
Disebuah kamar seorang pria tertidur dengan lelap diranjang king size miliknya.
Sinar matahari sudah memasuki celah2 jendela,bunyi burung yang hinggap disana pun seolah menjadi alarm alami dipagi hari.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,masuklah 2 orang gadis dengan membawa masing2 nampan berisi makanan.
" Kakak " panggil Tania mendekat.
" Kayaknya Kak Sam masih tidur deh " Kata Tini pelan.
" Iya kita bangunin aja,ini udah siang " Jawab Tania tenang.
Tini mengangguk setuju,keduanya terus mendekat dan menaruh nampan dinakas.
" Kak " Panggil Tini membuka selimut.
Terlihat Samuel masih memejamkan mata dengan wajah begitu polos.
" Kak bangun,udah siang " Kata Tania menggoyangkan lengan Samuel.
" hmmm " Lenguh Samuel merentangkan kakinya.
" Bangun ihh malu sama ayam " kata Tania menarik lengan lelaki itu.
" Hmm ngantuk " Ucap Samuel serak.
" Iyaa bangun dulu,sarapan " kata Tini gemas.
Perlahan Samuel membuka matanya dan kaget melihat kedua gadis itu.
" Ehh kenapa kalian disini ?" tanya Samuel langsung terduduk.
" Ck,kami udah disini dari malam tadi !" Jawab Tania kesal.
" Hah kapan ?" tanya Samuel mencoba mengingat.
" Ck kebanyakan minum sih jadi lupa sama kita nungguin Kakak berjam2 !" Cibir Tini bersedekap dada.
Samuel terdiam,lelaki itu berusaha terus mengingat kejadian malam tadi.
" Oh iya " Kata Samuel terkekeh.
" Jangan minum lagi napa Kak,kakak mau mati muda " Kata Tania gemas.
" Kalo bisa iya " Jawab Samuel mengantuk.
" Ehhh mana boleh !" Pekik Tini terbelalak.
Samuel mengulum senyum,ia memang minum malam tadi setelah berkumpul bersama beberapa temannya.
Kepalanya begitu penuh dengan beban,gara2 cinta yang tak selesai membuat hidup Samuel berantakan.
" Kalian gak pulang ?" tanya Samuel mengambil gelas dinakas.
" Gak ah,kami mau tinggal sama kakak aja " Jawab Tania tersenyum.
" kenapa ?" tanya Samuel mengernyit.
" Papa sama Mama lagi gak akur,rumah rasanya seperti neraka,panas banget " Jawab Tania ketus.
" iya Kak,cape aku " Sahut Tini.
Samuel terdiam,dirinya tidak tau bahwa dirumah orang tuanya sedang tidak baik2 saja hingga membuat kedua adiknya minggat ke apartemen.
" Kak,cari kostan dong buat kita " Rengek Tania manja.
__ADS_1
" Gak ada !" Jawab Samuel tegas.
" Kami mau hidup sendiri aja Kak,lagian kakak juga gak mau kan nampung kita disini " Kata Tini melas.
" Kasihan Papa,kalian harus pulang " Balas Samuel.
" Papa juga gak kasihan sama kita Kak,mereka egois " Kata Tania geram.
Samuel kembali diam menatap wajah kecewa kedua adiknya.
" Jangan seperti itu,ini masalah Kakak kalian gak boleh ikut2an membenci " Kata Samuel menasehati.
" Ini memang masalah kakak,tapi berimbas ke kita Kak " Rengek Tania.
" Dah ah,gak usah dibahas lagi " kata Samuel memutuskan.
Tania dan Tini diam,Samuel bangkit dari tidurannya dan berjalan ke kamar mandi.
" Kasihan sekali Kak Sam Tin,dia begitu banyak berkorban " Gumam Tania sedih.
" Iya Kak,udah ditikung temen,donorin ginjal,dipisahin Mama terus sekarang Kak Sam harus rela melihat Kak Winda sama pria lain dan punya anak lagi,gak kebayang deh gimana sakitnya Kak Sam saat ini " balas Tini ikut sedih.
Kedua perempuan itu begitu iba kepada Kakaknya,mereka berusaha menjadi penolong untuk lelaki itu meski kadang Samuel seolah bisa menanggung semuanya sendiri.
Dikamar mandi,Samuel menatap wajahnya di kaca wastafel.
Bulu halus,kerutan di dahi mulai terlihat bahkan wajah Samuel lebih kusam dari sebelumnya.
Lelaki itu tak pernah lagi perawatan,ia melakukan itu pun berkat paksaan kedua adiknya yang memperdulikan penampilan.
" Huhhhhhhhh " Helaan nafas terdengar berat.
Baru bangun tidur pikiran Samuel kembali bekerja keras mencari jalan keluar terbaik..
" Jika aku tidak memikirkan adik ku mungkin aku sudah gila sekarang " Gumam Samuel menggeleng pelan.
" Sini Kak sarapan dulu " Ajak Tania tersenyum.
Samuel mengangguk pelan lalu mendekati adiknya.
" Kalian masak apa ?" tanya Samuel mengintip.
" Hm aku masak nasi goreng,Tini masak ayamnya " Jawab Tania semangat.
" Hmm kayaknya enak " Kata Samuel tersenyum.
Tini mengangguk malu,lelaki itu pun mulai menyendokkan makanannya seraya diperhatikan oleh kedua gadis itu.
" Nanti kalo aku udah siap nikah,aku bakal cari pria seperti Kakak " Kata Tini malu2.
" Huhuk uhuk,kenapa ?" Tanya Samuel kaget.
" Ya mau aja " jawab Tini menutup wajahnya.
Samuel mengernyit heran,adik kecilnya baru kali ini membicarakan tentang jodoh.
" Emang kamu udah punya calon ?" tanya Tania polos.
" Belum sih,maksudnya kalo udah " jawab Tini cengengesan.
" jangan kayak Kakak " Balas Samuel tenang.
" Kenapa ?" Tanya Tini dan Tania bersamaan.
" Berat " jawab Samuel menghela nafas.
" Ya,karna itu aku mau Kak,seberat apapun ujian yang menimpa Kakak,Kakak masih bisa tenang dan menjalaninya dengan lapang dada " Balas Tini takjub.
__ADS_1
Samuel terkekeh geli dengan pernyataan adiknya yang berasumsi sendiri.
" Nanti kamu bakal tau sendiri " Kata Samuel tersenyum.
" Aku berharap banget Kak,ada perempuan lain yang bisa meluluhkan hati Kakak dan bikin Kakak bahagia lahir batin " Kata Tini berharap.
Tania melirik Samuel,lelaki itu tersentak dengan permohonan adiknya.
" Apa sesulit itu melupakan Kak Winda ?" tanya Tania memberanikan diri.
" Kakak gak tau,tapi akan Kakak coba " Jawab Samuel.
" Memangnya Kakak selama ini tdak melupkan dia ?" tanya Tania terkejut.
" Bagaimana bisa Kakak melupakannya,selama Kakak masih hidup Kakak tidak akan pernah melupakan gadis lugu penuh dengan kekurangan itu " Jawab Samuel serius.
Tania dan Tini terdiam,keduanya kembali takjub dengan rasa cinta Samuel kepada mantan ipar mereka yang memang begitu polos.
" Sudahlah,jangan galau pagi2 " kata Samuel mengalihkan.
" Iya Kak " Balas Keduanya mengangguk.
Samuel kembali makan meski hatinya kembali sakit mengingat Winda barusan..
Tak terasa kini sudah 3 bulan berjalan.
Kehidupan Samuel kembali ia tata dengan rapi,kesibukannya pun padat seperti biasanya.
Lelaki itu sempat mengambil cuti satu bulan untuk menenangkan pikiran di Turkey.
Selama disana Samuel banyak menghabiskan uang orang tuanya,pria itu benar2 ingin hidup tanpa beban..
Lutfia dan Rafael tak masalah,mereka membebaskan Samuel untuk hura2 sejenak agar anak mereka bisa melupakan masa lalunya..
" Siapkan berkas,kita ke lokasi " Ucap Samuel kepada anak buahnya.
" Siap Pak " Jawab Asisten Samuel paham.
Kedua lelaki itu mengambil beberapa berkas penting untuk dibawa,kini Samuel mengambil alih juga pekerjaan Papanya yang bertugas memantau langsung pembuatan produk.
Beberapa menit kemudian,mereka berangkat.
Penampilan Samuel tak bisa diragukan lagi,pria dengan umur 30an itu begitu mantap menata masa depannya.
Drt drt drt...
Dering ponsel Samuel terdengar,lelaki itu melihat nama dilayar dengan wajah tersenyum.
" Ya aku dijalan " Ucap Samuel tenang.
" Jadi kan malam ini ?" tanya seorang perempuan disana.
" Ya,tentu saja " Jawab Samuel tenang.
" Baiklah,aku akan menunggu " Balas wanita itu terdengar girang.
Samuel mengangguk pelan.
Tut.
Panggilan terputus,lelaki itu menaruh hapenya di kantong jas.
" Siapkan tempat malam ini " Ucap Samuel kepada asistennya.
Pria dengan kaca mata bening itu mengangguk pelan.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.