
Pesawat Citra mendarat di sore hari waktu Korea.
Setelah meninggalkan bandara, tempat yang pertama kali Citra datangi adalah penginapan teman mama Ayu.
Citra berlari masuk ke pekarangan penginapan sambil berteriak.
"Ahjumma,, ahjummaaa... teriak Citra. Pemilik penginapan itu terkejut mendengar teriakan Citra lalu menghampirinya.
"Ada apa?" tanya Ahjumma itu menggunakan bahasa korea.
"Apa Kak Riko datang kesini?" tanya Citra menggunakan bahasa Indonesia.
"Dia sudah pergi." ucap Ahjumma itu dengan menggunakan bahasa korea, Citra tidak mengerti perkataan Ajhumma itu, kemudian dia mengibaskan tangannya tanda bahwa Riko sudah pergi.
Ahjumma itu juga tidak mengerti bahasa Citra, tapi karna Citra menyebut nama Riko makanya dia mengerti.
Ok Next..
Citra kemudian meninggalkan penginapan itu, kemudian dia berjalan-jalan di tempat-tempat yang pernah mereka datangi, Citra berfikir Riko akan berada disana. Citra ke Jembatan, ke pasar tradisional, ke sungai Han, bahkan ke Kafe.
Citra berjalan-jalan hingga larut malam, hanya 1 tempat yang belum dia datangi, yaitu pantai. Dia kemudian segera mencari taxi lalu menuju kesana.
Citra tiba di pantai, tapi tidak ada siapa-siapa disana, Citra berjalan-jalan di bibir pantai, saat dia sampai di tempat dimana Riko mendirikan tenda, banyangan itu kembali teringat, dia mengingat saat Riko memberikannya kejutan. Lelah berjalan-jalan dia kemudian duduk di pinggir pantai sambil mengingat kembali saat Riko mengungkapkan isi hatinya, tidak terasa air matanya menetes mengingat Riko.
Dia terus menghapus air matanya, tapi air matanya tidak berhenti mengalir.
"Kak Riko sebenarnya dimana?" gumam Citra sambil menatap pantai.
"Apa kamu datang kesini untuk mendengarkan suara ombak yang menenangkan pikiran kamu." ucap seseorang yang datang tiba-tiba.
Citra berbalik ke arah sumber suara itu, tangisan Citra pecah saat dia melihat sosok yang berdiri itu tidak asing baginya.
"Kak Riko." gumam Citra lalu berlari kepelukan Riko.
Citra menangis sejadi-jadinya di pelukan Riko, Riko memeluk Citra dengan erat, dia tidak menyangka sosok yang sangat dia cintai benar-benar berada dipelukannya.
Citra kemudian melepaskan pelukannya dari Riko.
"Kenapa kak Riko ngga pulang ke Jakarta, apa kak Riko mencoba melarikan diri, apa kak Riko tidak mau menepati janji kak Riko, apa sih yang kak Riko pikirkan sampai-sampai kak Riko ngga ngasih kabar ke siapapun." Ucap Citra mengomeli Riko sambil menangis.
Riko menatap Citra yang masih menangis.
"Memikirkanmu,, aku hanya memikirkanmu." ucap Riko lirih lalu kembali menarik Citra ke pelukannya.
Next..
__ADS_1
Di ruang tamu rumah Romi, Mita dan Romi terlihat sibuk. Romi sibuk menelfon dengan seseorang sementara Mita sibuk ngerjain tugas.
"Kak Romi, aku pamit keluar sebentar." ucap Kevin yang datang tiba-tiba, Romi tidak menjawab Kevin, karna dia sedang serius menelfon. Romi hanya mengibaskan tangannya tanda mengizinkan Kevin pergi.
Mita yang mendengar suara Kevin, berbalik melihat Kevin yang sudah sangat rapi.
"Kamu mau kemana Vin? Rapi bener." celetuk Mita kepo dengan urusan Kevin.
"Bukan urusan kamu." ketus Kevin lalu meninggalkan Mita.
"Mau ketemu Indah yah." ucap Mita asal nebak.
"Kepooo." ketus Kevin lagi.
"Ciee,, yang udah ngga sakit hati." ejek Mita lagi.
Ocehan Mita membuat Romi terganggu dan tidak fokus. Romi kemudian melempar Mita menggunakan bantal sofa dan mengenai kepalanya, Mita mengeluh kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Rasaaiin tuh." ketus Kevin lalu meninggalkan Mita.
"Kak Romi apa apaan sih, sakit tau." keluh Mita lalu memonyongkan bibirnya kesal.
"Makanya jangan berisik, gue lagi kerja nih,, udah mending lo belajar yang benar, ngga usah ngurusin urusan orang." gerutu Romi kesal.
Skip..
Apartemen Indah.
Indah terlihat sedang menelfon dengan maminya, Indah sesekali memijit kepalanya yang sedikit pusing, karna maminya terus menerus meminta Indah untuk kembali saja ke China. Karna orang tuanya sangat khawatir dengan keadaan Indah yang sendirian di Jakarta tidak ada yang mengurus karna memang Indah sedang tidak sehat.
"Iya mam, aku ngerti dengan perkataan mami, besok aku akan coba ke fakultas untuk minta surat cuti, kalau aku udah dapat surat cuti, aku akan kembali ke Cina.." ucap Indah berusaha meyakinkan maminya.
"Apa, kamu mau ke Cina?" tanya Kevin tiba-tiba.
Kevin sebenarnya sudah tiba di apartemen Indah beberapa menit yang lalu, dia tidak masuk karna dia mendengar Indah sedang menelfon, dan kebetulan pintu apartemen indah tidak tertutup rapat, jadi suara Indah bisa terdengar dari luar.
Indah terkejut dengan kedatangan Kevin yang tiba-tiba. Indah menatap Kevkn yang sudah masuk ke dalam apartemennya. Sementara maminya Indah juga mendengar suara Kevin.
"Itu siapa Ndah?" tanya maminya Indah di seberang telfon.
Indah masih menatap Kevin.
"Bukan siapa-siapa mah, hanya orang lewat,, ya udah Indah matiin yah,, nanti Indah telfon lagi." ucap Indah lalu memutuskan sambungan telfon.
"Kamu ngapain kesini Vin?" tanya Indah datar.
__ADS_1
"Kamu serius mau balik ke Cina?" tanya Kevin balik.
"Bukan urusan kamu, jawab dulu pertanyaan aku, kamu ngapain kesini." ketus Indah.
"Kamu yang jawab pertanyaan aku, kamu serius mau balik ke Cina." tanya Kevin lagi sambil menatap Indah tajam.
"Iya,, aku mau balik ke Cina, ngapain aku disini, aku ngga punya siapa-siapa disini, aku ngga mau terus-menerus menjadi wanita bodoh yang selalu ngikutin kamu, berharap sama kamu, lagian orang tua aku lebih membutuhkan aku disisi mereka, dari pada orang yang sama sekali tidak menganggap perasaan aku, malah menganggap perasaan aku hanya modus." teriak Indah marah ke Kevin.
Kevin tidak ada komentar dia terus menatap Indah dengan rasa menyesal, sementara Indah menatap Kevin dengan penuh amarah.
Mereka bertatapan beberapa detik, Indah membuang nafasnya kasar kesal melihat Kevin yang terus diam.
"Kalau ngga ada yang mau kamu omingin, mending kamu pergi sekarang, aku capek aku mau istirahat." ketus Indah lalu berbalik membelakangi Kevin.
Kevin langsung menarik tangan Indah dengan kuat, membuat Indah kehilangan keseimbangan dan..
Bukk..
Mereka berdua terjatuh, Kevin terjatuh di lantai dan bersandar di sisi ranjang Indah, dan Indah terjatuh di dada Kevin.
Mereka berdua saling menatap, Kevin menatap Indah dengan tajam. Indah kemudian berusaha mencoba berdiri, tapi Kevin memeluk pinggang Indah membuat Indah tidak bisa berdiri.
"Lepasin aku Vin, kamu apa apaan sih." gerutu Indah berusaha melepaskan diri, tapi Kevin memeluk pinggang Indah sangat kuat.
"Kasi aku kesempatan Ndah." ucap Kevin tiba-tiba dengan nada yang lirih.
Indah terkejut dengan perkataan Kevin dan terdiam sejenak.
"Kesempatan apa?" tanya Indah pura-pura tidak tau.
"Kesempatan untuk mencintai kamu, aku mau melupakan Citra, dan belajar mencintai kamu." ucap Kevin lagi.
"Emang kamu bisa melupakan Citra?" tanya Indah lagi dan Kevin pun mengangguk dengan yakin.
"Selama ini aku bodoh Ndah, aku tidak peka dengan perasaan kamu, karna aku fokus dengan perasaan aku sendiri. jadi aku mohon sama kamu, tetap disini bantu aku untuk melupakan Citra, dan ajarin aku untuk mencintai kamu Ndah." ucap Kevin dengan serius.
Indah merasa tersentuh dengan ucapan Kevin, Indah merasa bahagia, akhirnya Kevin mau mencintai dia. Perlahan-lahan bibirnya tersenyum kemudian mengangguk dengan yakin menerima Kevin.
Kevin pun tersenyum melihat respon Indah. Masih di posisi yang sama, perlahan-lahan Kevin mendekatkan wajahnya ke wajah Indah, dan mereka pun kiss..
*******
Ok, kita berhenti sampai disini dulu yah readers, kasihan readers yang jomblo, khayalannya nanti kemana-mana.
__ADS_1