
Sudah 2 hari pasangan Winda dan Samuel berada diluar negeri.
Selama itu juga Samuel tak membalas pesan dari Naya,lelaki itu mengabulkan permintaan Winda yang ingin menghabiskan waktu bersama.
Seperti sore ini keduanya berjalan menyusuri ramainya kota Fortugal.
" Udaranya enak ya Sam " Kata Winda menyender dibahu Samuel.
" Kamu suka ?" Tanya Samuel
" Iya,suka banget " Jawab Winda tersenyum.
" Ayo kembali,sepertinya akan turun hujan " Ajak Samuel pelan.
" Aku masih ingin jalan2 " rengek Winda.
" Iya nanti dilanjutin lagi " Kata Samuel tersenyum.
Winda mengangguk tersenyum,mereka pun kembali ke hotel.
Samuel membuka hapenya dan terdiam melihat isi chat.
Winda berbaring diranjang dengan wajah ceria.
" Sam " Panggil Winda melihat Samuel.
Lelaki itu diam melihat isi chat.
" Sam ada apa ?" tanya Winda lagi.
" Mama sudah tau " Jawab Samuel.
" Tau apa ?" Tanya Winda terkejut.
Winda bangun melihat isi chat Samuel.
Pria itu mendapat kiriman 1 foto kertas yang berisi informasi operasi ginjal.
" Ya Tuhan " Ucap Winda menutup mulutnya.
Samuel menoleh kearah wanita itu dengan wajah yang sulit dimengerti.
" Bagaimana ini Sam ?" tanya Winda seketika panik.
Drt drt...
Hape Samuel berdering,keduanya kembali terkejut melihat nama dilayar.
" Mama telfon " Ucap Samuel.
Winda terdiam,wajah ceria gadis itu berubah panik seketika.
" Aku akan mengangkatnya dan kau tenang lah " Ucap Samuel serius.
" Jangan " Larang Winda merebut hape Samuel.
" Kita harus menyelesaikannya Winda " Kata Samuel serius.
" Aku belum siap Sam " Kata Winda berkaca kaca.
Panggilan terputus,Samuel menatap wajah istrinya nanar.
" Mama mungkin sudah tau segalanya " Ucap Samuel.
" Apa mereka merencanakan ini ?" Tanya Winda.
" Aku tidak tau " Jawab Samuel.
Winda terduduk lesu,hilang sudah angan2nya akan hidup bahagia bersama lelaki itu.
Ting...
Pesan masuk diterima,lelaki itu membukanya dan kembali diam.
" Pulang dan tinggalkan gadis itu !" Pesan Lutfia tercetak disana.
Samuel menaruh hapenya di nakas dan memegang bahu Winda.
" Jangan panik,kita akan mengurus ini bersama sama " Kata Samuel serius.
" Papa,Mama " Gumam Winda nanar.
" Mereka akan menjelaskannya "
" Tapi Sam...
" Jangan panik,semua akan baik2 aja " Kata Samuel menepuk bahu Winda.
Wanita itu mengangguk pasrah meski hatinya tak tenang.
Kebesokan harinya,pasangan itu memutuskan untuk pulang.
Perasaan Winda makin tak karuan,orang tuanya tak bisa dihubungi sedangkan Yuni belum menerima kabar terbaru.
__ADS_1
" Winda " Panggil Samuel keluar kamar mandi.
Winda diam berdiri dibalkon kamar dengan baju handuknya.
Samuel menghela nafas berjalan mendekat.
" Kenapa lagi ?" tanya Samuel memeluk wanita itu dari belakang.
" Apa ini akan berakhir ?" Tanya Winda nanar.
" Berakhir bagaimana ?" tanya Samuel.
Winda berbalik badan menatap wajah lelaki itu.
Samuel terlihat sangat segar dan mempesona.
" Aku tidak ingin berpisah Sam " Ujar Winda sedih.
" Tak akan ada perpisahan " Balas Samuel.
" Aku masih ingin bersama mu " Kata Winda memeluk lelaki itu.
Samuel tersenyum menepuk punggung istrinya lembut.
" Kita akan pulang dan menyelesaikan semuanya " Kata Samuel tenang.
" Mama mu pasti akan sangat marah " Kata Winda pelan.
Samuel merenggangkan pelukan mereka dan tersenyum manis.
" Itu keputusan ku,jadi hanya aku yang bertanggung jawab "
Winda diam menatap wajah suaminya.
" Ayo lakukan sebelum pulang " Ajak Samuel tersenyum.
" lakukan apa ?" tanya Winda mengernyit.
" Salam perpisahan " Jawab Samuel terkekeh.
" Maksud mu ?" tanya Winda tak paham.
Lelaki itu diam2 membuka ikatan baju handuk Winda,wanita itu melotot kaget baru ngeh keinginan suaminya.
" Kau sangat nakal " Kata Winda mencubit lengan Samuel.
" Kau juga " Balas Samuel tersenyum.
" Jangan disini Sam " kata Winda menahan dada Samuel.
" Aku ingin suasana baru " Bisik Samuel berat.
Winda bersemu merah,wanita itu mengalungkan tangannya di leher Samuel seraya menahan hujaman dari suami dinginnya.
Saat semua sudah tersalurkan,mereka kembali berkemas dan pulang mengakhiri bulan madu singkat mereka.
Sesampainya dirumah terlihat keluarga besar Samuel berkumpul diruang tamu.
Jantung Winda kembali derdentum hebat,Samuel melangkah dengan tenang membawa koper masuk.
Winda melihat Lutfia,wanita itu menatapnya dengan nyalang membuat Winda semakin takut.
" Duduklah " Ucap Rafael tenang.
Pony bangun mendekati pasangan tersebut.
"Jangan sakiti Winda " ucap Samuel.
Plakkkkkkkk....
Pony menampar wajah istri cucunya dengan keras.
" Nenek !" pekik Twin dan Samuel kaget.
" Dasar gadis kurang ajar tak tau diuntung !" Bentak Pony mendorong Winda hingga terjatuh.
" Windaaa " Pekik Samuel terbelalak.
Winda menunduk dengan air mata berlinang ditambah dengkulnya yang terasa sakit.
" Sudah kau jebak cucu ku sekarang kau malah berbohong !" Bentak Pony geram.
" Nek aku bisa jelaskan " Kata Samuel menolong istrinya.
" Diam kau Samuel !" Bentak Lutfia bangun.
" Ma,ini tidak seperti yang kalian kira " Kata Samuel kesal.
" Jangan kurang ajar Samuel !" Tegur Rafael keras.
Tania dan Tini terdiam mendengar suara besar sang Papa.
" Pa,Ma aku bisa jelaskan " kata Samuel berusaha sabar.
__ADS_1
" Aaaakkkhh sakittt " Pekik Winda menahan rambutnya yang ditarik Pony.
" Ini bahkan tak seberapa sakit dengan yang kau ciptakan Winda !" Bentak Pony.
" Maafkan aku Nek hiks hiks " Winda mulai menangis merasa kesakitan.
" Tega kamu ya bohongin Mama,apa salah Mama kepada mu Winda !" Kata Lutfia tak menyangka.
" Maafin Winda Ma,hiks hiks " Kata Winda terus menangis.
" Kata maaf tak akan bisa membalikkan ginjal Samuel !" Bentak Lutfia geram.
Gadis itu kembali didorong membuat Winda terjatuh lagi.
" Windaaaa " pekik Samuel.
" Jangan dekati perempuan kotor itu !" kata Lutfia menahan Samuel.
" Maaa " Bentak Samuel kesal.
Bughhh...
Lelaki itu mendapat bogeman dari Rafael membuat Samuel tertoleh.
" Hentikan kegilaan ini Sam,dia secara ilegal mengambil ginjal mu dan membohongi kita semua !" Bentak Rafael emosi.
" Pa,Winda tidak melakukannya Pa,ini salah paham Pa " Kata Samuel mencoba menjelaskan.
" Ya dia memang tak melakukannya,tapi orang tuanya melakukan semua itu " Sahut Zaki.
Deg...
Winda tersentak mendengar kata orang tua dari mulut Zaki.
" Kek,aku mohon jangan bawa Mama Papa aku Kek,mereka gak bersalah " kata Winda bersimpuh dikaki lelaki itu.
" Tidak bersalah ? lalu siapa yang bertanggung jawab atas semua ini hah ?" Bentak Zaki emosi.
" Aku Kek,aku yang akan bertanggung jawab,tolong jika ingin membalas,balas lah aku saja jangan orang tua ku hiks hiks " Kata Winda menangis pilu.
" Windaaaa " Ucap Samuel lirih.
Lelaki itu tak bisa menolong karna kedua tangannya di pegang Lufia dan Rafael.
" Mereka sudah menerima balasannya " Ucap Zaki tersenyum miring.
Deg...
Winda tersentak kaget begitu pun Samuel
" Maksud Kakek apa ?" tanya Samuel berontak
" Mereka sudah mendekam dipenjara " Jawab Zaki santai.
" Apa !" Kata Samuel dan Winda bersamaan.
" Usir perempuan kotor ini " Kata Lutfia jijik melihat Winda.
" Ma " Panggil Winda lirih.
" Bi usir dia sekarang !" Bentak Lutfia keras.
Bibi menatap Winda sedih,wanita tua itu tak bisa membela Winda sedikit pun.
Brakk...
Suara pintu terdengar keras saat seseorang masuk dengan paksa.
" Hentikan semua ini !" Bentak Romi emosi.
" Windaaaa " Pekik Serkan dan Alexi terbelalak melihat wanita itu duduk dilantai dengan air mata berderai.
" Kakak.hiks hiks " Tangis Winda pecah seketika.
" Kau !" Bentak Alexi melihat Samuel.
Bugh....
Tanpa tunggu lama gepalan tangan Alexi melesat sempurna di wajah Samuel.
" Sam !" Pekik Lutfia terkejut.
" Bajingan kau Sam !" Bentak Alexi kembali menghajar Samuel.
Seketika suasana rusuh,Winda semakin menangis dipelukan Serkan menatap suaminya dihajar Alexi.
" Kau keterlaluan !" Bentak Romi kepada Zaki.
" Aku sudah menduga kau dalang dari semuanya " Balas Zaki tersenyum miring.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1