Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Enam Tiga "TSJC"


__ADS_3

Next..


Mita sedang duduk di bawah pohon dekat gedung fakultasnya, setelah mata kuliah pertamanya selesai.


Dia terus menghebuskan nafas dengan kasar karna sedang badmood, dia mengambil roti beserta air mineral yang tadi sudah dia beli di kantin, dia kemudian memakan roti itu sambil terus menerus mendengus karna hari ini dia sendirian lagi, karna Indah juga ngga ke kampus selama 2 hari.


Doni yang lewat di sekitar gedung, tidak sengaja melihat Mita sedang mengunyah makanannya dengan malas, sambil terus menerus mendengus.


Doni kemudian menghampiri Mita.


"Sendirian aja?" tanya Doni tiba-tiba lalu duduk di samping Mita.


"Orang jomblo mah kayak gitu kak, sendirian terus." ucap Mita berbalik melihat Doni hanya sekilas. Doni hanya tersenyum melihat ekspresi malas Mita.


"Indah mana?" tanya Doni lagi membuat Mita semakin badmood.


"Kenapa sih, dari tadi orang-orang cuma nyariin Indah, aku kan bukan asisten pribadinya dia, yang harus tau keseharian dia, kenapa dia ngga masuk kampus. Sekali-kali nyariin aku kek." gerutu Mita kesal.


Doni kembali tersenyum melihat tingkah Mita yang menurutnya imut saat dia sedang ngambek.


"Bukan gitu Mit, biasanya kan kamu sama Indah selalu bareng, jadi ngga salah dong kalau aku nanyain Indah, karna 2 hari ini, aku ngga pernah liat Indah bareng sama kamu, makanya aku nanya. Lagian yah, aku ngga mungkin nyariin kamu, sementara kamu ada disini." ucap Doni sambil tersenyum.


"Ehh, iya juga yah kak. hehehe." ucap Mita malu sambil cengengesan menyadari keb*d*hannya.


Doni semakin gemas melihat tingkah Mita, Doni lalu mengacak-acak rambut Mita dengan gemas, membuat Mita semakin tersipu malu dengan tindakan Doni.


"Ya udah kamu lanjutin makan kamu. dan 1 lagi, kalau makan makanannya di kunyah dengan bener." ucap Doni lalu memasukkan roti kedalam mulut Mita, Mita hanya menerima dengan pasrah.


Doni hendak pergi, tapi di tahan oleh Mita.


"Kak Doni mau kemana?" tanya Mita.


"Aku mau ke fakultas bentar, aku ada urusan disana. Kenapa? " tanya Doni penasaran.


"Kak Doni udah makan siang?" tanya Mita lagi, Doni sempat mengerutkan keningnya mendengar perhatian Mita.


"Belum.." jawab Doni kembali santai.

__ADS_1


Mita kemudian mengambil roti yang ada di tasnya lalu memberikannya kepada Doni, Doni pun menerima pemberian Mita.


"Itu buat kak Doni, sebagai pengganjal perut." ucap Mita lalu tersenyum.


"Ya udah, makasih yah.. ucap Doni sambil membalas senyuman Mita dan Mita hanya mengangguk.


"Ya udah aku duluan." ucap Doni lalu meninggalkan Mita.


Mita terus menatap Doni yang meninggalkannya dengan tatapan penuh kekaguman terhadap Doni.


"Ternyata kak Doni ganteng juga. dia ngga jauh beda sama kak Riko, kok aku baru sadar yahh." gumamnya sambil tersenyum centil.


"Kok aku baru nyadar yah,, dia juga ramah, ngga kayak kak Riko, ngelirik aku aja ngga pernah." gumam Mita lalu kembali memakan rotinya.


"Lagian juga yah, kak Riko kan udah nikah sama Citra, jadi untuk apa aku ngejar-ngejar yang tidak pasti, nanti aku malah di sangka pelakor lagi." gumam Mita dengan mulut yang penuh dengan roti.


Next


Orang tua Riko sudah berada di rumah Citra dan mereka sedang berkumpul di ruang keluarga termasuk Citra.


Mama Ayu terus menatap Citra yang terlihat kurus, mama Ayu kemudian mendekati Citra dan memeluk Citra dengan kuat.


"Baik papa langsung saja Cit, sebelum itu kami semua mau minta maaf dengan kamu Cit, tapi papa dan mama melakukan semua ini hanya untuk kalian, sebenarnya alasan papa melakukan ini karna bla.... bla... blaa.....


Citra hanya menyimak penjelasan mertuanya dan papanya bergantian. Setelah menjelaskan.


"Seharusnya hari ini Riko yang menjemput kamu disini, tapi...


"Tapi apa pah?" tanya Citra panik memotong perkataan papa Indra.


"Riko sudah 2 hari tidak ada kabar, terakhir dia pergi ke Jerman, tapi sampai hari ini dia belum kembali ke Jakarta, papa sudah bertanya ke Romi, tapi Romi juga tidak tau keberadaan Riko, Riko hanya mengirimkan gambar ke Romi." jelas papa Indra kemudian menunjukkan gambar tersebut ke Citra.


Citra melihat gambar itu, dan dia mengetahui bahwa Riko berada di Korea, karna gambar yang di kirim Riko adalah tempat-tempat yang pernah mereka datangi saat di korea.


"Cit, papa sama mama sama sekali tidak tau tempat itu dimana? jadi kalau kamu tau tempat itu dimana, kamu pergilah kesana, temui Riko dan bawa dia pulang. Papa mau berterima kasih sama dia sekaligus minta maaf." ucap Papa Indra.


Mendengar perkataan mertuanya, tanpa pikir panjang Citra langsung berlari menuju kamarnya, dan memasukkan pakaiannya ke dalam koper.

__ADS_1


Next..


Setelah membeli tiket menuju korea, Citra sedang menunggu waktu keberangkatannya yang tidak lama lagi, wajah Citra terlihat sangat senang karna sebentar lagi akan bertemu Riko.


"Sayang maafin kami yah, kami tidak pernah bermaksud untuk berbuat seperti ini sama kalian." ucap mama Ayu lembut.


"Ngga kok mah, Citra bisa mengerti dengan perlakuan kalian, ucap Citra juga lembut.


"Tapi, kalian memang salah, kenapa harus seperti ini, kan kalian bisa menjelaskannya baik-baik sama aku, dan aku pasti akan mengerti, bukan seperti ini.. Ucap Citra tiba-tiba marah.


"Ehhh, sayang tadi bukannya kamu sudah mengerti, kenapa malah marah lagi." ucap papa Bram hati-hati karna mood Citra sedang tidak baik.


Citra tidak menjawab perkataan papanya, dia hanya terus menerus menatap dingin mereka semua. Merasa terpojok mama Ratna segera menyuruh Citra naik pesawat, karna memang sudah ada panggilan untuk penumpang, agar segera menuju pesawat, karena pesawatnya akan segera berangkat.


Senyuman kembali terukir di wajah Citra, kemudian memeluk orang tuanya dan juga mertuanya untuk berpamitan, setelah itu diapun meninggalkan mereka.


"Citra, papa pesan cucu.." teriak papa Indra yang sangat bahagia, semua orang menatap ke arah mereka, terutama Citra yang juga sudah di tatap banyak orang membuat dia malu.


Mama Ayu kemudian mencubit perut suaminya karna malu.


"Papa apaan sih, malu diliatin orang." bisik mama Ayu.


"Biarin, emang salah kalau aku titip cucu, emang kalian tidak mau cucu." ketus papa Indra.


"Emang papa pikir cucu itu barang, yang langsung ada hanya dalam semalam." ucap mama Ayu kesal dengan tingkah suaminya.


Mama Ratna dan Papa Bram hanya tersenyum melihat tingkah mereka.


Citra sudah berada di dalam pesawat, dia duduk di kursi yang sama saat pertama kali mereka berangkat ke Korea.


Tidak lama kemudian pesawat pun lepas landas.


******


Maaf yah Readers, pasti banyak yang penasaran dengan alasan orang tua Riko dan orang tua Citra memisahkan mereka.


Tenang saja Alasannya akan saya ungkap di akhir episode, jadi tungguin yah. heheh

__ADS_1


Dan 1 lagi jangan lupa tinggalin Like, Coment dan Votenya yahh..


__ADS_2