
Hari terus berlalu,waktu Histi mengikuti magang tinggal sedikit lagi.
Gadis itu mulai sibuk dengan beberapa laporannya selama mengikuti magang dari tempat kuliah,tak lama lagi gadis itu akan wisuda.
Sama halnya dengan Histi,Serkan pun juga sibuk karna pria itu jarang ada waktu luang.
Seperti saat ini keduanya sama2 sibuk dengan urusan masing2.
Para pasien baru saja pulang,karna tak ingin menunggu terlalu banyak Histi mulai mengerjakan laporannya meski gadis itu tak bersemangat sama sekali.
Keduanya terlihat diam dengan tangan aktif menulis.
Sesekali Serkan melirik gadis berisik itu,Lelaki itu sedikit canggung karna biasanya Histi akan celametan kemana mana.
Pria itu bangun mengambil air.
" nih minum dulu biar ngak setres " Ucap Serkan memberi segelas air.
Histi mendongak merapikan anak rambutnya yang berjatuhan.
" Makasih Dok " Jawab Histi tersenyum.
Serkan mengangguk dan kembali duduk ditempatnya.
Histi minum sedikit seraya menatap lelaki dengan kaca mata bening itu.
Makin hari Serkan terlihat sangat menawan,gestur tubuh Serkan yang menjulang tinggi dan tegap layaknya seorang aparat negera membuat lelaki itu tampak sangat sempurna.
" Fokus " Ucap Serkan tanpa menoleh.
Histi yang sedang menatap dalam lelaki itu langsung kaget dan cengengesan sendiri.
" Kerjakan tugas mu " Titah Serkan pelan.
" Iya Dok " Jawab Histi mengangguk malu.
Gadis itu menarik nafas dan kembali menulis.
Serkan tersenyum kecil,hingga sore hari mereka berdua banyak diam.
Saat waktunya pulang,Histi menyiapkan semua peralatannya kedalam tas.
Tiba2 pintu ruangan terbuka,seorang perempuan masuk dan menyapa Serkan.
Histi mendongak menatap datar perempuan cantik itu.
" Ngapain sih nih betina hoby bener nyamperin Dokter Serkan !" Batin Histi kesal.
" Kenapa ?" tanya Serkan memasukkan hapenya kekantong.
" Pulang bareng yuk,kita ke kafe ujung sebrang yang baru buka " Ajak Adiva semangat.
" Ngapain ?" Tanya Serkan aneh.
" Ya nongkrong disana,sunrise nya bagus loh " Jawab Adiva.
" Saya sudah ada janji " Tolak Serkan tenang.
" Janji sama siapa?" Tanya Histi dan Adiva bersamaan.
Serkan terkejut begitupun kedua gadis itu saling melihat.
" Sama orang " Jawab Serkan datar.
" Yaaahhhh,padahal lagi ada promo loh " Kata Adiva lesu.
" Lain kali aja " Balas Serkan.
" Ya udah deh " Kata Adiva pamit.
Serkan mengangguk,lelaki itu berjalan kearah pintu.
Histi yang mematung langsung berlari mengejar lelaki itu.
__ADS_1
Histi berjalan beriringan bersama Serkan,keduanya sama2 diam.
" Dokter ada janji sama siapa ?" tanya Histi mendongak.
Serkan diam tak menjawab.
Histi mengkrucut kesal,keduanya berjalan hingga keluar dari rumah sakit.
" Kamu bawa motor ?" Tanya Serkan kepada Histi yang memainkan hape.
" Ngak,tadi diantar Papa " Jawab Histi polos.
" Ya udah hayuk " Kata Serkan menarik lengan gadis itu.
" Hayuk kemana ?" tanya Histi bingung.
" Makan mie ayam " Jawab Serkan dingin.
" Hah " Pekik Histi melotot.
Serkan menyeret gadis itu hingga berada didepan mobilnya.
" Makan mie ayam berdua ?" tanya Histi gemeteran.
" Iya " Jawab Serkan membuka pintu mobil.
" Beneran ? ngak ada orang lain kan ?" tanya Histi menggigit bibirnya.
" Cepetan masuk " kata Serkan gemas.
" Yeeeeee " pekik Histi meloncat semangat memeluk pinggang lelaki itu.
Serkan terbelakak dan menjauhkan kepala Histi dari dadanya.
Gadis itu mengusel wajahnya di dada Serkan dan melepaskan lelaki itu sambil cengengesan.
" Kamu apaan sih,malu diliat orang " Kata Serkan kesal.
" Biarin,ayo aku dah laper " Kata Histi masuk mobil lelaki itu dan menutup pintu dengan rapat.
" Dok cepetan " kata Histi membuka jendela mobil.
" Ha iya " Jawab Serkan tersadar dan langsung menaiki mobilnya.
Mereka pun langsung melaju keluar dari parkiran rumah sakit.
Disebuah mobil mahal seorang lelaki tua mengangkat tropongnya setelah mengenali siapa gadis tersebut.
" Itu beneran cicit saya ?" tanya Antoni tak percaya.
" Iya Tuan,anak pertama Tuan Bara " Jawab bodyguard yang menjadi supir lelaki itu.
" Wah2 anak itu mulai nakal " Kata Antoni tak percaya.
" Bukannya gadis itu sudah bertunangan dengan anaknya Tuan Adelard ?" Tanya bodyguard.
" Belum,hanya saja akan mengaju kesana " Jawab Antoni.
Bodyguard mengangguk paham.
Mobil mewah itu pun ikut keluar pulang kerumah besar Reno untuk mengunjungi cucunya yang lain.
Beberapa menit mengendara akhirnya Serkan dan Histi sampai disebuah warung sederhana.
Histi sangat bersemangat,meski hanya warung pinggir jalan hati gadis itu berbunga bunga,bukan karna di traktir makan melainkan sikap tak terduga lelaki itu membuat Histi kelepek2.
" Ayo turun " Kata Serkan membuka sabuk pengamannya.
" Siap laksanakan " kata Histi semangat.
Gadis itu pun menyusul Serkan yang sudah duluan turun memasuki warung.
" Wah rame Dok " Kata Histi melihat pengunjung yang memenuhi tempat.
__ADS_1
" Iya " Jawab Serkan.
Gadis itu celingak celinguk mencari tempat duduk hingga maniknya melihat 2 buah kursi saling berhadapan dengan kipas angin diatasnya.
" Beh kesempatan nih " Batin Histi tersenyum riang.
Gadis itu melihat kiri kanan dan terkaget seorang perempuan bersama pasangan sumurannya terlihat sudah mengintai tempat kramat tersebut.
" Eeeh Put.." Kata Serkan menggantung melihat Putri berjalan cepat ntah kemana.
Greb.
Histi langsung menepuk meja yang akan ia duduki.
" Maaf Mba ini tempat saya " kata Histi kepada gadis yang ikut menepuk meja.
" Tapi saya duluan Mba yang dapat " kata gadis itu sedikit kesal.
" Saya duluan kok yang sampe,tuh suami saya dah nunggu didepan tadi kita ketoilet dulu " Kata Histi menunjuk Serkan yang mematung didepan pintu masuk.
" Yaaahhh " Gadis itu lesu dan menelan ludah kasar melihat wajah datar Serkan.
" Maaf ya,cari tempat lain aja " kata Histi tersenyum manis.
Gadis kalah cepat itu pun mengangguk dan berjalan keluar mendekati pacarnya yang terlihat syok.
Histi sudah duduk menaruh tasnya diatas meja,gadis itu melihat Serkan seraya melambaikan tangan.
Serkan menutup hidungnya menahan tawa yang ingin meledak melihat tingkah gokil Histi.
Lelaki itu pun mendekat dan duduk didepan Histi.
" Kamu hebat haha " Kata Serkan tertawa renyah.
" Ya dong,harus gercep biar ngak diambil orang " Jawab Histi menepuk dadanya bangga.
" Iyaaa " Kata Serkan memutar mata malas.
Histi tersenyum manis membuat Serkan tak tahan dan akhirnya mencubit gemas pipi gadis itu.
" Aaaaaaa " Batin Histi ingin meloncat dengan sikap manis Serkan.
" Aduhh kok aku bahagia banget yaaa,ahhh si Dokterrrrr " Batin Histi ambyar.
" Ayo pesen dulu " Ajak Serkan meminta menu.
Histi mengangguk tersenyum.
Keduanya pun memesan makanan karna sudah sama2 lapar.
Histi makan dengan lahap begitu pun Serkan,keduanya tampak tak malu2.
Saat asiknya makan,tiba2 hape Histi berdering karna Hp Histi tepat didepannya jadilah Serkan membaca nama dilayar.
" Maaf " Kata Histi mengambil hapenya dengan cepat.
Serkan menghela nafas mengangguk lemah.
Histi mengangkat hapenya dan berbicara didepan lelaki itu.
" Aku akan menelfon mu nanti " Kata Histi canggung.
" Iya " Jawab Bryan terdengar lesu.
Tut.
Panggilan terputus,Histi melirik Serkan yang makan dengan tenang.
" Ayo makan lagi " Kata Serkan tersenyum.
" Dok " Panggil Histi melas.
" Gak papa nanti aja " kata Serkan mengusap kepala gadis itu.
__ADS_1
Histi mengangguk,gadis itu pun kembali makan sesekali menatap wajah tenang Serkan yang menghanyutkan.