
Malam harinya,Alexi sudah siap menunggu didapur.
Salsa sedang memasak menu makan malam untuk lelaki itu mengingat tadi pagi Alexi kurang enak badan dan mengaduh sakit perut karna jajan sembarangan.
Meskipun Salsa kesal kepada mantan suaminya tapi perempuan itu masih perduli kepada Alexi apalagi orang tua lelaki itu banyak berjasa kepadanya.
Alexi mengangkat telepon dari ibunya yang memang akhir2 ini sering menghubungi mereka.
" Salsa mana Lex ?" Tanya Yuni tak sabaran.
" Ck,bisa gak kalo nelfon itu yang ditanyain anak dulu baru orang lain " Komen Alexi gemas.
" Hehe kamu kan udah ibu lihat,sedangkan Salsa nya belum,kasihan kan nanti dia kamu bully terus " Sindir Yuni.
" Mana ada,aku lagi sakit ini Bu " rengek Alexi.
" Iya,minta diobatin sama Salsa " Jawab Yuni tenang.
Alexi diam melihat punggung Salsa yang bergerak kesana kemari mencampurkan bahan masakan.
" Kalian gak buat aneh2 kan ?" Tanya Yuni hati2.
" Emang kita mau ngapain ?" Tanya Alexi mengembangkan hidung.
" Ya siapa tau aja kamu khilaf " Jawab Yuni.
" Kan tinggal kawin lagi,apa susahnya " Jawab Alexi santai.
" Apa kamu bilang !" Pekik Salsa menodong penggorengan kepada Alexi.
Lelaki itu seketika tertawa melihat wajah kesal Salsa.
" itu aja kalo aku mau ngawinin " Lanjut Alexi membuat Salsa makin murka.
" Alexiii jaga bicara kamu " Teriak Romi dari seberang.
" hayo lah,tabokin aja Yah mulut Alexi nih " Kata Yuni mengompori.
Alexi mengkrucut,Salsa kembali berkutat dengan kesibukannya menahan tawa melihat Alexi tak berani kpada Romi.
" Ngadu teros " Cibir Alexi.
" Biarin " Jawab Yuni santai.
Alexi memutar mata malas.
Yuni menanyakan tentang Salsa dan meminta gadis itu tetap disana untuk menjaga Alexi dengan alasan fisik lelaki itu lemah dan butuh seseorang yang menjaganya.
Salsa sebenarnya ingin menolak apalagi jawaban Alexi membuat darah gadis itu mendidih.
tapi perintah tetap perintah,Salsa tak sampai hati ingin menolak Yuni karna wanita itu sudah seperti ibu kandung baginya.
" Kalo Alexi macam2 sama kamu lapor sama Ayah " kata Yuni tegas.
" Aku gak aneh2 " Teriak Alexi sedang mengambil minum di kulkas.
" Aman Bu,ntar aku patahin tangan kakinya kalo berani macam2 " Ancam Salsa santai.
" Haha iya boleh juga tuh biar dia gak bisa ganjenn lagi sama orang " kata Yuni mendukung.
" Dasar psikopat,kenapa gak sekalian aja aku digoreng tepung " Kata Alexi kesal.
Yuni kembali tertawa mendengar anaknya tak terima.
__ADS_1
Panggilan pun terputus karna menu mereka sudah siap.
Dengan telaten Salsa menyiapkan alat makan lelaki itu meski Salsa tak mengambil nasi dan lauk untuknya.
" Kamu gak makan ?" tanya Alexi mengernyit melihat Salsa sudah dengan hape.
" Gak,aku makan diluar " Jawab Salsa tanpa menoleh.
" Diluar ? sama siapa ?" Tanya Alexi terkejut.
" Ada deh " Jawab Salsa tersenyum.
Alexi menghempas sendok makannya menatap gadis itu nyalang.
" Kenapa ?" Tanya Salsa kaget.
" Kalo kamu makan diluar buat apa masak hah " Bentak Alexi.
" Ya buat kamu lah,kan kamu minta dimasakin " Jawab Salsa heran.
Nafas Alexi memburu,lelaki itu terlihat emosi tapi Salsa memasang wajah tanpa dosanya.
" Jadi kamu gak makan ?" Tanya Alexi berusaha tenang.
" Gak,aku mau siap2 dulu,pinjem kamar kamu ya " Kata Salsa tersenyum.
Alexi tak menjawab,gadis itu tanpa ragu langsung bangkit dan sedikit berlari masuk kekamar Alexi.
Pria itu menatap punggung Salsa geram,ntah mengapa hatinya terasa panas mendengar gadis itu akan makan diluar padahal menu diatas meja cukup untuk mereka berdua..
" Aaakhh **** !" Umpat Alexi ingin mengamuk.
Lelaki itu menyugar rambutnya kasar,Alexi ingin marah tapi sadar diriny bukan siapa2 Salsa lagi.
" Apa Salsa udah punya pacar ? tapi siapa ?" Gumam Alexi dengan mulut penuh.
Lelaki itu dengan susah payah menelan semunya.
Dikamar Salsa sudah berdandan cantik dengan pakaian serba baru.
" Hhmm masih bau amoy " Gumam Salsa terkekeh karna baju itu belum sempat dicuci.
Salsa celingak celinguk mencari sesuatu hingga menemukan parfum Alexi,karna miliknya sudah habis..
" Hmm enak banget baunya,serasa lagi meluk Alexi " Gumam Salsa tanpa sadar.
" Ehhh apa yang aku pikirkan,astaga jangan mesum Sa " Ucàp Salsa menabok kepalanya sendiri.
Setelah semua selesai,Salsa keluar kamar dan berpapasan dengan Alexi yang menunggu didepan pintu.
Lelaki itu menatap Salsa dari ujung rambut hingga kepala.
Tak ada yang mewah,hanya saja Salsa bergaya dengan style kekinian.
" Aku minta parfum kamu dikit hehe " Kata Salsa cengengesan.
" Mau kemana ?" Tanya Alexi datar.
" Jalan2,udah janji soalnya Lex " Jawab Salsa semangat.
" Sama siapa ?" tanya Alexi.
" Sama Bra em anu em " Jawab Salsa tiba2 ragu.
__ADS_1
Alexi masih menunggu jawaban.
" Sama siapa ?" tanya Àlexi lagi.
" Kak Bryan " Jawab Salsa tenang.
" Bryan ? siapa dia ?" tanya Alexi mengernyit.
" Kamu kepo banget sih Lex " Jawab Salsa heran.
Alexi mendatarkan wajahnya bersikap tenang.
" Cuma pengen tau doang,nanti diculik siapa yang repot " Jawab Alexi ngeles.
" Ya gak lah,Kak Bryan orang baik dan bertanggung jawab " Balas Salsa yakin.
Alexi melihat gadis itu dalam,Salsa terlihat sangat yakin dengan apa yang ia ucap barusan.
" Kamu gak usah khawatir,aku bisa jaga diri " Kata Salsa melihat aura aneh Alexi.
" Pulang gak ?" tanya Alexi.
" Maksud nya ?" tanya Salsa.
" Aku tanya kamu pulang kerumah apa ngak ?" Ulang Alexi.
" Kamu pikir aku perempuan gimana Lex ? jangan karna aku seorang janda kamu pikir aku liar,meski pun aku sendiri tapi aku masih bisa jaga diri !" Kata Salsa tajam.
" Bukan gitu maksud aku Sa,kamu salah paham " kata Alexi kaget.
" Salah paham apa ? kamu terlalu memandang rendah orang Lex !" kata Salsa emosi.
" Astaga Salsa bukan begitu " Kata Alexi mencoba menjelaskan.
" Mau aku pulang atau tidak,itu bukan urusan mu lagi,jika tak menyukai aku tinggal disini,letakkan saja koper ku diluar malam ini,aku tidak akan mengganggu mu lagi " Ucap Salsa tegas dan berjalan keluar dengan cepat.
" Sa,sa dengerin aku dulu Sa buka...n " Ucap Alexi menggantung saat pintu terbuka dan seorang lelaki tampan dengan mobil mewah kap terbuka berdiri didepan rumahnýa.
" Kak Bryan " Panggil Salsa tersenyum mendekati lelaki itu.
" Hay " sapa Bryan hangat.
Salsa melihat Alexi,lelaki itu diam dengan wajah yang sulit dimengèrti.
" Ayo Kak,aku dah siap " Ucap Salsa semangat.
" Hm " Jawab Bryan membuka pintu mobil.
Salsa pun masuk kedalam dan duduk tenang tanpa melihat Alexi.
" Bro duluan " Ucap Bryan tersenyum kepada Alexi.
Alexi tak menjawab,mobil itu pun perlahan mundur dari pekarangan rumah dengan knalpot yang menggetarkan jiwa.
Salsa melihat Alexi dari kaca spion,Lelaki itu masih diam melihat kearah mereka hingga terhalang rumah orang.
" Bukankah itu mantan suami mu ?" Tanya Bryan mengingat ingat foto yang dulu Salsa tunjukan.
" Hm " Jawab Salsa menunduk
" kenapa bisa tinggal bersama ?" Tanya Bryan heran.
Salsa menceritakan kronologinya bisa tinggal dengan Alexi.
__ADS_1
Bryan mangut2 paham dan membawa gadis itu jalan2 berhubung keduanya sedang galau.