
Malam harinya,Serkan dan Histi kembali membuat gempar rumah Bara.
Zaiva yang berada dirumah sungguh dibuat terkejut dengan kedatangan anak menantunya.
" Ya Tuhan anak ku " Kata Zaiva memeluk Histi dengan erat.
Histi membalas pelukan ibunya dan menangis haru.
" Mama aku kangen " Rengek Histi terus menangis.
" Iya Nak,Mama juga kangen sama kamu " Kata Zaiva ikut menangis.
" Kak Histi " Ucap seseorang dari belakang.
Histi mengintip dan terdiam melihat adik lelakinya menatap dirinya dengan wajah syok.
" Kakak " Pekik lelaki itu berlari memeluk Histi.
" Juna,apa kabar sayang ?" tanya Histi memeluk erat adik kesayangannya.
" Baik Kak,Kakak gimana ?" tanya Juna dengan air mata berderai.
" Baik,kamu gak sekolah ?" tanya Histi mengusap air matanya.
" Aku udah lulus Kak,minggu kemarin Papa jemput aku " jawab Juna tersenyum.
" Ahhh Kakak lupa,maaf ya gak bisa temenin kamu " Kata Histi sedih.
Juna mengangguk tersenyum.
Lelaki itu mendekati Serkan dan menyalaminya.
" Selamat ya Dek " Ucap Serkan tersenyum.
" Iya Bang " Jawab Juna sopan.
" Papa mana Ma ?" Tanya Zaiva.
" Papa masih makan malam sama temennya diluar " Jawab Zaiva.
" Makan malam ? gak ajak Mama ?" tanya Histi mengernyit.
" Mama gak mau ikut " Jawab Zaiva.
" Emang Mama gak khawatir ada perempuan yang ikut sama Papa ?" Tanya Histi.
" Buat apa ? kalo Papa mu gak setia ya udah " Kata Zaiva santai.
" Hah " Pekik Histi melotot.
Zaiva tersenyum dan berjalan kedapur.
" Mama kok cuek ya sama Papa ?" Gumam Histi pelan.
" Kemarin sempat berkelahi Kak " Jawab Juna memberitau.
" Kenapa ?" tanya Histi kaget
" Papa punya sekretaris baru perempuan sexy " Jawab Juna.
" Hah masa ?"
" Iya,Mama awalnya syok sampe Salma nangis " Jawab Juna mengingat.
" Terus gimana ?" Tanya Histi mulai geram.
" Mama aduin sama Nenek,terus ya di exsekusi deh " Jawab Juna terkekeh.
" Exsekusi ?" Ulang Serkan melotot.
" Hm,Nenek datang kesana dan pecat langsung depan Mama dan Papa " Jawab Juna.
" Waw " Ucap Serkan takjub.
" Huh emang enak,lagian Papa gatel banget nerima sekretaris cewek sexy " kata Histi kesal.
" Gak tau tuh,dari kejadian itu Nenek marah besar,Kakek yang gak salah juga kena imbasnya,sampe Om Prito sama Om Aktam juga kena semprot " Kata Juna terkekeh.
Serkan menganga mendengar kehebatan Nenek istrinya itu.
" Huh Nenek Nisa emang the best,pinter banget buat brantasin pelakor " Kata Histi bangga.
" Kalo kamu berani2 selingkuh,liat aja gimana cucunya ini beraksi !" Ancam Histi menghadap Serkan.
__ADS_1
" Kok aku ?" tanya Serkan terbelalak.
" Ya siapa tau mau nyusul mereka semua " Kata Histi garang.
" Ck aku gak gitu lah,emang ada tampang tukang selingkuh gitu ?" tanya Serkan kesal.
" Hehe gak sih,kamu kan setia cinta mati sama aku " Jawab Histi mencolek dagu lelaki itu.
Juna tertawa dan berjalan kedapur.
Serkan memasang wajah merajuk,bukan sekali dua kali Histi memfitnah dirinya dengan hal2 sepele.
" Ayo sini makan dulu " Tegur Zaiva.
" iya Ma " Jawab Histi mendekat.
Tak lama suara seseorang terdengar..
" Hal aaaaaa " Pekik Seorang gadis tak jadi menyapa ibunya.
" Kak Histiiii " pekik Salim kaget berdiri diambang pintu.
" Histi " Ucap Bara sama kagetnya
" Hay " Sapa Histi tersenyum manis melambaikan tangan.
Kedua bocah itu masuk dan langsung memeluk sang Kakak.
" Kakak kapan kesini ?" Tanya Salma mendongak.
" Tadi " jawab Histi tersenyum.
" Aku kangen Kakak " Rengek Salim manja.
" Kakak juga sayang,kalian dari mana ?" tanya Histi.
" Jagain Papa " jawab Salma semangat.
" Hah jagain Papa ?" tanya Histi.
" Hm,perintah dari ibu negara " Jawab Salim menunjuk Zaiva yang sedang membersihkan wastafel.
Histi menoleh dan mengangguk paham.
" Oh jadi ini yang bikin Mama gak khawatir ?" tanya Serkan pelan.
Serkan mengangguk dan melirik Histi lagi yang sedang bercengkrama dengan kedua adik kembarnya.
" Apa kabar Serkan ?" tanya Bara duduk dikursi.
" Baik Pa,Papa gimana ?" tanya Serkan sopan.
" Baik,kenapa gak kasih tau mau kesini ?" tanya Bara.
" Histi mau kasih kejutan " jawab Serkan.
Bara mengangguk mengerti dan melihat putrinya.
" Kak kasih " Kata Histi memberi kode.
" Sekarang ?" tanya Serkan.
" Hm " jawab Histi mengangguk.
Serkan merogoh sakunya dan memberi kotak panjang kepada Bara.
" Apa ini ?" Tanya Bara.
" Hadiah dari Histi Pa " Jawab Serkan.
" kamu kasih Papa hadiah apa ?" tanya Bara melihat wanita itu.
" Mama gak ada ?" tanya Zaiva mengkrucut.
" Bagi dua " Jawab Histi.
Bara dan Zaiva saling melihat dengan wajah bingung.
Karna keduanya lama gerak,Salma yang gemas langsung merebut kotak itu cepat.
" Buka Kak " Ucap Salim kepada kembarannya.
Salma mengangguk dan membuka perlahan.
__ADS_1
Semua orang terlihat sangat antusias menunggu gadis itu membuka kotak.
" Nungguin ya ?" Goda Salma terkekeh.
" Eh bocah cepetan buka " Kata Bara menoyor kepala gadis itu.
" Ihh Papa kdrt deh,laporin nenek nih !" Ancam Salsa kesal.
" Makanya cepet jangan becandaan " gerutu Bara.
" Hisshh sabar napa !" Balas Salma geram.
Bara bersedekap dada tak sabar lagi menunggu.
Salma yang sudah kehilangan mood membuka kotak itu asal hingga menampilkan sesuatu yang membuat matany mengernyit.
" Apa ini ?" Gumam Salma bingung.
" Mana coba Mama lihat " Kata Zaiva kepo.
Salma memberi kotak itu kepada sang ibu.
Zaiva mengambilnya dan terbelalak.
" Histi " pekik Zaiva.
" Iya " Jawab Histi santai.
" Ini beneran ?" tanya Zaiva tak percaya.
" Iya Ma,aku hamil anaknya Pak Dokter " Jawab Histi menggoda.
Serkan bersemu malu dengan ucapan alay istrinya.
" Kamu hamil ?" tanya Bara terbelakak.
" Iya,Papa bakal jadi Kakek2,gak usah kegatelan lagi " Jawab Histi sambil menyindir.
" Ih siapa yang gatel ?" tanya Bara kaget.
Zaiva diam saja melihat kearah lain.
" Haisttt pasti kamu denger berita hoax ya ?" tebak Bara.
Histi mendengus dan kembali makan.
" Aku gak gitu Yankk,ih kamu mah gak percaya banget sama suami " Kata Bara memerahi Zaiva
" Lah salah aku apa ?aku gak ngomong aneh2 sama Histi " Sahut Zaiva.
" Terus siapa yang ngasih tau ?" tanya Bara.
Serkan melirik Juna,lelaki baru lulus sekolah pesantren itu diam memasang tampang polos.
" Udah ah,gak usah berkelahi,Papa besok anterin aku pulang ya Pa " Kata Histi melihat Bara.
" Anter kemana ?" tanya Bara.
" Kekampung lah,tapi gak mau pake mobil,mau pake heli " Jawab Histi.
" Hah " Pekik Serkan dan Zaiva kaget.
" Demi cucu,gak kasihan apa baru seuprit udah diajak goyang gebor dalam mobil " Kata Histi gemas.
" Yank " Tegur Serkan.
" Sama bawa bahan makanan dan peralatan bayi aku nanti " Lanjut Histi tanpa menghiraukan suaminya.
Serkan diam membiarkan saja Histi mau meminta apa kepada Bara.
" Kenapa gak pindah kesini aja ?" tanya Bara heran.
" Gak bisa,aku bakal disana 5 tahun " Jawab Histi.
" Apa !" Pekik Zaiva melotot.
" Iya Ma,kami sudah menyepakatinya dengan pemerintah " Ucap Serkan serius.
" Hm,dan tolong nanti lampu dikampung itu dihidupin biar cucu kalian bisa lihat wajah emak bapaknya kalo malam " Lanjut Histi.
Zaiva dan Bara kembali terkejut begitu pun Juna yang tak menyangka Kakak tercintanya bisa bertahan hidup seperti itu.
Histi terus memberitahu apapun yang ia inginkan,Bara mangut2 dengan permintaan wanita hamil muda itu.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.