Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
582


__ADS_3

Disebuah Mall seorang lelaki berjalan seraya menenteng tangan cucu perempuannya yg melihat kesana kemari.


Romi terpaksa membawa gadis itu serta karna tak bisa mengelak lagi saat Suci menaiki mobilnya.


Keduanya pun menyusuri kota hanya untuk membeli sepasang kaos kaki bayi.


" Wah itu bagus banget Kek buat adik " Ucap Suci menunjuk beberapa mainan yg tergantung diluar butik.


" Ck adik mana bisa main begituan,melek aja jarang " jawab Romi memutar mata.


" Tapi itu bagus loh Kek,ada lemotnya juga,kalo adek belum bisa main kan ada Uci yg bakal ajalin " Jawab Suci santai.


" Modus kamu mah,bilang aja kamu yg mau " Cibir Romi gemas.


" Ihhh Kakek,Uci kan cuma kasih salan " Balas Suci mengkrucut.


" Hadehhh ayo jalan lagi,tempatnya bukan disini " Kata Romi menyeret tangan gadis itu menjauh dari toko mainan.


Suci menurut meski memasang wajah kesal.


Tak lama mereka tiba ditoko yg sesungguhnya,Suci kembali girang melihat banyaknya baju2 bagus dan lucu yg bergantungan.


" Wah ada lebah " Ucap Suci menyentuh baju berbulu halus tersebut.


" Gak muat pake kamu " Ujar Romi ngeri.


" Iya tau " jawab Suci ketus.


Romi tersenyum dan mendekati mba2 yg berjaga.


Lelaki itu dengan tenang meminta apa yg mau dia beli.


Suci masih sibuk melihat2.


" Huh coba aku masih kecil ya pasti baju ini muat pake aku " Gumam Suci menghela nafas lesu.


Berapa kali gadis itu mengepaskan baju kebadannya tapi tetap saja kecil,bahkan untuk memasukkan kepala saja tidak bisa.


Romi memantau dari jauh tingkah konyal cucu perempuannya itu.


Gadis tersebut terlihat sangat aktif,sesekali ia menggerutu sendiri dan berakhir terkena teguran mba2 jaga.


" Hehe,Kakek aku uangnya banyak Bi,dia bisa bolong semua baju ini " Kata Suci menggaruk kepalanya.


" Benarkah ?" Tanya Pegawai kaget.


" Iya,gak kenal ya sama Kakek Lomi ?dia itu pekelja kelas,uangnya banyak banget " Jawab Suci bangga.


" Memangnya Kakek kamu yg mana ?" tanya pegawai penasaran.


Suci melihat kebelakang dan mencari sosok pria yg membawanya masuk kesana.


" Nah itu " Kata Suci menunjuk Romi yg sedang melihat baju Sexy di pojokan ruangan.


" Itu ?" Tanya pegawai syok.


" Iya,kelen kan " Jawab Suci membusungkan dadanya.


" Astaga apa dia Om2 yg sering memangsa para gadis ?" Gumam pegawai menyelisik.


Romi masih belum sadar,lelaki itu masih menyingkap2 baju haram yg sangat sexy disana sesekali tersenyum sendiri.


" Jadi dak usah takut Bi,Kakek aku bakal bayal semua yg aku sentuh tadi " kata Suci tersenyum smirk.


Pegawai mengangguk kecil dengan tubuh merinding seketika.

__ADS_1


Dari arah luar,seorang pria dengan jas biru masuk ke toko melihat2.


" Paketan baju Bayi dimana ?" tanya lelaki itu tenang.


" Sebelah sini Pak " Jawab pegawai lain menunjuk dalam.


Lelaki itu mengangguk dan mulai masuk,saat matanya mulai menyelisik lelaki itu terkejut melihat seorang gadis kecil yg sangat ia kenali berada disana.


" Suci " Gumam Serkan terbelalak.


Pegawai yg bersama Suci tadi menoleh dan menunduk melihat Serkan menatap kearah mereka.


" Pamannnnn " Pekik Suci heboh melihat Serkan disana.


Gadis kecil itu langsung berlari memeluk kaki Serkan.


" Kamu disini sama siapa ?" tanya Serkan sedikit panik.


" Sama Kakek " Jawab Suci menujuk Romi yg sudah selesai melihat2.


" Ayah " Gumam Serkan pelan.


Seperti ada maghnet,Romi berbalik badan dan kaget melihat putranya.


Manik Serkan langsung menuju ke benda yg Romi pegang.


" Astaga " Gumam Romi tersadar.


Lelaki itu langsung menyembunyikan baju haram tersebut dan memasang wajah panik.


Serkan dan Suci mendekat,kaki Romi mulai gemetar takut tercidyuk oleh putra pertamanya.


" Ayah beli apa ?" tanya Serkan tenang.


" Terus kenapa disini ?" tanya Serkan melihat sekitar.


" hah em anu em lihat2 " Jawab Romi bingung.


" Cuci mata ?" Tanya Serkan mengulum senyum.


" Ya eh gak " Jawab Romi kecoplosan.


Serkan menggeleng pelan dan berjalan menjauh.


" Kakek beli apa ?" tanya Suci kepo melihat Romi menyembunyikan tangannya.


" Gak apa2,kamu kenapa gak bilang kalo ada Paman disini ?" Tanya Romi gemas.


" Uci gak tau Kek " Jawab Suci polos.


" Huh untung aja,dah ah gak jadi beli ntar aku diledekin satu rumah " Gumam Romi ngeri.


Lelaki itu pun mencampakkan baju yg sudah ia pilih mati2an tersebut begitu saja dan memilih membayar peralatan bayi Winda.


Suci terlihat bingung,saat Romi mulai berjalan diam2 gadis kecil itu mengintip baju yg Romi pegang tadi dan mengangkatnya.


" Ini baju apa ? kenapa bentuknya aneh ?" Gumam Suci heran.


" Sepeltinya aku pelnah melihat baju ini,tapi dimana ya ?" Gumam Suci mencoba mengingat.


Tak lama bocah itu melepas baju tersebut dan berlari mendekati Serkan dan Romi yg sudah membayar.


Ternyata Serkan datang kesana juga ingin membeli paketan khusus untuk bayi Winda,lelaki itu sengaja membeli sendiri karna istrinya sudah otw kerumah Romi.


**

__ADS_1


Seorang gadis baru pulang sekolah dan terkejut melihat rumahnya ramai.


" Wah ada Nenek " Gumam Byanca girang.


Gadis dengan tas punggung hitam itu pun langsung berlari memasuki rumah dan benar saja disana ada Rena dan Tito yg sedang menggendong sesuatu.


" Assalamualaikum " Sapa Byanca sopan.


" Waalaikumsalam " Jawab pasangan lansia itu berbalik badan.


" Halo cucu Kakek " Sapa Tito hangat.


" Halo Kek,udah lama ya datang ?" tanya Byanca memeluk Tito.


" Udah dari siang,kamu kok pulangnya sore banget ?" Tanya Tito.


" Iya Kek,tadi jalan dulu sama Temen " Jawab Byanca malu.


" Ayah kamu udah tau ?" Tanya Rena ngeri.


" Hehe udah Nek,tadi aku nelfon Ayah " Jawab Byanca menggaruk kepala.


" Huh bagus lah,tau kan Ayah kamu itu posesif banget " Kata Rena tersenyum.


Byanca ikut tersenyum dengan anggukan kecil.


" Oh iya Nek,ini siapa ?" tanya Byanca mengernyit.


" Oh ini adik baru kamu " Jawab Rena menggoda.


" Hah adik ? emang Ibu melahirkan ?" tanya Byanca bingung.


Rena menggeleng pelan dan mencari kursi untuk duduk.


" Lihat dia ganteng banget kan " Kata Rena menunjukkan wajah bayi polos itu.


" Iya,ini anak siapa sih ?" tanya Byanca penasaran.


" Anaknya Kak Winda kamu " Jawab Tito santai.


" Kak Winda ? kenapa anaknya ada disini ?" Tanya Byanca syok.


" Ceritanya panjang,kamu ganti baju dulu gih habis itu makan " Jawab Rena tenang.


Byanca mengangguk dan berjalan menjauh.


" eh hap....


" Oekkk Oeeekkkkk oekkk..." Bayi Winda tiba2 menangis membuat Rena tak jadi memanggil sang cucu.


" Sini hapenya biar aku yg simpan " kata Tito mengambil hape Byanca yg tertinggal di sofa.


Lelaki itu duduk santai seraya membuka hp mahal sang cucu.


Tak ada yg aneh,walpaper hape Byanca masih sama yaitu foto keluarga yg sangat apik.


" Eeh apa ini ?" Gumam Tito terkejut melihat pesan yg dikirimkan seseorang.


" Kenapa Pa ?" tanya Rena seraya memberi anak Winda susu dalam dot.


" Wah2,kalo sampe 3 pria itu tau bakal habis nih anak " Gumam Tito menggeleng pelan.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2