
Tidak ada yang tau jalan hidup seseorang,bertahun lamanya memendam kesedihan kini gadis malang seperti Winda menemukan sedikit cahaya kehidupan dari pahitnya masa lalu,semua omongan pedas,asam manis ia telan semuanya dengan lapang dada,ia tak tau lagi harus berharap dan percaya kepada siapa selain dirinya dan Tuhan,seorang anak perempuan terlahir tanpa dimintai harus menanggung semua probelema hidup orang tuanya bahkan dirinya sendiri.
Si gadis kecil nan mungil yang ceria begitu tersiksa dengan kesakitan batin yang luar biasa,wanita itu berharap sang keturunan tidak merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan selama ini.
Sepulangnya keluarga kecil Alexi,Winda menatap lama mobil mewah tersebut.
Bayang2 masa lalunya kembali berputar saat ia meninggalkan semua kenangan dikota besar tempat ia dilahirkan.
Kadang Winda merasa sedih rindu dan sakit yang bercampur aduk,dalam hati kecil perempuan itu rasanya ia ingin sekali berkunjung,melihat perkembangan bahkan bertatap wajah dengan seorang yang membuat hidupnya menjadi tambah sulit,ia tak benci tapi rasa kecewa membuat Winda ingin melupakan semuanya..
" Winda " Tegur seseorang mengusap bahu perempuan itu lembut.
Winda menoleh dan mendapati sang suami tersenyum kearahnya.
" Iya " Balas Winda ramah.
" Kenapa melamun ?"
" Gak melamun "
" Kalo gak melamun masa gak kedengeran udah azan ?" tanya Restu terkekeh.
" Hehe udah azan ya ?" tanya Winda polos.
Restu mengangguk pelan.
" Ayo masuk " Ajak Restu lembut.
Winda mengambil tangan lelaki itu dan menciumnya lembut.
" Ada apa ?" tanya Restu merasa aneh.
" Kamu harus janji ya gak akan meninggalkan aku dengan alasan apapun " Ucap Winda serius.
" Kenapa ngomong gitu ?" tanya Restu kaget.
" Pokoknya harus janji dulu " kata Winda tegas.
" Iya sayang,aku janji kan mau bahagian Nur sama2 " Jawab Restu lembut.
Winda tersenyum dan memeluk lelaki itu erat,ntah mengapa ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi kepada rumah tangganya,Winda tak ingin masa kelam itu kembali lagi merusak kebahagiaan yang mati2an ia bangun..
" Dah ayo masuk gak enak diliat tetangga " kata Restu menegur.
Winda mengangguk,mereka pun masuk dengan bergandeng ria.
Nur sudah tidur,bocah itu kelelahan bermain bersama Suci tadi meski sebelumnya sempat berkelahi tapi keduanya bisa akrab dengan sendirinya.
Ditempat lain,seorang pria terlihat memasang wajah super datar duduk disofa melihat beberapa gadis mengobrol dengan hangat.
Hari ini Samuel menemani kedua adiknya jalan2 karna lelaki itu sudah berjanji akan membayari mereka makan jika dapat nilai kuliah yang bagus,lelaki itu tak bisa menolak lantaran keduanya begitu licik.
" Jika sudah selesai ayo pulang " Ucap Samuel hampir 1 jam membatu.
" Pulang ?" Ulang Tani melotot.
" Ya Kakak banyak kerjaan " jawab Samuel.
__ADS_1
" Nonono,belum 3 jam,kakak harus menemani kami jalan seharian,itu sudah dalam kontrak perjanjian dan tidak boleh dibatalkan dengan uang dan aset !" Ucap Tini tegas.
" Astaga " Balas Samuel frustasi.
Lelaki itu merasa menyesal menyetujui persyaratan gila adiknya,tapi apa boleh buat Tania dan Tini hanya mau belajar jika ia ikut andil disana.
" Tuh liat2 cowok nya cakep banget " Ucap teman Tania heboh.
" yang mana ?" tanya Tania menoleh.
" yang itu ada ceweknya " jawab gadis bernama Ratna tersebut.
Semua gadis disana menoleh,Samuel juga ikut menoleh dan terdiam melihat lelaki yang dimaksud.
" Kayaknya aku gak asing deh sama tuh cowok " Kata Tania mengingat.
" Iya,sering lihat deh " sahut Tini.
Samuel memutar mata,ia mengenali lelaki itu yang bukan lain merupakan mantan sahabatnya.
" Hah Nathan !" Ucap Samuel baru ngeh.
" Kenapa Kak ?" tanya Tania kaget.
" Kakak kenal sama cowok itu ?" tanya Ratna heboh.
Samuel tak menjawab,lelaki itu langsung bangun dan mendekati objek.
" Kak Samuel mau ngapain ?" tanya Tania heran.
" Duh gak dapat kakak yang tadi,kak Samuel juga boleh Tin " Ucap Ratna malu.
" Idih ogah punya iparan model kamu " Cibir Tania gak level..
" Iya,yang ada malah bikin runyam rumah tangga " Sahut Tini.
" Ihh kalian berdua jahat banget sih " Kata Ratna mengkrucut.
Ketiga gadis itu seketika tertawa,selama berpisah dengan Winda,Tania dan Tini tak pernah melihat Kakaknya bersama wanita lain apalagi ditambah sikap dingin Samuel yang sulit tersentuh..
" Nathan " Panggil Samuel mengejar lelaki tadi.
Pria dengan tas biru itu menoleh dan kaget melihat mantan sahabatnya disana.
" Sam " Ucap Nathan.
" Lo dari mana ?" tanya Nathan basa basi.
" Dimana Winda ?" tanya Samuel tanpa basa basi.
" Winda ?" Ulang Nathan terkejut.
" Ya lo sepupunya dan lo pasti tau dia ada dimana " Jawab Samuel tegas.
Nathan terdiam,ia melihat Samuel dengan wajah bingung.
" Buat apa lo cari dia lagi ?" tanya Nathan berusaha tenang.
__ADS_1
" maksud lo ?" tanya Samuel.
" Dia masih istri gue,selama belum ada kata talak dari gue dia tetap milik gue " jawab Samuel tegas.
Nathan tersenyum miring seraya menepuk bahu lelaki itu.
" Dia sudah bebas Sam,lanjutkan hidup lo tanpa memikirkan Winda lagi " Kata Nathan menghela nafas.
" Gue cuma tanya dia ada dimana ?" kata Samuel geram.
" Dia sudah bahagia,dan gue harap lo gak mengacaukan kebahagiaannya bro,kasihan Winda dari kecil penuh derita " Balas Nathan.
" Sam " Panggil seseorang dari belakang.
Samuel menoleh dan terdiam melihat mantan kekasihnya berdiri dengan memegang 2 cup es krim.
" Naya " Ucap Samuel pelan.
Naya mendekat dan memberi 1 cup kepada Nathan.
Manik Samuel menurun dan terdiam melihat perut wanita itu membesar.
" Cihh " Decih Samuel merasa jiji.
" Lo berhasil Nat " Kata Samuel melihat Nathan sinis.
" Ya kami akan menikah besok " Jawab Nathan tenang.
" Ya kalian harus mensah kan anak ini " Balas Samuel bersedekap dada.
Naya diam melihat Samuel menatapnya penuh kebencian.
" Kalo gitu kami permisi " kata Nathan takut tersulut.
Naya melihat Samuel tapi lelaki itu malah membuang muka dan berjalan menjauh.
" Gak papa " kata Nathan menegur Naya.
" Dia masih benci sama aku " Balas Naya sedih..
" Ya dia kehilangan segalanya,orang tuanya pikir dengan kekayaan Sam bisa bahagia,tapi nyatanya dia sangat terluka " Ucap Nathan merasa iba.
Naya mengangguk,keduanya pun berjalan menjauh.
" Ayo pulang " Ucap Samuel menegur kedua adiknya.
Tania dan Tini menoleh mendapati wajah Samuel sudah berubah merah.
" Iya Kak " Kata Tania dan Tini serempak.
Samuel berjalan cepat membawa bungkusan belanjaan sang adik.
Samuel tak tau lagi harus mencari Winda kemana,meski ia sudah mengancam menjatuhkan kakek nenek Winda tapi tetap saja tak ada informasi jelas kemana Winda pergi,bukan hanya disana tapi Samuel juga bertanya kepada keluarga Romi dan sempat berkelahi dengan Alexi tapi Samuel tidak juga mendapat info.
ia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi,kenapa hidupnya penuh sekali teka teki yang sulit dipecahkann.
" Tuhann bantu aku menemukan Winda,aku ingin melihatnya meski hanya 1 kali " Batin Samuel berharap.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.