
Siang ini 3 pria tua sedang duduk didepan cermin sebuah salon ternama dikota.
Saat kedatangan 3 lelaki itu,pihak salon langsung membalik tanda buka menjadi tutup karna tau saat para penguasa itu berkunjung mereka tidak akan mau diganggu.
Dan untuk itu semua bos paling besar harus merogoh kocek cukup dalam mengganti kerugian.
" Seperti biasa " Ucap salah satu pria dengan wajah yang terlihat semakin bule diusia tuanya.
" Siap Tuan,mari kita exsekusi " Ucap seorang pria sedikit lekong sangat semangat.
Sang asisten juga ikut mendapat pelayanan exlusif.
Wajah mereka mulai dipermak,hari ini ketiga lelaki itu akan medi pedi dari ujung kaki hingga kepala untuk menunjang penampilan,bukan untuk dipamer ke orang banyak melainkan untuk istri tercinta mereka dirumah yang selalu setia..
" Saya mau kerutan ini hilang " Ucap Reno menunjuk wajah yang yang mulai turun..
" Saya juga,dan ini putih2 dikepala tolong dihilangin " Ucap Ben menunjuk rambutny yang dipenuhi uban.
" Saya terserah yang penting ganteng dan awet muda " Ucap Romi.
" Siap Tuan,keluar dari sini kalian akan kembali seperti ABG lagi " Jawab si bencong terkekeh.
3 sekawan itu tertawa mengangguk.
Diumur yang mulai mendekati angkat tinggi membuat ketiganya mulai khawatir,apalagi istri mereka makin hari makin menggoda,apalagi Romi yang dapat istri paling muda dari yang lain,lelaki itu takut Yuni bosan melihat wajah tuanya dan memilih mencari pria lain.
" Saya mau wajah saya kinclong kayak artis yang sering ditonton cucu saya " Riquest Reno.
" Saya juga,kayaknya keren tuh " Sahut Romi.
" Saya riquest kulit kinclong aja,masa iya dikatain Prily burik " Ucap Ben melemah.
Reno dan Romi menoleh melihat sahabat mereka yang sedang bersedih hati.
" Hahahaha untung aku perawatan terus sama Angel dirumah " Kata Reno tertawa ngakak.
" Huh lo enak punya cucu cewek pada beranjak dewasa semua,lah gue masih merangkak " Kata Ben lesu.
Reno kembali tertawa,Romi menggeleng pelan melihat tingkah 2 pria itu.
" Ayo Tuan2 yang serius,perawatannya akan segera dimulai " Ucap Bencong memberi arahan.
" Oke " Jawab Reno sekawan langsung diam.
Ketiga pria menolak tua itu pun menjalani medipedi rahasia mereka selama ini.
Ditempat lain,seorang gadis terlihat begitu lesu.
Hari ini Histi mendapat kabar bahwa Bryan pergi piknik bersama Kakak bulenya dan seorang gadis yang tak ia kenal.
Histi ingin melarang tapi dirinya merasa tak enak karna Bryan tak pernah melarang ia jalan dengan siapa pun selama memberi kabar.
" uhh apa aku susul kesana aja ya biar bisa deket sama dia " Gumam Histi terlihat sangat galau.
Gadis itu melihat foto yang dikirimkan Bryan,terlihat Helend dan kekasih bulenya berbaring ditengah lapang dibawah pohon apel yang rindang,dan yang membuat mata Histi melotot adalah seorang gadis yang sedang membelakangi lelaki itu,terlihat sekali gadis tersebut masih muda dan badannya juga bagus.
" Semoga aja Bryan ngak tergoda sama orang lain " gumam Histi lesu.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,Histi yang sedang menatap hapenya pun langsung terbangun dan berdiri menyambut lelaki dengan jas putih itu.
" Sudah pulang Dok " Tegur Histi basa basi.
" Hm " Jawab Serkan terlihat kepanasan.
__ADS_1
" Kenapa Ac nya dimatiin ?" Tanya Serkan mengipas bajunya.
" Tadi aku kedinginan " Jawab Histi menunduk.
" Kamu sakit lagi ?" tanya Serkan merasai kening gadis itu.
Deg...
Histi menahan nafasnya saat lelaki itu sangat dekat.
" Ngak panas " Gumam Serkan menyelisik.
" U udah dingin " Kata Histi deg degan.
Serkan menjauh dan melihat kiri kanan wajah gadis itu.
" Beneran ?" tanya Serkan.
" Hm " Jawab Histi mengangguk lemah.
Serkan berlalu dan berbaring diranjang kecilnya.
Histi yang ditinggal begitu saja melongo melihat tingkah lelaki itu.
" Haist,nih Dokter habus bikin baper anak orang malah ditinggal !" Gerutu Histi kesal.
Gadis itu berjalan cepat dan menyingkap tabir.
Trttrr....
Tabir pun langsung terpojok kesamping,manik Histi terbelalak melihat pria itu sedang mengangkat baju hingga perut kotak2 lelaki itu terlihat
" Aaaaaaaaa " Pekik Histi meloncat seraya menutup matanya.
Serkan yang juga ikut kaget hanya menghela nafas dalam dan berdiri mendekati gadis itu.
" Hah " kata Serkan langsung mundur dengan wajah terkejut.
Hening...
Histi mengintip sedikit terlihat Serkan sudah menghilang didepan matanya.
" Lah si Dokter mana ?" Gumam Histi bingung.
Gadis itu berbalik badan dan terdiam melihat Serkan mengambil kotak p3k.
" Dokter kenapa ?" Tanya Histi heran.
Serkan diam tak menjawab,lelaki itu berjalan kekamar mandi,Histi tanpa sadar mengikuti lelaki itu.
" Kau mau apa ?" Tanya Serkan mènghela nafas.
" Hah mau...? oh iya kenapa aku kesini ?" tanýa Histi bingung sendiri.
" Dah sana " Usir Serkan seraya meringis.
" Dokter kenapa ?" Tanya Histi khawatir.
Serkan meraba perutnya,Histi melihat tangan pria itu lalu menatap wajah Serkan lagi.
" Sakit perut ?" Tanya Histi polos.
Serkan berjalan keluar dan berdiri depan cermin.
Pria itu membuka kemeja dalamnya dan menyingkap perutnya.
__ADS_1
Histi melotot melihat perut kotak lelaki itu,tapi bukan itu yang ia fokuskan melainkan sayatan luka di bawah perut pria tersebut.
" Dokter itu luka " Kata Histi menutup mulutnya.
" Iya " Jawab Serkan mengeluarkan kapas dan betadin.
" Sini biar aku " Kata Histi berjalan cepat lalu mengambil benda tersebut dari tangan Serkan.
" Ayo duduk sini " Titah Histi.
Serkan mengangguk,lelaki itu pun duduk dikursi kebesarannya.
Histi mulai menaruh betadin dalam kapas dan mengangkat baju lelaki itu.
" Hei kau mau apa ?" Tanya Serkan menutup kemejanya.
" Mau taruh obat biar cepet kering " Jawab Histi gemas.
" Tidak usah,biar saya saja " Kata Serkan merasa malu.
" No,duduk yang benar,biarkan calon perawat ini mengobati Dokter " Kata Histi terkekeh.
Serkan tersenyum geli,lelaki itu menaruh tangannya dibelakang dan duduk tegak.
" Wahh kena apa ini ?" Tanya Histi menyelisik luka.
" Tadi kena karatan shower saat mandi " Jawab Serkan tenang.
" Bisa infeksi ini Dok " Kata Histi ngeri.
" Hm " Jawab Serkan cuek.
Gadis itu menaruh obat merah tersebut dengan hati2,terlihat Serkan meringis mencengkram tangannya sendiri hingga urat2 tangan lelaki itu terlihat.
Histi melirik kesebelah dan langsung menelan ludah kasar.
" Aduh nih orang bikin salfok aja,kan bisa terbang nih otak waras aku " Batin Histi deg degan.
" Pelan2 Histi " Kata Serkan menggigit bibir bawahnya kuat.
" Sabar Dok,masa gini aja lemah " Cibir Histi.
" Sakit " Ucap Serkan lirih.
" Iya,duduk yang bener " Kata Histi lembut.
Serkan menurut,gadis itu sangat fokus,karna terlalu kencang menekan kapas tiba2 Serkan menarik baju samping gadis itu membuat Histi semakin maju.
" Auhh " desis Serkan ngilu.
Glek...
Histi menelan ludah kasar,gadis itu mengangkat tangannya tanda selesai.
" U u udah " Ucap Histi terbata.
Serkan membuka matanya dan tersentak saat wajah gadis itu tepat didepan matanya.
Manik mereka saling bertemu,Histi menjauhkan wajahnya tapi tanpa diduga lelaki itu menarik pinggang Histi hingga wajah gadis itu kembali mendekat.
" Putri " Ucap Serkan lirih.
Brbrbrbrbbrbrbrbr....
Gadis itu merinding seketika dengan panggilan super dahsyat lelaki dewasa didepannya saat ini.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment dulu baru author lanjutin hehe