Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Delapan Belas "TSJC"


__ADS_3

Sehari setelah acara pernikahan selesai, Riko mengajak Citra ke Korea untuk melakukan bulan madu ke-3 mereka.


Sebenarnya bulan madu kali ini bukanlah bulan madu yang ke-3 bagi Riko, tapi menurutnya ini adalah yang pertama kalinya, karena kunjungan pertama kali mereka ke Korea adalah bukan atas dasar keinginan mereka, melainkan hadiah dari orang tua Riko. Kemudian kunjungan kedua pun Riko menganggap bukan bulan madu bagi Riko, karena saat itu Riko sedang melakukan penelitian di Negeri Ginseng tersebut dan Citra datang menemuinya karena permintaan kedua orang tuanya lagi.


Kini mereka sudah berada di dalam pesawat yang sama yang mereka gunakan ke Korea pertama kali dan mereka juga duduk di kursi yang sama.


Saat Citra duduk, Citra langsung menyandarkan tubuhnya dibahu Riko dengan manja, dan Riko hanya menatap Citra sambil tersenyum manis.


"Kamu istirahat yah, perjalanan kita masih jauh pasti kamu capek, setelah acara." ucap Riko lembut, Citrapun menatap Riko dan hanya mengangguk sambil tersenyum kearah Riko.


Citra kemudian mencari posisi yang nyaman untuk dia tidur, tidak lama kemudian pesawatpun mulai lepas landas.


***


Setelah 6 jam perjalanan, akhirnya mereka berdua tiba di bandara Incheon pukul 18:00 KST.


Saat mereka berdua berjalan keluar bandara, terlihat seseorang pria sudah menjemput mereka dengan memegang buket bunga mawar.


Pria itu kemudian mendekati mereka.


"Welcome to Korea." ucap Pria itu kepada mereka sambil memberi hormat kepada mereka dan mereka pun membalas hormat pria tersebut.


"This is a gift from Pak Jeon to you, congratulations on your wedding." ucap pria itu lagi sambil menyodorkan bunga kepada Citra.


"Thank you, it's so beatifull." ucap Citra menerima bunga tersebut.


"Dimana Jeon?" tanya Riko kepada pria tersebut dengan bahasa Korea, pria tersebut adalah supir Jeon.


"Pak Jeon sedang sibuk, dia meminta saya untuk menjemput dan mengantar anda ke hotel tempat anda menginap yang sudah disiapkan oleh pak Jeon." ucap Pria itu.


"Saya belum ingin kembali ke hotel, saya dan istri saya ingin pergi ke suatu tempat." ucap Riko lagi.


"Saya yang akan mengantar anda, kemanapun anda pergi." ucap Pria itu lagi.


Lalu merekapun keluar dari bandara dengan pria itu membawa koper Riko dan Citra.


Riko sudah merencanakan sesuatu untuk Citra selama mereka di Korea jauh sebelum mereka menggelar acara pernikahan.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berkendara, mobil pun berhenti di dekat parkiran.


Supir Jeon kemudian turun lalu membuka pintu mobil untuk Citra, sementara Riko turun sendiri dari mobil.


Saat Citra turun dari mobil, pandangannya langsung tertuju pada sesuatu hal yang selama ini dia idam-idamkan untuk pergi ketempat tersebut dan sekarang dia sudah berdiri dekat dengan tempat tersebut, tempat itu adalah Seoul Namsan Tower.


Riko yang berbicara dengan supir Jeon melirik Citra yang terlihat sudah sangat kegirangan dan ingin segera menginjakkan kakinya disana.


Setelah supir jeon pergi, Riko kemudian menghampiri Citra, dan tanpa basa basi Citra langsung menarik tangan Riko.


Citra terus berjalan sambil menarik tangan Riko, tapi Riko langsung menghentikan Citra.


"Kenapa?" tanya Citra heran.


"Kamu mau jalan sampai kesana?" tanya Riko dan Citra mengangguk polos.


"Sayang, jalan menuju kesana menanjak, nanti kamu kelelahan ditambah lagi anginnya kencang dan itu bisa membuat kamu masuk angin nantinya." jelas Riko khawatir.


"Terus, kita naik apa biar cepet sampai disana?" tanya Citra lagi tidak sabaran dan Riko hanya tersenyum lalu menarik tangan Citra.


***


Citra kembali senang saat dia berada didalam Cable Car tersebut karena dia bisa melihat pemandangan kota dari ketinggian, dan Riko hanya senang melihat kegembiraan istrinya itu.


Saat Cable Car yang mereka naiki akan sampai, Riko kemudian mengeluarkan isi dari paper bag yang dia bawa. Riko mengeluarkan sebuah syal rajut yang memang sudah dia siapkan, lalu dia mengenakan syal itu di leher Citra.


"Angin disana sangat kencang karena ketinggian, karena badan kamu kecil dan pendek itu akan membuat kamu mudah kedinginan, dan aku ngga mau kamu kedinganan apalagi sampai masuk angin." ucap Riko dengan nada khawatir meskipun kata-katanya terkesan mengejek tapi Citra suka.


Setelah mereka turun dari Cable Car mereka masih harus berjalan lagi, tapi tidak begitu jauh, mereka melewati jembatan yang kiri kananya terdapat gembok cinta, membuat Citra semakin terkesima dengan pemandangan tersebut.


***


Mereka sekarang sudah berada pada bagian menara yang tertinggi.


Mereka kemudian berjalan-jalan diarea tersebut untuk melihat-lihat gembok cinta yang dipasang oleh orang-orang yang datang bersama kekasihnya.


Mereka kemudian memasang gembok cinta yang sudah Riko pesan jauh-jauh hari. Mereka memasangnya secara bersamaan, setelah memasang gembok tersebut, mereka kemudian memasukkan kunci gembok kedalam sebuah kotak.

__ADS_1


"Click Clokk." gumam Citra saat kunci tersebut sudah masuk, membuat Riko berbalik menatap Citra bingung.


"Karena kuncinya sudah hilang, Sekarang cinta kita sudah terkunci, dan kita tidak akan pernah berpisah, kecuali maut yang memisahkan kita." ucap Citra dan Riko hanya tersenyum.


"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu selamanya." ucap Riko lalu Citrapun langsung memeluk Riko dengan erat.


***


Mereka masih berdiri di tempat tersebut, dengan terus memandangi kota seoul yang sangat indah, dengan Riko berdiri dibelakang Citra sambil memeluknya dari belakang.


"Kak Riko tahu ngga?" tanya Citra kepada Riko sambil mereka saling bertatapan.


"Hmm, tahu apa?" tanya Riko balik.


"Yang kita lakukan saat Ini, seperti adegan yang ada drama korea, sangat romantis." ucap Citra


"Ohh yah." ucap Riko dan Citra mengangguk.


"Berbagai adegan yang kak Riko lakoni, mulai dari saat kita turun dari pesawat, sampai ke tempat ini, menunjukkan bahwa kak Riko adalah aktor terbaik, dan sebentar lagi kak Riko akan mengalahkan Lee Min ho oppa, Ji Chang Wook oppa, Lee Jung Suk oppa dan lain-lain." ucap Citra lagi memuji Riko.


"Tapi, sekarang kan adegannya udah berakhir, kenapa belum ada sutradara maupun kru yang mengatakan Cut untuk adegan yang kita lakoni ini." ucap Riko sambil matanya melihat sekeliling seolah-olah mencari kamera dan kru.


Citra lalu berbalik berhadapan dengan Riko kemudian mengarahkan pandangan Riko kepadanya.


"Adegannya belum selesai kak, masih ada satu adegan lagi yang belum diperagakan." ucap Citra lagi dan Riko hanya mengangkat alisnya karena bingung.


Citra lalu tersenyum menatap Riko dan langsung mengecup bibir Riko.


"Adegan ini yang belum." ucap Citra setelah mengecup bibir Riko semakin sekilas lalu Citra hendak kembali membalik badannya, tapi Riko menahannya dan langsung mendekap tubuh Citra dan langsung ******* bibir Citra.


Mereka menikmati ciuman mereka selama beberapa menit, lalu tiba-tiba.


"Cuttt...."


teriak seseorang, membuat mereka menghentikan aksi mereka. Mereka lalu mencari-cari sumber suara tersebut, ternyata di dekat mereka sedang ada syuting pembuatan film.


Mereka kemudian tertawa malu saat mengingat perbuatan mereka, lalu mereka kembali menatap indahnya pemandangan kota seoul malam hari sambil Riko memeluk Citra dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2