
Riko dan Citra sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua Riko.
"Sayang, sepertinya kita akan tinggal di rumah mama selama beberapa hari." ucap Riko sambil fokus menyetir.
Citra yang tadinya mencoba menutup matanya karna ingin tidur, merasa heran dengan perkataan Riko.
"Kenapa kak?" tanya Citra penasaran.
"Iya, soalnya dalam beberapa hari kedepan, aku akan sangat sibuk sayang, aku sibuk di kantor dan sibuk di kampus untuk mengurus tugas akhir aku, karna sebentar lagi kampus akan mengadakan wisuda, nah di saat aku lagi sibuk, aku jadi tidak khawatir sama keadaan kamu, kalau kamu tinggal dirumah mama, kan disana ada mama dan bi Ina yang bakalan nemenin kamu." Jelas Riko.
"Jadi,, kita ke rumah mama ini ngga untuk berkunjung, tapi untuk menginap?" tanya Citra lagi dan Riko hanya mengangguk.
"Kenapa kak Riko ngga bilang dari tadi,, liat kan Citra ngga bawa apa-apa." ucap Citra sedikit kesal.
"Kamu mau bawa apa sayang, pakaian kamu kan juga ada di rumah mama, jadi kamu ngga usah khwatirin itu." ucap Riko lagi.
"Ini bukan soal pakaian kak, tapi soal buku aku kak,, tugas aku,, besokkan aku kuliah, nah kalau aku ngga bawa buku, aku belajar pake apa, terus tugas aku semuanya ada di laptop aku kak, kak Riko ceroboh banget sih." ketus Citra kesal.
Riko baru menyadari jika ternyata istrinya juga kuliah, dan dia ceroboh tidak mengingatkan istrinya sebelum mereka berangkat. Dan Citra sudah cemberut karna kecerobohan Riko yang tidak mengatakan dari awal bahwa tujuan mereka ke rumah orang tuanya adalah menginap bukan berkunjung.
"Aku minta maaf sayang,, tadi aku beneran ngga kefikiran soal itu. jangan marah yah." bujuk Riko.
"Yah haruanya kak Riko ngomong dari awal, waktu kita masih di rumah,, bukan saat di perjalanan kayak gini, kan kalau misalnya aku butuh sesuatu bisa langsung aku ambil, tapi kalau sudah begini, aku butuh laptop dan buku aku gimana." gerutu Citra mengomel lalu kembali cemberut.
Riko melirik wajah cemberut Istrinya.
"Maafin aku sayang, ya udah sekarang kita putar balik." bujuk Riko.
"Ngga usah, ngapain kita putar balik, rumah mama udah deket." ketus Citra lagi dengan wajah cemberutnya.
"Salah lagi." batin Riko frustasi sambil mengacak rambutnya.
*********
"Pah,, kita ke rumah Riko yuk." ajak mama Ayu kepada suaminya yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Ngapain kita kesana mah?" tanya papa Indra yang fokus membaca berita di ponselnya.
"Ihh papa apaan sih,, yah kita jenguk mereka lah,, mama kangen sama Citra pah, udah lama mama ngga ketemu, mama kan pengen tau keadaannya sekarang, apalagi dia lagi hamil." ucap mama Ayu lagi.
"Ngga usah mah,, kalau kita kesana nanti kita malah ganggu mereka lagi." bujuk papa Indra sambil menatap istrinya yang berdiri di sampingnya.
"Kenapa kedatangan kita mengganggu mereka, kan niat kita baik." bantah mama Ayu.
"Iya papa tau,, tapi tetap aja, kalau mama kesana, nanti malah ngerepotin mereka, kemarin kan dokter Wira udah bilang kalau Citra itu harus banyak istirahat karna kandungannya masih lemah. jadi mama ngga usah kesana, nanti mama malah ganggu istirahatnya lagi." jelas papa Indra.
"Terserah papa mau ngomong apa, mama tetap akan kesana, kalau papa ngga mau ya udah biar mama aja yang kesana." ketus mama Ayu lalu meninggalkan suaminya untuk memanggil pak Cecep.
__ADS_1
"Pak Cecep." teriak mama Ayu memanggil pak Cecep yang sedang minum kopi di dapur.
Pak Cecep segera menemui mama Ayu yang memanggilnya.
"Ada apa bu?" tanya pak Cecep saat sudah berada di depan mama Ayu.
"Pak, siapin mobil. Kita akan ke rumah Riko!" pinta mama Ayu, dan pak Cecep hanya mengiyakan.
Mama Ayupun berjalan menuju kamarnya untuk mengambil tasnya. Setelah mengambil tasnya, dia kembali melirik suaminya sebentar lalu membuang muka. Papa Indra merasa heran dengan sikap istrinya.
"Ada apa dengannya." gumam Papa Indra.
Mama Ayu berjalan menuju pintu rumah, tiba-tiba suara klakson mobil mengentikan langkahnya dari luar pagar.
Pak Cecep yang sedang berada dihalaman rumah, segera membuka pintu gerbang, karna Riko sudah sampai.
Mama Ayu memperhatikan mobil yang masuk ke dalam halaman rumahnya dan menyadari bahwa itu adalah mobilnya Riko, dia pun tersenyum saat melihat Citra turun dari mobil, diapun segera menyambut mereka.
Citra yang masih ngambek dengan Riko, tidak memperdulikan Riko.
"Sayaanggg." sapa mama Ayu kepada menantunya sambil menghampiri Citra.
"Mama." ucap Citra manja lalu segera memeluk mertuanya.
"Iya sayang.." ucap mama Ayu.
Riko hanya melihat istrinya yang bertingkah manja dengan mamanya.
"Pasti bakalan ngadu." batin Riko menebak dan itu kenyataan.
"Mah, aku tuh sebel sama kak Riko mah." ucap Citra dengan nada manja.
"Riko kenapa sayang? dia bikin kamu susah." tanya mama Ayu sambil menatap Riko sinis lalu kemudian mereka pun duduk di sofa.
"Gini mah, tadi kan kak Riko bilang mau berkunjung ke rumah mama, yaudah kita kesini tanpa bawa apa-apa, tapi pas di perjalanan kak Riko tiba-tiba bilang kalau kita mau nginap." gerutu Citra.
"Ya apa masalahnya sayang, kamu kan punya pakaian disini, terus apa yang membuat kamu kesal?" tanya mama Ayu penasaran.
"Mah, buku aku, laptop aku, masih ada di rumah dan aku ngga bawa, tugas aku ada disitu mah, dan besok aku kuliah, terus aku bawa apa ke kampus, aku nulis pake apa." celetuk Citra lagi.
Mama Ayu kembali melirik sinis Riko, dan Riko hanya berdehem pura-pura tidak perduli.
"Rik, harusnya kamu itu ngomong diawal sama istri kamu, biar istri kamu siap-siap, kalau kayak gini kan kasihan." ucap Mama Ayu menasehati Riko.
"Iya mah,, Riko yang salah. nanti aku akan ke rumah untuk ambil keperluan Citra." ucap Riko mengalah biar masalahnya cepat selesai.
"Tuh sayang, denger kan?" tanya mama Ayu dan Citra hanya mengangguk sambil terus memeluk mertuanya.
__ADS_1
"Mah, Aku laper." ucap Citra tiba-tiba.
"Kamu belum makan sayang?" tanya mama Ayu. dan Citra menggeleng.
"Riko, kamu gimana sih, istri kamu lagi hamil, dan kamu biarin dia kelaparan." ketus mama Ayu memarahi Riko.
"Tadi aku udah bikinin dia makanan mah, kita udah makan sebelum kesini." bantah Riko membela dirinya.
"Iya, tapi kak Riko hanya ngasih makan cuma roti, kan itu ngga cukup, apalagi tadi kita sarapannya telat, gara-gara kak Riko minta jatah." ketus Citra lagi.
Riko menjadi malu dengan perkataan Citra, dan mama Ayu hanya terdiam tidak bisa berkata apa-apa dengan perkataan Citra yang sangat jujur.
"Rik, kamu itu bener-bener yah, istri kamu masih hamil muda, kamu masih minta jatah. kasihan istri dan janin yang ada di rahim istri kamu." ketus mama Ayu lagi memarahi Riko. Citra pun mengangguk menyetujui perkataan mamanya.
"Dia malah nyalahin aku, jelas-jelas dia juga menikmatinya." gerutu batin Riko kesal melihat istrinya tidak berpihak padanya.
"Mah, aku lapar mah." rengek Citra lagi kepada mama mertuanya.
"Iya sayang,, sekarang kita ke dapur, mama akan buatin kamu makanan yang enak, dan kamu haru makan yang banyak, biar cucu mama sehat." ucap Mama Ayu antusias sambil mereka berjalan menuju dapur, sementara Riko hanya melihat mereka meninggalkannya.
Setelah Mama Ayu dan Citra hilang dari pandangan Riko, Riko kemudian beranjak dari ruang tamu, menuju kamarnya. Tapi saat dia hendak menaiki tangga yang menuju ke kamarnya, dia melihat papanya sedang duduk di ruang keluarga dan papa Indra tidak menyadari kedatangan Riko.
"Pah,, papa lagi ngapain?" tanya Riko tiba-tiba dan membuat papanya terkejut.
"Ehh Rik, kamu kapan datang?" tanya Papa Indra penasaran.
"Baru aja pah, papa lagi ngapain sih, serius banget. sampai-sampai ngga tau kalau aku dateng." ucap Riko sambil duduk.
"Ngga Rik, papa lagi baca berita di Internet." ucap pap Indra dan Riko hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Oh yah Rik,, kamu kesini sendirian,istri kamu mana?" tanya papa Indra penasaran.
"Oh, dia lagi bareng sama mama, dia laper, makanya mama ajak dia ke dapur." ucap Riko dengan wajah malas.
"Ada apa Rik? kamu ada masalah?" tanya papa Indra melihat tampang Riko yang tidak semangat.
"Hum,, ngga kok pah,, Riko cuma pusing aja mikiran Citra yang moodnya selalu berubah." keluh Riko.
"Sabar Rik,, perempuan kalau lagi hamil memang seperti itu, kadang semangat, kadang cuek, kadang manja. mama kamu aja waktu lagi hamil kamu juga seperti itu, tapi tugas kamu hanya perlu sabar mengahadapi dia." jelas papa Indra memberi nasihat.
"Gitu yah pah." ucap Riko pasrah.
"Iya nak,, kalau kamu menuruti ego kamu, dan membuat Istri kamu marah, wahh bisa gawat, imbasnya kamu ngga akan dapat jatah. emang kamu mau, kalau sampai ngga dapet jatah." ucap Papa Indra lagi.
"Emang sampai kayak gitu pah?" tanya Riko panik dan papa Indra hanya mengangguk yakin.
"Wah, ini ngga bisa dibiarin." gumam Riko lalu meninggalkan papanya, menuju mobilnya.
__ADS_1
Riko ingin pulang ke rumahnya untuk mengambil keperluan Citra, tas buku dan laptop Citra, karna Riko tidak ingin kalau sampai istrinya marah dan tidak memberikannya jatah. Padahal papa Indra hanya bercanda.