Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Dua Dua "TSJC"


__ADS_3

Skipp..


Semua Maba masih berkumpul di depan Aula..


"Ingat besok jangan sampai ada yang telat lagi,, hari ini kami masih memberi kalian keringanan. Jika besok masih ada yang telat,, tau sendiri akibatnya.. kalian mengerti." ucap Senior menggunakan toa.


"Mengerti.." teriak semua Maba.


"Apa kalian tau besok kumpul pukul berapa?" teriaknya lagi.


"Pukul 06.30.." teriak maba serentak.


"Bagus,, kalau begitu kalian boleh pulang sekarang." teriaknya lagi.


Setelah Senior menyampaikan informasi kepada Maba,, Semua Maba kemudian meninggalkan lapangan Aula hendak pulang.


Citra dan Indah berjalan bersama.


"Kamu tinggal dimana Ndah?" tanya Citra.


"Aku tinggal di Apartemen milik keluarga aku Cit,," ucap Indah.


Tiba-tiba saja Kevin menghampiri mereka.


"Hay, kalian udah mau pulang?" tanya Kevin.


"Iya Vin..." jawab Indah.


"Kamu pulang sama siapa Cit,, aku anterin yah." ucap Kevin.


Indah merasa risih, karna Kevin sama sekali tidak menghiraukannya, dia hanya berbicara dengan Citra.


"Ya udah aku pulang duluan yahh,, dahh.." ucap Indah lalu pergi meninggalkan Citra dan Kevin.


"Indahh." teriak Citra memanggil Indah. Indah hanya melambaikan tangannya.


Citra menatap Kevin sinis lalu berjalan meninggalkan Kevin.


Kevin berusaha menyamakan langkahnya dengan Citra..


"Aku anter kamu pulang yahh.." ucap Kevin berharap.


"Ngga usah Vin, aku bisa pulang sendiri." ucap Citra datar.


"Hy Cit.." sapa Anton yang datang tiba-tiba entah dari mana.


"Ehh kak Anton.." Ucap Citra kaget.


"Udah mau pulang yah,, aku anterin yahh." tawar Anton.


Citra menatap Anton bingung.


"Aduhh,, gimana nih,, kalau aku main pergi gitu aja, pasti kak Anton ngejar aku terus, nah kalau kak Anton yang anterin aku bisa gawat, dia kan temennya kak Riko, nanti dia tau kalau aku istrinya kak Riko." batin Citra.


Citra yang sedang melamun di kagetkan dengan Anton yang menepuk pundaknya..


"Aku anterin pulang yah.." ucap Anton menatap Citra.


Citra masih berusaha berfikir...


"Maaf kak, tapi Citra pulang bareng Kevin, yuk Vin." ucap Citra lalu berjalan.


Kevin pun tersenyum, hatinya sangat senang karna Citra mau dia antar pulang.


"Yess,, akhirnya Citra mau juga aku antar pulang,, makasih kak Anton." batin Kevin senang sambil melirik Anton.


"Aku duluan kak.." ucap Kevin berpamitan dengan Anton.


Anton hanya menatap Kevin kesal.


"Sial gue telat." batin Anton kesal.


Skiipp..


Indah sedang menunggu taksi di pinggir jalan. Tiba-tiba mobil berhenti di depannya dan membunyikan klakson.


"Siapa?" batin Indah sembil mencari-cari orang yang di dalam mobil itu.


"Heyy,, kamu Maba temannya Kevin dan Citra kan,, ayo naik biar aku anter kamu pulang.." kata Doni di balik jendela mobilnya.


"Ehhh,, ngga usah kak,, aku naik taksi saja." ucap Indah.

__ADS_1


"Udah ngga usah sungkan, aku ngga akan gigit orang kok." ucap Doni tersenyum ke Indah.


"Ini udah sore,, kalau jam segini biasanya taksi jarang ada yang lewat di daerah sini. Kamu mau nunggu disini sampai malem.. Udah Naik" ucap Doni..


Indah masih berfikir apakah dia harus naik apa tidak, apakah dia harus percaya sama Doni atau tidak.


"Mau naik apa ngga nihh,, kalau ngga mau gue tinggal." Ucap Doni yang membuat Indah terkejut.


"Ehhh,, iya kak, Indah ikut.." ucap Indah lalu masuk ke dalam mobil Doni.


Doni pun segera melajukan mobilnya.


Skiipp.


"Berhenti di depan situ Vin.." ucap Citra...


Kevin memberhentikan mobilnya di depan rumah Riko. Citra segera turun dari mobil. Kevin pun mengikuti Citra.


"Makasih yah Vin, udah mau anterin aku.." ucap Citra..


"Iya Cit,, sama-sama." ucap Kevin sambil terus menatap rumah Riko.


"Ini rumah siapa Cit?" tanya Kevin.


"Ohh ini rumah kelurga.." ucap Indah.


Sementara Riko yang sedang berada di kamarnya, memperhatikan Citra dan Kevin di balik jendela kamarnya.


"Cihhh,, baru aja sehari di kampus,, udah minta dianter-anter cowok.." gumam Riko sewot.


"Ya udah Vin, aku masuk dulu yahh,, kamu pulangnya hati-hati.." ucap Indah lalu berbalik.


"Ehh, segini doang, kamu ngga nyuruh aku mampir." ucap Kevin berharap.


Citra berbalik melihat Kevin sambil mengerutkan dahinya.


"Lain kali aja yah Vin, soalny di rumah ngga ada siapa-siapa, tante sama om aku lagi keluar." ucap Citra lalu tersenyum.


"Cihhh, ngapain dia senyum kayak gitu.." gumam Riko yang masih terus memperhatikan Citra di balik jendela kamarnya.


Riko memperhatikan Citra hendak masuk ke dalam rumah, Riko buru turun ke lantai bawah sebelum Citra masuk ke dalam rumah. Riko segera menyalakan TV dan duduk dengan santai nya.


"Kak Riko udah pulang?" tanya Citra.


"Hmm." jawab Riko cuek tanpa melihat Citra.


Citra menatap Riko sinis.. Citra ingin melangkahkan kakinya naik tangga, tapi dihentikan oleh Riko.


"Aku belum makan siang,, buatin aku makanan, aku laper.." ucap Riko datar dan masih menatap TV.


"Kak Riko belum makan siang,, ya udah Citra ganti baju dulu." ucap Citra lalu bergegas naik ke kamarnya.


"Aduhh kasihan beruang kutub belum makan.." gumam Citra sambil mengganti pakaiannya.


Setelah berganti pakaian Citra segera turun menuju dapur..


Riko menatap Citra dari belakang yang sedang berjalan menuju dapur sambil mengikat cepol rambutnya.


Riko menatap leher jenjang Citra dari belakang dan membuat Riko menelan ludahnya.


Riko mengikuti Citra ke dapur dan duduk di kursi meja makan.


Citra hanya melirik Riko yang sedang duduk.


"Kak Riko ngapain kesini?" tanya Citra bingung.


"Emangnya salah,, ini kan Rumah aku, terserah aku mau dimana." ucap Riko datar.


"Hayueeeuuhhh.. tuh muka ekspresinya cuma 1 yah." Batin Citra lalu kembali fokus menyiapkan bahan yang akan dia gunakan.


Riko terus menatap Citra yang sibuk memasak, sambil sesekali melirik leher Citra. Citra sesekali melirik Riko dan mendapati Riko memeperhatikannya merasa risih..


"Mending kak Riko tunggu di ruang tamu aja yah,, nanti kalau makanannya udah siap baru Citra panggil." ucap Citra.


"Emang kenapa kalau aku disini?" tanya Riko....


"Citra ngga fokus masak kalau ada yang memperhatikan Citra kak.." ucap Citra.


"Kan yang memperhatikan kamu suami kamu sendiri." ucap Riko refleks.


"Ehhhhh 😨..." ucap Citra kaget dan seketika pipinya merona karna malu. Citra langsung menggigit bibir bawahnya sambil menunduk.

__ADS_1


Riko juga salting dengan ucapannya sendiri yang refleks itu, memperhatikan tingkah Citra yang sedang menggigit bibir bawahnya.


"Sial, iman gue goyahh,, melihat dia kayak gitu." Batin Riko lalu berjalan meninggalkan Citra.


"Cepat selesaikan masakan kamu, aku sudah sangat lapar." ucap Riko sambil berjalan meninggalkan Citra.


Citra memperhatikan punggung Riko..


"Apa aku tadi ngga salah dengar, kak Riko ngomong kayak gitu,, apa dia ngga salah makan." gumam Citra lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Beberapa menit kemudian, Citra selesai menghidangkan makanan di meja makan. Citra bergebmgas ke ruang tamu untuk memanggil Riko untuk makan.


Citra menatap Riko yang sedang sibuk dengan Hpnya.


"Sekarang yang nonton bukan kak Riko, tapi TV yang nonton kak Riko." batin Citra.


"Kak, makanannya udah siap.." ucap Citra.


Riko lalu berdiri hendak ke dapur, Citra juga hendak melangkahkan kakinya untuk naik ke kamarnya..


"Mau kemana?" tanya Riko.


"Citra mau ke kamar kak." ucap Citra.


"Temani aku makan.." ucap Riko sambil berjalan lalu menarik tangan Citra ke dapur.


Citra hanya pasrah sambil menatap tangan Riko yang menariknya.


Sampai di dapur Riko duduk sementara Citra segera melayani Riko, menyiapkan makanan di piring Riko lalu duduk di depan Riko.


"Kamu ngga makan?" tanya Riko..


"Citra belum laper kak." ucap Citra.


"Ya udah.." ucap Riko cuek lalu memakan makanannya.


Citra hanya menatap Riko sinis..


"Siapa dia?" tanya Riko tiba-tiba..


"Haaa.." Citra bingung.


"Laki-laki yang anterin kamu pulang." ucap Riko.


"Kak Riko liat.." ucap Citra penasaran tapi langsung di balas dengan tatapan dingin Riko.


"Dia Kevin kak." ucap Citra.


"Aku ngga nanya nama, aku nanya siapa dia?" ucap Riko cuek.


Citra menghela nafasnya kasar sambil mengelus dadanya.


"Dia teman Citra kak, teman sekolah Citra di Bandung." ucap Citra kesal.


Riko hanya meneruskan makannya sambil mendengar Citra bicara.


"Ihhh,, ni orang kenapa sihh,, selalu bikin kesel." batin Citra menatap sinis Riko.


Riko kemudian mengeluarkan sesuatu dari kantongnya lalu menyerahkannya ke Citra.


"Nih..." ucap Riko.


Citra yang bingung hanya menerima apa yang di berikan Riko.


"Ini apa kak?" tanya Citra.


"Liat aja sendiri." ucap Riko.


"Ya Ampun ini ID Card aku,, kok bisa ada di kak Riko.. loh kok,, Fakultas Kedokteran." ucap Citra heran.


"Emang aku daftar kamu di Fakultas Kedokteran, kenapa kamu berada di fakultas Hukum. Anehhh.." ucap Riko..


"Itu karna kak Riko ngga kasi tau aku sebelumnya, kalau aku di fakultas kedokteran." ucap Citra.


"Yah kamu ngga nanya.." ucap Riko cuek lalu berdiri karena telah selesai makan.


"Ehh 1 lagi, jangan deket-deket sama Anton, dia itu playboy.." ucap Riko lalu meninggalkan Citra.


Citra menatap Riko heran,,


"Kok dia tiba-tiba peduli sihh.." gumam Citra heran, lalu membersihkan meja makan lalu mencuci piring.

__ADS_1


__ADS_2