegur hanya suara gemercik alat makan yang menjadi latar dari suasana dingin di meja makan itu.
Sejak kejadian kemarin mereka bukannya baikan malah tambah musuhan. Citra masih kesal dengan perbuatan Riko kemarin karna Riko belum minta maaf. Sementara Riko merasa di sangat kesal dengan Citra karna usahanya tidak dia hargai.
Padahal Citra tidak tau usaha Riko dan Riko tidak memberi tahu Citra tentang usahanya kemarin. Uhhh susahnya hubungan mereka 😪.
Mereka makan sambil saling melempar tatapan dingin.
"Dia fikir dia siapa, seenaknya mempermainkan perasaan orang." batin Citra menatap Riko sinis.
"Dia fikir dia se istimewa itu harus di bujuk." batin Riko juga menatap Citra sinis.
"Hmmm.." gumam mereka bersamaan sambil memalingkan wajah mereka masing-masing.
Setelah sarapan Riko langsung meninggalkan Citra menuju kampus, sementara Citra hanya melihat Riko meninggalkannya.
Setelah sarapan Citra lalu mencuci piring, kemudian bergegas menuju kampus dengan menggunakan sepeda motor milik Riko, yang di kendarai pak cecep semalam dari rumah orang tua Riko.
Riko menyuruh Citra untuk mengendarai motor sendiri, agar Riko tidak harus selalu anterin Citra pulang balik kampus dan juga supaya mereka ngga satu mobil. Pikir Riko.
Next.
Setelah kuliah Citra selesai, Citra berniat ingin segera pulang karna hari ini kuliahnya hanya 1 sementara kuliah yang lain dosennya ngga masuk, karna memang ini awal-awal semester jadi perkuliahan belum begitu aktif.
Citra berjalan menuju parkiran, tiba-tiba Citra dikejutkan dngan sapaan Mita yang datang bersama Kevin ke kampus.
Citra menatap ke arah Mita dengan heran.
"Kamu kuliah disini juga?" tanya Citra.
"Bentar lagi.." ucap Mita.
"Maksud kamu apaan?" tanya Citra bingung.
"Maksud aku,, aku belum kuliah disini, tapi bentar lagi aku kuliah disini." ucap Mita yakin tersenyum ke arah Citra.
"Cit, kuliah kamu udah selesai?" tanya Kevin tiba-tiba.
"Iya, baru aja selesai Vin." ucap Citra datar.
"Lo temenin dia yah,, gue ada kuliah, gue duluan." ucap Kevin canggung dengan Citra karena Kevin masih mengingat pesan Citra waktu itu.
Citra hanya mengangguk mengiyakan permintaan Kevin, lalu Kevin pun meninggalkan mereka di parkiran menuju kelasnya.
"Cit,, temenin aku keliling kampus yah,, aku penasaran." ucap Mita antusias.
"Ya udah, kita kesana." ucap Citra, kemudian mereka pun pergi untuk tur kampus.
Citra mengajak Mita berkeliling di perpustakaan kampus.
"Kita ngapain kesini sih Cit." gerutu Mita kesal.
__ADS_1
"Tadi kan lo pengen tur kampus, yah gue temenin lo kesini keliling perpus." ucap Citra santai.
"Iihhhhh Cit,, ngga ada tempat lain apa selain di perpus, contohnya di lapangan basket gitu, siapa tau aku bisa bertemu Riko disana." ucap Mita berharap.
"Kak Riko ngga ada disana." ketus Citra refleks.
"Kamu tau dari mana?" tanya Mita penasaran.
"Tau ahhh,," ketus Citra meninggalkan Mita. Mita kemudian mengejar Citra.
Mereka berkeliling di antara rak-rak buku di perpus, tiba-tiba Citra dan Mita bertemu Indah yang sedang mencari buku.
"Indahhh.." sapa Mita tersenyum menatap Indah.
"Ehh, Mit kamu ke kampus sama siapa?" tanya Indah sambil melirik Citra sekilas.
"Tadi aku ke kampus bereng Kevin, terus aku ketemu Citra di parkiran, ya udah aku bereng Citra, soalnya Kevin lagi ada kuliah." ucap Mita.
"Orang tua kamu udah setuju, kamu kuliah disni?" tanya Indah lagi.
"Kak Romi udah mengurus semuanya." ucap Mita antusias.
Mita menyadari ada kecanggungan antara Indah dengan Citra.
"Mereka berdua kenapa?" batin Mita curiga.
"Ehh,, kita ke kantin yuk,, aku laper nih." ucap Mita lalu menggandeng lengan Indah dan Citra. Kemudian Mita menyeret mereka.
"Aku ngga bisa ikut Mit, aku lagi nyari referensi untuk ngerjain tugas aku." keluh Indah berusaha menarik tangannya dari Mita.
Tapi Mita tidak menghiraukan keluhan Indah dan Citra dia tetap menyeret mereka.
"Tunjukin jalan menuju kantin." gerutu Mita.
Next.
Setelah bertemu dengan dosennya, Riko kemudian melangkahkan kakinya keluar dari gedung fakultasnya menuju parkiran untuk kembali ke kantornya.
"Rik,..." sapa Doni.
"Ehh Don.." respon Riko menatap Doni.
"Lo ngapain di fakultas?" tanya Doni bingung.
"Gue tadi ketemu sama dosen pembimbing gue." ucap Riko.
"Ohhh,, terus lo mau balik gitu aja?" tanya Doni dan Riko hanya mengangguk.
"Bentar dulu Rik, kita ke kantin disana udah ada Arman dan Anton, kita udah lama ngga kumpul bareng Rik." ucap Doni lalu merangkul pundak Riko.
"Arman udah datang?" tanya Riko.
"Iya.." ucap Doni, kemudian mereka pun menuju kantin.
"Ya udah." ucap Riko lalu mereka berdua menuju kantin.
Sampai di kantin Doni mencari-cari Anton dan Arman.
"Ahh itu mereka.." ucap Doni melihat ke arah Anton dan Arman yang ternyata mereka sedang bersama Citra dan teman-temannya.
Riko melihat ke arah yang Doni lihat, dia enggan kesana, karena di sana ada Citra, tapi Doni menariknya pergi bersamanya dan Riko hanya pasrah.
"Kalian disini." sapa Doni tiba-tiba kepada mereka, dan semua menatap ke arah Doni dan Riko. Citra menatap Riko sekilas.
"Kak Riko ngapain disini." batin Citra.
Mita menatap Riko tanpa berkedip, dia tidak percaya kalau akhirnya dia bisa bertemu dengan Riko.
"Ehh,, lo disini juga Rik,, duduk, duduk." ucap Anton lalu menarik kursi untuk Doni dan Riko lalu mereka pun duduk.
__ADS_1
"Ehh Rik,, kenalin, ini Indah anak fakultas hukum, ini Mita katanya dia ngga lama lagi pindah kuliah disini, dan ini...
"Citra..." ucap Anton antusias memotong pembicaraan Doni.
Doni hanya menghela nafas dengan kasar saat perkataannya di potong Anton. Riko tidak ada respon sama sekali, teman-temannya merasa tidak enak dengan Citra beserta teman-temannya karna sifat cuek Riko.
"Dan kenali dia Riko,, makhluk paling dingin sekutub utara.." ucap Arman memperkenalkan Riko membuat Citra mendengus menahan tawanya.
Riko menatap tajam ke arah Citra, Sedangkan Citra hanya santai dengan tatapan Riko.
Mereka kemudian berbicara tentang berbagai hal, Anton dan Arman yang memiliki sifat yang humoris kadang membuat candaan yang receh membuat mereka tertawa terutama Citra. Sementara Riko sama sekali tidak perduli dia hanya fokus bermain dengan ponselnya, sambil sesekali menatap Citra dengan tajam saat Citra tertawa.
Citra sama sekali tidak memperdulikan Riko,, baginya bodo amat. Pikir Citra.
"Cit,, biasanya kalau sore kamu kemana?" tanya Anton tiba-tiba dan Riko hanya mendengar.
"Aku di rumah aja kok kak, emang kenapa?" tanya Citra balik merespon Anton hanya untuk memanas-manasi Riko tapi Riko terlihat masih santai dan ngga perduli.
"Pulang dari kampus, kita ke bioskop yuk, kita nonton bareng, di bioskop lagi ada film baru yang tantang hari ini." tawar Anton berharap Citra mengiyakan.
"Humm..." Gumam Citra sok berfikir dan Riko penasaran dengan jawaban Citra, begitupun dengan Anton yang sangat berharap.
"Iya deh, aku mau kak, soalnya aku juga bosen di rumah terus." ucap Citra.
Riko semakin kesal saat Citra menerima ajakan Anton.
Sementara Anton sangat senang karna Citra menerima ajakannya, karna ini kesempatan Anton untuk semakin dekat dengan Citra.
Riko semakin kesal melihat tingkah Anton, tiba-tiba ponselnya begetar dan itu panggilan dari Romi. Riko melirik Citra sebelum mengangkat telfon Romi.
"Kalau dia bisa bikin gue kesal, kenapa gue tidak." batin Riko kemudian mengangkat telfon Romi.
"Halo kak Rani.." ucap Riko antusias.
Semua orang menatap Riko dengan heran karena suara Riko, dia sengaja megeraskan suaranya agar Citra dengar.
Sementara Romi bingung saat Riko menyebutnya Rani.
"Gue Romi Rik,, bukan Rani." ucap Romi bingung.
"Oh, kak Rani mau ketemu di kafe biasa, ya udah aku kesana sekarang." ucap Riko lalu meninggalkan teman-temannya, Riko hanya menepuk pundak Doni tanda dia akan pergi.
Mereka menatap Riko dengan tatapan bingung, sementara Citra sudah mengepalkan tangannya di atas meja karena kesal.
"Wah,,gue ngga nyangka ternyata Riko masih berhubungan dengan kak Rani.." gumam Anton tidak percaya.
"Kayaknya Riko suka deh sama Rani." gerutu Arman.
"Jadi, kak Riko punya hubungan sama perempuan, menurut berita kak Riko ngga pernah punya hubungan satupun dengan perempuan." ucap Mita cemburu.
Anton hanya menaikkan pundaknya tanda tidak tau, lalu dia kembali fokus dengan Citra yang juga terlihat sedang kesal.
"Kita jadi nonton kan Cit?" ucap Anton menegaskan.
"Maafin Citra yah kak, kayaknya Citra ngga bisa soalnya Citra udah janji sama Indah, untuk kerjain tugas bareng, iya kan Ndah." ucap Citra.
Citra kemudian melirik Indah lalu mengedipkan matanya ke Indah, Indah mengerti arti dari kedipan Citra lalu mengiyakan perkataan Citra kepada Anton.
"Ya udah kak, kita duluan yahh,, lain kali aja yah kita nonton." ucap Citra lalu meninggalkan Anton, Arman dan Doni. Indah dan Mita juga mengikuti Citra.
Anton kecewa dengan Citra, karna tadi Citra menerima ajakan Anton lalu tiba-tiba menolaknya lagi.
"Ternyata Citra itu php juga yah.." gumam Anton kesal.
"Itu karma buat lo, karna lo selalu permainin maba." ketus Doni.
"Apa gue ganti target aja yah,, gimana kalau gue deketin Indah aja, dia kan ngga beda jauh sama Citra dia juga cantik." gumam Anton tapi langsung di protes Doni.
*******
__ADS_1
Ok Readers jangan lupa Like, Coment dan VOTEnya yah, untuk terus mendukung karya Author 🤗