Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
187


__ADS_3

Seorang gadis tertidur dengan lelap,saat pulang dari ketemuan bersama Mama Jackson,Salsa langsung tidur.


Tubuhnya benar2 sudah tak bisa tawar menawar lagi.


Salsa sudah kelelahan beraktifitas seharian ditambah nanti sore gadis itu harus bekerja lagi hingga larut malam.


Salsa meringkuk diranjang dengan sangat nyaman hingga kenyamanan gadis itu dikejutkan suara ponsel yang berdering.


" Hmmm " Lenguh Salsa bergerak pelan.


Tring tring tring...


Hape Salsa terus berbunyi seolah memaksa gadis itu harus menerimanya segera.


" Siapa yang nelfon sih ?" Gumam Salsa kesal.


Gadis itu meraba ponselnya diranjang dan mulai membuka mata.


" Ponsel ku mana ?" gumam Salsa tak menemukan hapenya.


Gadis itu melihat kiri kanan lalu mendapati sang hape teronggok di nakas.


" Halo ?" Sapa Salsa serak.


" Sa halo Sa " Sapa seorang gadis.


" Hm ya ada apa ?" Tanya Salsa menggaruk kepala.


" Sa,aku ada info penting " Ucap gadis itu heboh.


" Info apa ?" tanya Salsa mengernyit.


" Alexi buta " Jawab gadis itu cepat.


" Hah siapa ?" tanya Salsa belum ngeh.


" Alexi,dia gak bisa melihat " Jawab gadis itu cepat.


" Apa !" Pekik Salsa langsung terbelalak.


Gadis itu melihat nama dilayar dan kembali melotot.


" Kak Helen tau dari mana ?" tanya Salsa seketika heboh.


" Aku lihat sendiri Sa,Ipar kamu lamar Histi berapa hari yang lalu " Jawab Helen disebrang.


Salsa menutup mulutnya tak percaya.


Gadis itu langsung dikejutkan dengan 2 perkara gempar.


" Kak Serkan lamar Histi ?" Tanya Salsa.


" Iya,kamu gak dikasih tau ?" Tanya Helen heran.


" Gak Kak " Jawab Salsa lesu.


" Astaga,terus kamu gak tau Alexi buta ?" tanya Helen lagi.


Salsa menggeleng.


" Gak Kak,gak ada yang ngasih tau aku " Jawab Salsa sedih.


" Ya ampun Sa jadi dari dulu kamu gak tau kalo Alexi parah ?" Tanya Helen tak percaya.


" Aku gak tau apapun,Ayah bilang Alexi baik2 saja " Jawab Salsa sedih.


Helen diam,gadis itu merasa iba dengan Salsa yang tak tau apapun tentang kabar mantan suaminya.


" Kamu yang sabar ya,mungkin mereka gak mau bikin kamu sedih dan kepikiran " Kata Helen menduga.


" Seharusnya mereka kasih tau aku kondisi Alexi,kayaknya Ayah sama Ibu emang udah gak respek lagi Kak sama aku " Balas Salsa mulai menangis.


" Salsa jangan sedih " Kata Helen kasihan.


" Aku gak tau salah aku dimana Kak,aku hanya pengen tau kabar mereka,aku gak berharap lagi bisa balik sama Alexi,tapi kenapa mereka.... huhuhu " Ucap Salsa terus menangis.

__ADS_1


Helen terdengar menghela nafas,gadis itu sudah menduga Salsa tak tau apapun.


" Maaf ya Kakak kasih tau ini sama kamu,Kakak pikir kamu udah tau " Ucap Helen merasa bersalah.


" Gak papa Kak,makasih udah kasih info ke aku,setidaknya aku bisa mengirimkan doa untuk kesembuhan Alexi " Balas Salsa berusaha sabar.


" Kakak gak lama lagi balik kesana,Jacob lamar Kakak " Kata Helen cengengesan.


" Wahh beneran ?" tanya Salsa kaget.


" Ya dia datang bersama kedua orang tuanya,nanti kita tinggal bersama Oke " Ajak Helen semangat.


" Ahh nanti aku bakal jadi obat nyamuk " Kata Helen terkekeh.


" Hehe gak papa kan ada Jackson juga " Goda Helen.


" Hehe iya Kak,selamat ya aku turut bahagia " Ucap Salsa tulus.


" Hm makasih Sa,udahan dulu ya aku mau bantu Mama masak " Pamit Helen.


" Iya Kak,makasih banyak ya " Balas Salah.


" Sama2 Sa,dah " Kata Helen mematikan panggilan.


Salsa menaruh hapenya diranjang dan menatap kosong.


" Alexi buta ?" Gumam Salsa memejamkan mata.


Hatinya begitu sakit dan perih mendengar kabar mengejutkan lelaki itu.


" Ya Tuhan,Alexi pasti sangat sedih sembuhkan dia Tuhan " Doa Salsa memelas.


Meski mereka tak ada lagi hubungan spesial tapi Salsa sudah berdamai dengan lelaki itu.


Salsa tak mau menyimpan dendam kepada Alexi karna lelaki itu juga pernah membuatnya begitu bahagia dan Alexi juga yang membawanya seperti saat ini.


Gadis itu sudah tak berselera lagi untuk melanjutkan tidurnya,Salsa bangun dan pergi kekamar mandi untuk wudhu.


Ntah mengapa dirinya ingin mendoakan kesembuhan Alexi dengan kushu berharap Tuhan berbaik hati kepada lelaki itu.


Pria itu membuka matanya dan merasa masih gelap.


" Apa operasinya gagal ?" tanya Alexi menyentuh matanya yang terbalut perban.


" Lex " Panggil seseorang.


Alexi tersentak dan meraba sekitar.


" Aku disini " Ucap gadis itu memegang tangan Alexi.


" Win,aku dimana ?" tanya Alexi.


" Kamu masih dirumah sakit,ini udah tengah malam " Jawab Winda memberitahu.


" Benarkah ?" tanya Alexi kaget.


" Kamu mau sesuatu ?" Tanya Winda.


" Aku pengen pipis " Jawab Alexi.


Deg...


Winda melotot dan menoleh kebelakang.


Terlihat orang tua Alexi tertidur di kasur dengan saling berpelukan terlihat sekali Yuni dan Romi lelah bahkan tak sadar saat Alexi bangun.


" Ibu mana ?" Tanya Alexi.


" Tidur " Jawab Salsa.


" Oh biarin aja mereka tidur,aku bisa sendiri " Ucap Alexi.


" Ehh jangan kamu gak bisa " kata Winda kaget.


" Terus gimana,gak mungkin aku pipis dicelana?" tanya Alexi.

__ADS_1


Winda menatap lelaki itu sebentar lalu tertawa.


" Kenapa ?" Tanya Alexi heran.


" Gak papa aku merasa lucu aja " Jawab Winda.


" Jangan bilang kamu mau..." Kata Alexi menutup pusakanya.


" Haha ya gak lah,kan bisa keluar sendiri gak perlu aku bantu " Kata Winda kembali tertawa pelan.


" Haiistt kau ini,cepetan bawa aku kesana udah diujung ini " Kata Alexi menurunkan kakinya.


Winda mengangguk dan memegang tangan Alexi.


Pria itu sedikit oleng,Alexi mengaduh pusing sebentar lalu kembali normal.


" Udah ?" tanya Winda khawatir.


" Hm ayok " Jawab Alexi berpegangan pada pundak gadis itu.


Winda pun mulai melangkah diikuti Alexi dengan tertatih.


Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang pria dengan baju santainya.


" Loh Alexi mana ?" Tanya Serkan kaget melihat adiknya tak ada di kasur.


Lelaki itu melangkah dengan cepat dengan wajah panik.


" Ada apa Serkan ?" Tanya Romi terbangun.


" Alexi hilang Yah " Jawab Serkan berbalik badan.


" Apa !" Pekik Romi terbelalak.


Byur byur...


Suara air terdengar,2 lelaki itu menoleh kekamar mandi dengan wajah terkejut.


" Alexi udah bangun ?" tanya Serkan.


" Gak tau,tadi Ayah tidur sama Ibu kamu " Jawab Romi langsung bangkit.


Serkan mendekati kamar mandi dan membuka pintu.


" Astaga apa yang kalian lakukan ?" Tanya Serkan melotot melihat Winda menunduk didepan Alexi.


Alexi dan Winda kaget bukan main dengan suara lelaki itu.


" Kakak " Pekik Winda berbalik badan.


" Kalian ngapain ?" Tanya Serkan mengernyit.


" Em kita em " kata Winda bingung.


" Kenapa ?" tanya Romi ikut mengintip.


" Astaga Alexi,pake celana kamu yang bener !" Kata Romi tegas.


Alexi mengangkat celananya dengan cepat,pria itu berusaha keluar dari ruangan sempit tersebut.


" Jangan salah paham Paman,aku dan Alexi gak ngapa2in,tadi dia mau pipis jadi aku bantu " Kata Winda ketakutan.


Romi dan Serkan menatap Alexi dan Winda penuh selidik.


" Ada apa Mas ?" tanya Yuni terbangun mendengar suara berisik2.


Glek...


Winda kembali menelan ludah kasar,gadis itu menerjang kaki Alexi untuk menjelaskan sesuatu.


Alexi bukannya tegang pria itu malah tertawa membuat semua orang terheran2.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2