
Sudah lebih dari lima menit dia masih bergeming di tempatnya. Setelah dengan begitu mudahnya sepasanga kakinya berlari sekuat tenaga menyusuri koridor rumah sakit yang terasa sangat panjang itu. Tapi entah kenapa saat ini kakinya terasa sangat berat untuk dia langkahkan. Sekujur tubuhnya mati rasa. Hanya Netra hitamnya yang mengerjap, menatap nanar dua orang tua di depannya yang menangis kuat.
Apa yang terjadi padanya? Disaat suara tangisan terdengar begitu memilukan telinganya itu, Kenapa dia malah terlihat baik-baik saja. Kekuatan apa yang dia miliki saat ini! Hingga membuat air mata yang sejak tadi mengalir deras kini terasa kering begitu saja!! Apakah hatinya sudah mati!!?
Romi menatap lekat wanita yang sudah terbujur kaku terbaring di atas brankar. Tadi pagi wanita itu masih bergerak sangat aktif menampilkan tingkahnya yang petakilan dan manja kepadanya. Namun! saat ini tubuh itu sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Tadi pagi, seyuman di bibirnya yang merah merona masih terus mengembang ke arahnya, dan terlihat begitu menyejukkan. Namun! Saat ini bibir itu tertutup rapat dengan warna yang sudah membiru.
Tadi pagi, wajah cantik itu masih terlihat segar, namun! Saat itu wajah itu sudah terlihat sangat pucat.
Tadi pagi, mata indah itu masih menatapnya penuh cinta, namun! Saat ini mata itu tertutup rapat dan tak akan pernah terbuka lagi!!
Apa!? Apa yang harus dia lakukan saat ini!? Pikirannya seketika kosong, hatinya terasa mati!? Tulangnya seketika ngilu yang teramat pilu. Kini dia sadar!! Jika takdir seseorang tak pernah ada yang tahu. Kini dia tahu!! Orang yang bercanda bersamanya tertawa bersamanya, bahagia bersamanya beberapa jam yang lalu!! Kini terbaring kaku tak mampu lagi berbuat hal yang sama di jam berikutnya!!
Sekujur tubuhnya seketika membeku, dadanya terasa sesak, nafasnya tersengal tenggorokannya seperti tercekik, tatkala dia menyadari kuasaNya tak ada yang melawan.
Terdiam!! hanya itu yang ia lakukan saat ini, tatkala garis takdir yang Dia tentukan, tak ada yang mampu merubahnya.
Jasadnya tak bergerak sama sekali, seolah ruh dalam tubuhnya juga ikut keluar bersama dengan mimpi dan angan-angannya untuk hidup lebih lama bersama Silfa. Perempuan yang selalu membuat hari-harinya terasa lebih cerah. Saat ini apa yang harus dia lakukan! Apakah dia mampu melewati hari-harinya berikutnya yang tak lagi cerah seperti hari-hari kemarin.
"Romi!!!
Seorang wanita tiba-tiba datang dan langsung memeluknya!? Sama dengan orang tua di depannya, wanita ini juga terdengar menangis pilu. Namun!! Tubuhnya tak merespon, dia masih bergeming dengan tatapan sendu terarah kepada istrinya. Lalu dengan sigap sepasang telapak tangan menempel disisi kiri dan kanan pipinya, mengarahkan pandangannya pada wanita itu. Kini netra hitam Romi menatap lekat wanita di depannya itu yang masih menangis terisak. Seketika itu juga Romi langsung menghambur ke pelukan wanita setengah baya itu bersamaan dengan tulang yang terasa lemah, tak mampu menopang berat tubuhnya lagi.
Air mata yang sejak tadi tertahan, langsung mengalir deras tatkala lengan kekarnya mendekap tubuh wanita itu dengan kuat. Tubuhnya bergetar kuat disertai dengan isakan yang dalam tatkala wanita itu mengelus punggungnya dengan lembut.
Yah, Romi merasa nyaman dengan sentuhan itu. Sentuhan dan dekapan itu berhasil membuat beban yang sejak tadi memikul hatinya, seketika berkurang. Pelukan ini yang sangat Romi butuhkan, pelukan hangat dari seorang ibu!! Dan itu berhasil dia dapatkan dari wanita yang sudah seperti ibunya sendiri.
"Orang yang aku sayang pergi lagi!!" ucapan yang terdengar sangat lirih namun terdengar sangat pilu. Romi mengucap kalimatnya itu dengan nada yang bergetar.
"Sabar nak!! Ini ujian untuk kamu! Ucap wanita dengan lembut, menenangkan pria tampan itu.
Ayu melepaskan pelukannya, netranya menatap sendu wajah lesu Romi yang terlihat menyedihkan, jarinya menyeka air mata yang terus menerus mengalir tanpa henti dipipi Romi.
"Kamu kuat nak!! Kamu pria yang kuat!! Tante yakin, kamu bisa melewati ujian ini sekali lagi!! Ucapnya dengan masih menangis, Romi menggeleng lemah dengan tatapan yang teramat pilu itu menyalahkan ucapan Ayu. Merasa iba, Ayu kembali memeluk tubuh lemah putranya itu.
__ADS_1
Yah!! Dia sudah menganggap Romi seperti putranya sendiri. Sejak Riko membawa pria malang ini ke rumahnya dan berkenalan dengannya membuat rasa sayang itu muncul. Romi anak yang hangat, ramah, penyayang serta penurut. Sangat bertolak belakang dengan sifat putranya, meskipun Riko juga anak yang penurut dan penyanyang tapi Romi dengan sangat mudah mengekspresikan perasaannya itu melalui tutur kata dan tindakan.
Dan rasa sayang Ayu semakin besar tatkala dia mengetahui fakta kehidupan Romi, yang ternyata sudah yatim piatu sejak kecil. Kehilangan sosok ayah bahkan sebelum dia lahir, membuat dia tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ayah. Namun kemalangan terus berlanjut tatkala usianya yang baru menginjak 3 tahun ibunya kembali meninggalkannya. Tidak sampai disitu dia harus merasakan pahitnya kehilangan tatkala dia remaja, nenek yang merawatnya juga ikut meninggalkannya. Dari situ Ayu merasa bahwa dia pria yang kuat, bagaimana tidak dia mampu melewati ujian itu dengan terus menampilkan keceriaannya di samping Riko selama bertahun-tahun.
Tapi! Saat ini, dia kembali kehilangan sosok yang sangat dia sangat sayangi. Hal inilah yang membuat Ayu semakin menangis terisak dalam pelukan Romi.
Di tengah suasana yang mengharu biru itu, seorang pria muncul dengan mendorong kursi roda yang di duduki oleh wanita yang tengah menangis terisak.
Kursi roda itu berhenti bersamaan dengan langkah Riko yang berhenti juga.
Citra yang masih duduk di kursi roda itu beranjak!! Melangkah gontai ke arah brankar itu, Netra hitamnnya tak lepas menatap lekat sosok yang terbujur kaku di tempat itu, dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.
Tangisannya semakin pecah tatkala langkahnya berhenti tepat di samping Silfa. Menatap lekat wajah pucat itu, dia masih belum percaya dengan apa yang netranya lihat saat ini.
Ini hanya mimpi!! pasti mimpi!! pikirnya. Hatinya masih sangat berat untuk menerima kenyataan, karena masih terekam jelas diingatannya, kebersamaan mereka, tawa mereka.
Bibirnya seketika menjadi bisu, lidahnya keluh tak mampu lagi berucap, tatkala dia menyentuh tangan Silfa yang terasa sangat dingin dan sangat kaku. Kini dia sadar ternyata ini nyata, ini bukan mimpi.
Citra membungkuk mendekat ke wajah Silfa. Netranya mengedar ke setiap sisi wajah Silfa, yang terlihat sangat damai. Jemarinya mengusap lembut wajah pucat itu yang terasa sangat dingin dan kaku.
"Kak!! aku sangat terpukul mengetahui bahwa kak Silfa meninggalkan kita semua!? ucapnya lirih dengan tatapan sendu.
Dengan isakan Citra semakin mendekatkan bibirnya ke kening Silfa lalu mengecupnya sangat lama.
"Tenanglah di alam baru kak Silfa, aku yakin bidadari yang baru saja lahir dari rahim kak Silfa akan menjadi amal jariyah untuk kehidupan akhirat kakak!!" lirihnya lagi sebelum dia kembali berdiri tegak.
Saat masih terisak, tiba-tiba lengan kekar Riko melangkah tubuh istrinya itu, lalu menuntunnya kembali ke kursi rodanya.
Romi pun sama!! mendekati istrinya, memeluk tubuh kaku istrinya itu, dengan tangisan yang terdengar sangat pilu itu.
"Maafkan aku!! hanya itu yang terucap dari bibirnya. Berulang ulang dia mengatakan kalimat itu. Karena penyesalan yang sangat mendalam di hatinya.
"Sayang!! kamu sudah di rumah sakit sekarang! bukankah sejak kemarin kamu sangat ingin ke rumah sakit!! bukankah kamu begitu antusias ingin menyaksikan Citra melahirkan, bukankah kamu sangat ingin melihat bayi Citra? hmmm!... Romi menjeda ucapannya karena merasa sesak mengingat suara memohon Silfa di telefon kemarin, dan dia tidak menyangka jika itu adalah terakhir kalinya dia mendengar suara dan rengekan istrinya.
"Sayang!! asal kamu tahu, bukan hanya bayi Citra yang lahir, tapi bayi kita juga. Dia sangat cantik! sangat mirip dengan kamu, tap-- kalimatnya kembali terjeda, dia merengkuh tubuh Silfa dengan sesegukan.
__ADS_1
"Maafkan aku!! maafkan aku!!" kalimat itu terulang lagi saat penyesalan itu semakin membuat dadanya terasa sesak.
Semua orang yang tengah menyaksikannya tak mampu berbuat apa-apa, mereka hanya menangis mendengar setiap ucapan lirih Romi yang terdengar sangat pilu.
Papah mertua Romi, mengelus punggung menantunya yang terlihat bergetar saat masih memeluk tubuh kaku Silfa. "Sudahlah nak, istri kamu sudah tenang, berhentilah menyalahkan diri kamu sendiri." Ucapnya sambil menarik tubuh Romi agar melepaskan pelukannya.
...****************...
Matahari sudah terbit dari ufuk timur. Seketika itu halaman rumah sakit menjadi cerah tatkala cahaya matahari bersinar menyinari dunia yang dipenuhi tipu daya dan kesenangan sementara. Begitu pikir Romi.
Hari ini memang terang dan cerah, namun tidak bagi Romi!! Hari ini dan seterusnya akan menjadi pagi yang sangat menyedihkan baginya, pagi ini berbeda dengan pagi kemarin, dan akan begitu seterusnya.
Pagi ini harusnya dia sudah rapi dengan pakaian kantor yang disiapkan oleh istrinya, namun! pagi ini berbeda penampilannya begitu berantakan, baju yang sejak kemarin dia kenakan terlihat sangat lusuh, wajah yang biasanya semangat hari ini terlihat lesu bahkan terlihat sembab.
Pagi ini harusnya Silfa mengantarnya sampai ke depan pintu rumahnya sebelum dia berangkat ke kantor, namun! hari ini dia yang akan mengantar istrinya ke peristirahatan terakhirnya.
Yah, pagi ini Silfa akan dibawa pulang ke kampung halamannya, karena dia akan di kebumikan disana.
Setelah selesai mengurus kepulangan jenazah di rumah sakit, mereka kini bersiap untuk pergi.
Ayu yang mengantar mereka, kembali memeluk Romi, tangannya mengelus punggung lebar pria menyedihkan itu, sambil dia terus berucap lembut untuk menyemangati dan menguatkan pria itu, Romi hanya mengangguk pasrah.
Riko yang juga berada disitu, hanya mampu memberi pelukan dan semangat juga untuk sahabatnya itu. begitu juga dengan Indra.
Setelah selesai, akhirnya mereka pun pergi dengan menggunakan ambulance.
Sepanjang perjalanan, Romi hanya terdiam menatap sosok yang sudah tertutupi kain di depannya itu. Ambulance ini akan membawa pergi kebahagiaannya.
-tbc-
...Alur part ini gimana?...
...sedih? greget? galau? atau datar-datar saja....
...happy reading guyss, ingat yah!! selama masih ada -tbc- itu artinya extra partnya masih akan berlanjut....
__ADS_1
...penasaran sama kisah siapa nih?...
...jangan lupa tinggalin jejaknya yah....