Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
173


__ADS_3

Serkan dan Histi masih bertatapan,gadis itu sangat terkejut dan bingung harus menjawab apa.


" Hm bisa nyingkir dulu gak ?" tanya Histi hati2.


" Kenapa ?" tanya Serkan.


" Pertanyaan kamu tadi bikin aku pengen pipis " Jawab Histi malu.


" Apa !" Kata Serkan kaget.


" Hehe udah diujung " kata Histi mengkrucut.


" Astaga " Ucap Serkan lalu menjatuhkan tubuhnya kesamping.


Histi cengengesan dan bangkit.


Jantung nya sudah hampir lepas begitu pun rasa ingin buang air yang kuat membuat gadis itu hampir kencing dicelana.


" Dah sana " Usir Serkan mengurut kepalanya pusing.


Histi mengangguk dan langsung melesat kabur kekamar mandi.


" Yang benar saja aku melamar perempuan menikah dijawab kebelet pipis bukan nerima lamaran aku " Gumam Serkan tak percaya.


Kepala Serkan semakin pusing,padahal ia sudah mati2an menghayal bagaimana cara melamar gadis itu dengan cara yang berbeda.


Serkan bukanlah pria romantis,pria itu melakukan langsung apa yang ingin ia lakukan tanpa tunggu waktu.


Dikamar mandi,Histi bernafas lega setelah selesai.


Gadis itu bercermin di kamar mandi menatap penampilanny yang sedikit urakan.


" Masa iya aku dilamar dengan keadaan gini sih,haistt Dokter Serkan bener2 gak ada romantis2nya " Gerutu Histi kesal.


" Tapi gimana kalo dia nagih aku,aku harus jawab apa,ini kesempatan langka,tapi gimana dengan Papa,haduhh aku pengen nikah sama Serkan Paaaaaa,Papa ngacau deh minta aku lulus kuliah dulu dan kerja,aku pengen jadi istri Paaaa " Pekik Histi gemas kepikiran peraturan Bara.


" Histi " Panggil Serkan mengetuk pintu kamar mandi.


" Eeh eh ya iya aku didalam " Jawab Histi kelabakan.


" Kamu ngapain,boker ?" tanya Serkan.


" Hah gak " Jawab Histi melotot.


" Cepetan keluar " Pinta Serkan.


" Iya ya sabar " Jawab Histi menghidup keran dan mencuci wajahnya.


Bahkan gadis itu hanya mengenakan lipstik saja tadi saat mengantar kedua adiknya sekolah.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka,Histi keluar dengan baju setengah basah karna buru2.


" Kamu ngapain ?" Tanya Serkan.


" Cuci muka hehe " jawab Histi cengengesan.


" Baju mu basah,ayo ikut aku " Kata Serkan menarik tangan gadis itu.


" Ehh mau kemana ?" tanya Histi takut.


" Dinas " jawab Serkan asal.


" Ehhhh gak mauuuuu " Pekik Histi melotot.

__ADS_1


Histi menarik tangannya tidak mau ikut tapi Serkan semakin menyeret gadis itu mengikuti dirinya.


Aksi tarik menarik pun terjadi.


Bukk...


Serkan melempar baju kaosnya semalam tepat dimuka gadis itu.


Histi tersentak dan mengambil kaos itu dari wajahnya.


Serkan berjalan keluar dengan senyum kecil.


" Sialan !" Umpat Histi gemas melihat lelaki itu.


Histi membuka bajunya dan mengganti dengan baju Serkan.


" ini baju ke 3 yang aku pake hehe " Gumam Histi terkekeh.


Sudah ada berapa lembar baju Serkan dirumah nya,hingga kini tak gadis itu cuci,Histi sengaja menggantungnya agar bisa mencium bau tubuh pria itu saat ia merasa rindu.


Bahkan Histi tak perduli dirinya mendapat banyak hujatan dari orang rumah yang menganggap perempuan itu jorok.


Serkan duduk di ruang tamu menatap kotak perhiasan yang ia beri kepada Histi tadi.


Ntah apa yang dipikirkan lelaki itu hanya Serkan yang tau.


" Akhh pusing sekali " gumam Serkan mengurut kepalanya.


Histi mendekat dan duduk disamping lelaki itu.


" Masih pusing ?" tanya Histi lembut.


" Hm " Jawab Serkan menoleh.


" Sini aku pijit " Kata Histi tersenyum.


" apa ?" tanya Histi mengernyit.


" Kau menolak ku ?" tanya Serkan pelan.


Deg...


Histi terdiam.


" Ini pemberian Mama,Mama meminta ku untuk memberi ini kepada gadis yang aku pilih " Ucap Serkan menunjukkan kotak tadi.


" Mama sebenarnya meminta ku untuk memberi ini ke Sifa " Lanjut Serkan.


" Sifa ?" Ulang Histi terbelalak.


" Ya,Mama meminta aku menikahi Sifa " Jawab Serkan.


" Lalu kau mau ?" tanya Histi menelan ludah kasar.


" Jika kau menolak,apa boleh buat " jawab Serkan.


Deg..


Gadis itu kembali terdiam.


" Histi " Panggil Serkan menghadap kekasihnya.


" Aku tidak bisa menunggu lama " Ucap Serkan nanar.


" kenapa ?" tanya Histi serius.

__ADS_1


" Aku sudah dewasa,Mama meminta ku segera menikah " Jawab Serkan.


" Mama khawatir aku tidak terjaga dengan baik,Ibu dan Mama tidak bisa terus terusan berada disamping aku,aku juga pria normal,aku lelah hidup sendirian " Ucap Serkan jujur.


" Ak u em aku..." Jawab Histi bingung.


" Aku mencintai kamu Histi,aku takut hubungan kita semakin jauh dan aku tidak bisa menahan diri " Lanjut Serkan nanar.


" Tunggu lah sebentar lagi " Kata Histi memelas.


" Berapa lama ? setahun dua tahun ?" tanya Serkan.


" Aku tidak bisa selama itu,bulan depan aku harus pindah kerja " Kata Serkan menatap wajah Histi.


" Pindah kemana ?" tanya Histi syok.


" Perkampungan yang jauh dari kota,mereka mengirim ku kesana untuk membantu para dokter dikampung yang kurang fasilitas " Jawab Serkan.


Deg...


Histi membulatkan matanya,gadis itu benar2 sangat terkejut dan tak menyangka dirinya harus berpisah dengan Serkan.


" Maaf baru memberitahu mu,setelah Alexi operasi aku akan pergi,ntah untuk waktu yang cukup lama mungkin " Jelas Serkan.


Tes....


Air mata Histi tiba2 turun membasahi wajah cantiknya.


Histi menunduk dalam tak bisa membayangkan jika lelaki itu meninggalkan dirinya untuk waktu yang lama.


" Kapan Alexi operasi ?" tanya Histi mendongak.


" 1 minggu lagi " jawab Serkan.


" Ya Tuhan " Kata Histi menutup mulutnya.


" Ini berat untuk ku mungkin untuk mu juga,tapi aku sebagai dokter harus siap membantu siapa pun tanpa pandang bulu,orang tua ku sudah tau ini,mereka mengizinkan karna itu keputusan ku "


" Lalu aku bagaimana ?" tanya Histi nanar.


" Jika kau bersedia maka ikutlah dengan ku dan kita hidup mulai dari nol,tapi jika tidak maka kita terpaksa harus..." Ucap Serkan menatap Histi.


" aku gak mau " Sambung Histi menggeleng pelan.


" Maafkan aku,ini sudah aku pertimbangkan dengan baik " kata Serkan tegas.


" Aku gak mau pisah !" Pekik Histi menabok dada Serkan.


Serkan hanya diam,keputusannya sudah bulat.


Jika Histi menolak maka Serkan harus menikah dengan Sifa karna gadis itu bersedia hidup menjauh dari orang tua dan berbakti kepada Serkan yang nanti akan menjadi suaminya.


Histi langsung pulang tanpa bicara sepatah kata pun lagi..


Hatinya benar2 hancur harus memilih percintaan yang rumit.


" Maaf kan aku Histi,ini cita2 ku dari kecil aku sudah berjanji jika aku menjadi dokter maka aku akan membantu siapapun yang membutuhkan aku " gumam Serkan ikut merasa sedih.


Bukan hanya Serkan saja yang ikut,2 teman dokternya yang lain juga ikut terlibat dalam pengabdian kali ini.


Serkan berjalan menuju kamar lalu kembali tidur.


Hari ini pria itu akan beristirahat total sebelum besok harus memeriksakan Alexi untuk persiapan operasi.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2