Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
162


__ADS_3

Alexi berbaring di brangkar dengan manik menatap pancaran sinar,meski begitu menyilaukan Alexi tetap tenang yang ia rasa hanya kehangatan dengan pandangan gelap gulita.


" Kau melihat cahayanya ?" tanya Serkan pelan.


" Tidak " Jawab Alexi.


" Meski hanya sedikit ?"


" Tidak Kak,semuanya gelap " Jawab Alexi tenang.


Serkan menghela nafas mengangguk seraya melihat Dokter suruhan Romi.


" Jika melihat dari sini,memang ada gangguan dimatanya mungkin saat kecelakaan adik mu mengalami benturan cukup kuat " Ucap Dokter.


" Ya dia cukup parah " jawab Serkan.


" Kita harus melakukan tindakan operasi " Ucap Dokter itu tenang.


" Operasi ?" Ulang Alexi yang mendengar percakapan mereka.


" Iya,jika hanya obat itu tidak akan sangat membantu " Jawab Dokter itu tegas.


" Aku takut operasi Kak " Kata Alexi meraba tangan Serkan.


" Bukankah itu beresiko ?" tanya Serkan sedikit terkejut.


" Ya persentasenya 20 " Jawab Dokter.


" Kak gimana ini ?" Tanya Alexi ketakutan.


" Tenang lah kau akan selamat " Jawab Serkan menenangkan.


Alexi langsung pucat mendengar angka keberhasilannya tidak sebanding dengan kegagalan.


" Saya akan mengabari kamu lagi,jika kondisi adik mu memungkinkan,kita akan melakukannya segera " Ucap Dokter bernama Dewa tersebut.


" Baik Dok,aku akan membicarakan ini kepada orang tua kami dulu " Jawab Serkan.


Dokter Dewa mengangguk,mereka pun bubar.


Serkan dan Alexi keluar ruangan langsung disambut kekhawatiran Histi.


" Gimana Alexi ?" Tanya Histi kepada Serkan.


" Dia harus bersabar " jawab Serkan mengusap wajahnya.


" Sulit ya ?" Tanya Histi mengusap bahu Serkan.


" Hm,salah sedikit mengakibatkan fatal yang luar biasa " Jawab Serkan menghela nafas.


Histi melihat Alexi,terlihat calon adik iparnya hanya diam dengan wajah datar tapi Histi bisa menebak Alexi pasti lebih khawatir dengan kondisi nya.


" Gak papa,belajar lagi,kamu pasti bisa sembuhin Alexi " Kata Histi menenangkan.


" Aku takut gagal,belum pernah aku segetir ini mengobati pasien " Jawab Serkan sedih.


" Tidak,bukankah kau pria handal dalam segalanya,bahkan hati ku yang beku saja bisa kau lelehkan dengan senyuman " Kata Histi menggoda.


Serkan yang tadinya mencetut langsung terkekeh geli dengan ucapan asal Histi.


" Kau,benar2 ya " Kata Serkan merangkul leher gadis itu.


" Hahah lihat lah,kau membuat ku meleleh tau,untung badan ini ada tulangnya coba gak,gak gepeng aku dilantai " Kata Histi mencolek dagu pria itu.


Serkan kembali tersenyum malu,Histi berhasil membuat moodnya lebih baik.


Gadis itu benar2 ajaib pikir Serkan.


" Udah,kami gak bisa lama2 Ibu kamu nelfon bilang ada orang kerumah " Kata Histi teringat sesuatu.


" Hah siapa ?" Tanya Serkan kaget.


" Gak tau,Ibu kamu bilang minta aku bawa Alexi balik kalo dah selesai periksa " Jawab Histi jujur.


" Kamu ada janjian sama orang ?" tanya Serkan kepada Alexi.

__ADS_1


" Gak " Jawab Alexi.


" Terus siapa yang datang ?" tanya Serkan.


" Gak tau Kak,aku gak janjian sama siapa2 " Jawab Alexi serius.


" Apa Salsa pulang ?" Gumam Serkan pelan.


" Salsa mantan Alexi ?" Tanya Histi berbisik.


" Hm,tapi kok gak ngabar aku ?" Tanya Serkan heran.


" Bukannya dia diluar negeri ?" tanya Histi sama herannya.


Pasangan itu saling melihat dan terkekeh sendiri,Alexi yang disuruh pulang malah mereka berdua yang sibuk menebak..


" Ya udah,kamu tolong antar Alexi pulang ya " Kata Serkan kepada kekasihnya.


" Iya tapi gak gratis ya " kata Histi tajam.


" Ih modus " Cibir Serkan.


" Biarin " Jawab Histi cuek.


" Ya udah,minggu besok jalan " Kata Serkan memutar mata malas.


" Yeee jalan2 " Pekik Histi girang.


" Mandi pantai ya ?" Ajak Histi bergelayutan manja.


" Bisa brenang gak ?" tanya Serkan kaget.


" Ck,aku pernah adu renang dulu tingkat rt " Jawab Histi bangga.


" Terus menang ?" Tanya Serkan menyelisik.


" Gak,anak2 yang lain ternyata lebih jago dari aku,mereka latihannya di kolong lah aku di kolam ikan " Jawab Histi terkekeh.


" Hahahaha " Serkan tertawa ngakak dengan cerita gadis itu.


Mereka pun jalan keluar,Histi terlihat begitu manja kepada Serkan,gadis itu tak perduli orang2 melihat kearahnya dengan tatapan Jiji dan kesal tapi tak sedikit ada yang iri.


" Ahh andai aku bisa melihat kebahagiaan Kakak ku sekarang pasti akan sangat menyenangkan " Batin Alexi tersenyum.


Serkan berada ditengah mereka dengan tangan Alexi digandeng oleh Serkan karna takut adiknya menambrak orang lain.


" Aku pulang ya " Kata Histi menyalami Serkan.


" Hm hati2 " Jawab Serkan membuka pintu untuk kekasihnya.


" Gak mau kasih kiss ?" tanya Histi menggoda.


" Kamu mau viral sekarang ?" tanya Serkan gemas.


Histi mengangguk cepat hingga mendapat jitakan dari Serkan.


Gadis itu tersenyum geli dan melesat masuk kedalam mobil.


" hati2 dijalan " Kata Serkan menepuk pundak Alexi.


" iya Kak " Jawab Alexi tersenyum.


Histi pun langsung mengantar calon iparnya pulang.


Sesampainya dirumah mereka disambut oleh seorang wanita yang membuka pintu.


" ehh Alexi dah pulang " Ucap wanita itu girang.


Alexi mengernyit mencoba mengingat suara wanita dewasa itu.


" Dia siapa Lex ?" Tanya Histi pelan.


Alexi menggeleng tanda tidak tau.


" Pacarnya Alexi ya ?" tanya wanita itu sambil membuka pintu.

__ADS_1


" Ehh bukan " Jawab Alexi dan Histi barengan.


" Alexiiiii " Pekik seorang gadis dari arah belakang heboh melihat pria yang ia tunggu dari tadi.


Alexi kembali bingung tak mengenali suara.


" Alexi,apa kabar ?" tanya Gadis itu memeluk Alexi.


" Baik " jawab Alexi kaget.


Tak lama Yuni datang menemui mereka.


" Tante,aku balik dulu ya soalnya mau kuliah " Ucap Histi menyalami Yuni.


" Cepet banget,Tante masak aja belum kelar " Kata Yuni.


" Hehe iya Te,nanti penjelasan dokter tanya sama Kak Serkan aja ya " kata Histi tersenyum.


" Iya,makasih ya Histi " Jawab Yuni lembut.


Histi mengangguk,gadis itu pun pergi dari rumah Yuni meski otaknya bercabang memikirkan siapa gadis asing tadi.


" Perasaan banyak banget saingan aku dan pacarnya Alexi,pleaseee lah cape kalo Serkan kembali dijodohin sama tuh cewek,mana cakepan dia lagi dari aku huhuhu " Gerutu Histi mulai takut.


Gadis itu merasa trauma dengan siapapun perempuan muda yang ia temui jika dirumah Serkan karna bagi Histi itu sebuah ancaman.


" Lexi,kamu lupa sama Bibi ?" tanya wanita dewasa tadi membawa Alexi duduk disofa.


" Maaf Bi,,aku tidak bisa melihat dan aku tidak terlalu ingat suara Bini" Jawab Alexi sopan.


" Kau benar2 tidak bisa melihat ?" tanya wanita itu nanar.


Alexi mengangguk.


" Hmm coba tebak,aku siapa ?" tanya wanita itu semangat.


" Bisa beri kode ?" tanya Alexi.


" Ya clue nya sahabat ibu kamu " Jawab wanita itu terkekeh.


Alexi diam hingga maniknya melotot.


" Bibi Sindi " Ucap Alexi lantang.


" Yaaa anda benar " Pekik Sindi girang.


Alexi dengan mudah menebak karna teman ibunya yang ia tau hanya Sindi.


" sekarang aku aku " Ucap gadis disebelah Alexi.


" Kalo ini Bibi Sindi bearti kamu anaknya ya " Tebak Alexi.


" Iyaa iya terus nama aku siapa ?" tanya gadis itu berharap.


" Hmm si putri duyung ya " Tebak Alexi.


" Hah huaaaaa aku bukan putri duyung " Pekik gadis itu tak terima.


" Hahaha kamu Winda " Tebak Alexi.


" iya aku Windaaa Lex " Jawab gadis itu tersenyum.


" Windaaa apa kabar " kata Alexi mencari wajah Winda.


" Baik,aku kangen sama kamu " Kata Winda menaruh tangan Alexi diwajahnya.


Alexi tersenyum dan memeluk tubuh gadis cantik itu.


" maaf ya baru bisa jenguk kamu sekarang " Kata Winda ingin menangis melihat kondisi Alexi.


" Iya Win gak papa,nanti kita main kelereng lagi ya " Kata Alexi tersenyum.


" Huaaaaaaaaaa Alexii " Tangis Winda memeluk Alexi lagi mencurahkan rasa terharunya pria itu masih ingat masa lalu mereka.


Alexi terkekeh geli,gadis yang sering ia jahili dulu kini masih lah cengeng.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2