
Histi dan Serkan saling melihat,keduanya sama2 diam.
" Kau ingin berakhir ?" tanya Serkan pelan.
Histi kembali menangis dan ingin turun tapi Serkan menahan pinggangnya.
" Jawab aku ?" pinta Serkan mengendus rambut Histi.
" Kau bertanya seolah aku yang salah " Jawab Histi menitikkan air mata.
Serkan kembali menatap Histi dan tersenyum kecil.
" Apa kau mencintai ku ?" tanya Serkan nanar.
" Jika aku tak mencintai mu untuk apa aku susah payah seperti ini " Jawab Histi gemas.
Serkan kembali tersenyum dan mengecup pipi Histi.
" Aku tau ini mungkin menyakitkan dan sukar untuk diterima,tapi itu hanyalah sebuah kemungkinan saja " Jelas Serkan.
" Kau juga menyukai gadis itu ?" tanya Histi menatap manik Serkan.
" Ya aku menyukainya..
" Ap...
" sebagai teman " Potong Serkan tersenyum.
Histi terdiam mendengar lanjutan Serkan.
" Aku sudah punya kamu,walaupun kamu banyak kekurangan tapi kamu membuat aku bahagia,hidup aku sedikit berwarna sejak kamu hadir dalam hidup ku " Ucap Serkan mengusap pipi gadis itu.
Histi menunduk dalam.
" Walaupun itu permintaan Mama,aku tau Mama ingin yang terbaik untuk ku tapi,aku juga ingin menentukan pilihan sendiri,aku ingin menemukan kebahagiaan ku " Lanjut Serkan tegas.
" Jadi kau menolak gadis bercacar itu ?" tanya Histi hati2.
" Dia bercadar bukan bercacar " Kata Serkan gemas.
" Aku salah ucap " Balas Histi menunduk.
" Jadi bagaimana ?" Tanya Histi masih kesal.
" Ya,walaupun dia sebenarnya sangat cantik " Jawab Serkan mengulum senyum
" Dasar buaya darat !" Kata Histi menabok muka Serkan.
" Hahahaha " Serkan tertawa menahan tangan gadis itu.
" Aku bisa lebih cantik dari nya " Kata Histi tajam
" Benarkah ?" tanya Serkan tak percaya.
" Ya,aku juga bisa bercadar kayak gitu " Jawab Histi tegas.
" Bukan hanya menutup aurat saja,tapi iman juga " Kata Serkan lembut.
Histi mengangguk,gadis itu langsung menghambur memeluk Serkan merasa sangat bahagia dan lega.
" Makasih udah tetap mimilih bersama gadis jelek ini " Bisik Histi terkekeh.
" Hahahahaha " Serkan tertawa renyah mengusap kasar rambut Histi.
" Tapi kalo Mama kamu tetap maksa gimana ?" Tanya Histi ngeri.
" Ya kamu harus siap kalo aku ajak nikah hari itu juga " Jawab Serkan santai.
" Apa !" Pekik Histi kaget.
" Kalo gak mau ya terpaksa aku sama Sifa lagi " Ujar Serkan santai.
" coba aja kalo berani,aku robohin plaminan kalian !" Ancam Histi tajam.
" Hah " Pekik Serkan kaget.
" Jahat banget " kata Serkan ngeri.
__ADS_1
" Biarin,atau gak aku padamin listriknya biar kalian gelap2an " Kata Histi santai.
Serkan lagi2 terkejut lalu tertawa dengan ancaman gokil gadis itu meski sebenarnya Serkan juga getir karna tau Histi tak main2 dengan ucapannya.
Keduanya pun bisa mengobrol santai dengan candaan kecil,Histi banyak cerita tentang hari2nya.
Serkan pun dengan lapang dada mendengar setiap keluhan sang pacar,walaupun sesekali Serkan ngomel2 kepada Histi yang menurut pria itu tak baik untuk dilakukan.
Histi bisa kembali ceria,gadis itu bergelayutan manja di lengan Serkan seraya menatap langit malam.
Tak terasa sudah setengah 12 malam,Histi masih betah berada di dekapan bahu lelaki itu.
" Gih masuk sana udah larut " Ujar Serkan mengusap kening Histi.
" Aku masih kangen " Rengek Histi manja.
" Aku mau pulang " kata Serkan menghela nafas.
" Nanti " Rengek Histi menolak.
Serkan mendekatkan kepalanya,Histi tersenyum dan menerima kecupan lelaki itu.
Beberapa saat keduanya saling berpautan lembut.
" Kamu bikin aku candu " Bisik Serkan sensual..
Histi menunduk malu mengusap bibir basahnya.
" Huuh dah sana,ntar aku kebablasan " Kata Serkan berdiri merapikan bajunya.
Histi mengangguk dan menyalami Serkan dengan penuh kasih sayang.
" Hati2 " kata Histi melambaikan tangan.
Serkan mengangguk dan berjalan menjauh kearah mobilnya.
Setelah lelaki itu pergi,Histi tersenyum bahagia.
Ia tak menyangka Serkan berani mengambil keputusan yang sama dengan dirinya.
Gadis itu masuk kedalam rumah dengan wajah girang.
Kebesokan hari nya,Serkan menjemput Histi dikampus.
Histi yang tidak tau akan dijemput merasa sangat bahagia melihat Serkan berdiri didepan mobil bersedekap dada seraya memainkan ponsel.
Beberapa gadis terlihat sangat terpesona oleh lelaki itu tapi Serkan cuek saja tak menghiraukan tatapan orang2 kepadanya.
" Sayang " teriak Histi melambaikan tangan.
Serkan mendongak mengenali suara cempreng gadis tsb.
" Cieeee dijemput pacar " Goda Santi terkekeh melihat wajah sumringah Histi.
" Haha iya nih,dia jemput ngak bilang2 " Kata Histi malu.
" Beneran bucin dah kalo gini ceritanya " Kata Santi menyenggol lengan Histi.
" Doain ya semoga pria tampan itu jadi suami aku " kata Histi berharap.
" Hahah iya " Kata Santi tertawa geli.
" Aku duluan ya " Kata Histi bersiap2 untuk lari.
Santi mengangguk,Histi pun berlari mendekat dan langsung bergelayutan manja dilengan Serkan.
" Kenapa gak bilang kalo mau kesini ?" tanya Histi manja.
" Udah selesai ?" tanya Serkan tenang.
" Hm " jawab Histi tersenyum.
" Ayo " Ajak Serkan merangkul pinggang gadis itu.
" Kita mau kemana ?" tanya Histi bingung.
" Ikut aja " jawab Serkan membuka pintu depan.
__ADS_1
" Mau culik aku ya ?" Goda Histi cengengesan.
Serkan tak menjawab,Histi mengkrucut gemas dengan kecuekan pria itu.
Mereka pun langsung melaju meninggalkan area kampus.
" Sayang " Panggil Histi menghadap Serkan.
" Hm " Jawab Serkan menoleh sebentar.
" tumben jemput aku,biasanya gak pernah " Kata Histi penasaran.
" Kamu gak suka ?" tanya Serkan.
" Bukan gitu,cuma ya aneh aja " Jawab Histi.
Serkan tersenyum mencubit gemas pipi gadis itu dengan sebelah tangannya.
Histi mendekati Serkan dan menyender dibahu sang kekasih.
Histi sangat merindukan kedekatan mereka.
" Aku kangen " Rengek Histi manja.
Serkan tersenyum mengusap lembut kepala Histi.
Keduanya diam,Serkan fokus mengemudi sedangkan Histi fokus mengendus aroma tubuh Serkan yang menyegarkan.
" Uhh nyamannya " Gumam Histi memeluk Serkan manja.
Tak lama mereka pun sampai,Histi mendongak melihat mereka tiba disebuah Restoran pinggir laut.
" Kenapa kesini ?" tanya Histi bingung.
" ayo turun " Ajak Serkan.
" kamu mau buang aku disini ?" tanya Histi polos.
" siapa yang mau buang kamu ?" tanya Serkan heran.
Histi cengengesan dan kembali bergelayutan manja.
Keduanya berjalan masuk hingga Kaki Histi berhenti melangkah melihat 2 orang wanita melihat kearah mereka.
" Itu Mama kamu " Bisik Histi pelan.
" Hm " jawab Serkan tenang.
Terlihat Camelia menatap mereka dengan tatapan yang sulit dimengerti.
Sifa yang melihat tangan Serkan menggandeng Histi langsung menunduk.
Gadis itu merasa sedih karna tau Serkan membawa orang lain dalam pertemuan kali ini.
" Assalamualaikum " Sapa Serkan hangat.
" Waalaikumsalam " Jawab Camelia dan Sifa barengan.
Histi menunduk sopan kepada Camelia,gadis itu juga melirik Sifa yang mamakai gamis panjang dengan cadar berwarna pink muda.
" Udah lama Ma ?" Tanya Serkan basa basi.
" Lumayan " Jawab Camelia tenang.
" Duduk " Titah Camelia tegas.
Serkan mengangguk,pria itu menarik kursi untuk Histi yang tiba2 menjadi sangat pendiam.
" Duhhh kenapa Dokter Serkan ajak aku ketemu Mama nya dalam keadaan seperti ini sih,tau gini tadi aku minjem baju Mama buat ngadepin Mertua " Batin Histi menggerutu sendiri.
Gadis itu merasa malu dengan Camelia dan Sifa,2 perempuan itu mengenakan baju gamis dengan jilbab panjang sedangkan dirinya menggukan rok selutut dengan kemeja gulung ditambah Histi baru mengecat rambut dalamnya bersama Angel kemarin..
" Batal kawin dah kalo gini caranya " Lanjut Histi pasrah.
❤❤❤❤
Hay guys mana nih vote,like coment nya ???
__ADS_1