
Histi mendekat dan duduk disamping lelaki itu,Serkan menoleh dengan senyum hangatnya.
" Udah ?" Tanya Serkan.
" Hm " Jawab Histi mengangguk.
" Ini siapa ?" Tanya wanita didepan Serkan.
" Oh ini namanya Putri,anak magang di rumah sakit " Jawab Serkan.
Wanita itu menatap Histi menyelisik lalu tersenyum mengulurkan tangan.
" Hay aku Siti " Ucap wanita itu ramah.
Histi melirik Serkan,pria itu mengangguk kecil.
" Aku Putri " Jawab Histi menyambut.
" Cantik ya " kata wanita itu tersenyum.
Serkan hanya tersenyum sambil melihat Histi yang menunduk malu.
" Oh iya,aku pulang dulu ya takut adik aku cari2 " Kata Siti berpamitan.
" Yah kok cepet,padahal baru aja ketemu " Kata Serkan mengkrucut.
" Nanti ketemu lagi " Balas wanita itu terkekeh.
" Ya udah hati2 ya " Kata Serkan pasrah
" Hm " Jawab Siti tersenyum.
" Dah anak manis,hati2 dijalan " Kata Serkan memegang anak itu seraya menyelipkan uang 100 ribu dikantong balita tersebut.
Siti pun berlalu dari hadapan mereka,Serkan menghela nafas panjang dengan senyum kecilnya.
" Dia siapa Dok ?" tanya Histi sudah gatal ingin bertanya.
" Siti " Jawab Serkan tenang.
" Iya siapa ?" Tanya Histi.
" Siti " Jawab Serkan lagi.
Histi menepuk jidatnya gemas dengan jawaban lelaki itu.
" Maksudnya siapanya Dokter ?" Tanya Histi membenarkan pertanyaan.
" Oh,penyelamat " Jawab Serkan terkekeh.
" Penyelamat ?" Tanya Histi mengernyit.
" Ya,dulu aku pernah di hadang orang tengah jalan terus dia datang dan bantuin,sampe terluka juga waktu itu " Jelas Serkan.
" Dokter pernah dibegal ?" Tanya Histi kaget.
Serkan mengangguk.
" Wahhh berani banget mereka,emang mereka ngak takut ?" Tanya Histi polos.
" Maksudnya ?" Tanya Serkan bingung.
" Muka Dokter kan galak masa ia begal gak takut " Jawab Histi dalam hati.
" Kamu ngolokin saya ?" Tanya Serkan melotot.
" Ngak,siapa yang ngolokin kan saya tanya " Jawab Histi menelan ludah.
" Pasti kamu ngolokin saya dalam hati iyakan !" Tuduh Serkan tajam.
" Ngakk " jawab Histi mengangkat 2 jarinnya.
Serkan mendengus membuat gadis itu terkekeh geli.
" Gitu aja marah " Olok Histi menyenggol lengan Serkan.
" Siapa yang telfon tadi ?" Tanya Serkan tenang.
__ADS_1
Deg...
Histi terdiam,gadis itu menggigit bibir bawahnya merasa gugup.
" Pacar kamu ya ?" Tebak Serkan.
" Hah ngak " Jawab Histi cepat.
" Aduhh kenapa aku bilang gak ? ahh ada apa dengan diri ku ini,kenapa aku malah boong " Batin Histi menggerutuki dirinya sendiri.
" Yang bener ? kok panik gitu ?" Tanya Serkan menyelisik.
" Iya temen tadi nelfon nanyain laporan " Jawab Histi gugup.
" Bukannya tadi kamu bilang arisan ?" tanya Serkan heran.
" Ya awalnya aku kira arisan ternyata nanyain tugas " jawab Histi ngeles.
Serkan Ber Oh ria dan tersenyum kecil.
Gadis itu ikut tersenyum dengan kaki bergetar.
" Aduhh aku harus ngapain nih ? kenapa aku gak jujur aja sih kalo tadi Bryn yang nelfon,ahhh kalo gini kan berabe urusannya " batin gadis itu kesal sendiri.
Pesanan mereka datang,manik Serkan berbinar melihat kuah merah menyala didepannya.
" Dok punya obat magh kan ?" Tanya Histi ngeri.
" Ada dimobil " Jawab Serkan.
" Huh syukurlah,moga gak menc*t " Batin Histi ngeri.
Keduanya pun mulai makan,keringat Serkan mulai berterbaran diwajah tampan lelaki itu.
" Pelan2 Dok " kata Histi mengusap keringat Serkan dengan tisu.
" Hm enak Put " Balas Serkan menyugar rambutny yang terasa gatal.
Histi terkekeh geli,lelaki itu terlihat sangat bersemangat.
" Air " Kata Serkan dengan bibir tebal kemerahannya.
Histi yang sedang makan menuangkan air dan memberi lelaki itu minum.
" Kalo gak kuat jangan dipaksa Dok " kata Histi ngeri.
" Kuat kok,panas banget Put " kata Serkan menyeka keringatnya dengan lengan.
" tuh kan basah " Kata Histi mengambil menu dan mengipasi lelaki itu.
Serkan tersenyum lembut,Histi tanpa sadar begitu melayani lelaki dingin tersebut bahkan Histi tak malu untuk mengusap keringat Serkan yang banjir dari pelipis.
Setelah mangkuk lelaki itu kosong,Histi menghela nafas lega.
" Nih minum susu " Kata Putri sudah menyiapkan susu kotak untuk berjaga jaga.
Serkan menerimanya dan meminum setengah.
" Kamu minum juga " Kata Serkan mengambil bekas tisu disamping bibir gadis itu.
Histi terkejut saat tangan lelaki itu mendarat diwajahnya apalagi mendekati tempat yang rawan.
" Belepotan banget sih " Kata Serkan menggeleng pelan.
Lelaki itu mengambil kuncir rambut Histi dimeja dan mengikat rambut gadis itu dengan tenang.
Histi masih terdiam dengan wajah syoknya.
" Kramas ngak nih ?" tanya Serkan mengendus rambut Histi.
" Ngak Dok " jawab Histi jujur.
" Iuhhh jorok banget " Kata Serkan mentoel kepala gadis itu gemas.
Histi mengkrucut menebalkan bibir bawahnya.
Serkan menguncir tinggi rambut gadis itu hingga leher jenjang Histi terlihat jelas.
__ADS_1
" Dah makan lagi sana " kata Serkan kembali duduk mengambil air.
Histi meraba kepalanya dan kaget pria itu mencepol asal.
" ihhh Dokter,kok dicepol sih ngak mau ah kayak mbak2 " Protes Histi.
" Gak papa biar rambut kamu gak ganggu " Jawab Serkan terkekeh.
" Malu lah kayak gini " Kata Histi merajuk.
" Ngak,tetep cantik kok " Jawab Serkan tanpa sadar.
Deg...
Gadis itu kembali terdiam dengan wajah bersemu,Serkan yang sadar omongannya membuat telinga gadis itu mengembang langsung salah tingkah.
" Maksudnya em anu " kata Serkan gugup.
" cantik ya Dok ?" tanya Histi malu2.
" Gak " Jawab Serkan cepat.
" tadi bilang cantik " Goda Histi.
" Saya salah omong aja " Balas Serkan tenang.
Histi tertawa pelan,Serkan kembali minum dengan perasaan yang sangat malu.
Tanpa keduanya sadari seorang gadis mengambil foto kedua insan itu berkali kali,apalagi saat keduanya terlihat mesra.
" Wah2 bakal rame nih " Gumam gadis itu tersenyum smirk.
" Non,udah belum ayo pulang mau ujan " tegur seorang pria membuka kaca mobil.
" Hah iya Pak,ayo pulang " Sahut Angel tersentak
Gadis itu buru2 masuk kedalam mobil mahal neneknya seraya membawa pesanan warga rumah itu.
Sebelumnya,Ana menyuruh putrinya untuk membeli sate karna diriny tiba2 merindukan makanan yang sering ia beli dulu,Angel awalnya menolak karna sedang menonton drama korea bersama Azura tapi gadis itu diiming imingi upah jajan sepuasnya jadilah jiwa mager gadis sengklek itu membara dan dengan semangat 45 mencari makanan kesukaan Mamanya.
" Huh lumayan buat palakin Kak Histi hehe " Gumam Angel terkekeh geli.
Gadis itu pun dibawa pulang oleh supir karna mereka sudah terlalu lama dijalan gara2 gadis itu banyak maunya.
Sesampainya dirumah,terlihat para warga sudah terbaring lemah diruang keluarga.
" Yeee Kak Angel datang " Pekik seorang pria berlari mendekati gadis itu.
" Hay semuanya maaf ya terlambat " Kata Angel cengengesan.
Supir menaruh semua bungkusan didepan para warga kelaparan itu.
" Punya Om ada kan ?" tanya seorang pria asik menguncir rambut putranya.
" Ada tuh " Jawab Angel menunjuk dengan mulutnya.
Aktam mengangguk lalu menguncir lagi rambut Putranya yang sudah panjang.
" Ihhh Papa ngak mau kayak gini,aku lanang Pa " Teriak bocah itu kesal meraba rambutnya yang dikurcir frozen oleh lelaki itu.
" Haha ini bagus Boy,limited edition " Jawab Aktam tertwa.
" Limited pala mu,lepasin sekarang " Kata Lulu menampar bahu lelaki itu kesal.
" Hehe bagus Yank,lihat nih mirip Frozen kan " Kata Aktam menghadapkan wajah datar anaknya kehadapan sang istri.
Lulu tertawa geli dan menampar wajah lelaki itu.
Aktam tertawa ngakak menerima pukulan istrinya.
Bocah yang menjadi korban kejahilan Papanya merangkak mendekati makanan yang berserekan dimeja.
Angel tersedak melihat pria seumuran dirinya itu dengan rambut cetar membahana apalagi Aktam menambahkan jepitan diujung rambut tersebut.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1