Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
425


__ADS_3

Kata sah terdengar nyaring di rumah yang sedang melangsungkan pernikahan.


Banyak pasang mata berkaca kaca melihat moment kebahagiaan pasangan tersebut.


Nenek Winda tak kuasa menahan tangis,wanita itu berpamitan ke kamar mandi agar tangisnya tak pecah disana.


" Nek " Ucap seorang pria dari arah belakang.


Wanita itu menoleh dan terdiam melihat seorang bocah kecil dengan setelan kemeja hitam berdiri dibelakangnya.


" Ini tisu untuk menghapus air mata Nenek " Kata Doni mengacungkan kotak tisu.


Wanita itu masih diam,air matanya bukan berhenti malah semakin kencang turun.


Greppp...


Seketika Doni terhuyung mendapat pelukan erat dari wanita tersebut.


" Maafin Nenek Nak hiks hiks " Ucap Mama Malvin terisak.


" Mama bilang aku gak boleh benci sama orang " Kata Doni polos.


" Maafkan semua kesalahan Nenek sama kalian,Nenek menyesal " Ucap Risa merasa sangat bersalah.


Doni diam dan mengurai pelukan mereka.


" Jangan menangis,Kakak sedang bahagia sekarang " ucap Doni mengusap air mata wanita itu.


Risa masih terisak,terlihat cucu bungsunya masih begitu polos,Doni tak tau apa yang sebenarnya terjadi kepada keluarga besarnya.


" Kamu senang kakak mu menikah ?" tanya Risa berusaha tenang.


" Iya aku senang Nek,sekarang Kakak ada yang nemenin,jagain " Jawab Doni.


" Memang Papa dan Mama kamu gak jagain Kakak ?" tanya Risa.


" Bukan begitu Nek,Papa sama Mama selalu jagaian aku dan Kakak tapi kadang aku sering lihat Kakak nangis sendirian gak punya teman " Jawab Doni sedih.


Deg...


Risa tersentak,ia ingat saudara Malvin juga punya banyak anak gadis yang seumuran dengan Winda tapi tak satupun dari mereka yang mau berteman dengan gadis itu malah mereka sebagai orang tua melarang keras anaknya bertemu adengan anak Malvin.


" Jadi selama ini Kakak mu gak punya teman ?" tanya Risa nanar.


" Kakak selalu berteman dengan Abang Alexi " Jawab Doni.


" Alexi anak Romi ?" Tanya Risa lagi.


" Iya Nek,aku juga temenan sama Byan dan nanti kalo dah gede aku juga mau nikah sama Byan biar jadi anak Ayah Romi sama Bibi Yuni " Jawab Doni tersenyum..


Risa kembali terdiam,rasa sesak menghantam dadanya.


Sebagai seorang ibu dan Nenek Risa merasa tak berguna,rasa penyesalan terus bergantian masuk membuat kepala wanita itu berputar.


" Nek " Panggil Doni melihat aneh.


" Nek nenek kenapa ?" Tanya Doni memegang tangan Risa.


Brugh...


Wanita itu seketika pingsan,Doni yang tak sempat menahan terbelalak kaget.


" Papaaaa tolonggg Nenek pingsan " teriak Doni heboh.


Bocah itu berlari mencari pertolongan,didepan acara sungkeman baru saja selesai.


Sindi banjir air mata mengikhlaskan putrinya di miliki oleh Samuel.


" Papa " Panggil Doni panik.

__ADS_1


" Ada apa Doni ?" Tanya Romi menahan bocah itu..


" Nenek pingsan Yah " Jawab Doni panik.


" Nenek ?" Ulang Romi melotot.


Pria itu melihat kiri kanan dan mendapati Rena dan Tito duduk diam menantap Doni.


" Ada apa ?" Tanya Tito.


" astaga istriku " Ucap Papa Malvin ngeh istrinya tidak kembali lagi.


Lelaki itu langsung berdiri mendekati Romi.


" Kenapa Mas ?" Tanya Yuni dengan wajah sembab.


Romi langsung berlari mengejar Doni.


Alangkah kagetnya semua orang melihat Risa tergeletak didapur.


" Maaa " pekik Papa Malvin syok.


" Pa ada apa ?" Tanya Winda kepada Malvin.


Pria itu langsung berlari kedapur dan terdiam melihat sang Papa menggendong Mamanya keluar.


" Bawa ke kamar " Ucap Romi memberi arahan.


Pria itu mengangguk dan memboyong sang istri ke kamar Malvin.


" Mama " Gumam Sindi terdiam.


Wanita itu melirik Malvin,terlihat Malvin diam tak bersuara melihat ibunya tak sadarkan diri.


" Mas " Panggil Sindi pelan menahan Malvin yang akan berbalik badan.


" Banyak yang mengurusnya " Jawab Malvin tenang.


" Aku ingin fokus kepada Winda " Balas Malvin.


Sindi menatap putrinya yang diam saja bersampingan dengan sang menantu.


" Baiklah kita selesaikan ini " Kata Sindi pasrah.


Malvin mengangguk,mereka kembali lagi kedepan menyelesaikan acara pernikahan.


" Yank kamu urus Mama Malvin " Ucap Romi kepada Yuni.


" Ogah " Jawab Yuni cuek.


" Kamu gak boleh gitu Yank " Kata Romi berdesis.


" Kenapa gak boleh ? bisa aja kan dia pura2 pingsan agar pernikahan Winda batal " Kata Yuni kesal.


Papa Malvin yang sedang berusaha menyadarkan istrinya hanya diam mendengar ucapan kebencian Yuni.


" Gak boleh suuzon " Kata Romi melotot.


" Apa sih Yank,kenapa gak boleh terus apa yang dia lakukan selama ini diperbolehkan ?" Tanya Yuni menantang.


Romi diam melirik Papa Malvin yang masih tenang.


" Ya udah kalo gak mau urus kamu keluar aja " Kata Romi pasrah..


" Udah dari tadi " Balas Yuni malas.


Romi menghela nafas panjang,istrinya seperti kehilangan respect kepada orang tua Malvin,Romi tak mau berdebat karna istrinya bukanlah gadis polos seperti dulu lagi,jika ia tetap lanjut maka mereka yang akan berkelahi sampai rumah dan berujung Romi akan di vonis bersalah.


" Maaf atas kelancangan istri saya " Ucap Romi kepada Papa Malvin.

__ADS_1


" Iya gak papa " Balas Papa Malvin paham.


Romi pun pamit meminta adiknya yang merawat Mama Malvin sampai sadar.


Diruang keluarga,terlihat Sindi dan Malvin bercengkrama hangat dengan orang tua Samuel.


Meski ada kejadian tak mengenakkan tapi pihak Samuel memaklumi.


" Apa dia akan baik2 saja ?" tanya Pony khawatir.


" Ya Mama akan baik2 saja " Jawab Sindi.


Malvin hanya diam dengan senyum canggungnya.


" Saya harap mereka bisa akur " Kata Zaki membuka suara.


" Ya saya juga " balas Malvin melihat pasangan baru itu menerima tamu diplaminan kecil.


Hingga sore hari,keluarga Samuel masih disana bersama Kakek neneknya.


" Ini tiket bulan madu kalian " Ucap Pony memberi kertas tersebut kepada Winda.


" Portugal ?" tanya Winda kaget.


" Ya,Samuel sangat ingin menonton pertandingan bola disana jadi sekalian bulan madu " Jawab Pony tersenyum.


Glek...


Winda menelan ludah kasar,Samuel diam saja melihat reaksi kaget istri nya tersebut.


" Hhm kayaknya kejauhan deh Nek " kata Winda menggaruk kepala.


" Gak kok,cuma seminggu disana nikmati aja waktu kalian " kata Pony lembut.


" Aduhh ngapain jauh2 ke Portugal emang di tv gak bisa nonton apa " Batin Winda heran.


" Ya sudah karna acara sudah selesai,kami pamit pulang dulu ya " kata Zaki tersenyum.


" Terima kasih atas segalanya " Balas Malvin menjabat tangan lelaki itu.


" Sama2,sekarang kita keluarga " Balas Zaki tersenyum..


Malvin mengangguk meski sedikit ganjal dengan kata keluarga keluar dari mulut lelaki itu.


Pihak Zaki pun undur diri,Lutfia mendekati Winda dan mengusap perut datar gadis tersebut.


" Jaga cucu Mama ya " Bisik Lutfia lembut.


" Hah em ya Ma " Balas Winda tersentak.


Samuel menggeleng pelan,lelaki itu masih tak percaya ibunya sangat mudah dibohongi.


" Jangan kenceng2,ingat udah jadi tuh " Kata Rafael menjitak kepala putranya.


" Ck dimulai aja belum !" kata Samuel kesal.


Blushhhh...


Winda langsung terkoneksi,wajah gadis itu memerah seketika.


" Siapkan malam ini " Goda Samuel tersenyum mistis.


" Hm " jawab Winda mengangguk pelan.


" Lihat mereka Paaa ahh gemes bangett,anak kamu gak sabaran " Kata Lutfia menyenggol lengan Rafael.


" Dah biarin aja toh udah sah " Kata Rafael tenang.


Lutfia mengangguk setuju,mereka pun pulang membiarkan Samuel tetap dirumah sederhana Malvin.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2