Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
556


__ADS_3

Matahari mulai memasuki celah kamar,suasana dingin terasa menusuk tulang ditambah rendahnya Ac kamar.


" Hmmm " Lenguh Samuel merentangkan kaki tangannya.


" Hmmmmpp " Lenguh seseorang disamping lelaki itu.


Samuel membuka matanya dan terkejut melihat kesamping.


Lelaki itu mengernyit sebentar hingga puing2 ingatan menghampiri kepalanya.


" Oh iya aku sudah menikah " Ucap Samuel terkekeh.


Lelaki itu melihat sang istri yg masih tertidur pulas memeluk guling yg berada ditengah2.


" Dia gadis yg cantik " Gumam Samuel tersenyum miring.


" Hmmmpppttt " Lenguh Leni mengeratkan pelukannya.


Samuel bangun dan terkejut melihat dirinya tak memakai baju lagi.


" Loh baju ku mana ?" Gumam Samuel meraba tubuhnya.


Lelaki itu melihat kiri kanan dan kembali kaget saat baju dan celana yg ia pakai malam tadi berada di keranjang kotor.


" Apa dia yg membukanya ?" gumam Samuel menunduk kebawah.


Terlihat adik kecilnya masih tertidur kelelahan.


" Astaga dia berani sekali " Lanjut Samuel tak menyangka.


" Sam " Panggil Leni serak.


Samuel berbalik badan membuat Leni terbelalak kaget.


" Kau membukanya ?" Tanya Samuel tenang.


" Apa ?" Tanya Leni menggaruk matanya.


" Baju ku " Jawab Samuel.


" Oh iya,aku risih melihat mu semalam " Jawab Leni bangun.


" Hei kenapa kau sexy sekali ?" tanya Samuel kaget.


" Aku memang seperti ini saat tidur " Jawab Leni santai.


" Jangan seperti itu saat bersama ku,aku lelaki normal " Balas Samuel tenang.


" Kau tertarik ?" tanya Leni tersenyum.


" Sedikit " jawab Samuel jujur.


" Mau berkenalan dengannýa ?" Tanya Leni menggoda.


" Jangan menantang ku " Jawab Samuel malas.


" Hahahah " Leni langsung tertawa dan berdiri merapikan rambutnya.


" Hari ini aku akan langsung bekerja,kau masih libur atau....?"


" Aku akan ke apartemen saja " Jawab Samuel.


" Nanti kita tinggal dimana ?" tanya Leni.


" Diapartemen " Jawab Samuel seraya mengambil handuk.


" Baiklah " Balas Leni mengerti.


Samuel langsung melongos berjalan ke kamar mandi,Leni masih diam melihat sekitar.


Wanita itu baru menyadari bahwa kamar suaminya sangat besar,nuansa keabuan begitu terasa bahkan pewangi ruangan pun terasa menyejukkan.


" Dia benar2 pria tulen " Gumam Leni terkekeh.


" Hm mulai sekarang aku harus bisa melayani dia,ya walaupun gak diranjang setidaknya aku sedikit berguna melengkapi hidupnya " Kata Leni tersenyum kecil.


Dengan semangat 45 wanita itu membereskan kamar dan mengambil baju untuk Samuel pakai.

__ADS_1


Saat membuka pintu lemari semua sudah tertata dengan rapi.


Jas berbaris dengan sempurna sesuai warna,bahkan kemeja lelaki itu membuat Leni terperangah lantaran ia tau merk2 mahal tersebut yg pasti membuat kantong bolong seketika.


" Meskipun dia terlihat santai tapi lelaki ini sangat elegant,huh semoga aku betah menjadi istrinya hahaha " Kata Leni tertawa geli.


Di kamar mandi Samuel mulai membasuh badannya,tak ada yg special ia merasa biasa saja seperti hari sebelumnya.


Tak ada malam panjang dengan ******* nikmat,yang ada malah dengkuran keduanya yang beradu pacu didalam mimpì.


Ditempat lain,seorang wanita baru saja menyelesaikan acara masak masaknya dari selesai subuh tadi.


Beberapa menu nikmat dan sederhana tersaji diatas meja kayu yg dibeli dengan uang keringat sang suami.


" Selamat pagi " Ucap seseorang dari belakang.


Winda berbalik badan dan tersenyum manis.


" Pagi " Jawab Winda lembut.


" Wawww masak banyak ya ?" Tanya Restu menggoda.


" Iya Mas,Mama sama Papa mau kesini jadi sekalian aku masak banyak " Jawab Winda malu.


" Hm oke,Nur mana ya kok belum nongol ?" Tanya Restu.


" Dia gak bangunin kamu ?" tanya Winda balik


" Gak,aku bangun sendiri " Jawab Restu


" Oh mungkin masih tidur " Balas Winda santai.


Restu mengangguk paham,tak lama Nur muncul dengan rambut basah dan bedak belepotan.


" Ini dia yg Papa cari " Kata Restu menyambut bocah itu.


" Kenapa Pa ?" Tanya Nur mendekat.


" Gak papa,cuma kangen aja " Jawab Restu terkekeh.


" Sini sayang sama Papa " Ucap Restu melambaikan tangan.


Nur mendekat dengan wajah bingungnya,gadis kecil itu terlihat menggemaskan dimata Restu yg begitu menyayangi nya.


" Kenapa Pa ?" Tanya Nur.


" Udah bisa nyebut R belum ?" tanya Restu tersenyum.


" L ?" Ulang Nur mengernyit


" R " Balas Restu.


" Aku dak bisa Pa " Kata Nur datar.


" Nyebut S bisa,kok R gak bisa ?" Tanya Restu menggoda.


" Kan Nul masih kecil " Jawab Nur malas.


" Katanya mau jadi Kakak "


" Emang jadi Kakak halus bisa ngomong L ?" Tanya Nur lagi.


Winda yg mendengar percakapan keduanya hanya menggeleng pelan dan sibuk mengambil nasi untuk keduanya.


" Iya dong,nanti kalo adik kamu dijahili orang gimana ?" Tanya Restu tersenyum.


" Ya aku bakal jaga dia Pa " Jawab Nur semangat.


" Beneran ?" Tanya Restu.


Nur mengangguk cepat.


" Uhhh gemes nya anak Papa sini kiss dulu "


Nur menurut dan memberi kecupan hangat di pipi lelaki itu.


" Nanti kalo adik udah lahir,Nur janji ya sama Papa bakal sayangi adik " Pinta Restu lembut.

__ADS_1


" Iya Pa Nul janji,nanti Nul akan menjadi Kakak yg beltanggung jawab " Kata Nur semangat.


Restu mengangguk pelan dengan senyum mengembangnya.


" Udah2,sekarang makan dulu " Kata Winda mengalihkan.


Anak dan bapak itu mengangguk setuju.


Keluarga kecil itu pun memulai sarapannya dengan hati bahagia.


Menjelang sore,seorang wanita pulang dengan beberapa paperbag ditangan.


Wanita itu terlihat buru2 memasuki koridor apartemen yg terlihat sepi.


" Semoga dia gak marah " Ucap gadis itu deg degan.


Leni terus berjalan hingga ia mendapati sebuah pintu yg bertuliskan angka.


" Oh ini dia " ucap gadis itu berdiri didepan.


" Huh aku gak boleh panik " Ucap Leni menarik nafas tenang.


Tak mau menunggu lama Leni langsung memencet bel yg tertera disana.


" Kok gak dijawab " Ucap Leni menunggu dengan kaki gemetar.


Leni menunggu beberapa saat hingga pintu rumah itu terbuka sedikit.


" Hay " Sapa Leni tersenyum manis.


Pria didepannya hanya diam melihat wanita itu dari ujung kaki hingga kepala.


" Hehe aku pulang " Ucap Leni cengengesan.


Samuel tak menjawab,lelaki itu langsung masuk kedalam.


" Ehhh tunggu " Pekik Leni kaget.


Wanita itu berlari masuk dan mengunci pintu apartemen.


" Sam " panggil Leni mengejar.


" Apa " Jawab Samuel cuek.


" Kau sudah makan ?" Tanya Leni hati2.


" Menurut mu ?" Tanya Samuel ketus.


" Hm maaf aku baru pulang tapi aku bawa makanan untuk mu " Jawab Leni cepat.


" Apa itu ?" tanya Samuel cuek.


" Hm ini aku mendapatkan nasi kotak dari tempat shooting terus in.....


" Nasi kotak ?" Ulang Samuel kaget.


Leni mengangguk polos.


" Kau pikir aku rakyat jelata ?" Tanya Samuel melotot.


" Hah maksud ku em anu bukan seperti itu " Jawab Leni kelabakan.


Samuel menatap wanita itu dengan tatapan membunuh,rasa kesalnya belum hilang tapi wanita itu malah menambah penyakit.


" Ahh aku bingung mau bilang apa,tapi aku mmebawakan mu banyak makanan bukan hanya nasi kotak saja " Kata Leni cepat.


Samuel berdecak kesal dan mengambil paperbag tersebut.


" Sini aku siapkan " Ucap Leni merebut lagi tas tersebut.


Gadis itu berlari kedapur dengan senyuman kecil.


" Akhhh dia menggemaskan sekali " Ucap Leni terkekeh geli.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2