Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
377


__ADS_3

Romeo berdiri menjulang membuat Azura mendongak menatap ketinggian lelaki itu.


" Abang gak papa ?" tanya Azura meremas bajunya.


" hm gak papa " jawab Romeo tenang.


" Em jadi makannya ?" tanya Azura canggung.


" Oh iya,gak usah lah aku mau bikin kopi aja " Jawab Romeo melihat peralatan dapur ibunya.


" Kalo mau makan juga gak papa Bang biar aku siapin " kata Azura menawarkan diri.


" Makan apa ?" Tanya Romeo.


" Hah ya makan nasi,emang mau makan apa ?" tanya Azura bingung.


" Kirain makan kamu " Jawab Romeo terkekeh.


" Hah " Kata Azura mengernyit.


Romeo mengulum senyum dan mengusap asal kepala gadis itu.


Azura masih diam dengan otak yang mulai bekerja mencerna kata2 pria tampan tersebut.


" makan aku ? gimana caranya ?" Gumam Azura menggaruk kepala.


Romeo duduk dikursi dan mengintip makanan ibunya dibawah tudung saji.


Terlihat masih ada sisa makan makan keluarga tadi.


" Mau ?" tanya Azura mendekat.


" Gak ah,diet " jawab Romeo mengusap perutnya.


" Abang diet juga ?" Tanya Azura kaget.


" Gak sih,cuma jarang makan kalo dah jam segini " jawab Romeo.


Azura mangut2 mengerti.


" Hm mau nolong abang gak ?" tanya Romeo hati2.


" Apa ?" tanya Azura.


" Tolong ambilin kue diet abang dikamar sama hp " Jawab Romeo tersenyum malu.


" Dimana ?" tanya Azura.


" Dilaci,hapenya di ranjang " Jawab Romeo.


Azura mangut2 paham dan mulai berjalan.


Romeo menatap punggung gadis itu dengan tatapan yang sulit dimengerti.


" Dia polos banget " gumam Romeo menggeleng pelan.


Azura tak tau kenapa dirinya bisa mau menuruti keinginan pria tersebut,tanpa panjang pikir ia langsung mengiyakan.


Saat diperjalanan,gadis itu berpapasan dengan adik Romeo yang baru keluar dari kamarnya.


" Mau kemana ?" tanya Mika mengernyit.


" Bang Romeo minta aku ambilin hape sama kue diet Kak " Jawab Azura jujur.


" Oh ya udah " Jawab Mika tersenyum.


Gadis itu langsung berjalan turun kebawah memasuki kamar lain.


Azura masuk kekamar Romeo,gadis itu disambut bau semerbak khas pria tulen ditambah nuansa kamar hitam keabuan.


" Waw kamarnya elegant banget " Gumam Azura takjub.


Ranjang ukuran segaban terletak disana seperti layaknya kamar hotel bintang lima.

__ADS_1


Tak banyak dekorasi,terlihat sekali Romeo bukan tipe pria ribet dan banyak tingkah.


" Ahh nyamannya " Gumam Azura menjatuhkan diri di ranjang besar lelaki itu.


Rasa empuk dan dingin terasa menyentuh kulit.


" Pasti Bang Romeo tiap hari tidur disini,bau parfumnya benar2 terasa " Gumam Azura merasai bantal lelaki itu.


" Hmm coba aja aku jadi guling pasti di peluk tiap hari,aaaaaaa enaknya " Gumam Azura mulai halu.


Meski gadis itu berjilbab,tapi tingkahnya sangat mirip dengan Ana,bahkan tak sedikit yang menyebut keduanya kembar jika jalan bersama.


Gadis itu menggulingkan tubuhnya kesana kemari,Azura merasa nyaman berada disana apalagi Ac kamar itu terasa sejuk.


Dilantai bawah Romeo mulai bergerak gelisah,sudah bermenit2 berlalu tapi gadis yang ia suruh belum juga muncul.


" Azura kemana ? kok ngambil itu aja lama ?" gumam Romeo heran.


" Kak aku jalan dulu ya udah dijemput Lina " Pamit Mika kepada lelaki itu.


" Jangan nakal ya "


" Iya tenang aja " jawab Mika terkekeh.


Gadis itu pun melesat keluar dari dapur dan langsung pergi.


Romeo kembali diam,pria itu berusaha sabar menunggu.


Tapi makin ditunggu,Azura belum juga turun hingga tak terasa sudah setengah jam Romeo menunggu dibawah dengan perut keroncongan.


" gak bener nih,ngapain tuh bocah diatas " Gumam Romeo berdiri.


Lelaki tersebut berjalan cepat menaiki anak tangga.


Hingga saat membuka pintu kamar alangkah kagetnya pria tersebut mendapati gadis yang ia suruh tadi meringkuk diranjang dengan nyaman.


" Lah nih bocah malah tidur disini ?" Gumam Romeo terbelalak.


Terlihat Azura memeluk guling dengan wajah tenangnya..


" ckc ck ck luar biasa,aku nyuruh ambil kue sama hape malah enak2an tidur " kata Romeo terkekeh geli.


" Dek,dek bangun " Ucap Romeo menggoyangkan lengan Azura.


Gadis itu masih betah dan malah semakin erat memeluk guling..


" Dek bangun hei,kenapa tidur disini ?" tanya Romeo heran.


" Hmpp " Lenguh Azura mengibas tangannya.


" Azura,bangun Dek " Kata Romeo mentoel pipi gadis itu.


" Ihh Papa,Kakak ngantuk !" Kata Azura kesal.


Romeo melotot dan berdiri melihat gadis itu membalik badannya.


" Bener2 dah ni gadis satu,mirip banget sama Angel dan Histi !" Gumam Romeo menggelengkan kepalanya.


Hening keduanya terdiam hingga Azura tiba2 melotot dan langsung terbangun.


Romeo yang ingin mengambil hapenya sontak kaget dan hampir terjengkang.


" Astagfirullah " Pekik Azura langsung berdiri dengan badan oleng.


" Haist kamu ngagetin aja " kata Romeo mengusap dadanya.


" Kenapa aku ada disini ?" tanya Azura linglung.


" Lah kamu yang tiduran disini " Jawab Romeo malas.


" Hah masa sih ?" tanya Azura kaget.


" Iya tadi Abang minta kamu ambilin hape sama snack,eh kamu malah molor " Jawab Romeo gemas.

__ADS_1


" Ahhh aku ngantuk " Kata Azura kembali merebahkan tubuhnya.


Romeo tersenyum geli melihat gadis itu masih setengah nyawa.


" Ya udah tidur disini aja " Kata Romeo tenang.


" Sama Abang ?" tanya Azura polos.


" Hm kalo mau ya gak papa biar Abang ada temennya " Jawab Romeo terkekeh.


Azura diam hingga manik gadis itu melotot lagi.


" Ih gak mau " kata Azura kembali bangun dan berjalan cepat kearah pintu.


" Mau kemana ?" tanya Romeo seraya membuka kue dietnya.


" Pulang " Jawab Azura.


" Papa mu belum pulang,masih banyak kerjaan " Balas Romeo.


" Abang tau dari mana ?" tanya Azura.


" Tadi baru minta file baru sama aku " Jawab Romeo.


" Terus aku pulang gimana ?" tanya Azura mulai panik.


" Ya gak usah pulang juga " jawab Romeo.


" Tidur disni ?" Tanya Azura menunjuk ranjang.


" Dikamar Mika,kalo kamu tidur disini beda cerita " jawab Romeo gemas.


Azura mangut2 dan berjalan keluar.


" hahah ada apa dengan gadis itu,kenapa dia polos banget " Gumam Romeo heran.


Lelaki itu pun mengambil hapenya dan mulai bekerja menghadap laptop.


***


Tak terasa hari berlalu dengan cepat,keadaan Winda makin memprihatinkan.


Alexi pulang ke ibu kota karna benar2 tak tenang mendengar kabar Winda yang hampir tiap hari pingsan.


Beruntung Salsa bukan tipe gadis yang pecemburu,ia memaklumi Alexi yang begitu khawatir kepada sahabatnya karna saat Alexi sakit dulu Winda selalu menemani.


Setelah dari bandara,Alexi langsung menuju rumah sakit.


Terlihat disana orang tua Winda dan adiknya sedang bersedih hati melihat keadaan Winda yang benar2 sudah diambang kematian.


" Alexi " Ucap Sindi lirih melihat sahabatnya anaknya datang.


" Bibi gimana Winda ?" tanya Alexi terlihat tak tenang.


" Winda hiks hiks " Jawab Sindi tak sanggup.


" Om " Panggil Alexi kepada Malvin yang menunduk dalam.


" Temui Winda Lex,tolong semangati anak Om untuk bertahan " Ucap Malvin menjatuhkan air matanya.


Deg...


Jantung Alexi berdetak sangat kencang,pikiran lelaki itu sudah melayang ntah kemana,tanpa tunggu lama lagi Alexi langsung masuk ruangan dan membuat para Dokter sangat terkejut.


" Winda " Lirih pria tersebut melihat sahabatnya terbaring lemah dengan selang oksigen terpasang dihidung.


Winda yang merasa dipanggil perlahan membuka matanya dan tersenyum kecil.


" Lex " Ucap Winda lirih.


Tes...


Air mata pria itu seketika turun tanpa ia minta..

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2