
Kesibukan Alexi mulai terjadi,pria itu berhasil diterima kerja di anak perusahaan Bara yang ada di dinegara itu.
Salsa pun ikut sibuk karna harus mengurus dirinya sendiri ditambah Alexi yang kadang bersikap manja.
Alexi tetap lah Alexi yang dulu,pria yang kadang dingin kadang hangat.
Salsa tak heran lagi melihat tingkah pria tersebut karna dirinya kurang lebih tau tabiat Alexi.
Seperti hari ini,Alexi sangat rusuh baru hari pertama masuk kerja Alexi meminta Salsa membantu dirinya bersiap2.
" Sa baju aku udah disetrika belum ?" tanya Alexi membuka pintu kamar mandi.
" Ini lagi nyetrika " Jawab Salsa menunjukkan setrikaan.
" Baju putih ya "
" Iya " Jawab Salsa malas.
Gadis itu baru bangun tidur dan langsung dijejal banyak keinginan dari Alexi.
Bahkan untuk membasuh muka pun Salsa tak sempat lagi karna Alexi sudah merengek seperti anak kecil.
" Huh bener2 deh,siapa suruh dia begadang semalam jadi telat kan sekarang !" Gerutu Salsa sambil maju mundur setrikaan.
Salsa terus menyetrika baju lelaki itu dengan hati2,hingga satu set pakaian lengkap dengan dasi pun tergantung dengan rapi.
" Uhh selesai " Gumam Salsa memukul pinggangnya yang terasa sakit.
Ceklek...
Alexi membuka pintu kamar mandi dan tersenyum kepada gadis itu.
" Makasih sayang,cantik banget hari ini " kata Alexi mencubit pipi Salsa.
" Haisttt,dah sana ganti baju aku mau mandi " Balas Salsa menepak tangan pria itu.
" Galak banget,ntar cantik nya hilang loh " kata Alexi terkekeh.
Salsa mendengus dan bangun dari duduknya menuju kamar mandi.
Alexi tersenyum geli dan bergegas memakaikan baju kerjanya.
Setelah selesai,Alexi menuju dapur dan mengintip tudung saji.
Terlihat disana terdapat nasi sisa semalam.
Salsa ikut masuk dan mengernyit melihat Alexi diam menatap seonggok nasi depan matanya.
" Lex " Panggil Salsa pelan.
" Hm makanan yang lain gak ada lagi ?" tanya Alexi menggaruk kepala.
" Aku belum masak kan baru bangun " Jawab Salsa tanpa dosa.
" Hm ya udah " kata Alexi mengangguk dan mengambil air.
Pria itu pun berjalan keluar dengan wajah Lesu.
Salsa menatap punggung Alexi nanar,ntah mengapa gadis itu merasa bersalah karna tak sempat membuatkan sarapan,apalagi ini hari pertama Alexi kerja.
" Lex " Panggil Salsa menarik tangan Alexi dari belakang.
" Iya " Jawab Alexi berbalik badan.
" Masuk kerja jam berapa ?" tanya Salsa.
Alexi melihat jam ditangannya.
" Jam 9,tapi harus sampe sana stengah 9 " Jawab Alexi.
Salsa menatap jam didinding,masih ada setengah jam lagi pria itu masuk kantor.
" Baiklah,tunggu 10 menit bisa ?" tanya Salsa.
__ADS_1
" Kamu mau ngapain ?" Tanya Alexi.
" Bikin sarapan " jawab Salsa.
" Gak papa,,nanti aku beli " Kata Alexi menolak.
" Gak2,mana sempat lagian beli disini tempatnya jauh gak ada jual dijalan2 kayak di indo " kata Salsa tegas.
Alexi diam,memang daerah yang ditempati nya saat ini jauh dari tempat kuliner.
Meski pun ada,biasanya sangat ramai antrian.
" Ayo bantu aku " Kata Salsa menarik tangan Alexi.
Pria itu menurut dan mengikuti langkah Salsa.
Didapur Salsa mulai membuka kulkas dan mengambil apa saja yang ia perlukan.
Alexi diam melihat Salsa yang terlihat sangat sibuk.
" Aku ngapain ?" tanya Alexi.
" Oh sini " kata Salsa mengambil sesuatu dan memasukkan ketubuh Alexi.
" Ehh " Pekik Alexi kaget.
" Biar gak kotor " kata Salsa terkekeh.
Alexi mengangguk dan membiarkan Salsa memakaikan apron ketubuhnya.
" Kamu idupin kompor terus panggang roti sebentar aja " kata Salsa memberi titah.
" Kita mau masak apa ?" tanya Alexi bingung.
" Bikin sandwich aja,kebetulan sayuran aku lagi banyak " kata Salsa tersenyum.
" Mau pake Petty boleh ?" tanya Alexi cengengesan
" Boleh,dah sana siapin alat dulu aku bersihin sayur " Jawab Salsa.
Salsa mengeluarkan petty dari kulkas,beruntung kemarin sore Salsa sempat membeli beberapa bahan cepat saji,karna jika membeli instans Salsa harus mengeluarkan kocek mahal untuk sepotong roti isi.
Alexi mulai memanggang roti seraya melihat waktu,sebenarnya Alexi takut terlambat tapi jika ia pergi dengan keadaan lapar yang ada malah dirinya tak fokus bekerja.
5 menit berlalu,4 potong roti tawar sudah terpanggang merata,pria itu menaruh dipiring.
Salsa mendekati lelaki itu dengan berbagai sayur mentah seperti wortel,daun selada,bombai dan juga timun serta saus dan mayones.
" Berapa menit lagi ?" tanya Salsa melihat Alexi.
" 5 menit " Jawab Alexi.
Salsa mengangguk,tangan mungilnya pun mulai beraksi menimpa satu persatu sayuran.
Alexi hanya diam memperhatikan sambil memakan irisan timun.
Salsa bergerak cepat,kedua tangannya ikut bergerak mengejar waktu.
" Huh selesai " kata Salsa menghela nafas panjang dan menatap hasil karyanya.
" Ppffttttt " Alexi menahan tawa melihat hasil yang Salsa peroleh.
" Gak sesuai expetasi " Cibir Alexi.
" Ck,namanya juga buru2 " Kata Salsa cuek seraya mengambil tempat makan di rak.
Alexi mulai duduk dan memotong roti dengan saus meleber itu.
Keadaan dapur seketika berantakan,bekas sayuran dan minyak berhamburan.
" Gimana enak gak ?" tanya Salsa.
" Hm lumayan " Jawab Alexi menjilati jempolnya.
__ADS_1
Salsa tersenyum dan menaruh hati2 2 potong roti kedalam kotak makan tsb.
" Nih buat ganjel dikantor,nanti siang aku kirim makanan " Kata Salsa memberi kotak itu kepada Salsa.
" Loh punya mu mana ?" tanya Alexi kaget.
" Gak usah,buat kamu aja " Jawab Salsa tersenyum.
Alexi menggeleng dan menyodorkan roti milik dirinya kepada Salsa.
" Kamu juga harus makan,jangan pentingin aku terus " Kata Alexi lembut.
Salsa terdiam menatap roti yang sudah digigit pria itu.
" Ayo cepetan,aku udah telat " kata Alexi gemas melihat Salsa malah diam.
" Hm iya " jawab Salsa bersemu dan menerima suapan Alexi.
" Makan semuanya " Ucap Alexi.
" Buat kamu ?" tanya Salsa.
Alexi hanya tersenyum dan kembali menyuapi Salsa.
" Aku berangkat dulu ya " Kata Alexi mengusap ujung bibir Salsa yang terkena mayones.
Salsa tersentak dan mengangguk pelan mengusap bibirnya.
" Hati2 " Kata Salsa malu.
Alexi mengangguk,pria itu pun berjalan keluar membawa kotak makan Salsa.
Kini perut Alexi sudah terisi,lelaki itu pun siap kerja sekarang mengumpulkan pundi dollar untuk bisa menabung.
Salsa menatap Alexi dari kejauhan,gadis itu tersenyum haru melihat lelaki yang sudah merenggut kesuciannya itu berlari mengejar taxi..
" Semoga berhasil Lex " Ucap Salsa tersenyum manis.
Gadis itu pun menutup pintu rumah dan mulai berbenah.
Salsa kini tak terlalu memikirkan kejadian berapa hari yang lalu karna ia merasa Alexi pasti akan tanggung jawab,tapi Salsa tak bisa tenang2 saja,setiap hari gadis itu mengitung waktu datang bulan nya.
Ditempat lain,sepasang suami istri sedang makan malam.
Kali ini Histi duduk manja disuapi suaminya.
Beberapa hari ini mood Histi naik turun,kadang ia bahagia kadang urak2an.
Bahkan Histi tak main kelereng sore tadi karna kesal kalah terus kemarin,lawan mainnya merupakan bocah Sd kelas 1,perempuan itu merasa tahtanya turun apalagi jauh sebelumnya Histi menjabat sebagai pemain ulung dikampung tingkat dusun.
Serkan yang sudah biasa dengan sikap bocah sang istri hanya bisa menghela nafas panjang dan menyetok sabar sebanyak2nya.
" Yank " Panggil Histi pelan.
" Hm " Jawab Serkan memilah duri ikan dengan lampu obor sebagai penerangan.
" Aku gendut ya ?" Tanya Histi pelan.
" Hah " Pekik Serkan kaget.
" Coba jawab aku gendut apa gak ?" tanya Histi manja.
Glekk...
Serkan menelan ludah kasar,pria itu mulai ketakutan menjawab pertanyaan menjebak istrinya.
" Kalo aku jawab iya bakal panjang nih,tapi kalo aku jawab gak ntar dia pikir kurang gizi " Batin Serkan berkecamuk.
" Sayaaaaanggg,ayo jawab,ibu2 tadi bilang aku gendutan loh " Rengek Histi menunjuk perut berlipatnya.
" Aduh jangan dibuka2 sayang " Kata Serkan melototkan matanya.
Histi cengengesan dan mengusap perut penuh makanan itu.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.