Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
437


__ADS_3

Seorang bocah menangis kencang terombang ambil dimobil yang di naikinya.


Jalanan menuju kota begitu hancur karna belum teraspal.


Mau tak mau Serkan dan Histi harus berusaha sebisa mungkin bertahan menempuh terjalnya perjalanan.


" Cup cup sayang,tenang Nak " Ucap Histi mendiamkan sutar.


" Kasih susu Yank " Kata Serkan sedikit panik.


" Nanti tersedak Yank,jalan nya rusak " Balas Histi sudah berkeringat dingin.


" Oekkk oekkk oekkkk " Sutar terus menangis.


Sania diam menikmati tungkat tungkit jalan.


" Duh gimana ini Yank ?" tanya Histi bingung.


" Pak masih lama gak ?" tanya Serkan kepada supir.


" Didepan udah bagus Pak Dokter sabar ya " Ucap Supir berusaha menyeimbangkan.


Serkan mengangguk paham,lelaki itu mengambil alih anaknya.


" Sutar liat tuh banyak daun2 Nak " kata Serkan mengalihkan.


Sutar bukannya diam malah semakin menangis.


" Gimana ini Yank huhuhu " Kata Histi mulai menangis.


" Kamu gak usah ikut nangis Yank,kepala aku udah pusing " kata Serkan kesal.


" Aku takut huhu " kata Histi semakin kencang menangis.


Serkan menghela nafas panjang,otaknya harus tetap waras menghadapi Histi dan Sutar yang kini sama menangis.


Memang sudah menjadi kebiasaan jika anaknya menangis kencang maka sang ibu akan ikut menangis.


Sania diam memperhatikan keluarga kecil itu ditimpa kepanikan.


Histi menoleh kesamping dan mendapati Sania hanya diam melihat dirinya.


" Kamu gak takut ?" tanya Histi heran.


Sania menggeleng pelan.


" Buat apa takut kita kan rame " Jawab Sania polos.


" Ya emang sih tapi kan....


" Aku dah biase Te " Potong Sania tersenyum.


" Dulu aku sama Ayah bahkan jatuh ke sungai waktu nuju kota " Kata Sania terkekeh.


" Apa !" pekik Histi melotot.


" Tapi untung gak mati soalnya aku bisa berenang hehe " Lanjut Sania cengengesan.


Glek...


Histi menelan ludah kasar,didepan mereka sudah terpampang sungai dengan arus deras.


Mobil mini itu harus melewati jembatan agar bisa sampai di tempat tujuan.


" Jangan bergerak kita akan menyebrang " Ucap Supir kepada anggotanya.


" Yank pegang Sutar " Pinta Histi kepada Serkan.


" Iya " Jawab Serkan tenang.


" Kamu pegang Sania " Pinta Serkan.


" Dia udah megang duluan Yank " Kata Histi memutar mata melihat Sania terlihat bersembunyi.


" Tadi bilangnya gak takut " Kata Histi menyindir.


" Orang bilang disini ada buayanya Te,aku takut dimakan " Kata Sania merunduk.


" Whatt " Pekik Histi mengangkat kaki.


Kedua wanita itu saling berpelukan karna takut.


Serkan menoleh kesamping dan menggeleng kepala.


Pria itu kadang heran dengan sikap kekanakan Histi yang sangat penakut.

__ADS_1


" Kenapa gak bilang ada buayanya sih !" kata Histi kesal.


" Aku baru inget Te " kata Sania masih bersembunyi.


" Duh semoga aja buayanya lagi kenyang " Gumam Histi pelan.


Seketika hening,supir begitu fokus melewati jembatan berkayu tersebut.


Jantung mereka semua sangat deg degan,Serkan tak lepas menatap sang buah hati yang sedang tertidur dalam dekapan.


Lelaki itu juga merasa takut mobil yang mereka tumpangi terjun bebas,tapi Serkan tak menunjuk secara langsung karna jika ia melakukan itu yang ada Histi dan Sania semakin heboh.


Brunggghh....


Mobil berhasil melewati jembatan,Histi mengintip sedikit dan tersenyum lega.


" Kita udah melewatinya " Bisik Histi kepada Serkan.


" Hah udah ya ?" Tanya Serkan membuka mata.


" Kamu takut ya ?" Goda Histi menyenggol lengan suaminya.


" Hah ngak biasa aja " Jawab Serkan berdehem.


" Bilang aja takut,aku ngak ngolok kok " Kata Histi terkekeh.


" Siapa yang takut orang cuma ngantuk " kata Serkan berdalih.


Sania melihat Serkan,lelaki itu menjadi salah tingkah ulah istrinya.


" Haisssttt sudahlah " kata Serkan kesal.


Histi tertwa ngakak begitu pun Sania.


Kedua perempuan itu masih sempat2nya menjahili Serkan yang sedang perang pikiran.


Hingga menjelang malam,mereka ber 4 sampai dikota.


Serkan menghela nafas lega,menempuh perjalanan jauh membuat Sania tidur lelap.


Serkan dan Histi seperti punya 2 anak yang harus dijaga,Serkan menggendong Sania dipunggungnya sedangkan Histi menggendong Sutar yang terlihat lelah.


" Yank gimana ini,apa kita telfon Papa ?" tanya Histi kepada suaminya.


" oh iya batre hape kamu habis ya ?" tanya Histi teringat.


Serkan mengangguk,tadi ia sudah sempat menghubungi Ayahnya tapi belum dijawab Romi,hape Serkan pun mati karna memang jarang di cas.


" Kita tunggu disini aja dulu,Ayah pasti jemput." Kata Serkan duduk dibangku pangkalan damri.


" Iya udah,bahu aku juga rasanya pengen lepas " Kata Histi menepuk bahunya.


" Sini aku pijit " Kata Serkan tersenyum.


Histi menurut,wanita itu menurunkan sedikit gendongan sang bayi dan mendapat pijatan Serkan.


Histi seperti gadis kampung,tak ada lagi bedak menepel diwajah,hanya ada sedikit lipstik yang sudah berantakan.


Wanita itu tak mengurus lagi dirinya,Histi hanya fokus kepada sang bayi saja.


" Cape ya ?" tanya Serkan lembut.


" Hm " jawab Histi mengangguk jujur.


" Sabar ya,nanti kita istirahat " Kata Serkan lembut.


Histi kembali mengangguk tersenyum.


Sania terbangun,bocah itu langsung kaget melihat keramaian.


" Om kita dimana ?" tanya Sania panik.


" Tenang tenang,kita sudah dikota " Jawab Serkan ikut kaget.


" Oh udah dikota ya ?" tanya Sania mengusap matanya.


" Hm,kamu lapar gak ?" tanya Serkan.


" Iya Om,mual " jawab Sania jujur.


" Ya udah nanti Om beliin makanan ya,sekarang minum dulu " Kata Serkan lembut.


Sania mengangguk dan membuka tas sekolahnya terlihat bocah itu membawa bekal dan air minum dari botol bekas.


Serkan menghela nafas,gadis itu begitu sederhana.

__ADS_1


" Sutar udah makan Te ?" tanya Sania.


" Hm dia kekeyangan,tante kelaparan " jawab Histi.


" Hehehe iya juga Ya,kan Sutar minum asi " Kata Sania terkekeh.


Histi mengkrucutkan bibir membuat Serkan tertawa.


Kedua perempuan itu mencari makanan,Serkan diam menunggu barang2 dan anaknya yang sedang tidur nyenyak.


Tak lama sebuah mobil berhenti,keluarlah seorang gadis disusul seorang pria.


" Mana mereka Lex ?" Tanya Salsa kepada Alexi.


" Kita cari saja,aku rasa Kak Serkan sudah sampai " jawab Alexi menutup pintu mobil.


Keduanya berjalan masuk celingak celinguk mencari orang yang dimaksud.


" Kamu yakin mereka ada disini ?" tanya Salsa ragu.


" Iya Ayah bilang gitu,tadi Ayah gak sempat bilang berenti dimana " Jawab Alexi.


Salsa mengangguk,keduanya mencari keluarga kecil Serkan yang diyakini ada disana.


Saat akan berbelok,Salsa melihat seorang wanita sedang menggigit plastik didepan warung.


" Lex itu Histi bukan ?" tanya Salsa menepuk bahu Alexi.


" Mana ?" tanya Alexi melihat.


" Itu yang lagi makan " Jawab Salsa menunjuk.


Alexi menyelisik kearah tulunjuk kekasihnya dan melotot kaget.


" Iya itu seperti Histi " Kata Alexi yakin.


" Tapi disebelahnya siapa Lex ?" tanya Salsa melihat anak kecil yang juga melakukan hal yang sama.


" Coba kita dekati " Ajak Alexi.


Salsa mengangguk,pasangan itu pun mendekat.


" Gimana enak gak ?" Tanya Histi menggigit siomay nya.


" Enak Te,ada rasa ikannya " Jawab Sania tersenyum.


" Iya ini emang terbuat dari ikan,ayo kasih ke Om satu " Ajak Histi semangat.


Sania mengangguk keduanya berjalan beriringan hingga kaki Histi berhenti melangkah.


" Tuh kan beneran Histi Lex " Kata Salsa gemas.


" Mereka siapa Te ?" Tanya Sania bersembunyi dibelakang Histi.


" Kalian udah sampe ?" tanya Histi tersenyum.


Alexi dan Salsa mengangguk,keduanya melihat penampilan Histi dari ujung kaki hingga kepala dan terlebih Alexi meringis melihat makanan yang di beli perempuan itu.


" Hehe ayo pulang " Kata Histi paham dengan penglihatan adik iparnya.


Alexi mengangguk pelan dan berbalik badan.


" Te mereka orang jahat ya ?" Bisik Sania bingung.


" Shuutt diem,kakak itu makan orang kalo lagi marah " Bisik Histi pelan.


" Hah " Pekik Sania melotot.


" Ck lo pikir gue kanibal apa !" Kata Alexi kedengeran.


" Itu Kakak mu disana " Kata Histi mengalihkan.


Alexi mendengus kesal,Salsa menahan tawa melihat wajah geram kekasihnya.


Histi dan Sania berlari duluan meninggalkan pasangan tersebut.


" Anak siapa lagi tuh dibawanya,pasti rusuh rumah kedatangan mereka " Ujar Alexi tak bisa membayangkan.


" Selera Kak Serkan unik ya Lex " Kata Salsa terkekeh.


Alexi tak menjawab,pria itu berjalan cepat tak sabar lagi ingin bertemu sang kakak.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2