Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
629


__ADS_3

Diperjalanan,Nur langsung menjadi gadis pendiam.


Rafael yg peka hanya bisa menghela nafas melihat raut wajah Nur yg tidak bahagia.


" Kau ingin sesuatu ?" Tanya Rafael hati2.


" Bisa aku bertemu Papa Sam ?" Tanya Nur mendongak.


" Sam ?" Ulang Rafael kaget.


" Iya Kek,aku merindukan Papa Sam juga " Jawab Nur.


Rafael diam memperhatikan gerak gerik Nur yg begitu lugu.


" Apa Sam ada dirumah ?" Tanya Rafael kepada supir.


" Sepertinya ada Tuan,saya dengar istrinya sedang sakit " Jawab Supir.


" Baiklah,antar kami kesana " Titah Rafael tenang.


" Baik Tuan " Jawab Supir mengerti.


Mobil mewah itu melaju kencang menuju kediaman Samuel.


Nur kembali diam melihat jalanan,Rafael yg tidak mau menggangu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Tak lama mereka pun sampai,Nur langsung turun tanpa bantuan Supir atau Rafael,dirinya sudah cukup besar untuk membuka pintu sendiri.


" Biarkan saja " Ucap Rafael menahan lengan supirnya yg akan mengejar Nur yg berjalan duluan.


Pria muda itu mengangguk dan mempersilahkan Rafael berjalan duluan.


Nur berlari memasuki gerbang apartemen yg begitu mewah,gadis itu terlihat tidak udik lagi,jauh sekali dengan dirinya yg dulu.


" Apa Papa Sam ada dirumahnya ?" Tanya Nur kepada receptionist yg berjaga.


" Papa Sam siapa ?" Tanya Receptionist bingung.


" Ayo lewat sana " Tegur Rafael menarik tangan Nur lembut.


Nur mengangguk dan sedikit membungkukkan badannya kepada wanita dengan pakaian rapi tersebut.


Mereka memasuki Lift,Rafael begitu menjaga cucunya jangan sampai bersentuhan dengan orang asing.


Nur terlihat biàsa saja karna dirinya memang sudah biasa diperlakukan istimewa.


Ting.


Pintu lift terbuka,keduanya berjalan menuju unit sang tujuan.


Tanpa tunggu lama Rafael langsung mengetik kode rumah dan ajaib pintu tersebut terbuka dengan sendirinya.


" Papa Sam " Gumam Nur nyelonong masuk.


Rafael ikut masuk dan terdiam saat maniknya melihat sang putra sedang memakai celemek dibadan.


" Papa " Gumam Leni terkejut.


Wanita itu segera menurunkan kakinya dari sofa dan berdiri membungkuk didepan Rafael.


" Pa " Tegur Samuel ikut kaget.


" Apa yg kalian lakukan ?" Tanya Rafael masih dengan wajah syok.

__ADS_1


Leni melihat Samuel,wanita itu terbelalak baru menyadari bahwa suaminya memakai apron dapur yg sering ia pakai bertugas.


" Kau memasak ?" Tanya Rafael melihat sang putra.


" Hah em ya sedikit " Jawab Samuel menggaruk kepala.


" Untuk dia yg barusan mengangkat kaki seraya menonton drama ?" Tanya Rafael menunjuk Leni.


Glek...


Leni menelan ludah kasar mendengar cibiran Rafael yg langsung menembak sasaran.


" Mamaaf Pa " Ucap Leni merasa bersalah.


" Gaji mu Papa potong karna tidak masuk bekerja !" Kata Rafael tegas.


" Hah dipotong ?" Ulang Samuel dan Leni kaget.


" Ya,perusahaan masih nama Papa jadi Papa berhak memotong gaji karyawan yg mangkir dari kerjaannya " Ucap Rafael bersedekap dada.


Samuel melongo begitu pun Leni yg terlihat begitu terkejut.


Nur yg tidak tau apa2 terlihat sangat bingung,gadis itu mendekati Samuel dan tersenyum kecil.


" Papa masak apa ?" Tanya Nur lembut.


Samuel menundukkan pandangannya dan tersenyum melihat wajah polos gadis tersebut.


" Kamu belum makan ?" tanya Samuel tak kalah lembut.


" Udah,tadi dimasakin Mama,enak banget Nur suka " Jawab Nur semangat.


Samuel melirik Bapaknya,Rafael diam saja tak menyahut.


" Hm enak ya ?" Tanya Samuel mengusap kepala Nur.


Samuel melihat Leni,sang istri hanya diam melihat kedekatan mereka.


" Karna kau bolos bekerja,sebagai hukumannya kau ajak Nur jalan2 " Titah Rafael tegas.


" Loh Papa mau kemana ?" tanya Rafael mengernyit.


" Nyetak uang biar kamu dan istrimu gak kalah gengsi !" Jawab Rafael sambil berlalu.


" Hah !" Pekik Leni terbelalak.


Brak...


Pintu rumah tertutup rapat,Leni dan Samuel saling melihat,keduanya pun ikut melihat Nur yg juga menatap mereka dengan aneh.


" Ini sebenarnya anak siapa sih Sam ?" Tanya Leni berkacak pinggang.


" Tante gak tau ?" tanya Nur kaget.


Leni menggeleng pelan.


" Memangnya kamu anak siapa dan kenapa bisa dekat dengan Papa Rafael dan Samuel ?" Tanya Leni penasaran.


Nur melihat Samuel,lelaki itu masih diam ditempatnya berdiri.


" Mama aku namanya Winda Tante " Jawab Nur semangat.


" Hah Winda !?" Pekik Leni kaget.

__ADS_1


" Sam !" Kata Leni terlihat sangat syok..


" Ya dia anak Winda " Jawab Samuel datar.


" Winda mantan kamu ??" Tanya Leni tak percaya.


" Ya "


Leni menutup mulut tak percaya,detik berikutnya wanita itu berlari menuju kamar.


" Huuuuftttt " Samuel menghela nafas berat.


" Kenapa Pa ?" Tanya Nur mengernyit.


" Gak papa,em ayo bantu Papa masak " Jawab Samuel merangkul bahu gadis itu.


Nur mengangguk kecil,keduanya pun berjalan menuju dapur.


Samuel tak bisa berbohong,dirinya pun tak berniat untuk membohongi Leni,sudah terlalu banyak kebohongan yg mereka lakukan selama ini.


Dikamar Leni menatap wajahnya dikamar mandi,wajah cantik itu terlihat sangat frustasi dipenuhi air yg menetes tak beraturan.


" Jadi gadis itu anaknya Winda mantan istri Samuel ?" Ucap Leni tak percaya.


" Alasan Papa membawanya kemari untuk apa ? Apa papa berniat menyatukan mereka lagi ?" Gumam Leni mengusap kepalanya.


Sakit !


Itulah yg dirasakan wanita yg sedang berjuang memperebutkan hati suaminya tersebut,sungguh Leni tak menyangka bahwa gadis yg sering dibawa Rafael bahkan dianggap cucu sendiri tersbut merupakan orang dari masalalu Samuel yg sialnya Samuel pun belum bisa lepas sedikitpun.


" Apa ini akan sia2 ? kenapa begitu sulit ?" Ucap Leni berkaca kaca.


Wanita itu merasa tak ada lagi celah diantara dirinya dan samuel untuk bersatu,apalagi dengan kenyataan yg belum bisa ia terima dengan logika.


" Aku harus bagaimana sekarang ?" Gumam Leni menjambak rambutnya sendiri.


Lama diam dikamar mandi,akhirnya wanita itu keluar dari ruang pertapaannya dan menuju dapur.


Terlihat Nur dan Samuel begitu dekat,keduanya brgutu kompak dalam urusan dapur.


Rasa nyeri merayap kedada melihat moment manis tersbut.


" Jika aku punya anak,mungkin anak ku juga akan bahagia sama seperti gadis itu berada disamping orang tercintanya " Gumam Leni sedih.


Rasa penyesalannya kembali menghampiri,ia merada iri dengan moment manis itu.


" Baiklah Sam,aku akan mengabulkan apa yg kamu inginkan selama ini " Ucap Leni menguatkan hatinya.


Wanita itu berjalan kekamar dan keluar dari apartemen.


Ntah kemana Leni pergi,Samuel seolah tak perduli bahkan lelaki itu tidak tau bahwa istrinya keluar dari rumah dalam keadaan sakit sekujur tubuh.


Menuju sore,disebuah rumah seorang pria mengernyit saat mendapat telepon dari orang tak dikenal.


" Bertemu dimana ?" Tanya pria itu merasa aneh.


" Nanti saya hubungi lagi,ini penting dan saya harap kamu datang " Ucap seseorang tersebut.


" Baiklah,saya akan mengusahakan untuk datang " Jawab si pria tenang.


Tut.


Panggilan terputus.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,like,coment ya.


__ADS_2