Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Sepuluh "TSJC"


__ADS_3

Romi terlihat sedang melakukan panggilan video bersama keempat sahabatnya, Riko, Arman, Anton dan Doni.


Setelah Riko menelfon tadi, Tiba-tiba Romi juga menelfon dengan melakukan panggilan Video. Karna Riko sudah tidak bisa lagi untuk tidur, akhirnya Rikopun mengangkat panggilan Video Romi, hingga akhirnya mereka VC berjamaah.


"Sekarang kegiatan kalian bertiga apa?" tanya Riko kepada Arman, Anton dan Doni.


"Ya biasalah Rik, lo tau kan temen lo ini, setiap libur kuliah, yah pasti nganggur." jawab Arman santai..


"Kalau gue ngga Rik, gue sibuk tidur, makan, tidur dan bernafas." ucap Anton santai membuat semuanya geram dengan perkataannya.


"Lo tuh yah, bener2 stress bin gila. bisa ngga sih lo itu berfikiran sedikit dewasa, sedikit aja." gerutu Arman frustasi.


"Tunggu aja, bentar lagi dia bakalan jomblo lagi. haha." celetuk Doni.


"Itu yang gue harapin, kasihan si Vivi kalau kelamaan menjalin hubungan dengan manusia gila ini." ketus Romi.


"Kalian bener-bener yah, gue tuh gila cuma didepan kalian, tapi saat didepan Vivi gue akan menjadi pria sejati." ucap Anton membela dirinya.


"Kalau Doni gimana? lo ngga ada niat buat balik ke Jakarta?" tanya Riko kepada Doni.


"Gue belum tau Rik, sepertinya bakalan lama deh, baru gue balik ke Jakarta lagi." jawab Doni.


"Loh kenapa? lo udah dapat kerjaan di tanah kelahiran lo?" tanya Romi penasaran.


"Ngga Rom,, gue sama sekali belum mendapat pekerjaan disini." jawab Doni lagi.


"Terus lo ngapain lama-lama di kampung lo? apa jangan-jangan lo mau nikah yah." celetuk Arman.


"Lo bener." jawab Doni tiba-tiba. seketika membuat semuanya terkejut.


"Serius, lo pengen Nikah?" tanya Romi memastikan dan Doni hanya mengangguk pasrah.

__ADS_1


"Kok tiba-tiba sih." ketus Riko.


"Ini diluar kehendak gue. gue minta maaf sama kalian semua, karna pernikahan ini sama sekali ngga direncanakan, dan aku sama sekali ngga tau, nyokab gue lagi sakit parah, dan dia ingin melihat gue nikah sebelum dia meninggal, itu keinginan dia, lalu akhirnya gue dijodohin sama sepupu gue sendiri." jelas Doni terlihat tidak baik-baik saja dan Riko menyadari itu.


"Wahhh, lo hebat yang Don, baru selesai wisuda, eh udah mau nikah aja." ucap Romi antusias.


Tanpa Romi sadari perkataannya didengar oleh Mita yang sudah berdiri tepat dibelakangnya dan terlihat sangat syok mendengar bahwa Doni akan segera menikah.


"Rom, ada Mita dibelakang." ucap Arman yang melihat Mita, seketika Doni membelalakkan matanya saat melihat Mita berdiri dibelakang Romi yang nampak terlihat sangat kecewa.


Romipun berbalik dan melihat Mita yang berdiri mematung dibelakangnya, membuat Romi terkejut.


"Lo kenapa tiba-tiba ada disitu?" tanya Romi heran.


"Aku haus kak, aku mau ke dapur ambil minum." ucap Mita datar.


"Ya udah sono lu." usir Romi, lalu Mitapun melirik Doni dilayar ponsel Romi dengan wajah datar lalu berjalan menuju dapur.


Mata Mita mulai berkaca-kaca dan ingin sekali menangis sekencang-kencangnya karena dia merasakan sangat sakit dihatinya. Mita perlahan berjongkok didepan lemari es lalu meletakkan botol air dan gelasnya dilantai, lalu diapun menutupi wajahnya dengan telapak tangannya dan menangis tersedu-sedu.


Sementara Romi DKK obrolan mereka terus berlanjut dengan pembahasan tentang pernikahan Doni, Mereka terus memberi Doni ucapan selamat, meskipun Doni tidak senang dengan pernikahannya dia tetap menunjukkan wajah bahagianya dengan senyuman yang terpaksa.


"Doain gue nyusul yah." ucap Anton mengharapkan doa dari teman-temannya.


"Ngga ada doa buat lo, mending lo minta doa agar lo wisuda cepet, terus kerja habis itu baru minta didoain nikah." celetuk Riko.


"Yah gue juga maunya gitu Rik, tapi apalah daya otak tak sampai." ucap Anton membela dirinya dengan nada bernyanyi.


"Ngga usah banyak alasan deh, bilang aja kalau lo itu males." ketus Romi.


"Gue bukannya males, gue tuh sebenarnya anak yang rajin dan pandai menabung, cuman untuk sekarang disaat gue lagi libur seperti sekarang, yah gue ngga punya duit, kan duit dari orang tua. Saat kuliah libur, uang bulanan juga libur pastinya." ucap Anton dengan percaya diri membuat semuanya menggeleng frustasi dengan pernyataan Anton yang tidak tau diri itu.

__ADS_1


"Gini aja, dari pada lo itu selalu ngabisin duit orang tua lo, mendingan lo cari kerjaan disaat lo lagi libur." ucap Riko memberi saran.


"Yah gue mau banget Rik, tapi gue harus kerja apa coba." ucap Anton lagi.


"Gimana kalau lo kerja di kantor gue aja, gimana?." tawar Riko.


"Gue mau dong Rik, gue mau jadi asisten lo." celetuk Anton.


"Enak aja, itu posisi gue." protes Romi.


"Cari posisi yang lain, posisi itu udah ada Romi." saran Riko.


"Emang posisi apa yang ada?" tanya Anton.


"Office Boy." celetuk Romi membuat Anton terlihat kecewa dan membuat semuanya tertawa. Tapi tetap saja Anton menerima pekerjaan tersebut, begitupun dengan Arman yang juga bekerja bersama Anton. Arman tadi protes karena Riko hanya menawarkan pekerjaan kepada Anton tidak untuk dirinya, dan akhirnya Rikopun mempekerjakan mereka berdua, lalu panggilan Video berkahir saat Riko mengatakan bahwa dia sudah sangat mengantuk.


Setelah Mita puas menangis dan merasa sudah enakan, Mita kemudian minum lalu berjalan ke westafel untuk membasuh wajah sembabnya.


Setelah itu diapun berjalan kembali menuju kamarnya sambil mengenakan topi hoddienya dan berjalan menunduk agar wajahnya tidak terlihat oleh Romi saat dia melewati Romi nantinya.


Saat Romi bangkit dari duduknya dan hendak untuk kembali kekamarnya, tiba-tiba Mita melewatinya dengan langkah yang cepat, sontak Romi merasa aneh dengan gerak gerik Mita yang berjalan sambil terus menunduk.


Romi langsung mengejar Mita dan langsung menarik topi hoddie Mita membuat langkah Mita terhenti karna tarikan Romi.


Romi langsung berdiri didepan Mita, dengan sigap Mita langsung menutup wajahnya agar Romi tidak melihat wajahnya yang habis menangis.


"Lo kenapa?" tanya Romi penasaran sambil terus menyingkirkan tangan Mita, tapi Mita berusaha sekuat tenaga agar tangannya tidak lepas, begitu pula dengan Romi yang juga berusaha keras menarik tangan Mita.


Perlahan-lahan tenaga Mita hampir habis dan kewalahan dengan tenaga Romi, Mita merasakan sakit ditangannya karna Romi terus menariknya dengan kasar dan itu membuat Mita kesal dan mencari cara agar terhindar dari Romi.


Mita langsung menendang selangkan Romi, dan itu membuat Romi langsung jongkok sambil memegang juniornya dan merintih kesakitan, saat itulah Mita langsung melarikan diri masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


"Mitaaaaaaaaaa..." teriak Romi marah kepada Mita dan Mita sudah tidak perduli lagi.


__ADS_2