
Hingga malam hari keluarga Romi masih berada di kantor polisi,Serkan pamit duluan karna ia harus memantau anak istrinya dirumah.
Kini Serkan tak bisa bebas seperti dulu lagi,lelaki itu punya tanggung jawab yang besar kepada Sutar apalagi Histi harus mengasuh adiknya dan Sania juga.
" Ayo Doni kita pulang " Ajak Salsa tersenyum kepada bocah itu.
" Aku mau sama Mama " Jawab Doni sedih.
" Besok kita kesini lagi " Bujuk Salsa terus tersenyum.
" Iya sayang,kan makan malam nya udah,Doni harus tidur dan sekolah " kata Sindi tersenyum.
" Mau Mama " Rengek Doni kembali menangis.
Yuni dan Romi menghela nafas,pasangan itu begitu kasihan dengan keadaan sahabat mereka tapi Romi tak bisa melakukan apapun,mereka harus mentaati aturan.
" Nanti aku ngomong sama Zaki buat cabut tuntutan ini " Kata Romi kepada Malvin.
" Gak usah Bang,mereka bukan orang sembarangan nanti Abang ikut terseret " Kata Malvin serius.
" Lalu kalian harus diam disini tanpa adanya usaha ?" Tanya Romi gemas.
Malvin diam,dirinya tak mau mendekam disana apalagi sang istri juga kena.
" Berdoalah,semua akan baik2 saja,untuk masalah Winda dan Doni aku akan merawat mereka " Kata Romi menepuk bahu lelaki itu.
" Makasih Bang,kalo gak ada kalian aku gak tau lagi bakal jadi apa keluarga ku " Kata Malvin tersenyum.
" Sama2 " Balas Romi ramah.
Mereka berpamitan,Doni akhirnya mau pulang bersama Yuni dengan iming2 bermain dengan Byanca dan teman baru.
Sindi menghadap lain saat melepas anaknya,wanita itu tak sanggup melihat Doni dan Winda melambaikan tangan seolah tanda perpisahan.
" Jangan menangis,kasihan orang tua mu " Bisik Alexi kepada Winda yang tak kuasa.
" Iya Lex " Jawab Winda menghapus air matanya.
" Sabar ya Win,kamu gak sendirian " Kata Salsa tersenyum.
Alexi tersenyum haru,lelaki itu begitu takjub dengan calon istrinya yang juga bukan gadis sembarangan.
Salsa begitu lapang dada menerima setiap permasalahan.
Winda dan Doni pulang bersama Yuni sedangkan Alexi bersama Salsa mengendarai mobil Ayahnya.
Hening...
Keduanya sama2 diam,Alexi terlihat begitu tenang sedangkan Salsa terus menatap wajah lelaki itu.
" Ada apa ?" tanya Alexi menoleh.
" Gak papa " Jawab Salsa menghadap kedepan.
Alexi mengambil sebelah tangan Salsa lalu menggenggam dengan erat.
Salsa menyatukan tangan mereka dan tersenyum kecil.
" Lapar gak ?" tanya Alexi.
" Sedikit " Jawab Salsa malu.
" Mau makan apa ?"
" Mau es krim " Jawab Salsa semangat.
__ADS_1
" Pake nasi ?".
" Ya gak dong Lex " Jawab Salsa mengkrucut.
" Hahahaha " Alexi tertawa renyah.
" Bentar lagi status kita berubah ? kamu mau apa dari aku ?" tanya Alexi.
" Em mau semuanya " Jawab Salsa terkekeh.
" Waw serakah sekali anda " Cibir Alexi.
" Yaaa aku memang seperti itu " Balas Salsa tertawa.
Alexi menepikan mobilnya di minimarket,keduanya turun membeli makanan.
Salsa diam melihat jejeran eskrim depan mata dan yang membuat gadis itu salfok adalah sepasang kekasih yang terlihat romantis memilih es krim disebelah mereka dengan senyum tawa,sedangkan Alexi sibuk dengan ponsel.
" Kenapa ?" Tanya Alexi mengernyit.
" Hm gadis yang dibawa kak Serkan suka rasa apa ya ?" Tanya Salsa bingung.
" Pisang " Jawab Alexi.
" Hah kayaknya enggak deh,dia kan dari kampung pasti udah biasa makan pisang " Kata Salsa menebak.
" Eh kamu gak boleh gitu " Kata Alexi merasa aneh.
" Bukan gitu Lex,maksud aku dia udah biasa pasti makan pisang,aku mau beli yang berbeda gitu " Jelas Salsa.
" Ya udah rasa stoberi aja " Jawab Alexi cuek
" Hm gimana kalo coklat aja ?" Tanya Salsa.
" Terserah kamu aja " Jawab Alexi.
" Lah kan tadi udah aku bilang kasih stoberi " kata Alexi heran.
" Ck,ntar dia juga udah biasa makan stoberi di kampung disana kan dingin,stoberi tumbuh subur " ucap Salsa nyerocos.
" Ya udah coklat " Kata Alexi pasrah.
" kok ngikut sih,yang lain napa,kiwi kek melon atau rasa susu " Cibir Salsa.
" Kita kesini mau beli es krim apa mau gelut ?" Tanya Alexi gemas.
" Ya udah lah,gak jadi beli " Kata Salsa melepas semua es krim ditangannya.
" Loh loh kok jadi marah " Kata Alexi melongo.
Salsa berjalan kearah ciki dan mengambil apa saja yang ia mau dengan wajah mengkrucut.
" Nih cewek satu kenapa ? kok seolah2 gue yang salah sih ?" tanya Alexi menggaruk kepala.
Salsa masih dengan wajah juteknya,gadis itu mendekati kasir dan membayar belanjaan.
" Wah2 gak bener nih,bakal diem sampe rumah kalo gini ceritanya " kata Alexi panik sendiri.
Salsa berjalan keluar,Alexi mengambil asal es krim dan membawa kekasir.
" Semua rasa mba " Kata Alexi mengeluarkan dompet.
Mba2 mini market mengernyit melihat Alexi komat kamit sendiri.
" Yang mana paling disukai cewek ngambek Mba ?" Tanya Alexi mengambil bucket bunga disamping kasir.
__ADS_1
" Hah ?" Pekik si mba terkejut.
" Cepetan Mba " Kata Alexi tak sabaran.
" Semuanya Mas " jawab si mba asal.
" Whattt ? semuanya ?" tanya Alexi melotot.
" Merah aja Mas biar membara " Kata si mba tersenyum.
Alexi mengangguk dan membayar lagi.
Setelah selesai lelaki itu berlari keluar.
Didalam mobil Salsa masih memasang wajah kesal,Alexi tak peka sama sekali dengan apa yang ia mau.
" Huh huh " nafas Alexi ngos2an masuk mobil.
Salsa melihat kearah lain dengan membuang wajah.
" Jangan marah dong sayang,nih aku beliin bucket bunga cakep buat kamu " Kata Alexi menyerahkan bunga tersebut.
" Apaan ini Lex,masa iya kamu ngasih aku bunga plastik " Kata Salsa melempar bunga itu ke muka Alexi.
" Bunga hidupnya belum tumbuh sayang,lagi musim kemarau " Kata Alexi beralasan.
" Bodo " Jawab Salsa makin kesal.
Alexi kembali menggaruk kepala,lelaki itu bingung apa mau kekasihnya saat ini.
" Ya udah nih es krim buat kamu " Kata Alexi menyerahkan kantong es krim.
Salsa melihat isinya dan mengeluarkan satu.
" Siapa yang mau makan es krim pisang Lex !" Kata Salsa murka lagi.
" Biar semua rasa ada " Jawab Alexi gemas.
" Gak ada yang mau makan,kan Byan gak mau " Kata Salsa menggelutukkan gigi.
" Histi yang bakal makan,kamu tenang aja gak bakal mubazir " Balas Alexi tenang.
" Kamu ngatain dia orang kampung ?" Tanya Salsa salah paham.
" Ya bukan gitu Sa,ya ampun kamu kenapa sih datang bulan ya ?" Tanya Alexi heran.
" Kalo iya emangny kenapa ?" tanya Salsa garang.
Glek....
Alexi menelan ludah kasar,tadi gadis itu begitu kalem saat ada orang tuanya tapi kini sifat macan gadis itu baru ia keluarkan.
" Ampunnn Saaa,terus mau kamu apa ? aku bukan dukun yang bisa tebak menebak " Kata Alexi ingin menangis.
" Aku mau kayak mereka,kamu gak peka banget sih " kata Salsa menunjuk pasangan romantis tadi keluar dengan wajah sumringah.
Alexi melihat kedepan dan terdiam melihat lelaki itu memasangkan helm ke kepada si cewe.
" Mau naik motor ?" Tanya Alexi masih belum ngeh.
Bagh bugh bagh nugh....
Alexi mendapat hajaran dari gadis kurang kasih sayang tersebut.
" Aaaaa tolooooongggg " Rengek Alexi pura2 menangis.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya