Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Dua Tiga "TSJC"


__ADS_3

Hari sudah gelap dan Riko masih terlihat sibuk di meja kerjanya. Dia sangat fokus pada layar komputernya sedang mengetik sesuatu. tiba -tiba handphonenya berbunyi..


"Hmm." ucap Riko datar yang masih fokus menatap layar komputernya.


"Rik,, nongkrong yuk,, di kafe biasa, bareng Romi dan Doni?" ucap Anton di seberang telfon.


"Gue sibukk.." ucap Riko datar.


"Ya elaah Rikk,, Sibuk mulu.. kepala lo ngga pusing apa, setiap hari kerja.. sekali-kali tuh otak di istirahatin, biar ngga stress." ucap Anton.


Riko menarik nafasnya kasar, dia merasa perkataan Anton ada benarnya, kepalanya juga sudah mulai pusing terus-terusan menatap layar komputer.


"Ok,, gue siap siap dulu." ucap Riko lalu mematikan telfon.


Riko segera masuk ke kamar mandi. sementara Citra sedang berada di ruang tamu menonton film animasi kesayangannya sambil memakan cemilan, dan tertawa lepas disaat ada adegan yang lucu.


Riko yang sudah siap untuk nongkrong bareng teman-temannya, kemudian turun ke lantai bawah dan melihat Citra sedang menonton film animasi dan tertawa lepas.


"Apa tidak ada film lain.." ucap Riko menatap Citra dingin.


Citra yang menyadari keberadaan Riko, dia kemudian berhenti tertawa, dan segera mematikan tv, karna dia melihat Riko sudah menatapnya dengan tatapannya yang dingin.


"Aku mau keluar, kamu ngga usah masak makanan untukku.." ucap Riko datar lalu meninggalkan Citra menuju garasi.


Citra menatap punggung Riko keluar dari Rumah, lalu Citra menghela nafasnya


"Itu doang,, kirain apaan.. Ganggu orang aja sihh.." gerutu Citra lalu kembali menyalakan tv dan kembali tertawa karna adegan lucu.


Skiipp..


Di kafe sudah ada Anton, Romi dan Doni.. Mereka bertiga menatap Riko yang masuk ke dalam kafe..


"Tuh muka apa dinding sihh datar amat..." gerutu Anton menatap Riko sambil geleng-geleng..


"Luhh berdua enak liat ekspresi itu cuma sekali kali aja,, lah gua tiap hari.." keluh Romi..


"Udahh,, biar bagaimana pun dia itu bos lohh.. ya nggak.." ucap Doni meminta persetujuan Anton..


"Yoiii.." ucap Anton menyetujui..


"Ngomongin apaan sihh,, pasti lagi ngomongin gue.." ucap Riko lalu duduk di samping Romi..


"Iya, kita itu lagi ngomongin ekspresi muka lo yang datar kayak tembok.." gerutu Anton.


Riko sudah tidak perduli dengan perkataan Anton, dia kembali fokus dengan hpnya.. sementara Doni dan Anton menatapnya kesal..


"Rom,, lo udah cek saham kita yang di Malaysia?" ucap Riko tanpa melihat Romi.


"Udah Rik,, dan untung kita banyak.." ucap Romi.


Riko dan Romi fokus dengan hp mereka. Tiba-tiba Anton menarik hp mereka dan meletakkannya di meja.


"Kita itu mau nongkrong, bukan liatin kalian berdua kerjaa..." ucap Anton.


"Selama kita lagi santai, ngga ada yang boleh pegang hp.." ucap Anton lalu mengumpulkan semua handphone di atas meja..


Trinngg..


Handphone Anton berbunyi,, Anton segera meraih handphonenya, kemudian ketiga temannya menatap dia sinis.

__ADS_1


Anton hanya cengar cengir melihat ekspresi mereka..


"Bentar,, gue mau liat siapa tau ini penting.." ucap Anton..


"Belum juga semenit tuh aturan di buat,, udah di langgar.." gerutu Doni..


"Huu dasar ngga konsisten.." ejek Romi.


Riko menatap Anton sinis lalu kembali memainkan ponselnya...


Sementara Anton sudah cengengesan sambil memainkan handphonenya.


"Woyyy,, lo kesambet setan,, tiba-tiba ketawa sendiri.." ucap Doni kesal sambil menyikut Anton..


"Apaan sihh,, lo ganggu aja,, gue lagi chat sama si doi.." ucap Anton..


"Doa doii,, bukannya lo udah putus sama si Susi seminggu yang lalu.. terus itu doi yang mana lagiii..." ucap Romi melirik layar hp Anton..


"Hehe,, belum jadi doii sih,, gue masih pdkt.."" ucap Anton cengar cengir..


"Siapa sihh yang dia maksud?" tanya Romi penasaran sambil melihat Doni.


"Palingan yang dia maksud Citra maba di Fak. Hukum ." ucap Doni..


"Binggo.." ucap Anton sambil mengacungkan jempolnya.


Sementara Riko yang dari tadi hanya menjadi pendengar, terkejut saat nama Citra di sebut oleh teman-temannya..


"Bukannya dia punya pacar yahh.." ucap Doni..


"Maksud lo si Kevin.. Kevin itu bukan pacarnya Citra, mereka hanya teman dari SMA .." ucap Anton..


"Gue akan berusaha supaya Citra Jatuh cinta sama Gue." ucap Anton yakin sambil menaikkan alisnya sebelah dan tersenyum puas.


"KePedean Tingkat tinggi looo, Lo tuh harusnya nyadar Citra itu ngga cocok buat loo, dan 1 lagi hilangin kebiasaan buruk lo yang selalu ngejar-ngejar maba setiap tahun." ejek Doni.


"Gak cocok dari mananya coba,, Citra cantik, baik, manis, imut dan gue ganteng + cowok paling populer di kampus setelah Riko,, dan 1 lagi gue akan ngilangin kebiasaan gue untuk selalu ngejar-ngejar maba setiap tahunnya karna tujuan gue sekarang adalah mendapatkan Citra." ucap Anton penuh penghayatan.


"Lo serius suka sama Citra." ucap Doni heran dan Anton hanya mengangguk sambil tersenyum aneh..


Romi dan Doni hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Anton yang sedang di mabuk cinta.


"Cihh,, apa hebatnya sih perempuan itu.." gumam Riko dalam hati sambil sesekali melirik Anton yang sudah ngga waras.


"Sampai kapan sih kalian ngomongin hal yang ngga penting ini.." ketus Riko menatap sinis Anton.


"Apaan sih Rik,, ini itu penting, ini menyangkut masa depan gue.." bela Anton membalas tatapan sinis Riko...


"Udah udah,, ngga usah tatap-tatapan gitu.. kita pesan makanan sekarang.. lo mau pesan apa Rik..?" ucap Romi melerai mereka lalu memanggil pelayan.


Riko sudah kembali fokus memainkan handphonenya.


"Mbaa,, kita mau pesan,, minta daftar menunya dong.." ucap Romi meneriaki pelayan.


Tiba-tiba mata Romi tertuju ke arah pintu masuk kafe, dia melihat seorang laki-laki menuju kasir..


"Don..." bisik Romi ke Anton sambil menyikutnya.


"Apaan sihhh?" tanya Doni

__ADS_1


"Liat dehh.." bisik Romi menunjuk ke arah laki-laki itu..


"Liat apa sih?" ucap Doni bingung..


"Itu.. yang di kasir.." bisik Romi menunjuk ke arah kasir..


"Haaa,, Alexx ngapain dia disini.." ucap Doni panik .


"Mana gue tau,, wah gawat nih kalau mereka sampai ketemu..." bisik Romi melirik Riko yang sedang memainkan ponselnya.


Romi kembali melirik ke Arah Alex yang mau duduk, tiba-tiba mata mereka bertemu,, Romi segera memalingkan wajahnya..


"Gawat,, dia liat gue.." bisik Romi panik ke Doni..


"Dan sekarang menuju kesini.." bisik Doni..


Doni dan Romi hanya tertunduk pasrah saat melihat Alex sudah berdiri di dekat mereka..


"Ternyata kalian disini juga.." ucap Alex sambil melirik Riko..


Riko menatap ke arah sumber suara dan tatapannya seketika berubah menjadi marah saat yang dia lihat adalah Alex...


Alex sepupu sekaligus saingan bisnis Riko,, dan Riko sangat tidak suka dengan sepupunya itu karna selalu berusaha menjatuhkan perusahaan papanya.


Riko juga sangat membenci Alex karena apapun yang membuat Riko senang pasti Alex selalu ada untuk merebut kesenangan Riko..


"Ngapain lo disini." ucap Riko sinis..


"Emangnya ada aturan yang melarang gue disini.." ketus Alex..


Riko berusaha tenang dengan tidak meladeni Alex.


"Gimana kuliah looo,, udah selesai.." ketus Alex memanas manasi Riko..


"Bukan urusan lo.." ketus Riko masih berusaha tenang.


"Ahhhh,, iya yahh bukan urusan gue,, tapiii,, bagaimana reaksi semua mitra bisnis lo kalau sampai mereka tau, kalau CEO dari perusahaan yang mereka ajak kerja sama ini belum menerima titlenya. secara aturan dari perusahaan lo kan semua mitra bisnis harus berkualitas.. nahh sementara pimpinan mereka masih sama sekali ngga berkualitas." ucap Alex masih berusaha memanas manasi Riko.


Riko masih berusaha menahan emosinya sementara tangannya sudah terkepal.


sementara ketiga temannya sudah panik melihat ekspresi Riko.


"Gimana jadinya kalau sampai semua mitra bisnis lo tau kebenaran ini,, posisi om Indra gimana yahh kedepannya. lagian siapa juga sih yang membuat aturan ***** ini.." ucap Alex sambil tersenyum licik..


Riko sudah tidak bisa menahan emosinya lagi,, Riko segera berdiri dan meninju wajah Alex hingga terjatuh ke lantai.


Ketiga temannya panik saat melihat aksi Riko. Romi dan Anton segera menahan Riko. Sementara Doni membantu Alex berdiri.


"Rik, tahan lo ngga boleh bertindak seperti ini, disini banyak orang yang liatin elo Rik.." Ucap Romi menenangkan Riko..


"Lepasin Gue.." Riko berusaha melepaskan diri dari Romi dan Anton lalu pergi meninggalkan kafe.


Alex memegang hidungnya yang berdarah..


"Hayeuhhh,," gerutu Doni menatap Alex Sinis..


lalu meninggalkan kafe diikuti oleh Anton dan Romi..


Sementara semua orang di dalam kafe masih terus menatap Alex heran..

__ADS_1


"Kalian liat apa,, urusin aja diri kalian.." ketus Alex lalu beranjak meninggalkan kafe.


__ADS_2