
Lelaki itu masih berjongkok didepan Histi,Serkan bingung harus bagaimana mengexpresikan dirinya saat ini.
Ia ingin marah dan berteriak kepada gadis ingusan itu tapi Serkan merasa tak berhak karna dirinya memang bukan siapa2.
" Ayo aku antar kau ke unit pacar mu " Kata Serkan membantu gadis itu bangun.
" Apakah Dokter tak punya rasa yang sama seperti aku !" Teriak Histi kesal.
Serkan diam melihat gadis itu berdiri sendiri menghapus air matanya.
" Apa tak ada sedikit pun rasa dokter kpada aku,apa hanya aku yang terluka disini !" Teriak Histi sambil menangis.
Serkan berdiri menjulang menatap gadis itu memarahiinya.
" Kenapa harus ada rasa ?" tanya Serkan tenang.
" kau benar2 lelaki bajingan !" Bentak Histi memukul dada Serkan.
Lelaki itu tersenyum mengangguk.
" Aku juga tidak menyangka bisa sebajingan ini " Balas Serkan tenang.
Histi kembali menangis,hatinya sangat sakit dengan jawab datar pria itu.
" Pulanglah " kata Serkan berusaha tenang.
Histi tak menjawab.
" Put,ini sudah malam saya tidak mau timbul fitnah " kata Serkan tenang.
Histi masih diam tak menjawab.
" Putri !" Bentak Serkan keras.
Deg..
Putri meloncat kaget dengan suara garang lelaki itu.
Histi menatap Serkan dengan air mata berderai.
" Jangan membuat saya marah " kata Serkan kembali melemah.
" Pulang sekarang " kata Serkan menarik tangan gadis itu.
" Gak mau " Jawab Histi tenang.
" Apa " Kata Serkan kaget.
" Aku gak mau pulang !" Ulang gadis itu bersedekap dada.
" Kau ingin aku tiduri malam ini ?" tanya Serkan mendekat.
Deg...
Histi terbelalak kaget mendengar ucapan prontal lelaki itu.
" Saya sedang kesal sekarang,jika kau masih tetap kekeh ingin disini jangan salahkan saya jika saya berbuat yang bukan2 " Ancam Serkan.
Glek...
Histi menelan ludah kasar,gadis itu terus mundur hingga jatuh kesofa.
" Kau ingat kursi itu ?" Tanya Serkan menunjuk sofa yang Histi duduki.
" Saya hampir gila karna tak tersalurkan " Jawab Serkan sendiri.
Histi diam tak menjawab.
" Apakah Dokter akan melakukannya ?" tanya Histi tenang.
" Kau menantang saya ?" tanya Serkan.
Histi diam.
" Keluar dari sini " Usir Serkan.
Histi tak bergerak.
" Keluar !" Bentak Serkan keras.
Histi menunduk dalam.
__ADS_1
" Astaga Apa yang kau lakukan hah,jangan membuat saya semakin setres Put !" kata Serkan kesal.
" Aku ingin Dokter jujur " kata Histi bersedekap dada.
" Apa yang kau mau hah " Kata Serkan menggelutukkan giginya.
" Apa Dokter cemburu lihat aku tadi ?"Tanya Histi tenang.
" Kenapa saya harus menjawabnya ?" Tanya Serkan heran.
" Itu pertanyaan wajib " Jawab Histi santai.
" Kita bicarakan ini besok,sekarang pulang lah " Kata Serkan mengalihkan.
Histi menggeleng cepat,gadis itu masih dengan pendiriannya.
" Kau benar2 keras kepala !" kata Serkan geram
" Ya aku anak pertama yang tahan banting " Jawab Histi terkekeh.
Serkan menyugar kasar rambutnya,jika saja Histi seorang pria mungkin sudah dari tadi lelaki itu menendang keluar.
" Baiklah " Kata Serkan pasrah.
" apa ?" tanya Histi.
Serkan menarik nafas dan menghembusnya perlahan.
Gadis ini jika tak dituruti pasti akan membuatnya semakin menggila pikir Serkan.
" Cepetan " Rengek Histi tak sabaran.
" Saya ingin membawa mu kabur tadi " Kata Serkan datar.
" Hah " Pekik Histi kaget.
" Saya sudah mengatakannya sekarang kamu pulang lah saya mau tidur " Kata Serkan berjalan menjauh.
Histi masih terdiam,detik berikutnya senyum kecil menghiasi wajah gadis itu.
Drt drt..
Hape Histi berdering,terlihat nama Azura disana.
" Halo Dek,kenapa ?" tanya Histi tenang.
" Kakak dimana kenapa belum pulang ?" Tanya Azura kesal.
" Kakak nginep dirumah temen " Jawab Histi sambil melirik Serkan yang berjalan kedapur.
" Temen yang mana ? bukannya tadi sama Bang Bryan ?" tanya Azura heran.
" Iya tapi Kakak gak sama dia lagi,sekarang Kakak dirumah temen " jawab Histi.
" Vc " Ucap Azura gemas.
Histi terlihat panik,gadis itu bingung harus vidio call dimana.
" Oh iya kamar " Gumam Histi teringat.
Gadis itu langsung melesat kekamar Serkan,Serkan yang sedang minum langsung menyembur kaget melihat gadis itu berlari cepat kearah kamarnya.
" Mau ngapain tuh bocah ?" tanya Serkan sambil mengusap air tumpah dibibirnya .
Histi tersenyum melihat kamar Serkan bercat putih bersih tanpa coret2 yang menandakan itu kamar seorang pria.
Histi berbaring disana menarik selimut putih pria itu.
" Iya napa ?" tanya Histi menjawab vidio call dari adik sepupunya tersebut.
" Dimana tuh ?" tanya Angel memenuhi layar.
" Dirumah temen,hoam " Kata Histi pura2 mengantuk.
" Dirumah temen apa dirumah Bang Bryan ?" Tanya Angel tak percaya.
" Ck,mana ada kamar Bryan gini " Kata Histi memutar mata malas.
" Terus mana temen Kakak,kenapa gak ada ?" tanya Angel.
" Lagi boker " Jawab Histi asal.
__ADS_1
Serkan yang mengintip dari arah pintu melototkan matanya dengan ucapan gadis itu.
Histi tersenyum memberi isyarat diam untuk Serkan.
Lelaki itu mendengus dan berjalan menjauh.
" Udah ya,Kakak mau tidur dulu cape " Kata Histi ingin cepat2 berakhir.
" Ya udah,hati2 " Kata Angel pasrah.
" Hm " Jawab Histi mematikan panggilan.
Gadis itu menaruh hapenya dinakas dan berbaring menatap kamar lelaki itu.
Meski tak terlalu besar tapi terasa sangat adem padahal Ac tidak dihidupkan.
Serkan masuk kekamar menatap gadis itu kesal.
Histi bukannya pulang malah enak2an tidur dikasurnya.
" Dok numpang tidur ya " kata Histi malu2.
" Ngak bisa,sana pulang " Usir Serkan.
" Pelit banget sih Dok,tadi katanya mau bawa aku kabur " Cibir Histi.
Serkan terdiam,lelaki itu merasa menyesal memberitau niatnya tadi.
" Kamu mau tidur disini ?" tanya Serkan berusaha sabar.
" Hm " Jawab Histi mengangguk.
" Terus saya tidur dimana ?" tanya Serkan.
" Sini " Jawab Histi menepuk bantal disebelahnya.
" Eh jangan macem2 kamu " kata Serkan kaget.
" Ck,bisa gak mikirnya gak usah kesana " Decak Histi kesal.
" Saya ini pria normal,wajar jika saya berminat " Kata Serkan membela diri.
" Ya udah,minat nya ditunda dulu " Kata Histi santai.
" Astagaaaaa " Kata Serkan tak habis pikir dengan keberanian gadis itu.
Lelaki itu kembali keluar seraya mengurut kepalanya yang terasa pusing.
Histi terkekeh,gadis itu yakin Serkan tidak akan berani macam2 kepadanya karna lelaki itu sangat memegang tanggung jawab.
Serkan duduk diruang tv menenangkan hati dan otaknya yang terus berperang.
Disini lain Serkan merasa senang dengan kedatangan gadis itu tapi disisi lain ia merasa bersalah membuat Histi disituasi sulit seperti sekarang.
Lama Serkan berdiam diri,jam terus berdetak hingga tak terasa sudah menunjukkan pukul 1 malam.
Lelaki itu mulai mengantuk,Serkan berjalan kekamarnya berencana mengambil bantal dan selimut tidur di sofa tapi melihat Histi tertidur damai di ranjang membuat langkah lelaki itu terhenti.
Serkan mendekat dan duduk dipinggir ranjang merapikan anak rambut gadis itu.
" Kenapa kamu membuat saya galau Put,saya harus bagaimana ?" Gumam Serkan mengusap wajah gadis itu dengan sangat lembut.
Histi membuka matanya perlahan dan tersenyum melihat wajah Serkan yang begitu meneduhkan.
" Dokter " Ucap Histi serak menaruh kepalanya dipaha lelaki itu.
" Tidurlah,aku akan menjaga mu " Kata Serkan menepuk pelan bahu gadis itu.
Histi mengangguk kecil.
Serkan berbaring menghadap gadis itu seraya menarik badan Histi mendekat kearahnya.
" Tidurlah " Ucap Serkan mengusap rambut panjang Histi.
gadis itu menyelusupkan kepalanya didada bidang sang Dokter.
" Aku suka sama Dokter " Ucap Histi pelan.
Serkan tersenyum mengecup lama kening gadis nakal itu.
Beberapa saat kemudian,keduanya pun sama2 tertidur saling berpelukan..
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.